8.6 C
New York
Sunday, April 26, 2026
spot_img
Home Blog Page 870

Menko Polhukam Himbau masyarakat tidak terpancing kerusuhan di Monokwari

0

Jakarta – Pemerintah menyesalkan adanya insiden yang berkembang tentang pelecehan Bendera Merah Putih di Jawa Timur, yang disusul dengan berbagai pernyataan negatif oleh oknum-oknum, sehingga memicu aksi di beberapa daerah, terutama di Papua dan Papua Barat yang nyata-nyata mengganggu kebersamaan dan persatuan sebagai bangsa.

Pernyataan pemerintah itu disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Poltik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto dalam keterangan pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (19/8/2019)siang, menanggapi aksi unjuk rasa berbuntut kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Manokwari, Papua.

“Telah diinstruksikan untuk melakukan pengusutan secara tuntas dan adil bagi siapapun yang dianggap melakukan pelanggaran hukum dalam peristiwa ini,” tegas Wiranto.

Menko Polhukam secara khusus memberikan apresiasi kepada  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang secara terbuka menyatakan maaf atas apa yang telah terjadi di wilayah Jawa Timur kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung dengan adanya insiden di Surabaya dan Malang, beberapa waktu lalu.

“Saya juga mengapresiasi kepada Gubernur Papua yang telah menyampaikan pernyataan dan himbauan kepada semua pihak agar tidak memperpanjang insiden ini, dan kembali menjalin persaudaraan dan kedamaian di wilayah masing-masing,” sambung Wiranto.

Tidak lupa Menko Polhukam Wiranto juga menyampaikan apresiasi kepada Forkompimda Papua Barat yang telah mampu menenangkan masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Kepada seluruh masyarakat, Menko Polhukam mengimbau agar tidak terpancing dan terpengaruh dengan berita-berita negatif dari pihak yang tidak bertanggung jawab untuk merusak persatuan, kedamaian, dan kebersamaan kita sebagai bangsa yang bermartabat.

“Pemerintah memberikan jaminan sepenuhnya untuk terpeliharanya stabilitas keamanan di seluruh wilayah,” tegas Wiranto.

Menko Polhukam juga meminta kepada aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, untuk senantiasa melaksanakan tindakan persuasif dan terukur terhadap masyarakat. (SM/ES)

BP Batam siapkan Batam sebagai Pusat Blockchain di Asia Tenggara 

0

Batam- Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Edy Putra Irawady, membuka seminar BlockBatam dengan mengusung tema “Creating the Blockchain Capital of South East Asia” yang berlangsung di Aston Hotel, Batam, pada Selasa (20/8/2019) pagi.

Kegiatan yang digagas oleh Black Arrow Conferences ini dihadiri oleh Asisten Deputi Menteri Bidang Moneter dan Neraca Pembayaran Kementerian Koordinator Perekonomian Dr. Edi Prio Pambudi, CEO dClinic International Dr. Richard Satur, CEO & Founder Indodax Oscar Darmawan, CEO Quantum Hedge Fund Jan Janssen, dan Chairman PLMP Fintech Group Dr. Peter Lim Chairman.

Kegiatan yang digadang sebagai konferensi blockchain terbesar ini digelar sebagai wujud dari deklarasi Kota Batam sebagai Zona Ekonomi Digital Indonesia dan proyeksi Indonesia sebagai pasar blockchain terbesar di ASEAN. Selain itu, acara ini juga bertujuan sebagai platform bagi para pelaku teknologi blockchain seluruh Indonesia di Batam.

Dalam sambutannya, Edy Putra Irawady mengatakan bahwa Batam merupakan pionir dan kini memimpin implementasi blockchain di Indonesia. Untuk menjadi Blockchain Capital di Asia Tenggara, BP Batam telah merancang dan merencanakan fasilitas premium berupa layanan di Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI) BP Batam sebagai host beberapa platform blockchain guna mendukung program Zona Ekonomi Digital.

“Saya pikir kita punya skill labor di Batam. Sisi multietnis di sini luar biasa, artinya komunikasi internasionalnya lebih mudah. Yang kedua adalah pengalaman untuk membangun perusahaan-perusahaan yang berbasis IT dan selaras dengan industri 4.0, seperti PT Schneider, PT Pegatron, PT Excelitas Technologies, PT Infineon Technologies dan PT Sammyung Precision,” kata Kepala BP Batam.

Tidak hanya itu, menurutnya, perkembangan ini tidak akan dapat terlaksana secara maksimal tanpa dukungan dari pemerintah pusat. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, telah menegaskan bahwa Batam sebagai Jembatan Digital Indonesia—Singapura pada September 2017, setelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengajukan rencana untuk mengembangkan Batam sebagai fasilitas untuk Perbankan Lepas Pantai dan Tax Haven pada Oktober 2016.

“Kita sudah punya ICT-based dan blockchain. Jadi saya berharap ke depannya kerjasama dengan perusahaan swasta di Batam cukup melewati aplikasi blockchain saja, tidak usah dengan perundingan. Karena Batam memiliki keunggulan kompetitif dengan adanya SKA Form A dan Kartu In Land FTA bagi para investor, di samping kita juga berbentuk FTZ. Belum lagi dari sisi geografis, kita hanya 20 kilometer dari akses pasar internasional di antara perniagaan pasifik dan atlantik.” Jelas Edy.

Meski begitu, Edy tidak menampik bahwa terdapat beberapa kelemahan, terutama dari sisi ekosistem berupa logistik, infrastruktur yang mengarah ke industri, dan atraksi untuk mendorong masuknya industri 4.0.

“Untuk itu, blockchain ini hadir guna memberikan kepastian dan kemudahan kepada para investor. Artinya, dengan blockchain, regulasi tidak lagi menakutkan,” katanya.

Sementara itu, dClinic, BP Batam dan Rumah Sakit BP Batam secara resmi telah menandatangani kontrak senilai $140juta USD yang bermitra dengan Deloitte Southeast Asia dan JP Consulting, Australia akhir Juli lalu, di mana dClinic akan mengimplementasikan platform Blockchain Kesehatan Publik dengan membuka Pusat Kesehatan dan Vitalitas premium pertama di RSBP Batam dan Batam CBD dalam 6 bulan pertama di tahun 2020.

Asisten Deputi Menteri bidang Moneter dan Neraca Pembayaran Kementerian Koordinator Perekonomian, Dr. Edi Prio Pambudi menyatakan perlunya menciptakan efisiensi dalam proses berbisnis, termasuk di dunia medis.

“Sekarang ini sudah menjadi tuntutan bahwa kita harus mengetahui informasi di luar profesi. Jadi, dokter juga harus tahu mengenai pengembangan teknologi. Apalagi blockchain ini merupakan teknologi ledger yang terdistribusi. Jadi dokter dapat mengetahui data lengkap pasien, baik jenis penyakit, obat, maupun tindakan yang telah dilakukan sebelumnya, tanpa harus bertanya kepada bersangkutan. Karena datanya sudah tersedia di blockchain.” Jelas Edi Prio Pambudi.

Ia juga mengatakan, bahwa dokter dapat memberikan jaminan integritas bahwa apa yang tersedia di dalam blockchain bisa dimanfaatkan oleh semua pihak.

Untuk perkembangan KEK RSBP Batam, Edi menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih menjalani proses jejak pendapat. Hal itu dilakukan guna menghindari pemikiran adanya dukungan untuk memasukkan tenaga kerja asing di Batam.

“Kami justru membuat percepatan yang bernama transfer of technology. Presiden selalu mendorong untuk berkompetisi dengan dunia, sehingga kita harus cepat menguasai teknologi. Jangan sampai tertinggal dengan negara lain,” kata Edi lagi.

Sebagai pendekatan bisnis yang baru, Edi berharap RSBP Batam dapat cepat berkembang, mendatangkan investor, dan pelanggan yang membutuhkan layanan dari RSBP Batam.

Batam, 20 Agustus 2019
Doc: Humas Badan Pengusahaan Batam
Email : humas@bpbatam.go.id
Youtube : BP Batam
Twitter : @bp_batam
Facebook : BIFZA
Instagram : @bpbatam
Website : www.bpbatam.go.id

Regards,
Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam
Batam Center
Telp (+62778) 462047, 462048 ext. 1108
Fax (+62778) 469783

1.396 Warga Binaan Terima Remisi

0

Batam – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Batam memberikan remisi kepada 1.396 dari 2.643 total keseluruhan jumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Dengan rincian remisi umum I diberikan kepada 1.342 WBP, remisi RU II sebanyak 54 orang dan langsung bebas 40 orang. Remisi ini diberikan sempena HUT Ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Kepala Lapas Kelas II Kota Batam, Surianto merinci jumlah WBP di Lapas Kelas IIA Batam yang memperoleh RU I berjumlah 908 orang dan RU II berjumlah 13 orang.

Lapas Kelas II B Batam perolehan remisi RU I diperoleh 114 WBP dan RU II diperoleh 3 WBP. Rutan Batam perolehan remiai RU I diberikan kepada 285 WBP dan RU II diperoleh 34 WBP. Lembaga Pembinaan khusus anak Batam perolehan remisi RU I 35 orang dan RU II diperoleh 4 orang. Selain itu, Warga binaan yang mendapat remisi ini merupakan warga binaan yang berkelakuan baik dan aktif mengikuti kegiatan-kegiatan positif di lembaga pemasyarakatan.

“Untuk warga binaan yang menerima remisi RU II ada yang langsung bebas hari ini da nada yang harus menjalani hukuman subsidair, ada 3 orang,” ujarnya.
Upacara Penyerahan Remisi Umum Hari Kemerdekaan RI Ke-74 UPT Pemasyarakatan Se Kota Bata mini dihadiri Wali Kota Batam, Muhammad Rudi beserta jajaran Forum Komunikasi Perangkat Daerah (FKPD). Secara simbolis Rudi menyerahkan bingkisan kepada warga binaan yang menerima remisi ini.

Kepada WBP yang menerima remisi Wali Kota memberikan ucapan selamat. Ia berpesan kepada para napi yang bebas agar tidak merasa minder sebagai mantan nara pidana. “Orang yang sempurna adalah orang baik yang pernah melakukan kesalahan tapi kita bisa perbaiki kembali.. Bergaulah di lapangan kita semua punya iman, yakinlah tidak aka nada yang mencemooh,” kata Rudi menyemangati.

Dalam kesempatan itu Rudi juga membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H Laoly. Remisi merupakan apresiasi Negara terhadap warga binaan pemasyarakatan yang telah berhasil menunjukkan perubahan prilaku, memperbaiki kualitas dan meningkatkan kompetensi diri.

“Melalui pemberian remisi ini diharapkan seluruh warga binaan pemasyarakatan agar selalu patuh dan taat kepada hukum yang ada sebagai bentuk tanggung jawab kepada tuhan yang maha esa ataupun kepada sesama manusia,” ucap Rudi membacakan sambutan Menkumham.
Kepada jajaran pemasyarakatan diharapkan menjadikan momentum kemerdekaan RI untuk lebih meningkatkan kinerja, mempercepat pelayanan dan mengubah pola kinerja.

Dan dapat secara tegas memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Bekerja professional dan tulus dengan terus berupaya untuk menjadikan Lapas dan Rutan tetap dalam suasana kondusif, aman serta tidak melakukan perbuatan yang dapat merusak nama baik institusi pemasyarakatan dan Kementrian Hukum dan HAM.

 

(red/HP)

7 Pendiri Partai Demokrat Usulkan Darmizal jadi Menteri

0

Jakarta  – Tujuh orang pendiri partai Demokrat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat (FKPD PD) mengusulkan nama Ketua umum Relawan Jokowi atau ReJO HM Darmizal MS menjadi salah satu menteri dalam jajaran Kabinet Indonesi Kerja jilid II periode 2019-2024.

“Beberapa pendiri partai Demokrat  meminta dan mengusulkan serta merekomendasikam kepada bapak Presiden RI, Joko Widodo dengan hormat kiranya Sdr. H.M. Darmizal diperkenankan untuk diangkat sebagai salah satu pembantu Presiden (menteri) pada periode 2019-2024,” demikian disampaikan Pembina FKPD PD Hencky Luntungan dalam siaran persnya Selasa (20/9/2019)

Menurut Hencky, sosok Darmizal pantas menjadi menteri karena kredibilitas, loyalitas serta menjadi Ketua tim sukses RELAWAN JOKOWI (ReJO).

“Darmizal rela menanggalkan jabatannya di pimpinan Komisi Pengawas Partai Demokrat dan mendirikan ReJO untuk ikut membantu dan memenangkan Jokowi pada Pilpres lalu. Ini komitmen dan pengorbanan yang sangat luar biasa,” jelas Hencky.

Lebih lanjut Hencky menjelaskan, para pendiri partai Demokrat yang mengusulkan nama Darmizal menjadi salah satu menteri dalam Kebinet Jokowi diantaranya;  Prof. S. Budhisantoso,  Prof. R.M. Rompas, Hencky Luntungan, dr. WFP. Kaunang Mars Mars, Ir. Ricky Sofyan, Suganda dan Achmad Thoriq.

“Kami menggap Sdr Darmizal pantas duduk dikabinet Jokowi. Dia orang yang ulet dan setia dalam bekerja. Terbukti, kami telah bersama-sama mendirikan dan membesarkan partai Demokrat,” tutur Hencky.

Masih menurut Hencky Luntungan, Darmizal juga merupakan representasi mewakili Indonesia bagian bagian barat. Kata dia, Darmizal yang lahir di Sumatera Barat ini dan pernah mengenyam pendidikan di UGM Yogyakarra ini orang yang supel dan ramah.

“Dia ini orang Minang yang egaliter. Berpengalaman dalam dunia bisnis dan politik. Semoga Pak presiden Jokowi berkenan mempertimbangkan usulan kami ini,” pungkas Hencky Luntungan.

 

(red/Tanto)

Kemenristekdikti mengumumkan hasil klasterisasi perguruan tinggi Indonesia, ITB Menduduki peringkat satu

0

Jakarta – Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) mengumumkan hasil pemetaan atau klasterisasi perguruan tinggi Indonesia yang berada di bawah naungannya. Hasilnya, Institut Teknologi Bandung (ITB) menempati peringkat pertama, disusul Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Surabaya (ITS), dan Universitas Indonesia atau UI (Jakarta).

Menristekdikti Mohamad Nasir sebagaimana dikutip dari siaran pers Kemenristekdikti menyampaikan, klasterisasi itu dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi sekaligus menjadi dasar bagi Kemenristekdikti untuk memberikan kebijakan sesuai kapasitas setiap klaster perguruan tinggi tersebut.

“Tujuan kami ingin mendorong perguruan tinggi Indonesia semakin maju dan masuk ke kelas dunia,” kata Mohamad Nasir saat mengumumkan Klasterisasi Perguruan Tinggi Indonesia 2019 sekaligus meluncurkan Buku Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNB), di Gedung D Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8).

Dalam rangka mengapresiasi beberapa perguruan tinggi dengan ranking tertinggi, menurut Nasir, Kemenristekdikti saat ini mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk memberikan endowment fund atau dana abadi untuk dialokasikan bagi riset di perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

“Kami ingin ajukan skema, siapa yang bisa masuk itu akan ada endowment fund yang kami bangun, kami ajukan ke Presiden, saya mohon Rp10 triliun untuk awal, supaya nanti kita bisa kembangkan untuk riset di perguruan tinggi tersebut, tapi bagaimana mekanismenya nanti kami akan atur. Ini bagaimana kita dorong perguruan tinggi kita bersaing lebih baik,” ungkap Menristekdikti.

Pada kesempatan ini, Menristekdikti menegaskan kembali tidak ada dikotomi antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS), yang terpenting adalah kualitasnya. Menteri Nasir mengapresiasi beberapa PTS yang mampu bersaing dengan PTN dan berada pada klaster 2.

Basis Output

Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti, Patdono Suwigno, menjelaskan pemeringkatan Perguruan Tinggi 2019 berfokus pada indikator atau penilaian yang berbasis Output – Outcome Base, yaitu dengan melihat Kinerja Masukan dengan bobot 40 % yang meliputi kinerja Input (15%) dan Proses (25%), serta Kinerja Luaran dengan bobot 60% yang meliputi Kinerja Output (25%), dan Outcome (35%).

Penambahan indikator baru tersebut sebagai upaya agar perguruan tinggi dapat secara aktif merespon perkembangan zaman, terutama revolusi industri keempat dan kebutuhan tenaga kerja.

“Dengan perubahan penilaian kinerja perguruan tinggi dari tahun-tahun sebelumnya, diharapkan perguruan tinggi didorong untuk lebih menekankan produk atau luaran pendidikan tinggi yang berkualitas yaitu dengan pemberian bobot output yang lebih besar dari bobot input Patdono Suwignjo.

Pada tahun 2019, Kemenristekdikti mengeluarkan hasil klasterisasi perguruan tinggi dalam dua (2) kategori yaitu kategori Perguruan Tinggi Non-Vokasi (pendidikan akademik), yang terdiri dari Universitas, Institut, dan Sekolah Tinggi, dan kategori Perguruan Tinggi Vokasi, yang terdiri dari Politeknik dan Akademi.

Perguruan Tinggi Non-Vokasi dengan jumlah sebanyak 2.141 perguruan tinggi dibawah Kemenristekdikti diperoleh 5 (lima) klaster perguruan tinggi Indonesia dengan komposisi Klaster 1 berjumlah 13 perguruan tinggi; Klaster 2 berjumlah 70 perguruan tinggi; Klaster 3 berjumlah 338 perguruan tinggi, Klaster 4 berjumlah 955 perguruan tinggi, dan Klaster 5 berjumlah 765 perguruan tinggi.

Berikut adalah seratus perguruan tinggi non-vokasi dengan ranking tertinggi di Indonesia pada 2019:

1.Institut Teknologi Bandung (skor 3.671 – klaster 1)
2.Universitas Gadjah Mada (skor 3.594 – klaster 1)
3.Institut Pertanian Bogor (skor 3.577 – klaster 1)
4.Institut Teknologi Sepuluh Nopember (skor 3.462 – klaster 1)
5.Universitas Indonesia (skor 3.401 – klaster 1)
6.Universitas Diponegoro (skor 3.207 – klaster 1)
7.Universitas Airlangga (skor 3.056 – klaster 1)
8.Universitas Hasanuddin (skor 3.036 – klaster 1)
9.Universitas Brawijaya (skor 2.948 – klaster 1)
10.Universitas Padjadjaran (skor 2.906 – klaster 1)
11.Universitas Andalas (skor 2.795 – klaster 1)
12.Universitas Sebelas Maret (skor 2.711 – klaster 1)
13.Universitas Sumatera Utara (skor 2.695 – klaster 1)
14.Universitas Telkom (klaster 2)
15.Universitas Pendidikan Indonesia (klaster 2)
16.Universitas Negeri Yogyakarta (klaster 2)
17.Universitas Islam Indonesia (klaster 2)
18.Universitas Negeri Semarang (klaster 2)
19.Universitas Negeri Malang (klaster 2)
20.Universitas Bina Nusantara (klaster 2)
21.Universitas Jember (klaster 2)
22.Universitas Negeri Surabaya (klaster 2)
23.Universitas Syiah Kuala (klaster 2)
24.Universitas Riau (klaster 2)
25.Universitas Negeri Padang (klaster 2)
26.Universitas Katolik Parahyangan (klaster 2)
27.Universitas Sam Ratulangi (klaster 2)
28.Universitas Udayana (klaster 2)
29.Universitas Negeri Makassar (klaster 2)
30.Universitas Atma Jaya Yogyakarta (klaster 2)
31.Universitas Surabaya (klaster 2)
32.Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (klaster 2)
33.Universitas Jenderal Soedirman (klaster 2)
34.Universitas Tarumanagara (klaster 2)
35.Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (klaster 2)
36.Universitas Sriwijaya (klaster 2)
37.Universitas Ahmad Dahlan (klaster 2)
38.Universitas Muhammadiyah Malang (klaster 2)
39.Universitas Sanata Dharma (klaster 2)
40.Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (klaster 2)
41.Universitas Pendidikan Ganesha (klaster 2)
42.Universitas Trisakti (klaster 2)
43.Universitas Kristen Petra (klaster 2)
44.Universitas Islam Bandung (klaster 2)
45.Universitas Pancasila (klaster 2)
46.Universitas Lampung (klaster 2)
47.Universitas Mataram (klaster 2)
48.Universitas Katolik Soegijapranata (klaster 2)
49.Universitas Mercu Buana (klaster 2)
50.Universitas Negeri Medan (klaster 2)
51.Universitas Dian Nuswantoro (klaster 2)
52.Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (klaster 2)
53.Universitas Ma Chung (klaster 2)
54.Universitas Kristen Satya Wacana (klaster 2)
55.Universitas Gunadarma (klaster 2)
56.Institut Teknologi Nasional Malang (klaster 2)
57.Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (klaster 2)
58.Institut Seni Indonesia Yogyakarta (klaster 2)
59.Universitas Negeri Jakarta (klaster 2)
60.Universitas Djuanda (klaster 2)
61.Universitas Islam Sultan Agung (klaster 2)
62.Universitas Tanjungpura (klaster 2)
63.Universitas Muhammadiyah Surakarta (klaster 2)
64.Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (klaster 2)
65.Universitas Pasundan (klaster 2)
66.Universitas Jambi (klaster 2)
67.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Surabaya (klaster 2)
68.Universitas Trunojoyo (klaster 2)
69.Universitas Al-Azhar Indonesia (klaster 2)
70.Institut Teknologi Nasional Bandung (klaster 2)
71.Universitas Kristen Duta Wacana (klaster 2)
72.Universitas Ciputra Surabaya (klaster 2)
73.Universitas Multimedia Nusantara (klaster 2)
74.Universitas Swiss German (klaster 2)
75.Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (klaster 2)
76.Universitas Widya Gama (klaster 2)
77.Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (klaster 2)
78.Universitas Presiden (klaster 2)
79.Universitas Komputer Indonesia (klaster 2)
80.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Malangkucecwara (klaster 2)
81.Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (klaster 2)
82.Universitas Lambung Mangkurat (klaster 2)
83.Universitas Narotama (klaster 2)
84.Institut Seni Indonesia Denpasar (klaster 3)
85.Universitas Islam Malang (klaster 3)
86.Universitas Kristen Indonesia (klaster 3)
87.Universitas PGRI Adi Buana (klaster 3)
88.Universitas Mulawarman (klaster 3)
89.Universitas Budi Luhur (klaster 3)
90.Universitas Halu Oleo (klaster 3)
91.Universitas Merdeka Madiun (klaster 3)
92.Universitas Pakuan (klaster 3)
93.Universitas Dr. Soetomo (klaster 3)
94.Universitas PGRI Semarang (klaster 3)
95.Universitas Widyatama (klaster 3)
96.Universitas Muhammadiyah Magelang (klaster 3)
97.Universitas Stikubank (klaster 3)
98.Universitas Nasional (klaster 3)
99.Universitas Ibn Khaldun (klaster 3)
100.Universitas Negeri Gorontalo (klaster 3)

Sedangkan untuk kategori perguruan tinggi vokasi, urutan klaster dimulai pada klaster 2. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan capaian/skor tertinggi yang diperoleh oleh perguruan tinggi vokasi. Sehingga untuk kategori perguruan tinggi vokasi dengan jumlah 1.128 perguruan tinggi diperoleh 4 (empat) klaster perguruan tinggi Indonesia dengan komposisi: Klaster 2 berjumlah 5 perguruan tinggi; Klaster 3 berjumlah 62 perguruan tinggi, Klaster 4 berjumlah 545 perguruan tinggi, dan Klaster 5 berjumlah 516 perguruan tinggi.

Berikut adalah lima puluh perguruan tinggi vokasi dengan ranking tertinggi di Indonesia pada 2019:

1.Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (skor 2.276 – klaster 2)
2.Politeknik Negeri Bandung (skor 2.037 – klaster 2)
3.Politeknik Negeri Malang (skor 1.867 – klaster 2)
4.Politeknik Negeri Semarang (skor 1.756 – klaster 2)
5.Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (skor 1,720 – klaster 2)
6.Politeknik Negeri Ujung Pandang (skor 1.587 – klaster 3)
7.Politeknik Negeri Jakarta (skor 1.582 – klaster 3)
8.Politeknik Negeri Padang (skor 1.582 – klaster 3)
9.Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (skor 1.565 – klaster 3)
10.Politeknik Negeri Bali (skor 1.498 – klaster 3)
11.Politeknik Negeri Manado (klaster 3)
12.Politeknik Negeri Sriwijaya (klaster 3)
13.Politeknik Caltex (klaster 3)
14.Politeknik Negeri Medan (klaster 3)
15.Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (klaster 3)
16.Politeknik Negeri Lampung (klaster 3)
17.Politeknik Indonusa Surakarta (klaster 3)
18.Politeknik Negeri Lhokseumawe (klaster 3)
19.Akademi Akuntansi YKPN (klaster 3)
20.Politeknik Negeri Madiun (klaster 3)
21.Politeknik Negeri Banjarmasin (klaster 3)
22.Politeknik Pertanian Negeri Kupang (klaster 3)
23.Politeknik Negeri Bengkalis (klaster 3)
24.Politeknik Negeri Jember (klaster 3)
25.Politeknik Negeri Balikpapan (klaster 3)
26.Politeknik Negeri Batam (klaster 3)
27.Akademi Farmasi Yayasan Tenaga Pembangunan Arjuna Laguboti (klaster 3)
28.Politeknik Negeri Pontianak (klaster 3)
29.Politeknik Harapan Bersama (klaster 3)
30.Politeknik Manufaktur Astra (klaster 3)
31.Politeknik Manufaktur Ceper (klaster 3)
32.Akademi Keperawatan Pamenang (klaster 3)
33.Akademi Teknik YKPN (klaster 3)
34.Politeknik Negeri Ambon (klaster 3)
35.Akademi Kebidanan Ummi Khasanah (klaster 3)
36.Politeknik Negeri Samarinda (klaster 3)
37.Politeknik ATMI (klaster 3)
38.Akademi Kebidanan Yapma Makassar (klaster 3)
39.Politeknik Ubaya (klaster 3)
40.Akademi Peternakan Karanganyar (klaster 3)
41.Akademi Teknik Soroako (klaster 3)
42.Politeknik Manufaktur Bandung (klaster 3)
43.Politeknik TEDC (klaster 3)
44.Politeknik Katolik Mangunwijaya (klaster 3)
45.Politeknik Pratama Mulia (klaster 3)
46.Akademi Kesehatan Karya Husada Yogyakarta (klaster 3)
47.Akademi Kebidanan Pelamonia Kesdam VII Wirabuana (klaster 3)
48.AMIK Jakarta Teknologi Cipta (klaster 3)
49.Akademi Keperawatan Panti Kosala (klaster 3)
50.Politeknik Mekatronika Sanata Dharma (klaster 3)

Untuk mengetahui informasi lebih detail, masyarakat dan perguruan tinggi dapat melihat ranking dan nilai setiap komponen pemeringkatan perguruan tinggi melalui laman http://pemeringkatan.ristekdikti.go.id  dengan memasukkan 6 (enam) digit kode perguruan tinggi masing-masing yang tercatat pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi atau PDDIKTI (https://forlap.ristekdikti.go.id) .

 

 

(red/BKKP Kemenristekdikti) 

Presiden Jokowi: Pemerintah Akan Terus Jaga Kehormatan dan Kesejahteraan Papua

0

Jakarta- Presiden Joko Widodo pada sore hari ini, Senin,( 19 /8/2019) , menyampaikan keterangan di hadapan para jurnalis, di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam keterangannya, Presiden Jokowi menegaskan komitmen pemerintah yang akan terus menjaga kehormatan dan kesejahteraan warga Papua dan Papua Barat.

“Yakinlah bahwa pemerintah akan terus menjaga kehormatan dan kesejahteraan pace, mace, mamak-mamak, yang ada di Papua dan di Papua Barat,” kata Presiden Jokowi.

Terkait kejadian di Manokwari, Papua Barat, Kepala Negara mengaku dirinya memahami perasaan warga Papua dan Papua Barat bahwa ada ketersinggungan. Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh warga Papua dan Papua Barat untuk bersabar dan saling memaafkan.

“Saudara-saudaraku, pace, mace, mamak-mamak di Papua, di Papua Barat, saya tahu ada ketersinggungan. Oleh sebab itu, sebagai saudara sebangsa dan setanah air yang paling baik adalah saling memaafkan,” ujarnya.

Apel Siaga Karhutla, Polres Natuna Bangun Sinergitas Siap Beri Bantuan Secara Maksimal

0

Natuna (BT) Polres Natuna menggelar apel siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Apel digelar untuk mengantisipasi terjadinya karhutla di musim kemarau tahun 2019 di Wilayah perbatasan NKRI Kabupaten Natuna.

Tokoh Adat Papua Diminta Turut Dinginkan Situasi

0

Jakarta – Pengiat anti intoleransi dan radikalisme Haidar Alwi mengutuk aksi demontrasi masyarakat di Manokwari, Papua Barat yang berujung terjadinya pembakaran gedung DPRD Papua Barat pagi ini.

Dirinya mengatakan, aksi pembakaran gedung DPRD tersebut sudah bisa dikategorikan tindakan kriminalitas. Sebab itu, dia meminta polisi menangkap dan memproses secara hukum pelaku pembakaran.

“Negara kita tentu tidak melarang aksi demontrasi. Tapi, kalau aksi itu sudah mengarah tindakan kriminal, kami dukung polisi menanganinya,” kata Haidar Alwi Senin (19/8/2019).

Penanggung jawab tunggal Aliansi Relawan Jokowi atau ARJ ini meminta semua pihak agar tidak terprovokasi dengan kejadian yang terjadi di Manokwari pagi ini.

“Kita selesaikan akar permasalahan ini tuntas. Jangan terpancing oleh isu-isu yang justru bisa merugikan pihak lain,” jelasnya.

Kalaupun, memang ada tindakan diskriminasi beraroma RAS terhadap mahasiswa Papua di beberapa kota pulau Jawa. Maka, itu sudah melanggar hukum serta mencedarai HAM. Dan, harus cepat diproses sesuai hukum yang berlaku. Jangan sampai kita membuka ruang untuk melakukan tindakan di luar daripada koridor hukum. Karena, itu bisa dimanfaatkan oleh penumpang gelap untuk memperkeruh keadaan.

Haidar meminta para tokoh adat dan tokoh masyarakat Papua diberbagai daerah sebaiknya turun untuk mendinginkan suasana agar aksi serupa tidak melebar pelosok tanah air.

“Tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat punya peran penting saat ini,” pungkasnya.

Diketahui, pembakaran gedung Papua Barat berawal dari sikap para pengunjuk rasa yang merasa keberatan atas tindakan rasisme yang terjadi pada mahasiswa Papua di Surabaya, Malang dan Semarang pekanlalu.

 

(red/Tanto)

Anggota Koramil Wongsorejo rela naik ke atas tiang Bendera demi Merah Putih

0

Banyuwangi- Ratusan peserta upacara yang berkumpul di Lapangan Tawang
Alun, Desa Alasrejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dikagetkan dengan tindakan Sertu I Wayan Budiartono ketika upacara peringatan HUT RI ke-74
berlangsung. Sabtu,(17/8/2019) .

Pasalnya, anggota Koramil Wongsorejo, Kodim 0825/Banyuwangi itu, nekad
menaiki tiang bendera upacara ketika dirinya melihat sang Merah Putih
mengalami kendala ketika hendak diturunkan.

“Respon positif dari Sertu I Wayan yang memberanikan diri menaiki tiang bendera itu, tidak lepas dari keterlibatannya sebagai pelatih tim Paskibraka,” ujar Danramil Wongsorejo, Kapten Inf Totok Yulianto ketika dihubungi. Minggu, (18/8/ 2019) kepada batamtimes.co.

Kendala teknis lepasnya tali dari rel yang berada di ujung tiang, kata
Danramil, kemungkinan besar bisa saja terjadi akibat tarikan dari bawah.
“Bisa saja kondisi rel di ujung tiang sebelumnya sudah mengalami
kerusakan,” bebernya.

Bahkan, dirinya tak menyangka jika akan terjadi suatu kesalahan teknis
selama berlangsungnya upacara peringatan HUT RI ke-74 di Lapangan itu.
“Sebelumnya tidak ada kendala sama sekali, semuanya berjalan baik-baik
saja,” pungkasnya.

 

 

(red/Kapendam V/Brawijaya /GM)

Menag Inspektur, KJRI Jeddah Selenggarakan Upacara Memperingati HUT ke-74 RI

0

Jeddah—Konsulat Jenderal Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah menyelenggarakan upacara bendara memperingati hari ulang tahun (HUT) Kemerdekaan ke-74 RI.

Upacara yang digelar Sabtu, 17 Agustus 2019 di halaman Balai Nusantara Wisma Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah diikuti oleh segenap pejabat dan staf KJRI beserta isteri, rombongan Amirul Haj, rombongan tim pengumandahan dari Kemlu Jakarta, para guru dan perwakilan siswa Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) dan perwakilan tokoh masyarakat di Jeddah perihal tersebut diketahui dari Rilis yang disampaikan ke Batamtimes.co (17/8/2019).

Rangkaian upacara yang dimulai pada pukul 6:00 Waktu Arab Saudi diawali dengan pengibaran bendera, pembacaan teks proklamasi kemerdekaan RI, pembacaan teks Pancasila, mengheningkan cipta, pembacaan naskah pembukaan UUD’45, penyerahaan penghargaan kepada para pegawai teladan dan diakhiri dengan pembacaan doa.

Penyelenggaraan upacara memperingati HUT RI tahun ini terasa berbeda dengan kehadiran Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara, komandan upacara dimandatkan kepada Staf Teknis/Konsul Imigrasi KJRI Jeddah Ahmad Zaeni.

Menurut Ahmed Zaeni selaku pembimbing Paskibra, sebanyak 29 siswa dari SIJ telah direkrut melalui seleksi ketat dan dilatih sebulan penuh untuk mengemban tugas sebagai pasukan pengibar bendera (Paskibra).

“Mereka telah berlatih selama satu bulan penuh, dari tanggal 15 Juli dan dikukuhkan oleh Konjen RI pada tanggal 15 Agustus. Namun, suhu panas menjadi tantangan buat kami,” ujar alumnus  Akademi Imigrasi Angkatan IV tersebut.

Di bawah suhu yang cukup hangat, para peserta upacara tetap semangat mengikuti jalannya upacara dengan sisipan lagu-lagu perjuangan dan daerah yang dibawakan kelompok paduan suara SIJ.

Dalam kesempatan tersebut, Menag menyerahkan penghargaan kepada empat pegawai KJRI Jeddah, yaitu Satyalancana Karya Satya 10 tahun dari Presiden RI kepada Mochamad Yusuf, Staf Teknis/Konsul Tenaga Kerja, piagam Karyadhika Madya dari Menteri Hukum dan HAM kepada Anggi Wicaksono, Staf Teknis Imigrasi-2,  piagam penghargaan dari Kepala Perwakilan kepada Achmad Fauzy Chusny dan Mohamad Nafi sebagai staf teladan tahun ini.

Dalam sambutannya sebelum melakukan pemotongan tumpeng, Menag menyampaikan dua hal. Pertama, Menag mengajak undangan yang hadir agar bersyukur dan bangga menjadi bagian dari Indonesia, sekaligus mendoakan para pejuang kemerdekaan RI yang buahnya kita rasakan sekarang.

Kedua, agar kita mampu memaknai kemerdekaan dengan ikut memelihara dan merawat keberagaman bangsa Indonesia.

“Kita ini makan dan minum dari bumi Indonesia. Kecintaan kita kepada bangsa dan Negara Indonesia merupakan keniscayaan,” pungkas Menag.

Sambil menikmati hidangan, tamu undangan disuguhi hiburan lagu-lagu nasional perjuangan oleh Rehab-5 Band dan aneka lomba tradisional.

(red/GM)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga