8.6 C
New York
Saturday, October 10, 2026
spot_img
Home KepriTimes Drama Docking Berakhir: KM Kalimutu Selamatkan Libur Sekolah Warga Natuna dari Ancaman...

Drama Docking Berakhir: KM Kalimutu Selamatkan Libur Sekolah Warga Natuna dari Ancaman Terisolir

0
290
Keterangan gambar : KM Kelimutu gantikan KM Bukit Raya layani rute Natuna.

” Lobi Cepat Pemkab Natuna dan Pemprov Kepri ke Kemenhub Berbuah Manis, PT PELNI Resmi Tugaskan Kapal Pengganti KM Bukit Raya,”

Natuna, Batamtimes.co – Panik massal warga Natuna akibat rencana docking KM Bukit Raya yang menabrak jadwal libur sekolah 25 Juni–20 Juli 2026 akhirnya berakhir lega.

Setelah Pemkab Natuna dan Pemprov Kepri ngebut melobi Kemenhub RI, PT PELNI resmi menugaskan KM Kalimutu sebagai “ban serep” untuk melayani rute vital dari dan ke Natuna. Libur sekolah selamat, ancaman terisolir batal.

Kekhawatiran 40 ribu warga Natuna terjawab sudah. Ancaman putusnya akses transportasi laut selama sebulan penuh saat libur sekolah 2026 berhasil dicegah, menyusul keputusan PT PELNI menugaskan KM Kalimutu menggantikan KM Bukit Raya yang akan menjalani Floating Repair and Docking (FDR).

Sebelumnya, jadwal docking KM Bukit Raya yang dirilis untuk periode 25 Juni–20 Juli 2026 langsung memicu keresahan.

Pasalnya, tanggal itu bertepatan dengan puncak arus mudik libur sekolah. KM Bukit Raya sendiri merupakan nadi transportasi utama warga Natuna untuk penumpang, logistik, hingga hasil bumi.

Gerak Cepat Pemkab: Surati Kemenhub, Minta Tunda atau Ganti.

Tak ingin warganya terisolir, Bupati Natuna langsung tancap gas. Melalui Surat Nomor 500.11.2.5/78/UP.3/VI/2026 tertanggal 15 Juni 2026, Pemkab Natuna resmi meminta Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Hubla Kemenhub RI untuk menunda jadwal docking 2-3 trayek ke depan.

Opsi kedua yang diajukan: jika penundaan tidak memungkinkan, pemerintah pusat wajib menyediakan kapal pengganti selama KM Bukit Raya naik dok.

“Melalui upaya dan sinergi ini, kelancaran arus transportasi laut dari dan ke Natuna diharapkan dapat terus terjaga, sekaligus menjawab keresahan warga terkait ancaman terputusnya akses pelayaran selama masa liburan,” tegas Bupati Natuna dalam keteranganya.

Pemprov Kepri Pasang Badan, Tekanan ke Pusat Makin Kuat

Langkah Pemkab Natuna mendapat sokongan penuh dari Gedung Daerah. Gubernur Kepri ikut melayangkan Surat Nomor: B/100.3.12.4/707/DISHUB-SET/2026 ke Kemenhub RI. Pesan politiknya jelas, masalah Natuna adalah masalah Kepri.

Tekanan bertubi-tubi dari daerah itu akhirnya direspons. Ditjen Hubla Kemenhub RI bersama PT PELNI memutuskan KM Kalimutu ditugaskan melayani rute Natuna selama Bukit Raya docking.

Alhamdulillah, Nggak Jadi Bingung Pulang.

Kepastian itu disambut sujud syukur warga. Mujiono, warga Natuna yang sedang berobat di Tanjungpinang, mengaku sempat panik memikirkan cara pulang.

“Alhamdulillah, akhirnya ada kapal pengganti KM Bukit Raya yang melayani rute wilayah Kepri. Sebelumnya memang kami bingung mau balik ke Natuna naik apa. Syukur ada KM Kalimutu yang melayani rute wilayah Kepri,” ucapnya lega kepada awak media, Rabu (24/06/2026).

Meski libur sekolah terselamatkan, pekerjaan rumah belum selesai. Pemkab Natuna menyatakan akan terus mengawal realisasi di lapangan bersama PT PELNI. Ada tiga hal krusial yang disorot.

Memastikan tidak ada jeda hari tanpa kapal antara trayek terakhir Bukit Raya dan trayek perdana Kalimutu Kapasitas Angkut, KM Kalimutu harus mampu menampung lonjakan penumpang dan barang setara Bukit Raya saat libur sekolah.

Jadwal resmi KM Kalimutu harus segera disebarluaskan agar warga bisa merencanakan perjalanan dari jauh hari.

Kasus ini menjadi bukti bahwa suara daerah yang kompak dan bergerak cepat mampu mengubah kebijakan pusat. Docking kapal demi keselamatan memang tidak bisa ditawar.

Tapi memilih waktu yang tidak menyiksa warga dan menyiapkan pengganti adalah bentuk keberpihakan yang ditunggu.

Hingga berita ini diturunkan, Dishub Natuna masih berkoordinasi dengan PT PELNI untuk mempublikasi jadwal lengkap KM Kalimutu. Warga diimbau memantau kanal resmi PT PELNI dan Pemkab Natuna.

Reporter/editor : Pohan

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here