8.6 C
New York
Sunday, May 3, 2026
spot_img
Home Blog Page 792

Tahun 2020 Eselon III dan Eselon IV di Pangkas

0

Jakarta – Presiden Joko Widodo meminta maaf kepada para pejabat eselon III dan IV yang hadir dalam acara pertemuan tahunan Bank Indonesia 2019 di Artpreneur Lotte Shopping Avenue, Jakarta Selatan.

Permintaan maaf Jokowi dikarenakan pada tahun awal tahun depan kedua jabatan tersebut akan dipangkas demi menciptakan percepatan pengambilan keputusan.

“Maaf kalau di sini ada eselon III dan eselon IV kita akan pangkas mulai tahun depan agar terjadi kecepatan dalam setiap memutuskan perubahan dunia yang begitu cepat, pelan-pelan saja,” kata Jokowi di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Mantan Wali Kota Solo ini menjelaskan bahwa pemangkasan jabatan eselon III dan IV di kementerian/lembaga (k/l) tidak akan mengganggu pendapatan yang selama ini sudah diterimanya.

“Ini tidak akan mengganggu income atau gaji atau menurunkan pendapatan eselon. Saya sudah berbicara dengan yang jago IT kalau bisa diganti AI, sehingga muncul sebuah kecepatan, muncul budaya kerja, dan kultur baru,” jelas dia.

Lebih lanjut Jokowi mengungkapkan bahwa program prioritas pemerintah selama lima tahun ke depan adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Kedua, melanjutkan pembangunan infrastruktur dengan mengintegrasikan ke kawasan industri, pertanian, wisata.

Bahkan, dikatakan Jokowi bahwa pemerintah akan mencetak lapangan kerja melalui UU omnibus law cipta lapangan kerja yang merevisi 70-an. Targetnya pada Desember dan Januari akan diserahkan kepada DPR.

“Penyederhanaan regulasi yang segera Desember kita ajukan omnibus law ke DPR. Januari juga omnibus law kedua ke DPR, sehingga terjadi sebuah kecepatan dalam dunia usaha apabila ingin menanamkan modalnya. Inilah namanya UU cipta lapangan kerja karena mulai dari setiap investasi di dalam dan luar negeri adalah cipta lapangan kerja karena masih 7 juta masyarakat yang berada pada posisi pengangguran,” ungkap dia. regulasi yang segera Desember kita ajukan omnibus law ke DPR.

Januari juga omnibus law kedua ke DPR, sehingga terjadi sebuah kecepatan dalam dunia usaha apabila ingin menanamkan modalnya. Inilah namanya UU cipta lapangan kerja karena mulai dari setiap investasi di dalam dan luar negeri adalah cipta lapangan kerja karena masih 7 juta masyarakat yang berada pada posisi pengangguran,” ungkap dia.

(red/detik. com)

BUMN Watch Minta Pertamina Tak Alergi pada Invonasi Baru Subsidi Solar

0

 

Jakarta – Koordinator BUMN Watch Naldy Nazar N Haroen mengktirisi sikap Direktur Utama (Ditur) PT. Pertamina (persero) Nicke Widyawati yang meminta tambahan kuota solar subsidi menjadi 17 juta kiloliter (KL) pada tahun 2020 mendatang.

Menurut Naldy Haroen, permintaan PT Pertamina untuk meminta tambahan kuota solar subsidi menjadi 17 juta Kilo Liter (KL) harus dilihat dari dua sisi.

Disatu sisi, kalau hanya kemudian meminta tambahan anggaran subsidi ke pemerintah, kita tidak perlu ada Direksi yang pinter dan dibayar mahal.

“Justru sebaliknya ini harus menjadi tantangan bagi Direksi PT Pertamina untuk mengatasi masalah ini,” ujar Naldy Haroen kepada wartawan Kamis (28/11/2019).

Dijelaskan Naldy, untuk mengurangi subsidi adalah melalui teknologi dan inovasi yang bisa melakukan  penghematan atau pengurangan subsidi. Sisi teknologi dan inovasi inilah yang menjadi concern utama Presiden Jokowi.

“Bahkan untuk efisiensi atau pengurangan loss disisi distribusi atau supply chain dapat menggunakan teknologi IOT (Internet of Things) yang banyak dikuasai oleh anak bangsa,” jelasnya.

Naldy meminta Dirut Pertamina tidak hanya merengek kepada negara untuk meminta penambahan anggaran untuk melakukan subsidi.

“Dirut Pertamina jangan hanya pandai merengek meminta tambahan anggaran subsidi. Tetapi harus mampu untuk tidak melakukan business as usual dengan melakukan inovasi baru,” tegasnya.

Naldy mengungkapkan, setiap barang yang bersubsidi dari pemerintah selama ini menjadi bahan yang diperebutkan oleh oknum-oknum tertentu untuk kepentingan pribadinya.

“Barang bersubsidi banyak yang tidak tepat sasaran. Sehingga, hal ini akan merugikan pemerintah,” jelasnya.

Dikatkan Naldy, Presiden Jokowi selalu menekankan ada inovasi dan berpikir out of the box.

Saat ini lanjut Naldy Haroen, ada salah satu penemuan technolgy seorang anak bangsa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bekerja sama dengan salah satu perusahaan Jepang. Anak bangsa itu telah menemukan suatu technology yang di sebut Mix Fuel alatnya namanya AHFP (Aqua Hybrid Fuel Plant).

“Prinsipnya dengan technology dapat menduplikasi volume solar sampai 50 % jadi akan bisa mengurangi subsidi sampai 34 %,” tutur Naldy.

Penemuan anak bangsa ini, kata Naldy, belum di respon positif oleh pihak Pertamina. Padahal dengan technology ini Pertamina tidak akan mengeluarkan investasi apapun.

“Yang akan investasi adalah pihak yang memiliki mesin dan technology ini. Jadi Pertamina tidak perlu mengeluarkan uang,” tegasnya.

Naldy Haroen berharap, Jokowi bisa menerima kedatangan penemu technology ini untuk melakukan pemaparan.

“Pihak penemu technology ini mengharapkan dapat mempresentasikan ke Presiden Jokowi. Hal ini sesuai dengan misi dan visi presiden harus ada inovasi baru dan tidak terpaku pada sistem lama yang sudah ada,” pungkas Naldy Haroen.

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya meminta tambahan kuota solar subsidi menjadi 17 juta kiloliter (KL).

Sementara, menurut Nicke dalam APBN 2020 sudah diketok kuota yang diberikan adalah 15,3 juta KL. Untuk itu pihaknya meminta masukkan dari DPR.

“Kita perkirakan nanti tahun depan prognosanya mencapai 17 juta. Dan ini barangkali kami akan meminta DPR sebagai bahan masukan untuk target tahun depan, mengingat di APBN masih 15,3 juta KL,” kata dia dalam RDP dengan Komisi VII DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Nicke menjelaskan bahwa tren penyaluran solar subsidi oleh Pertamina terus mengalami peningkatan. Oleh karenanya pihaknya mengusulkan tambahan untuk 2020.

“Solar bersubsidi yang ditugaskan ke Pertamina mengalami peningkatan, jika kita lihat angka realisasi 2017 itu 14 juta KL, di 2018 meningkat 7,2% jadi 15,36 juta, dan prognosa di tahun ini jadi 16 juta KL,” jelasnya.

Untuk tahun ini, Nicke menjelaskan adanya akses tol Trans Jawa dan Trans Sumatera membuat permintaan solar meningkat. Sementara kuotanya hanya 14,5 juta kiloliter (KL) di 2019.

“Dengan dibukanya jalur tol baik di Jawa maupun di Sumatera ini yang kemudian juga membuat demand meningkat,” ujarnya.

Faktor lainnya karena adanya peningkatan permintaan di daerah-daerah industri, baik pertambangan maupun perkebunan.

“Meningkatnya demand di beberapa daerah khususnya daerah di mana industri pertambangan alami peningkatan, demikian juga industri perkebunan dan beberapa industri lainnya sehingga demand meningkat,” tambahnya.

 

(red/Tanto)

Prof Nurliah: 2020, Masyakarat Umum Bisa Kuliah di Politeknik STIA LAN Jakarta

0

Jakarta – Dalam rangka menindaklanjuti Keputusan Menristekdikti nomor 422/KPT/I/2016 tentang Pembukaan Program Studi Terapan, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Adminitrasi Negara (STIA LAN) Jakarta akan bertransformasi menjadi Politeknik dan mengembangkan progam pendidikan Sarjana Terapan, Magister Terapan dan Doktor Terapan

“Mulai Januari 2020 kami sudah membuka pendaftaran sekaligus melakukan seleksi terhadap mahasiswa baru,” kata Ketua STIA LAN Jakarta Prof Dr Nurliah Nurdin,MA., kepada wartawan dikantornya Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019).

Nurliah Nurdin menjelaskan, dengan berubahnya nama STIA LAN menjadi Politeknik STIA LAN tersebut, masyarakat umum yang bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa mengenyam pendidikan disini.

“Selama ini kan mahasiswa kami hanya ASN semua. Seiring berubahnya nama itu secara otomatis masyarakat umum yang bukan ASN bisa kuliah disini,” jelasnya.

Ketua STIA LAN Jakarta perempuan pertama ini menambahkan, bagi masyarakat umum yang ingin mendaftar kuliah tidak perlu khawatir dengan masalah biaya. Karena, lanjutnya, biaya  disini akan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan kampus lain.

“Untuk biaya kuliah kami jamin lebih murah. Karena, para dosen atau pengajar dan gedung kami sudah dibayar oleh negara. Jadi mahasiswa bisa fokus untuk belajar,” ungkapnya.

Lebih lanjut Nurliah Nurdin mengungkapkan, untuk tahun ajaran tahun 2020 pihaknya hanya menerima 360 mahasiswa di jenjang Sarjana Terapan, 200 mahasiswa di jenjang Magister Terapan dan 8 mahasiswa di jenjang Doktor Terapan. Karena, jumlah yang terbatas itu membuat kami untuk melakukan seleksi penerimaan mahasiswa secara ketat.

Pada ajaran baru nanti, lanjut Nurliah, Politeknik STIA LAN Jakarta akan membuka program studi dan konsentrasi. Untuk, program Sarjana Terapan dengan program studi; Administrasi Bisnis Sektor Publik (ABSP), Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDMA), Administrasi Pembangunan Negara (APN) konsentrasi Manajemen Pembangunan, Manajemen Kearsipan dan Analisis Kebijakan.

Untuk program studi Magister Terapan kata Nurliah, dengan program studi Administrasi Pembangunan Negara (APN) konsentrasi; Kebijakan Pembangunan, Manajemen Sumber Daya Aparatur, Manajemen Keuangan Negara, Manajemen Pembangunan Daerah serta Manajemen Diklat.

Sedangkan untuk Program Doktor Terapan, masih kata Nurliah, dengan program studi Administrasi Pembangunan Negara (APN).

“Semua ini kami lakukan sesuai dengan visi Presiden Jokowi yang memandatkan reformasi birokrasi dengan ditopang Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas. Dengan mengangkat pendidikan vokasi sebagai bagian penting dalam pembangunan SDM,” demikian Prof. Dr. Nurliah Nurdin, MA.

 

(red/Tanto)

47 Orang Sudah Mendaftar Anggota Panwascam Di Bawaslu Natuna Di Hari Kedua

0

Batamtimes.co – Natuna – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2020 Bawaslu Kabupaten Natuna membuka pendaftaran anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) mulai 27 – 03 Desember 2019.

Ikan Duyung Seberat 100 Kg Ditemukan Terjerat Jaring Nelayan

0

Batamtimes.co – Natuna – Seekor ikan duyung betina diperkirakan seberat 100 Kg ditemukan terjerat jaring nelayan warga Desa Tanjung, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Natuna, Kepri, Kamis (28/11)2019) pukul 09.15 Wib.

Ikan duyung tersebut masuk ke jaring milik Idris nelayan warga desa Tanjung, hal tersebut disampaikan Kasi PMD Kecamatan Bunguran Timur Laut, Hasbullah juga plt Kades Tanjung.

WNI Arab Saudi Peringati Hari Pekerja Migran Indonesia dengan dengan Pertunjukan Kesenian

0

Jeddah—Ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari 24 aliansi organisasi PMI di Arab Saudi memadati Balai Nusantara Wisma Konsul Jenderal (konjen) RI Jeddah dalam rangka memperingati Hari Pekerja Migran Indonesia 2019 yang berlangsung Jumat,( 22 /11/2019).

Selain dihadiri oleh Konjen RI Jeddah Mohamad Hery Saripudin dan jajaran staf Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, kegiatan yang berlangsung dari sore hingga malam dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI Khairul Anwar, Plt Dirjen Binapenta, Aris Wahyudi, dan Atase Tenaga Kerja KBRI Riyadh Sadullah.

Peringatan Hari Pekerja Migran Indonesia tahun ini terasa berbeda dari tahun sebelumnya. Kemasan acara yang kental dengan nuansa budaya tanah air dan cinta tanah air cukup terasa.

Panggung diwarnai dengan pertunjukan seni tari, aktraksi pencak silat, pembacaan puisi bertema perjuangan PMI dalam mengais rezeki di rantau jauh dari sanak famili, dan hiburan musik dangdut yang semunya dijadikan oleh para PMI yang bekerja di sejumlah kota di Arab Saudi.

Di sela-sela peringatan Hari Buruh Migran Indonesia yang bertema “Sumber Daya Manusia Unggul untuk Indonesia Maju”, panitia memberikan penghargaan kepada dua pegawai setempat KJRI Jeddah atas dedikasi mereka dalam melayani masyarakat yang tak kenal waktu. Keduanya adalah Ahmad Kurniawan dan Zainullah Martoyo.

Penegasan komitmen cinta tanah air, menjaga citra dan martabat bangsa, menjunjung tinggi budi pekerti luhur dan nilai ketimuran, serta menghormati hak-hak asasi manusia yang tertuang dalam sebuah naskah deklarasi PMI Arab Saudi juga digelorakan oleh Muhammad Roland Kamal, mewakili Aliansi PMI di Arab Saudi,.

Dalam sambutannya, Konjen RI Jeddah menyampaikan penghargaan kepada para pegiat LSM yang telah bahu-membahu dengan KJRI dalam memberikan bantuan kepada WNI lain yang tengah tertimpa masalah.

KJRI Jeddah dalam upaya memperkuat pelidungan bagi WNI telah lama membentuk semacam jaring pengaman melalui satgas-satgas yang tersebar di seluruh wilayah kerjanya.

Konjen RI menyampaikan enam program unggulan dalam upaya melayani dan melindungi masyarakat, yaitu pelayanan terpadu (Yandu), welcoming session bagi PMI yang baru tiba, pelayanan paspor cukup sekali datang, pengurusan janazah gratis, layanan pendidikan bagi anak-anak WNI, dan penyelenggaraan pelatihan keterampilan bagi PMI.

“Setiap ada pelayanan terpadu kita datang secara berobongan, kita seperti memindahkan KJRI ke provinsi-provinsi,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Konjen mengungkapkan selama setahun KJRI telah membantu pengurusan sebanyak 700 jenazah WNI, belum termasuk jemaah umrah. Sepanjang 2018, sebanyak 8 ribu WNI Overstayer telah dilayani pengurusan kepulangannya dari Wilayah Kerja KJRI Jeddah.

Ditambahkan Konjen, selama dalam kepemimpinannya, KJRI Jeddah telah berhasil mengupayakan pembebasan 6 WNI dari hukuman mati.

Sepanjang 2018 KJRI Jeddah berhasil mengupayakan pencairan uang diyat (blood money),  sebesar Rp 4,7 miliar. Umumnya, uang diyat ini umumnya diperoleh keluarga WNI yang menjadi korban kecelakaan lalulintas.

Selain itu, sejak 2017 hingga kuartal tiga 2019 gaji PMI senilai Rp53 miliar yang ditahan majikan berhasil diselamatkan KJRI .

Dalam kesempatan tersebut Konjen Hery mengingatkan para PMI agar fokus bekerja sebagaimana niat semula saat meninggalkan keluarga di tanah air. Dia juga berpesan agar PMI menjaga nama baik negara dan bangsanya dengan berperilaku baik di negara orang dan menaati hukum negara setempat.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” ujarnya mengutip sebuah kata bijak.

Sementara itu, dalam sambutan pendeknya Sekjen Kemenaker Khairul Anwar menyampaikan, aneka permasalah PMI yang muncul di Arab Saudi tidak lepas dengan persiapannya di tanah air.

“Selain memahami bagaimana prosedur dan aturan di Arab Saudi, memahami tata ada bagaimana bekerja di luar negeri, PMI harus mempunyai kesiapan mental, kompetensi, keterampilan dan (penguasaan) bahasa,” ucap Khairul.

Penyuluhan hukum dan bimbingan masyarakat disampaikan oleh Pelaksana Fungsi Konsuler-1 merangkap Koodinator Pelayanan dan Pelindungan Warga, Safaat Ghofur, yang tampil bersama dengan Konsul Tenaga Kerja Mochamad Yusuf yang mengangkat berbagai permasalahan yang dialami oleh PMI dan upaya penyelesaiannya.

(red/Fauzy Chusny/KJRI JEDDAH)

SPBU Kompak Dabo, Perdana Pengisian BBM dan Pengoperasian

0

Lingga – Pertama dan satu-satunya SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) di Kabupaten Lingga yang berada di Wilayah Dabo Singkep, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga yang diresmikan oleh Kepala Staff Kepresidenan Moeldoko beberapa waktu yang lalu, hari ini Kamis (28/11/2019) lakukan pengisian BBM dan pengoperasian perdana.

Pada pengoperasian perdana di SPBU Kompak dengan nomor 16.298.084, Bupati Lingga Alias Wello diwakili oleh Kadisdukcapil Lingga Samsudi dalam sambutannya mengatakan, berdiri dan akhirnya beroperasinya SPBU di Kabupaten Lingga ini bukan lah hal yang gampang, semuanya melalui proses panjang dan perjuangan yang diawali dari niat dan tekad Pemkab Lingga bersama pihak pengelola dalam mewujudkannya guna memberikan kesetaraan harga BBM satu harga yang juga dapat dinikmati oleh masyarakat Kabupaten Lingga.

“Dengan beroperasinya SPBU ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat dalam hal perolehan BBM dan bisa menjamin ketersedian BBM kepada masyarakat, sehingga aktivitas masyarakat menjadi lancar dan berdampak pada geliat perekonomian masyarakat,” kata Samsudi.

Sementara itu pihak pengelola, Area Manager Wilayah Lingga William Handoko mengatakan, dengan adanya SPBU ini nantinya masyarakat dapat merasakan harga BBM satu harga, yang mana meski Kabupaten Lingga terpinggirkan akan tetapi sesuai dengan sila ke-5 Keadailan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, masyarakat di Kabupaten Lingga juga dapat merasakan harga BBM seperti wilayah diluar.

“Hari ini kita dalam tahap persiapan operator dan dispenser, agar besok Jumat (29/11/2019) pengoperasian dapat berjalan lancar, Jadi masyarakat Kabupaten Lingga itu tidak terpinggirkan, dan harapannya dengan berjalannya SPBU ini nantinya perekonomian bisa meningkat dari sektor perhubungan, transportasi dan sektor lainnya” kata William Handoko.

Lanjut William, untuk hari ini semua persiapan dimatangkan, kita juga melakukan pengujian untuk dispenser, kemudian pengujian untuk persiapan operator, agar dalam pengoperasian nantinya dapat berjalan dengan lancar.

“Hari ini kita pastikan semuanya lancar, supaya nanti tidak ada kendala dalam pengoperasian, sampai sejauh ini tidak ada kendala dan semua dapat berjalan dengan lancar dan baik,” kata William.

Hadir dalam pengisian dan peroperasian perdana SPBU Kompak dengan nomor 16.298.084 PT Global Stelindo Jaya yakni, Bupati Lingga Alias Wello yang diwakili Samsudi, Danlanal Dabo yang diwakili Pasi Intel Kapten Rambo, Danramil Dabo Kapten Ismarli Koto, Kejari Lingga Kasi Pidum Susanto Martua, Staff Dishub Kabupaten Lingga.

 

(red/Trimo)

Wakil Bupati Lingga resmi membuka Pradiksar di Lanal Dabo Singkep

0

Lingga – Sebanyak 58 orang yang terdiri dari 49 laki-laki dan 9 orang perempuan yang merupakan Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kabupaten Lingga, mengikuti pelatihan dasar (Pradiksar), bertempat di Pangakalan Lanal Dabo Singkep. Kamis (28/11/2019)

Pembukaan Pradiksar Satpol PP dan Damkar dilakukan oleh Wakil Bupati Lingga M. Nizar, dengan dihadiri Pimpinan DPRD, Danramil, Kapolsek, Kajari, Pejabat Eselon 2, 3, dan 4 serta tamu undangan.

Pelatihan Diksar ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin dan korsa anggota serta memahami tugas pokok dan fungsi Satpol PP dan Damkar.

“Pelatihan ini juga guna membentuk sikap yang profesional, sigap, tanggap dan kuat mental” tutur Wakil Bupati Lingga M. Nizar saat memberikan sambutannya dihadapan para peserta pradiksar.

Dikatakannya, melalui kegiatan pradiksar ini tentunya kita semua berharap akan terciptanya saling berkoordinasi, tanggap terhadap setiap bencana alam atau musibah dan harus selalu siap tanggap waspada dan mampu melaksanakan pencarian dan pertolongan dalam satu komando.

“Insyallah dengan pelatihan ini, nantinya akan ada peningkatan kualitas skill masing-masing tim dalam memberi pertolongan memahami tata kelola atau manajemen dalam kegiatan pencarian dan pertolongan” sebutnya.

“Saya yakin peserta pradiksar dengan jumlah 58 orang ini, semuanya untuk menerima pendidikan pelatihan dan pelajaran dari para instruktur yang semuanya adalah anggota TNI Angkatan Laut” sambungnya lagi.

Nizar berpesan jika ada peserta yang tidak mampu mengikuti proses selama pelatihan hendaknya tidak memaksakan diri untuk tetap mengikuti pelatihan tersebut. Sebab dikatakannya, keselamatan lebih utama apalagi itu menyangkut nyawa anak manusia.

Setelah memberikan sambutan, Wakil Bupati Lingga M. Nizar melakukan pemyematan tanda peserta Pradiksar secara simbolis kepada 2 orang perwakilan peserta sebagai tanda resminya kegiatan tersebut dilaksankan.

 

(red/Trimo)

Bawaslu RI Resmikan Desa Pengawasan Anti Politik Uang Di Wilayah Perbatasan Natuna

0

Batamtimes.co – Natuna – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2020 Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, meresmikan desa pengawasan anti politik uang di Gedung Serbaguna Desa Belakang Gunung, Kelarik, Kecamatan Bunguran Utara, wilayah Perbatasan Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (26/11/2019) siang.

Saiful Anam: Uji Materi Wakil Menteri Nebis In Idem

0

Jakarta – Pengamat politik dan hukum Universitas Nasional (Unas) Jakarta Saiful Anam mengatakan, uji materi tentang konstitusionalitas kedudukan Wakil Menteri yang diajukan oleh warga Petamburan, Jakarta Pusat bernama Bayu Segara ke Mahkamah Konstitusi (MK) hanya membuang-buang waktu.

Diakui oleh Saiful Anam yang merupakan dosen Hukum Tata Negara  (HTN) Unas Jakarta ini, bahwa gugatan yang diajukan tidak ada nilai kebaruannya. Selain itu gugatan tersebut sudah selesai, dimana posisi dan keudukan Wakil Menteri dianggap konstitusional oleh MK melalui putusan nomor 79/PUU/IX/2011.

“Tidak ada yang baru gugatan yang diajukan. Pasal dan argumentasinya sama, ini kan lagu lama kaset baru. Hal tersebut sudah lengkap dipertimbangkan oleh MK, dimana posisi dan kedudukan Wakil Menteri melalui putusan nomor 79/PUU/IX/2011 Konstitusional. Saya yakin MK akan menyatakan Nebis In Idem,” kata Saiful Anam saat dihubungi Kamis (28/11/2019).

Lebih lanjut Saiful Anam menyatakan, apabila alasan uji materi yang digunakan hanya menyatakan tidak sesuai dengan putusan MK nomor 79/PUU/IX/2011 seperti yang didalilkan dalam permohonan, maka jelas hal tersebut salah alamat. Karena ketidaksesuaian dalam pelaksanaan putusan MK bukan wilayah kompetensi lembaga itu untuk memeriksa dan mengadilinya. Untuk itu, Saiful Anam menyarankan agar Bayu Segara mencabut uji materi yang diajukan karena akan menyita dan membuang waktu saja.

“Saya sudah membaca dengan seksama permohonan yang diajukan, bahwa alasan pengujian dikarenakan Presiden dianggap tidak sesuai dengan putusan nomor 79/PUU/IX/2011. Tentu kalau alasannya demikian, bukan wilayah MK untuk memeriksa dan mengadilinya. Ketidaksesuaian tersebut, lanjut dia, merupakan wilayah pengadilan yang lain untuk menilainya,” ujarnya.

Namun begitu, Saiful Anam menghormati hak warga negara dalam mempertahankan hak-haknya termasuk di Mahkamah Konstitusi. Hanya saja menurutnya, selain dirinya tau betul kedudukan dan posisi Wakil Menteri karena pernah menelitinya dalam bentuk tesis pada program Pascasarjana Magister Hukum Tata Negara Universitas Indonesia (UI).

Jangan sampai menurut Saiful Anam, gugatan posisi Wakil Menteri ke MK itu terkesan hanya untuk mendongkrak popularitas semata.

“Tesis saya tentang Wakil Menteri, dan saya tau betul kedudukan dan posisi itu. Karena saya pernah membahasnya dalam tesis pada saat mengambil S2 di Fakultas Hukum UI dan menerbitkannya dalam bentuk buku,” pungkas Saiful Anam.

 

(red/Tanto)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga