PT Rekind Garap Proyek Pipa Bawah Laut Pertamina Rp 1,67 T

0
115
Foto : Dokument Reuters

batamtimes.co ,Jakarta -PT Pertamina (Persero) dan PT Rekayasa Industri (Rekind) hari ini menandatangani kontrak proyek Engineering, Procurement, Construction, Installation and Commissioning (EPCIC) Subsea Pipeline (SPL) and Single Point Mooring (SPM) dan Flushing System Facilities untuk kilang RU VI Balongan.

SPL dan SPM adalah pipa bawah laut untuk menerima minyak mentah. Nilai proyek ini mencapai Rp 1,67 triliun.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Pengolahan Pertamina, Rachmad Hardadi, dan Direktur Utama Rekayasa Industri, Jobi Triananda Hasjim. Disaksikan oleh Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta. Rekind akan bertindak selaku pimpinan konsorsium yang menangani seluruh fase EPCIC tersebut dan bermitra dengan InterMoor Pte., Ltd.

Konsorsium Rekind dan InterMoor terpilih sebagai pelaksana proyek setelah melalui proses tender yang dilakukan Pertamina. Proyek yang sangat penting bagi upaya mendukung peningkatan kehandalan operasional RU VI Balongan ditargetkan tuntas dalam 23 bulan terhitung sejak ditandatanganinya kontrak.

Pembangunan Proyek yang berlokasi di Balongan, Kabupaten Indramayu Jawa Barat ini bertujuan untuk menggantikan dan meningkatkan fasilitas loading/unloading SPM berkapasitas 150.000 Deadweight Tonnage (DWT) dan jaringan offshore pipeline Pertamina yang sudah berusia 52 tahun.

Fasilitas SPM dan jaringan offshore pipeline yang baru memiliki kapasitas 165.000 DWT, jaringan ganda 32 inchi offshore pipeline, onshore pipeline, dan fasilitas flushing system, fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan efektifitas operasional loading/unloading.

Kilang Balongan memang membutuhkan SPM dan SPL berkapasitas lebih besar karena kapasitas produksi kilang akan ditingkatkan dari saat ini 125.000 barel per hari (bph) menjadi 300.000 bph.

“Terpilihnya Rekind dan konsorsium sebagai pelaksana proyek ini sekaligus dapat mengukuhkan sinergi BUMN yang akan memberikan manfaat optimal bagi negara. Selanjutnya, kami mengharapkan agar proyek ini dapat dilaksanakan oleh konsorsium dengan baik, tepat waktu, tepat budget, dan tepat kualitas sehingga dapat cepat mendukung sehingga dapat cepat mendukung kehandalan Kilang RU VI Balongan,” ungkap Rachmad Hardadi dalam konferensi pers di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (10/10/2016).

Jobi Triananda menambahkan bahwa sebagai consortium leader, Rekind akan akan bersinergi dengan seluruh stakeholer dalam membangun dan menyelesaikan proyek SPL dan SPM ini. Proyek ini akan mengintegrasikan teknologi SPM, Pipeline End Manifold (PLEM), Offshore Pipeline, Onshore pipeline dan receiving facility sebagai satu sistem yang beroperasi bersama.

“Pembangunan proyek di Industri offshore dan onshore merupakan salah satu keahlian dan core competencies yang Rekind miliki,” tutupnya. (hns/hns)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here