Jakarta – batamtimes.co – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dilantik, Nanik Sudaryati Deyang, menyiapkan strategi baru guna memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan optimal tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengoptimalkan sumber pendanaan di luar APBN, khususnya untuk wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Pendanaan tersebut akan berasal dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), investasi perusahaan swasta, hingga hibah dari lembaga internasional.
Skema ini difokuskan untuk mendukung pembangunan serta operasional dapur umum MBG di daerah-daerah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses dan infrastruktur.
Menurut Nanik, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah terpencil diharapkan dapat mengambil peran melalui program CSR dengan mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak di sekitar kawasan operasional mereka.
“Kolaborasi dengan dunia usaha menjadi salah satu solusi untuk memperluas jangkauan program tanpa sepenuhnya bergantung pada APBN. Dengan dukungan berbagai pihak, manfaat program dapat dirasakan lebih luas, terutama di daerah 3T,” ujarnya.
Selain memperluas cakupan layanan, keterlibatan sektor swasta dan lembaga internasional dinilai dapat mempercepat pembangunan fasilitas pendukung serta meningkatkan kualitas layanan gizi bagi masyarakat yang selama ini sulit dijangkau.
BGN menilai pendekatan kolaboratif tersebut dapat menjadi strategi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis, sekaligus mengurangi beban pembiayaan negara yang terus meningkat seiring perluasan program ke seluruh Indonesia.
Meski demikian, sejumlah pengamat mengingatkan bahwa pelibatan dana CSR dan hibah internasional perlu disertai mekanisme pengawasan yang transparan dan akuntabel. Hal ini penting untuk memastikan program tetap berjalan sesuai tujuan, tidak bergantung pada sumber pendanaan yang bersifat sementara, serta menjamin pemerataan layanan bagi seluruh penerima manfaat.
Dengan strategi pendanaan yang lebih beragam, pemerintah berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat menjangkau lebih banyak anak-anak di wilayah 3T dan berkontribusi dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.





















