Jembatan Pulau Dompak Belum Dapat Digunakan,Masa Pengerjaanya Sudah Berakhir

0
226
Ilustrasi :Jembatan I Dompak masih dalam pengerjaan(foto : Batam pos)

batamtimes.co , Tanjungpinang – Jembatan yang menghubungkan Pulau Dompak, pusat Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau dengan Kota Tanjungpinang sampai sekarang belum dapat digunakan, padahal masa pengerjaannya sudah berakhir 31 Oktober 2016.

Sejumlah anggota Komisi III DPRD Kepri mengunjungi jembatan tersebut dari Jalan Wiratno, Tanjungpinang, Jumat.

Saat berdialog dengan anggota Komisi III DPRD Kepri, konsultan manajemen konstruksi Andrea dan konsultan pengawas Martinus mengatakan, pengerjaan Jembatan I Dompak-Tanjungpinang sudah selesai 100 persen.

Pernyataan itu ternyata tidak sesuai dengan hasil pengamatan sejumlah anggota Komisi III DPRD Kepri.

“Terus terang saya terkejut melihat sejumlah titik pengerjaan jembatan tersebut belum selesai,” kata anggota Komisi III DPRD Kepri Asep Nurdin.

Anggota legislatif itu menemukan lubang di beton jembatan yang berada dekat busur batang dari arah Dompak.

“Belum sempurna pengerjaannya,” ucap Asep.

Politisi asal Partai Hanura ini juga tidak menyangka tangga beton di samping pagar jembatan terlihat masih dikerjakan oleh pekerja.

“Ini jelas konsultan pengawas dan konsultan MK tidak jujur pada kita dengan katakan di awal tadi penyelesaian sudah 100 persen,” kata Asep dengan nada kesal.

Pengawasan yang dilakukan anggota legislatif itu tidak secara keseluruhan.

“Ini baru sebagian saja yang diperiksa, sudah ditemukan yang belum selesai dikerjakan,” katanya.

Sementara konsultan pengawas Jembatan I Dompak-Tanjungpinang Martinus beralasan tangga beton masih dikerjakan lantaran pihaknya melihat perlu dilakukan perbaikan.

“Di akhir 31 Oktober 2016 sesuai akhir masa kontrak, tangga beton di samping pagar jembatan itu sudah selesai, namun kami melihat pengerjaan itu perlu diperbaiki. Karena itu pekerja dari pihak kontraktor mengulang kembali pemasangan betonnya,” kata Martinus menanggapi pertanyaan sejumlah anggota legislatif.

Sedangkan dari Andrea mengatakan lubang di samping batang busur jembatan akan ditutup.

“Sudah 100 persen pengerjaannya. Ini kan cuma pembersihan sisa pengerjaan saja,” kata Andrea.

Anggota Komisi III DPRD Kepri Irwansyah menemukan MCB lampu jembatan yang rusak dan tidak dipasang penangkal petir di sejumlah batang busur jembatan. “Kami minta pihak kontraktor jujur,” ujarnya.

Perusahaan yang mengerjakan proyek itu PT Wijaya Karya dengan Rp300 miliar lebih.

Sampai saat ini, belum diketahui kapan jembatan itu akan digunakan. (Antara kepri/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here