TANJUNGPINANG – Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang beraktivitas di kawasan Taman Gurindam 12, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), menyatakan menolak rencana aksi demonstrasi yang disebut-sebut akan digelar di Kantor Gubernur Kepri, Pulau Dompak, pada Rabu (3/9/2026).
Penolakan tersebut disampaikan para pedagang karena mereka menilai aksi tersebut tidak mewakili aspirasi seluruh pelaku UMKM, khususnya pedagang yang selama ini berjualan di kawasan Tepi Laut dan Taman Gurindam 12.
Ketua Bandrek 36, Wahidin, mengatakan pihaknya dengan tegas menolak adanya aksi demonstrasi yang mengatasnamakan pelaku UMKM.
“Kami pedagang Bandrek 36 di kawasan Taman Gurindam 12 dengan tegas menolak aksi demo yang mengatasnamakan pelaku UMKM di Kantor Gubernur Kepri,” ujar Wahidin kepada awak media, Selasa (1/9/2026).
Menurut Wahidin, terdapat dugaan pihak tertentu yang mencoba mengatasnamakan pelaku UMKM dan pedagang Bandrek Tepi Laut untuk melakukan aksi demonstrasi.
Ia menduga aksi tersebut memiliki kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu dan tidak mencerminkan aspirasi mayoritas pedagang.
“Kami tidak ingin nama pelaku UMKM digunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Kalau memang ada persoalan, seharusnya disampaikan melalui jalur komunikasi dan musyawarah dengan pemerintah,” tegasnya.
Penolakan serupa disampaikan Ketua UMKM Cemilan Jalan Hang Tuah, Tanjungpinang, Suharyanti alias Bu Yanti.
Ia mengaku tidak pernah memberikan mandat kepada pihak tertentu untuk membawa nama pelaku UMKM Jalan Hang Tuah maupun pedagang Tepi Laut dalam aksi demonstrasi tersebut.
“Kami menolak aksi demo nanti. Kalau ada aksi yang membawa nama-nama pelaku UMKM Jalan Hang Tuah maupun Tepi Laut, kami meminta aparat penegak hukum dan Satpol PP segera mengambil tindakan sesuai aturan,” kata Yanti.
Yanti menilai adanya upaya mengatasnamakan kelompok UMKM tanpa persetujuan para pedagang berpotensi menimbulkan konflik antara pelaku usaha dengan Pemerintah Provinsi Kepri.
“Jangan sampai ada oknum yang sengaja membenturkan pelaku UMKM dengan pemerintah demi kepentingan pribadi. Kami ingin berjualan dengan aman dan mencari nafkah, bukan terlibat dalam kepentingan kelompok tertentu,” ujarnya.
Para pelaku UMKM berharap persoalan yang berkaitan dengan aktivitas perdagangan di kawasan Taman Gurindam 12 dan Tepi Laut dapat diselesaikan melalui dialog dan komunikasi dengan pemerintah.
Mereka juga meminta agar setiap pihak yang hendak menyampaikan aspirasi tidak mengatasnamakan seluruh pelaku UMKM tanpa mandat atau persetujuan dari para pedagang yang bersangkutan.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan dari pihak yang disebut-sebut sebagai penggagas rencana aksi demonstrasi tersebut terkait tudingan adanya upaya mengatasnamakan pelaku UMKM.
Penulis : Tanto

















