8.6 C
New York
Sunday, May 10, 2026
spot_img
Home Blog Page 729

Cegah Corona, Pemuda Pancasila Temui DPRD Usulkan Penutupan Sementara Akses Pelabuhan dan Bandara

0

Batamtimes.co – Natuna – Ketua DPRD Natuna Andes Putra, didampingi Ketua Komisi I Wan Arismundar, pimpin audensi (Dengar pendapat) bersama Pemuda Pancasila dan Srikandi diruang Banggar DPRD, Selasa (14/04/2020) siang.

Pada pertemuan tersebut Ketua Pemuda Pancasila (PP) Natuna, Fadilah menyampaikan, sejumlah aspirasi soal percepatan penanganan wabah virus corona di Natuna kepada DPRD untuk diteruskan kepada pemerintah.

Kenali ciri-ciri terkena virus corona

0

Jakarta – Pandemi virus corona masih terjadi di seluruh dunia dengan kasus yang terus meningkat. Di Indonesia beberapa wilayah telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menghambat laju peningkatan COVID-19.

Kepada masyarakat yang sempat kontak atau sempat berada di wilayah zona merah disarankan segera berkonsultasi pada dokter terkait. Apalagi jika tubuh menunjukkan ciri-ciri terkena virus corona yang sekilas mirip flu.

Berikut  ciri-ciri terkena virus corona
1. Ciri-ciri terkena virus corona yang khas
Dikutip dari Mayo Clinic, ciri-ciri terkena virus corona adalah

a. Demam

b. Batuk
c. Sesak napas
Ciri-ciri terkena virus corona tersebut mungkin muncul 2-14 hari setelah terpapar patogen. Gejala lain yang kerap muncul adalah:

a. Pilek
b. Tenggorokan sakit
c. Badan terasa sakit
d. Lelah atau merasa tidak enak badan

2. Ciri-ciri terkena virus corona yang tidak khas
Seiring perkembangan kasus, berbagai riset terus dijalankan untuk mengetahui ciri-ciri terkena virus corona. Dalam beberapa kasus ditemukan ciri-ciri terkena virus corona yang tidak khas yaitu:

. Diare
Gejala diare pada pasien COVID-19 dibuktikan lewat riset pada 204 pasien di Wuhan. Sebanyak 99 pasien mengalami gangguan pencernaan, padahal sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit tersebut.

b. Kehilangan daya penciuman dan perasa
Menurut periset di King’s College London kehilangan daya penciuman dan perasa adalah ciri-ciri terkena virus corona yang paling akurat. Dalam risetnya, sekitar 59 persen pasien yang dinyatakan positif COVID-19 mengalami kehilangan daya penciuman dan perasa.

c. Mata merah
American Academy of Opthalmology memperingatkan tenaga medis infeksi virus corona bisa mengakibatkan konjungtivitis. Kondisi ini menyebabkan mata menjadi merah. Kondisi ini dialami seorang perawat Chesley Earnest dari Amerika saat menangani pasien COVID-19.

d. Penyakit saraf
Kondisi penyakit saraf ternyata bisa menjadi ciri-ciri terkena virus corona. Gejala penyakit saraf yang pernah dilaporkan pasien, di antaranya kejang, kebingungan, pusing, sakit kepala, mengigau, kebas, hingga stroke.

e. Nyeri otot
Menurut para ahli, nyeri otot bisa menjadi tanda ciri-ciri terkena virus corona yang serius. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan, gejala nyeri otot terjadi pada 15 persen pasien COVID-19. Dikutip dari The Sun, nyeri otot disebabkan bahan kimia sitokin yang dilepaskan ke tubuh sebagai respon terhadap infeksi.

3. Bagaimana jika tidak menunjukkan ciri-ciri terkena virus corona?
Ciri-ciri terkena virus corona berkisar ringan hingga berat bergantung respon tubuh. Namun dalam beberapa kasus pasien tidak menunjukkan ciri-ciri terkena virus corona. Karena itu sangat penting untuk memperhatikan riwayat kontak, bepergian, dan kesehatan pada pasien. Kondisi kesehatan tertentu misal gangguan jantung, paru, diabetes, dan gangguan terkait sistem imun berisiko meningkatkan risiko mengalami COVID-19.

(red, /detik.com)

Menkes Tolak Pengajuan PSBB Corona

0

Jakarta – Juru Bicara untuk percepatan penanganan virus corona atau Covid-19 Achmad Yurianto menyebut, ada beberapa wilayah di Timur Indonesia yang mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun semua pengajuan itu ditolak Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto.

“Ada yang mengajukan, tapi dipertimbangkan untuk tidak disetujui yaitu Rote Ndao, Mimika, Fakfak, Sorong, Palangka Raya, itu semua mengajukan. Tapi tidak memenuhi syarat,” ujar Yuri saat dikonfirmasi, Minggu (12/4/2020).

Yuri menyebut, pengajuan PSBB di beberapa wilayah di Timur Indonesia itu belum memenuhi syarat seperti tertuang dalam Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 tentang PSBB Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Dalam Pasal 2 dijelaskan, jumlah kasus dan atau jumlah kematian akibat penyakit meningkat dan menyebar secara signifikan dan cepat ke beberapa wilayah dan terdapat kaitan epidemiologis dengan kejadian serupa di wilayah atau negara lain.

“Yang tidak terpenuhi ada di sana. Jadi dipertimbangkan untuk tidak disetujui (pengajuan PSBB),” kata Yurianto.

Jabodebek

Diketahui, Menkes Terawan baru menyetujui penerapan PSBB untuk wilayah DKI Jakarta serta Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi (Jabodebek).

DKI Jakarta telah resmi menerapkan PSBB corona sejak Jumat 10 April 2020 lalu. Sementara Bogor, Depok, dan Bekasi tengah mempersiapkan penerapannya setelah mendapatkan lampu hijau dari pemerintah pusat.

 

 

[red/Liputan6.com]

DPRD Batam menolak kebijakan Pemko untuk melaksanakan karantina wilayah

0

Batam – DPRD Kota Batam menolak kebijakan Pemko Batam untuk melaksanakan karantina wilayah bukan suatu hal yang mudah.

Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardiyanto, mengatakan, untuk menjalankannya diperlukan persiapan yang matang dari pemerintah dan masyarakat.

Menurut dia, konsekuensi atas kebijakan karantina wilayah ini harus dipersiapkan  semuanya. Bukan hanya sembako saja bagi masyarakat tidak mampu.

Sebab kata dia, jika dilakukan karantina wilayah akan berdampak kepada masyarakat secara keseluruhan.

”Kalau saya katakan orang punya uang, tetapi tidak bisa beli? Bagaimana. Sementara karantina wilayah itu betul-betul tidak boleh melakukan aktivitas hanya di rumah,” tuturnya.

Dengan adanya karantina wilayah tersebut, tentunya tidak ada perputaran ekonomi. Kemudian lanjutnya, setelah karantinawilayah selesai, Budi mempertanyakan apakah sudah terpikirkan pemerintah mau bagaimana ke depannya.

”Jadi, jangan berbicara ini kemanusiaan. Kita pikir saja sekarang selamat. Masalah ekonomi nanti akan kita tumbuhkan. Bukan bicara itu saja. Bisa-bisa nanti Batam ini jadi tidak ada. Dampak dari itu semua bukan kecil,” bebernya.

Untuk itu, ia mendukung apa yang sudah diterapkan Pemko Batam dalam mengatasi penyebaran virus corona.

Dengan melaksanakan sosial distancing dan physical distancing. Jika yang sudah dilakukan saat ini konsisten dan dilakukan, ia menilai penyebaran virus corona
bisa teratasi.

”Penanganan yang sudah ada datanya itu ditangani secara khusus. Pemerintah juga bekerja sana dengan semua stakeholder. Termasuk pengusaha,” tuturnya.

Ia menilai, karantina wilayah dan lockdown itu sama-sama tidak bisa beraktivitas di luar hanya lingkupan karantina wilayah yang lebih kecil.

Oleh karena itu, jika kebijakan ini dilaksanakan, ia tidak bisa membayangkan bagaimana dampaknya terhadap perekonomian.

”Perekonomian berhenti dalam satu hari saja bagaimana dampaknya. Bagaimana kalau satu minggu dan seterusnya. Jadi kalau saya, penanganannya lebih cederung komprehensif dan sistematis,” ujarnya.

Dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan Kamis (2/4/2020) lalu pihak rumah sakit menyampaikan Alat Pelindung Diri (APD) tidak ada dan tidak lengkap.

Selain itu, penanganannya menurut Budi tidak maksimal.

(red/Batampos)

DPRD kabupaten Muaro Jambi mendapat kunjungan dari DPRD Kota Batam

0
Foto : (Jambiindependen. co. Id)

Jambi – Dewan perwakilan rakyat daerah kabupaten Muaro Jambi mendapat kunjungan dari DPRD kota Batam, kedatangan anggota dewan komisi satu DPRD kota Batam Bidang hukum dan pemerintahan ini di sambut langsung oleh Kasubag Humas dan protokol DPRD kabupaten Muaro Jambi Heriyanto Bp, Se. Dan kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di ruang kerja ketua DPRD Muaro Jambi pada Kamis pagi, (12/3/2020).

Harmidi Umar Husen, selaku perwakilan DPRD kota Batam menyebut, kedatangannya ke gedung DPRD kabupaten Muaro Jambi guna membahas masalah penyaluran E-KTP yang menjadi masalah di daerahnya, menurutnya mengunjungi DPRD kabupaten Muaro Jambi merupakan langkah yang tepat mengingat kabupaten Muaro Jambi sejauh ini terbilang baik dalam pelayanan pembuatan E-KTP.

Maslah ini merupakan Masalah yang cukup serius di daerah kita, dengan adanya sharing dengan dewan dan kepala Disdukcapil kabupaten Muaro Jambi bisa memberikan masukan kepda kami untuk mengatasi masalah administrasi data kependudukan di wilayah kota Batam,” sebutnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan selama ini perekaman e-KTP di kota Batam bisa memakan waktu yang sangat lama, sehingga Masalah administrasi kependudukan di kota Batam masih menjadi masalah yang cukup serius.

Di kota Batam untuk pembuatan E-KTP mulai dari perekaman hingga bisa di cetak itu bisa sampai dua tahun, bahkan sebelum e-KTP nya di cetak masyarakat juga tidak di berikan surat keterangan atau KTP sementaranya,” ungkapnya.

Perwakilan DPRD kota Batam juga sangat mengapresiasi atas sambutan dan masukkan yang di berikan oleh DPRD dan Disdukcapil kabupaten Muaro Jambi, ia berharap dengan masukan yang di berikan bisa membantu dalam pembuatan E-KTP di daerahnya.

Kita sangat mengapresiasi sekali atas sambutan dan masukan yang telah diberikan oleh DPRD dan Disdukcapil kabupaten Muaro Jambi, tentunya akan kita serap dan kita terapkan di daerah kita,” tutupnya.

Menanggapi hal itu, Zakaria selaku kepala dinas Kependudukan dan catatan sipil kabupaten Muaro Jambi menyebut, pihaknnya telah memberikan masukan dalam hal pelayanan pembuatan E-KTP, seperti melakukan penambahan pos pelayanan di setiap kecamatan sehingga memudahkan bagi masyarakat dalam proses pembuatan E-KTP.

“Kita saling sharing dan saling memberikan masukan, tentunya dengan kondisi kota Batam yang memiliki penduduk yang besar dan berdekatan dengan negara tetangga tentunya pembuatan e-KTP di sana lebih selektif, Namun saat ada masyarakat yang melakukan perekaman harusnya diberikan suket atau KTP sementara nya, kalau Masalah waktunya yang lama biasanya karena blankonya kurang, tetapi Masalah blanko itu kalau habis biasanya kita tinggal mengajukan saja,” sebutnya.

 

(red/jambiindependen. co. Id)

Komisi II DPRD Kota Batam akan usulkan anggaran insentif wartawan

0

Batam – Komisi II DPRD Kota Batam akan usulkan anggaran insentif untuk wartawan di Kota Batam selama Covid-19, karena selain tenaga medis, media juga salah satu garda terdepan dalam masalah Covid-19. Sebab, tanpa media edukasi atau imbauan pemerintah terhadap masyarakat tidak akan sampai.

“Media di tengan wabah saat ini harus dianggarkan insentifnya, nanti saat dalam pembahasan anggaran Covid-19 dengan Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan kami usulkan,” ucap anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Leo Anggra Saputra, Senin (13/4/2020) di kantornya.

Dikatakan Leo, dalam menagani masalah Covid-19 ini harus ada sinergi antara Pemko Batam dengan DPRD Kota Batam terutama dalam hal penganggaran, yakni harus ada keterbukaan dana yang ada dimiliki oleh Pemko Batam saat ini.

Memang pada beberapa waktu lalu Pemko Batam, yakni Walikota Batam menyampaikan dana Pemko Batam saat tidak ada, tapi sampai sekarang pembahasan anggaran tersebut secara resmi antara DPRD dengan Pemko Batam belum ada juga, padahal DPRD Kota Batam sudah mengirimkan surat beberapa kali.

“Oleh karena itu besok kami Komisi II akan memanggil BPKAD, BP2RD dan dinas penghasil lainnya, betul atau tidak Pemko tidak mempunyai dana saat ini, yakni agar dana yang masuk harus dipungsi alihkan kepada penaganan Covid-19 ini. Dimana dana proyek atau anggaran lainnya distop dulu dan difokuskan untuk Covid-19,” ujar politisi PAN itu.

Menurutnya, hal penting lainnya yang juga harus dibahas oleh DPRD Kota Batam dengan Pemko Batam adalah ketersediaan masker untuk masyarakat, karena jika pemerintah meminta masyarakat untuk memakai masker, ketersediaan masker itu harus dijamin oleh pemerintah.

“Dengan adanya wabah Covid-19 ini pemerintah menyuruh masyarakat pakai masker, tapi masker itu sendiri susah didapatkan oleh masyarakat, maka dalam hal ini pemerintah harus menyiapkannya,” pungkasnya.

 

(red/Harian Kepri )

Dukung PSBB, Polri Keluarkan 2 Surat Telegram Kapolri yang Ditandatangani Kabaharkam Polri

0

Jakarta – Dalam rangka mendukung suksesnya pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Kepolisian Negara Republik Indonesia mengeluarkan dua Surat Telegram Kapolri, masing-masing bernomor ST/1182/IV/OPS.2/2020 dan ST/1183/IV/OPS.2/2020.

Kedua Surat Telegram tersebut ditandatangani oleh Kabaharkam Polri, Komjen Pol Drs Agus Andrianto SH, MH, selaku Kepala Operasi Terpusat (Kaopspus) Aman Nusa II-Penanganan COVID-19, tertanggal 13 April 2020.

Menurut Kabaharkam Polri, Surat Telegram yang disebut pertama berisi tentang aspek keamanan yang harus terpenuhi sebelum PSBB diberlakukan.

“Para Kasatgas, Kasubsatgas, Kaopsda (tingkat Polda) dan Kaopsres (tingkat Polres) Aman Nusa II 2020 di wilayah harus memberikan saran dan masukan kepada gubernur, bupati, dan walikota terkait aspek keamanan dalam mengajukan permohonan PSBB ini,” kata Komjen Pol Agus Andrianto.

Adapun aspek keamanan yang harus terpenuhi itu adalah: ketersediaan kebutuhan hidup dasar rakyat; sarana dan prasarana kesehatan; data masyarakat terdampak yang akan menerima bantuan sosial di daerah yang mengajukan PSBB; dan pendistribusian bantuan sosial baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Selain memberikan saran, tegas Komjen Pol Agus Andrianto, para Kasatgas, Kasubsatgas, Kaopsda, dan Kaopsres Aman Nusa II 2020 juga harus melakukan pengecekan langsung dan memastikan kesiapan daerah yang mengajukan PSBB terkait empat poin tersebut.

Surat Telegram kedua, lanjut Komjen Pol Agus Andrianto, berisi tentang langkah-langkah antisipatif mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama PSBB diberlakukan.

“Kamtibmas adalah hal yang sangat penting, karena ini mempengaruhi semua aspek kehidupan. Kita harus antisipasi dan harus bisa mencegah timbulnya penyebab gangguan kamtibmas, apalagi dalam menghadapi situasi pandemi COVID-19 saat ini,” jelas Komjen Pol Agus Andrianto.

Menurut Kabaharkam Porli, ada delapan langkah yang harus dilaksanakan jajaran kepolisian dalam rangka antisipasi gangguan Kamtibmas selama PSBB. Langkah-langkah itu adalah:

1. Menerapkan Maklumat Kapolri dan menerapkan semua aturan serta kebijakan pemerintah secara humanis dengan tidak arogan.

2. Mengamankan tempat penyimpanan/gudang dan mengawal pelaksanaan distribusi bahan pokok serta memastikan tidak ada pemblokiran jalan oleh pihak tertentu yang dapat menimbulkan terhambatnya distribusi bahan pokok dan kebutuhan masyarakat.

3. Menyiapkan personel yang telah terlatih dan dibekali pengetahuan untuk membantu pemulangan jenazah dari rumah sakit dengan mengedepankan protokol kesehatan serta melakukan edukasi dan sosialisasi tentang pemakaman pasien COVID-19 agar tidak ada lagi penolakan dari warga.

4. Berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan lahan pemakaman milik negara atau pemerintah guna menjamin dan mengantisipasi pemakaman pasien COVID-19 yang ditolak warga.

5. Meningkatkan ketegasan dan kedispilinan terhadap masyarakat yang dinyatakan positif COVID-19, ODP, dan PDP, baik yang dirawat di rumah sakit maupun yang isolasi mandiri, dengan mematuhi protokol kesehatan sehingga tidak menimbulkan masalah di lingkungan mengingat masih masifnya penyebaran COVID-19.

6. Melakukan antisipasi dan penindakan terhadap penyebar berita bohong (hoaks), penghasutan, provokatif untuk melakukan kerusuhan baik secara langsung maupun menggunakan media sosial.

7. Menyiapkan pasukan huru-hara (PHH) serta sarana dan prasarana guna mengantisipasi unjuk rasa, kerusuhan, konflik sosial, atau terjadi eskalasi terburuk di wilayah masing-masing.

8. Membentuk Satgas tanggap darurat untuk melakukan program keselamatan guna membantu masyarakat yang terdampak atau tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari yang tidak tercover oleh program kementerian atau lembaga.

Tak lupa, Kabaharkam Polri juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjalankan kebijakan social distancing dan physical distancing secara disipilin untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. “Jaga jarak dan hindari kerumunan. Dan selalu gunakan masker saat berada di luar rumah,” pesannya.

Selain itu, ada lagi satu Surat Telegram yang dikeluarkan sebagai antisipasi jika situasi memanas seperti unjuk rasa, kerusuhan, dan konflik sosial lainnya yang melibatkan massa dalam jumlah banyak.

Dalam Surat Telegram yang bernomor ST/1184/IV/OPS.2/2020 itu, Kabaharkam Polri memerintahkan kepada para Kasatgas, Kasubsatgas, Kaopsda, dan Kaopsres Aman Nusa II 2020 untuk menyusun dan membuat SOP/panduan/cara bertindak (CB) bagi pasukan Dalmas dan PHH (Brimob dan Sabhara) untuk menangani massa dengan memperhatikan aspek keselamatan anggota dari penularan COVID-19.

“Intinya sebagai tindak lanjut kesiapan Polri bila situasi menjadi chaos. Jadi Polri sudah siap melakukan langkah antisipasi,” jelas Komjen Pol Agus Andrianto.

Kementrian Dalam negri berikan bantuan APD kepada Rs Polda Kepri 

0

Batam – Penyerahan bantuan peralatan kesehatan dan Alat Pelindung Diri (APD) dari Kementerian Dalam Negeri Singapura kepada RS. Bhayangkara Polda Kepri dilaksanakan pada Senin (13/4/20) jam 08.00 wib, bertempat di Lobby Utama Polda Kepri.

Dalam kegiatan tersebut Mr. Singh mewakili Kementerian Dalam Negeri Singapura menyerahkan bantuan APD sebanyak 50 Set, Surgical Mask 1.500 Pcs dan Termometer genggam 10 buah, dan langsung diterima oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto S.IK.

Kabid Humas Polda Kepri mengatakan bahwa kegiatan Penyerahan bantuan ini merupakan bentuk kerja sama yang baik antar kedua belah pihak yang terjalin selama ini, dan bantuan APD yang diberikan bisa digunakan sebaik mungkin dalam penanggulan Covid -19 diwilayah Kepri khususnya di Kota Batam, tutur Kabid Humas Polda Kepri.

Hadir dalam kegiatan Penyerahan bantuan tersebut Kapolda Kepri, Wakapolda Kepri, Kabid Dokkes Polda Kepri dan Pejabat Utama Polda Kepri.

 

(red/Humas Polda Kepri)

Polda Kepri laksanakan Patroli Dialogis dan himbauan kepada Masyarakat

0

Batam – Patroli Dialogis Satuan tugas Penegakkan Hukum Ops Aman Nusa II Seligi 2020 Polda Kepri menyisir beberapa pusat keramaian yang ada di Kota Batam, kegiatan dilaksanakan pada Minggu malam (12/4/20) jam 22.00 wib sampai dengan 01.00 wib.

Route Patroli dimulai dari pertokoan Windsor Nagoya – Komplek Nagoya Newton – PUB Dinasty Nagoya – ruko belakang BCA Jodoh – Komplek ruko Seraya Mas – Komplek Ruko Mitra Raya – hingga sampai dengan Kampung Aceh Simpang DAM. Selain itu dilaksanakan juga Patroli antisipasi kejahatan Premanisme dan kejahatan jalanan di Seputaran Jodoh – Nagoya – Mega Legenda – Botania Batam Center sampai dengan Seputan Muka kuning.

Dalam kegiatan tersebut diberikan juga himbauan kepada masyarakat yang berkumpul untuk segera membubarkan diri dan tetap dirumah untuk mencegah rantai penyebaran Covid – 19, tim juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan tidak panic serta tetap menggunakan masker.

Disarankan juga kepada masyarakat untuk membungkus makanan yang dibeli dan dimakan dirumah serta menyampaikan Maklumat Kapolri tentang pencegahan penyebaran Covid – 19. Selama kegiatan dilaksanakan hasil yang diperoleh tim dilapangan bahwa masyarakat sudah mulai tertib hingga situasi dilapangan relatif kondusif. *Dari Pada Dirumah Sakit, Ataupun Dirumah Duka Lebih Baik Dirumah Saja.

 

(red/Humas Polda Kepri)

 

9 orang kru kapal KM Kelud tujuan Batam-Medan positif Covid-19

0

TANJUNGPINANG – Sebanyak 9 orang kru kapal KM Kelud tujuan Batam-Medan dinyatakan reaktif terhadap pemeriksaan Rapid Test Covid-19, Minggu (12/4/2020).

Kesembilan kru kapal KM Kelud tersebut berdasarkan laporan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam mengalami keluhan demam dan mual.

Hal ini disampaikan Kepala KKP Kelas I Batam, Dr Achmad Farchanny dalam laporannya, Minggu (12/4/2020).

Dikatakan Dr.Achmad, tim KKP telah pun memeriksa kesembilan kru kapal KM Kelud tersebut sesuai protokol WHO dan pemeriksaan Rapid Test dan bakal dilakukan pemeriksaan PCR.

“Untuk pemeriksaan Rapid Tes ke sembilannya reaktif (positif), namun kita akan kembali lakukan pemeriksaan PCR,” tegas Achmad.

Hingga saat ini, lanjut Achmad kapal KM Kelud tersebut masih tertunda dan tertahan di pelabuhan batu Ampar. KKP mengusulkan para penumpang untuk difasilitasi KRI TNI untuk menunggu dilakukannya penggantian kru.

“Setelah itu nantinya barulah dapat diberangkatkan,” tegas Dr Achmad.

 

(red/Kominfo) 

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga