Yogyakarta,batamtimes.co – Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta Irjen Pol Langgeng Purnomo mengatakan, pembawa senjata tajam saat aksi demonstrasi di kawasan Malioboro Yogyakarta pada 28 Oktober lalu tidak ada kaitannya dengan Jaga Warga.
“Itu preman itu. Jaga Warga adalah bagian dibawah komando Kepala Desa yang dibentuk untuk memberikan kenyamanan dan ketentraman diwilayahnya masing-masing,” ujar Kapolda DIY usai menggelar gelar pasukan peluncuran Satuan Tugas Penguatan Pagar (Patroli Siaga Reserse) atau Satgas PAGAR pada Sabtu 7 November 2026.
Menurut Kapolda, pria pembawa senjata tajam yang terekam kamera warga dan viarl tersebut telah ditangkap oleh Satrekrim Polresta Yogyakarta.
Kapolda menegasakan, saat melakukan pengamanan aksi unjuk rasa yang berakhir rusuh kawasan Malioboro tersebut puluhan personel kepolisian juga mengalami luka-luka yang diduga dilakukan oleh peserta aksi.
“Anggota ada yang dilempar pakai batu, batako hingga bom molotov. Anggota ada yang dirawat dirumah sakit,” urainya.
Usai gelar apel pasukan, Kapolda DIY memberikan semangat kepada personel yang mengalami luka akibat diserang peserta unjuk rasa dikawasan Malioboro.
Kapolda berharap, mayarakat tetap menjaga suasana Yogyakarta tetap aman dan kondusif.

















