8.6 C
New York
Wednesday, April 8, 2026
spot_img
Home Blog Page 1268

Kapolri: Gelar Perkara Kasus Ahok akan Digelar Terbuka dan Disiarkan Secara Terbuka

0
Kapolri Jendral Tito Karnavian (foto : Tribun)

batamtimes.co , Jakarta – Polri akan melakukan gelar perkara secara terbuka terhadap terlapor dugaan kasus penistaan agama Basuki T Purnama (Ahok). Sebagai bentuk transparansi, Polri ingin mengundang berbagai pihak termasuk kejaksaan, Kompolnas dan media saat gelar perkara.

“Kita kan hadirkan juga saudara terlapor saudara Basuki Tjahaja Purnama, kalau yang bersangkutan ingin hadir dipersilakan tetapi kalau tidak ingin hadir bisa diwakili penasihat hukum,” kata kapolri Jenderal Tito Karnavian di Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11/2016).

Polri, kata Tito, juga akan mendengarkan masukan dari beberapa pihak terkait untuk membantu penyelidikan kasus Ahok ini. Pihak-pihak yang akan diminta masukan di antaranya Kejaksaan, Kompolnas dan Komisi III DPR RI.

“Nanti selain penyidikan kita juga akan mengundang pihak eksternal yaitu dari kejaksaan dan tim dari Kompolnas sebagai pengawas kepolisian. Bahkan bisa juga kita akan mengundang, kami akan konsultasi dengan ketua komisi III (DPR RI, -red) yaitu tim dari komisi III beberapa orang yang ditugaskan untuk mengawasi proses kasus ini,” ungkapnya.

“Ini dengan gelar perkara ini dilakukan secara terbuka dan melibatkan pihak-pihak terkait kemudian kita buka juga kepada publik yaitu melalui media secara live,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan bahwa kasus Ahok harus diselesaikan dalam waktu dua pekan secara tegas. “Kesimpulannya adalah soal saudara Ahok, kita akan tegakkan hukum, laksanakan dengan hukum yang tegas dan diselesaikan dalam dua minggu,” kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (4/11/2016).

Dikatakan JK, pelaksanaan hukum yang cepat itu harus berjalan sesuai aturan. “Sehingga semua berjalan sesuai aturan hukum yang tegas,” katanya.(det/red)

Jembatan Pulau Dompak Belum Dapat Digunakan,Masa Pengerjaanya Sudah Berakhir

0
Ilustrasi :Jembatan I Dompak masih dalam pengerjaan(foto : Batam pos)

batamtimes.co , Tanjungpinang – Jembatan yang menghubungkan Pulau Dompak, pusat Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau dengan Kota Tanjungpinang sampai sekarang belum dapat digunakan, padahal masa pengerjaannya sudah berakhir 31 Oktober 2016.

Sejumlah anggota Komisi III DPRD Kepri mengunjungi jembatan tersebut dari Jalan Wiratno, Tanjungpinang, Jumat.

Saat berdialog dengan anggota Komisi III DPRD Kepri, konsultan manajemen konstruksi Andrea dan konsultan pengawas Martinus mengatakan, pengerjaan Jembatan I Dompak-Tanjungpinang sudah selesai 100 persen.

Pernyataan itu ternyata tidak sesuai dengan hasil pengamatan sejumlah anggota Komisi III DPRD Kepri.

“Terus terang saya terkejut melihat sejumlah titik pengerjaan jembatan tersebut belum selesai,” kata anggota Komisi III DPRD Kepri Asep Nurdin.

Anggota legislatif itu menemukan lubang di beton jembatan yang berada dekat busur batang dari arah Dompak.

“Belum sempurna pengerjaannya,” ucap Asep.

Politisi asal Partai Hanura ini juga tidak menyangka tangga beton di samping pagar jembatan terlihat masih dikerjakan oleh pekerja.

“Ini jelas konsultan pengawas dan konsultan MK tidak jujur pada kita dengan katakan di awal tadi penyelesaian sudah 100 persen,” kata Asep dengan nada kesal.

Pengawasan yang dilakukan anggota legislatif itu tidak secara keseluruhan.

“Ini baru sebagian saja yang diperiksa, sudah ditemukan yang belum selesai dikerjakan,” katanya.

Sementara konsultan pengawas Jembatan I Dompak-Tanjungpinang Martinus beralasan tangga beton masih dikerjakan lantaran pihaknya melihat perlu dilakukan perbaikan.

“Di akhir 31 Oktober 2016 sesuai akhir masa kontrak, tangga beton di samping pagar jembatan itu sudah selesai, namun kami melihat pengerjaan itu perlu diperbaiki. Karena itu pekerja dari pihak kontraktor mengulang kembali pemasangan betonnya,” kata Martinus menanggapi pertanyaan sejumlah anggota legislatif.

Sedangkan dari Andrea mengatakan lubang di samping batang busur jembatan akan ditutup.

“Sudah 100 persen pengerjaannya. Ini kan cuma pembersihan sisa pengerjaan saja,” kata Andrea.

Anggota Komisi III DPRD Kepri Irwansyah menemukan MCB lampu jembatan yang rusak dan tidak dipasang penangkal petir di sejumlah batang busur jembatan. “Kami minta pihak kontraktor jujur,” ujarnya.

Perusahaan yang mengerjakan proyek itu PT Wijaya Karya dengan Rp300 miliar lebih.

Sampai saat ini, belum diketahui kapan jembatan itu akan digunakan. (Antara kepri/red)

Bareskrim Bongkar sindikat Narkoba Malaysia – Indonesia

0
Foto Istimewa Playstore Batam Times

batamtimes.co , Jakarta – Bareskrim Polri kembali membongkar sindikat pengedar narkoba Malaysia-Indonesia akhir Oktober lalu. Dalam kasus ini, petugas mengamankan empat orang tersangka, di antaranya AY (36), CG (40), DO (35), dan JN (33).

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Dharma Pongrekun mengatakan kasus ini diungkap setelah tim di bawah Kasubdit Narcotic Investigation Center (NIC), AKBP Donny Setiawan mendapat informasi adanya peredaran sabu jaringan Malaysia-Batam-Aceh-Medan.

“Pada 29 Oktober, Tim NIC menangkap AY di Batam. Dia berperan sebagai orang gudang yang menerima pengiriman dari transporter Malaysia. Tim NIC menyita 6,3 Kg sabu-sabu,” kata Dharma saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (5/11).

Dharma melanjutkan, dari hasil pengembangan polisi kembali menangkap tersangka lain yakni CG yang berperan sebagai pengendali gudang. Tak berselang lama, tim juga menangkap DO di perumahan di Batam.

“Keduanya berperan sebagai transporter pengangkut methapethamine dari Malaysia ke Batam menggunakan speed boat,” tambah Dharma.

Tak sampai di situ, berdasarkan keterangan ketiga tersangka tim kembali menangkap seorang tersangka lain di daerah kabupaten Aceh Utara yakni JN. “Perannya sebagai koordinator sindikat Indonesia yang mengendalikan tiga tersangka lainnya,” jelasnya.

Modus pengiriman yang dilakukan para tersangka ialah membungkus sabu-sabu menggunakan alumunium foil. Kemudian paket sabu-sabu disimpan dan dibawa menggunakan speed boar dari Malaysia ke Batam.

“Daerah peredaran sindikat ini adalah Bandung, Surabaya, Palu, Batam, Jambi, Medan, dan Papua,” pungkas Dharma.

Dharma memastikan akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Sementara itu, keempat tersangka akan dijerat Pasal 114 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (2) Undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati.(merdeka/red)

Pidato Lengkap Jokowi Soal Demo 4 Nopember 2016

0
Pidato Presiden di Istana Negara (foto Detik)

batamtimes.co , Jakarta – Presiden Jokowi mengapresiasi aksi demonstrasi damai para ulama pada Jumat 4 November. Namun Presiden mengecam aksi kekerasan yang terjadi setelah aksi damai berakhir.

Presiden menyampaikan pidato resminya usai rapat terbatas dengan Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Mensesneg Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (5/11/2016). Berikut pidato lengkap Presiden Jokowi soal aksi demonstrasi 4 November 2016:

Sebagai negara demokrasi kita menghargai proses penyampaian aspirasi melalui unjuk rasa yang dilakukan pada hari ini dengan cara-cara yang tertib dan damai. Terimakasih kami sampaikan kepada para ulama para kyai, para habib, para ustaz, yang telah memimpin umatnya yang menyejukkan sehingga sampai maghrib tadi berjalan dengan tertib dan damai.

Tapi kita menyesalkan kejadian bakda isya yang seharusnya sudah bubar tetapi menjadi rusuh dan ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi.

Sebelumnya saya telah memerintahkan wakil presiden untuk menerima perwakilan unjuk rasa yang didampingi Menko Polhukam, Mensesneg, Menag, Seskab, Kapolri dan Panglima TNI. Dalam pertemuan itu telah disampaikan bahwa proses hukum terhadap saudara Basuki Tjahaja Purnama akan dilakukan secara tegas, cepat dan transparan.

Sebab itu saya minta para pengunjuk rasa untuk kembali pulang ke rumah masing-masing, ke daerah masing-masing dengan tertib. Biarkan aparat keamanan bekerja menyelesaikan proses penegakan hukum seadil-adilnya.

Terakhir saya mengapresiasi kerja keras aparat keamanan yang melakukan pendekatan persuasif dalam menjaga situasi sehingga tetap kondusf. Saya harap masyarakat tetap tenang dan menjaga lingkungan masing-masing sehingga situasi tetap aman dan damai.(detik)

Demo 4 November Rusuh, Korban Luka Dibawa ke RRI

0
Mahasisw saling dorong di depan istana negara Jakarta (4/11/2016) (Foto : Tempo)

Jakarta – Demonstrasi Aksi Bela Islam II di depan Istana Negara rusuh, Jumat malam, 4 November 2016. Massa dan polisi saling menyerang. Letupan tembakan gas air mata beberapa kali terdengar di kawasan yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, itu.

Kantor Radio Republik Indonesia, yang terletak tidak jauh dari titik kerusuhan, menjadi tempat evakuasi para demonstran yang terluka. Sejumlah anggota Polisi dan TNI berjibaku membantu tim medis untuk menangani para korban.

Lima korban terlihat sedang ditangani sejumlah anggota tim medis di dalam kantor RRI. Satu korban di antaranya mengalami luka di bagian siku dan dahi.

Polisi membuat pengawalan ketat di depan kantor RRI untuk meredam massa yang ingin terus masuk. Sekitar lima mobil ambulans mengevakuasi warga yang terkena lemparan batu dan terkena gas air mata.

Sejumlah demonstran meneriakkan bahwa orang bernama Syaikh Ali Jabir terkena tembakan gas air mata. Belum diketahui sosok Ali jabir yang dimaksudkan demonstran. Jumlah korban masih bertambah.(temp/red)

Warga Tanjung Bemban Bersyukur Sukroh Pemilik Kapal Kayu Tengelam Sudah Ditahan

0
Kapal pompong buatan Bintan Ilustrasi

batamtimes.co , Batam -Warga Kampung Tanjung Bemban Nongsa sangat bersyukur Tekong sudah berhasil diamankan,begitu juga dengan pemilik Kapal Kayu (pompong)yang tengelam membawa 101 Orang TKI dari Johor Malaysia ke Batam.

Warga kampung Tanjung Bemban, Nongsa berinisial R. Mengatakan, pemilik kapal pompong diduga milik H Sukron yang selama ini mengirim dan memulang TKI lewat jalur tikus.

“Sudah berlangsung lama dan saat ini seluruh harta sudah diungsikan termasuk harta bergerak,” ujarnya.

Kata Dia, tekong yang ditangkap bernama Dodi berusaha kabur namun berhasil ditangkap polisi dan mereka semua jaringan dan didatangkan dari jawa dan selama ini aman karena sudah bekoordinasi dengan baik terhadap oknum aparat.

“Kali mereka apes dan selama ini merasa aman memeras keringat TKI,” pungkasnya.

Sedangkan menurut informasi salah seorang perwira kepolisian bahwa Dodi sebagai tekong telah ditangkap saat berusaha kabur beberapa hari lalu dan saat ini sudah mendekam di Polda Kepri.

Pewarta : adi

DPRD Batam Dukung Polda Kepri Usut Tuntas Mafia TKI ILegal

0
Tekong Kapal TKI yang diamankan Polisi Jumat (4/11/2016)

batamtimes.co , Batam – Komisi 1 DPRD Kota Batam mendukung pihak kepolisian Polda Kepri mengusut tuntas para mafia TKI ilegal di Kepri yang menyebabkan meninggalnya puluhan korban atas tenggelamnya kapal pompong yang diduga milik HS di Tanjung Memban, Nongsa dua hari lalu.

“Kami prihatin atas peristiwa ini dan mendukung pihak kepolisian mengusut tuntas pelaku mafia TKI Ilegal,” Kata Ketua‎ Ketua Komisi 1 DPRD Batam, Nyangyang Haris melalui sambungan selularnya. Jumat(04/11).

Kata Dia, Peristiwan tenggelamnya kapal TKI plang secara ilegal yang memakan korban sudah sering terjadi, ironisnya masih saja terulang lagi dan ini merupakan cerminannya lemahnya peran pemerintah daerah, aparat lainnya yang terlibat dalam pengawasan.

Sepanjang aparat penegak hukum tidak tegas terhadap para mafia TKI yang mengirim dan memulangkan secara tidak resmi atau lebih dikenal pelab uhan tikus, maka para mafia selalu akan berbuat bekedok sebagai PJTKI ilegal.

“Seluruh aparat harus bersama membrantas para mafia TKI Ilegal.

Sedangkan bagi pemain TKI Ilegal, imbuhnya, bertobatlah karena bagaimanapun berusaha menyembunyikan diri suatu saat akan tertangkap pihak kepolisian, maka segera hentikan kegiatan menyeledupkan TKI ke Malaysia karena mereka merupakan warga indonesia kita sendiri.

“TKI kalau mau bekerja keluar negeri labih baik lengkapi diri dahulu dengan keahlian dan kalau pasport dimatikan datangi konsulat RI agar bisa dipulangkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sudah seringnya terjadi Peristiwan tenggelamnya kapal pengangkut TKI secara ilegal diperairan Kepri, maka‎ dalam waktu dekat segera melakukan rapat Muspida untuk melakukan pemberantasan dan pengawasan berangkatnya TKI maupun pulangnya TKI melalui jalur pelabuhan tikus.

Pewarta : Adi

Dari 101 Penumpang Kapal Tengelam Belum Ditemukan 6 Orang,Terindentifikasi 12 Orang

0
Suasana saat TKI Ilegal yang selamat dikumpulkan (Foto : Angga)

batamtimes.co , Batam -Kapal Pancung bermesin Speedboat merupakan kapal yang mengangkut 101 orang TKI yang tengelam di Tanjung memban Rabu (2/11/2016) kapal kayu warna hitam Panjang kapal sekitar 10 meter dan lebar 3 meter.

Padahal Kapal  itu hanya mampu mengangkut muatan maksimal 70 orang.Namun, yang diangkut justru 101 orang termasuk anak buah kapal (ABK).Alahasil tidak sedikit penumpang yang duduk berpangkuan dalam sederet papan tempat duduk.

Dari jumlah 101 orang penumpang , belum ditemukan sebanyak 6 orang. Sementara yang sudah terindentifikasi sebanyak 12 orang dan 1 orang sudah dijemput pihak keluarga.

Nama-nama terindentifikasi :

1. Mahrum (49) asal Lombok,
2. Siti Maisarah (27) asal Jawa Tengah
3. Aprilia (7) bulan, anak Siti Maisarah,
4. Aisyah (27) asal Lombok Tengah 5.Supriyadi (51) asal Jawa Timur
6. Desiana (44) asal Batam
7. Baharuddin asal Lombok.
8. Rukmin (39) perempuan asal Lombok tengah
9. Ating Fatmawati (33) asal Lombok Timur
10. Zaenab (39) asal lombok tengah
11. Rian Eka Yuniar (31) asal Tulung Agung
12. Novianti (26) asal Lampung Utara.

Sementara ini pantauan dilokasi terlihat masyarakat bersama Tim gabungan di rumah panggung Tanjung Memban, Nongsa terlihat masih dipadati warga yang ingin melihat langsung eksekusi mayat yang berhasil ditemukan.

Sedangkan dirumah sakit Bhayangkara Polda Kepri terlihat menyediakan Cool Kontainer‎ berkapasitas 100 orang mampu meyimpan mayat serta juga terlihat Tim DVI Polda Kepri bersama Tim DVI Mabes Polri melakukan Indentifikasi di RS.

Pewarta : Adi

Sampai Jumat ini Sudah Ditemukan 54 orang TKI Ilegal yang Tengelam di Perairan Tanjung Bemban

0
Polisi ,& TNI Angkut Jenazah TKI Korban Lakalaut dari Tanjung Bemban (foto : Sakti)

batamtimes.co , Batam – Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polda Kepri, Polresta Barelang, TNI AL, TNI AD, Bakamla, dan Bea Cukai telah berhasil menemukan sebanyak 54 orang TKI ilegal yang tenggelam diperairan Tanjung Bemban, Teluk Mata Ikan, Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (2/11) sekira pukul05.00 WIB pagi.

Dari keterangan saksi yang selamat, jumlah penumpang speedboat yang tenggelam itu berjumlah 101 orang termasuk 3 orang awak kapal. Penumpang 98 orang ditambah awak kapal 3.

“Ditemukan 33 orang lagi hari ini dan totalnya sampai saai ini 54 orang,” Kata Brigjen Pol Sam Budigusdian di RS Bhayangkara. Jumat(04/11).

Kata Dia, ada 54 orang total secara keseluruhannya ditemukan, dimana 39 laki-laki, 13 perempuan, satu bayi berumur 7 bulan dan seorang anak balita perempuan.

“Diperkirakan masih ada 6 orang yang belum ditemukan,” Jelasnya.

Sam Budigusdian menjelaskan, proses pencarian masih berlangsung serta mengerahkan 14 kapal gabungan Basarnas, Polri, TNI dibantu dua unit helikopter serta juga mendapat tambahan pasukan TNI dan Polri serta juga di bantu masyarakat sekitar.

“Pihaknya terus berkoordinasi juga bersama pemerintah daerah Kepri,” jelasnya.

Berikut data sementara hingga pencarian hari ketiga :

Hari Pertama, Rabu 2 November 2016 :
– Koraban selamat 41 orang. 39 orang penumpang ditambah 2 orang awak kapal, satu inisial D tertangkap dan H masih buron.
– Korban ditemukan berjumlah 18 orang (7 Laki-laki, 10 Perempuan dan 1 Bayi).

Hari kedua, Kamis 3 November 2016 :
– Korban ditemukan 3 orang (3 Laki-laki).

Hari ketiga, Jumat 4 November 2016 :
– Korban ditemukan 33 orang (29 Laki-laki, 3 Perempuan, 1 Anak).

Menurut data sementara, korban yang sudah ditemukan yang masih hidup dan meninggal dunia sebanyak 95 orang, terdiri dari 77 orang Laki-laki, 16 orang Perempuan dan 2 orang Anak.

Pewarta : Adi

Terjatuh ke Laut Saat Melompat ke Kapal Patroli, Petugas DJBC Kepri Hilang

0
Foto Istimewa Playstore Batam Times

batamtimes.co , Karimun – Seorang petugas honorer di Kanwil Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri jatuh dan tenggelam di dermaga Pelabuhan Ketapang, Jumat (4/11/2016) dinihari sekitar pukul 00.10 WIB.

Sampai sekarang jasanya belum ditemukan.

Honorer yang diketahui bernama Firman itu bertugas di bagian PKD (Petugas Keamanan Dalam) Kanwil DJBC Khusus Kepri.

Seperti yang dikutip dari Tribunnews, Firman terjatuh dari kapal patroli di dermaga III Kanwil DJBC Khusus Kepri.

Kejadian ini bermula saat Firman dan rekan satu timnya, Afrizal, sedang berjaga di pos depan Kanwil mendapat panggilan radio agar segera datang ke Dermaga III.

Mendapatkan panggilan itu, Firman dan Afrizal segera menuju ke Dermaga.

Nasib naas menimpa Firman.

Saat melangkah dari kapal patroli BC 20001 ke kapal BC 20002 yang berlabuh berdampingan, Firman terpeleset dan jatuh ke dalam laut.

Hanya sesaat terlihat melambai-lambaikan tangannya, tubuh Firman kemudian hilang ke dalam laut.

Kasubag Humas dan Rumah Tangga Kanwil DJBC Khusus Kepri, Hadiman menyebutkan saat kejadian kondisi cuaca di Karimun sedang buruk dan air laut dalam kondisi pasang.

“Kejadiannya saat cuaca buruk semalam. Anggota ini terjatuh saat ABK sedang benerin posisi kapal.

Ada beberapa anggota juga di sana saat kejadian,” kata Hadiman.

Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, Parjiya yang dikonfirmasi mengatakan, hingga Jumat siang Firman belum ditemukan dan masih dalam pencarian.(red/tri)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga