8.6 C
New York
Saturday, October 10, 2026
spot_img
Home KepriTimes Harapan Warga Natuna Air PDAM Lancar 24 Jam, Tak Mesti Harus Tunggu...

Harapan Warga Natuna Air PDAM Lancar 24 Jam, Tak Mesti Harus Tunggu 2028

0
225
Keterangan gambar : Dirut PDAM Tirta Nusa turun langsung chek pipa pecah saluran air ke pelanggan terganggu.

BPKP: Pipa banyak bocor dan belum ada pengolahan, warga masih tampung air

Natuna, Batamtimes.co  – Harapan warga Natuna menikmati air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Nusa lancar 24 jam tak mesti harus menunggu hingga 2028.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang warga  Ranai pelanggan PDAM Anto bukan nama sebenarnya kepada batamtimes.co, Senin, (29/06/2026).

” Saya berharap kepada PDAM agar air lancar 24 jam, karena air kebutuhan dasar kalau sering mati hidup tak mampu kita bang mau beli air galon terus,” sebutnya.

Harapan yang sama, juga disampaikan warga Air Lakon Ranai. Kata dia, masalah air PDAM memang sudah dari dulu, itu saja penyakitnya pipa pecah, sumbat dan air kurang jadwal bergilir. Kalau kondisinya begini terus kapan Natuna mau maju.

” Lebih parah pak, airnya tak jalan hanya bunyi angin tetapi tetap kita bayar pak,’ keluhnya.

Permasalahan air PDAM ini telah dilakukan evaluasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kepulauan Riau, mengungkap pipa PDAM Tirta Nusa Natuna banyak bocor dan air belum diolah sempurna, sementara pembangunan jaringan distribusi baru dimulai 2027, dikutip bursa Kota.

Akibatnya, warga masih terpaksa menampung air dulu untuk kebutuhan sehari-hari karena air sering mati, pipa bocor dan juga adanya pemberlakuan jadwal giliran disebabkan turunya volume air bersih disaat musim kemarau.

Tingkat Kehilangan Air Masih Tinggi

Evaluasi dilakukan BPKP untuk mengukur capaian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) perpipaan sebagai bagian dari target RPJMN 2025–2029.

Tim BPKP yang dipimpin Koordinator Pengawasan Bidang Akuntan Negara, Ramadhani SE, turun langsung meninjau reservoir di Bukit Berangin, Kamis (25/06/2026) lalu.

Dari hasil pengamatan, masih terjadi kebocoran atau Non-Revenue Water (NRW) yang cukup tinggi. Ini menjadi tantangan utama dalam penyelenggaraan layanan air bersih.

Selain kebocoran, BPKP juga mencatat air dari intake menuju reservoir belum melalui proses pengolahan secara memadai sebelum didistribusikan ke pelanggan.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan gangguan pada pipa maupun meter pelanggan karena masih ada material yang belum tersaring.

Dengan adanya pembangunan jaringan distribusi dan rencana pembangunan IPA, diprediksi peningkatan layanan air bersih di Natuna akan lebih terasa setelah seluruh pekerjaan selesai, sekitar 2028, papar Ramadhani.

Jaringan Distribusi Baru Dimulai 2027

BPKP mencatat pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) Kepri telah menyelesaikan pembangunan jaringan ke intake. Namun, pemanfaatannya belum optimal karena masih menunggu pembangunan jaringan distribusi ke pelanggan yang direncanakan 2027.

Jadi Bahan Evaluasi Pemkab

Selain itu, Ramadhani juga menegaskan, evaluasi SPAM ini merupakan program nasional yang dilaksanakan serentak oleh BPKP di seluruh Indonesia.

Ia berharap hasil evaluasi menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Kabupaten Natuna selaku pemilik PDAM untuk terus memberikan dukungan.

PDAM: Fasilitas Terbatas, Jaringan Sudah Tua

Direktur PDAM Tirta Nusa Natuna, Zaharuddin, mengakui keterbatasan infrastruktur menjadi kendala utama.

Pihaknya belum memiliki meter induk dan kondisi jaringan perpipaan sudah tua. Kebocoran terjadi di banyak titik sehingga solusi terbaik adalah peremajaan jaringan.

Menurutnya, tim BPKP sengaja diajak ke reservoir Bukit Berangin agar melihat langsung kondisi riil SPAM di Natuna yang memiliki tantangan berbeda dari daerah lain.

Evaluasi ini sangat penting untuk membantu PDAM melihat capaian dan kelemahan yang harus dibenahi.

Kata Zahardin, sejak Kabupaten ini berdiri, fasilitas PDAM masih sangat sederhana. Sementara jumlah penduduk terus bertambah. Kalau mau sehatnya PDAM, harus sehat dulu fisiknya.

PDAM bersama Pemkab Natuna kini tengah melengkapi persyaratan Readiness Criteria_ untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) lengkap pada tahun 2027.

Reporter/Editor : Pohan

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here