8.6 C
New York
Monday, April 6, 2026
spot_img
Home Blog Page 1297

Kepres Kenaikan Pangkat Kepala BIN Budi Gunawan Menjadi Jendral

0

batamtimes.co,Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikkan pangkat Kepala Badan Intelijen Negara Komisaris Jenderal Budi Gunawan menjadi Jenderal Polisi. Kenaikan pangkat Budi Gunawan itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 67/POLRI/Tahun 2016.

“Memutuskan menaikkan pangkat satu tingkat lebih tinggi atas nama Komisaris Jenderal Polisi Drs. Budi Gunawan, SH, M.Si NRP 599120980 menjadi Jenderal Polisi, terhitung mulai tanggal ditetapkan Keputusan Presiden RI ini,” begitu bunyi Keppres , Jumat (9/9/2016).

Budi Gunawan

Keputusan Presiden RI ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan yakni hari ini, Jumat 09 September 2016.

Jenderal Budi Gunawan mengaku bersyukur atas kenaikkan pangkat ini.

“Pertama tama Alhamdullilah hari ini saya sudah secara resmi menjadi Kepala BIN sekaligus dinaikkan pangkat menjadi jenderal polisi bintang 4,” kata Budi Gunawan kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (9/9/2016).(detik)

Jokowi Minta ke Duterte Agar 9 WNI Calon Haji di Filipina Dipulangkan

0

batamtimes.co,Jakarta – Sebanyak 168 dari 177 WNI yang akan berhaji dengan paspor Filipina sudah kembali ke tanah air. Masih ada 9 lagi yang ditahan di Filipina untuk dimintai keterangan.

“Terima kasih kepada Presiden Duterte, terhadap 177 orang calon haji kita yang bermasalah dan 168 sudah diselesaikan. Kami ucapkan terima kasih. Sembilan masih di Manila, Kami juga tadi minta agar dibantu untuk secepatnya diselesaikan,” kata Presiden Jokowi dalam pernyataan pers bersama Presiden Filipina Duterte di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (9/9/2016).

Sebelumnya Jokowi dan Duterte juga telah melakukan pertemuan bilateral dan membahas hal ini. Selain soal 9 WNI yang masih di Manila, mereka juga bahas soal 700an WNI yang sudah di tanah suci memakai kuota Filipina.

“Tadi presiden Duterte sudah sampaikan untuk juga ini bisa diselesaikan bersama-sama,” ungkap Jokowi.

Sementara itu Polri telah menetapkan 7 tersangka atas kasus ini. Masing-masing tersangka memiliki peran dalam kasus penipuan ini. (dtk)

Polisi dan Beacukai Diharapkan Usut Tuntas Toke HP Ilegal Batam

0

batamtimes.co,Batam-Masyarakat resah dengan tertangkapnya ribuan ponsel di riau daratan,dan diduga para pelaku pemilik hp illegal tersebut adalah milik toke Hp yang ada di Batam.Jika barang tersebut masuk bodong tanpa lisensi dikhawatirkan Hp yang tertangkap juga bukan barang baru dan bermutu asli,melainkan barang palsu rekondisi.

“Polisi dan Bea cukai sudah selayaknya mengusut tuntas kasus tertangkap Hp illegal ini, jangan sampai,toke pemilik Hp tidak dijebloskan ke penjara.”Kata Ketua LSM Gebuki Jumat ini di Nagoya.

Lebih jauh dikatakan Thomas,toke pemilik Hp sudah melukai hati masyarakat pada umunya dan Pemerintah secara khusus.”Pemerintah sudah mendengungkan wajib pajak,tapi dengan terjadinya penyeludupan tersebut Negara dirugikan miliaran rupiah,”katanya

baca juga : Polisi Gagalkan Penyelundupan Ribuan Ponsel Pintar Senilai Rp 6 miliar

Kekhawatiran Ketua LSM Gebuki bukan tidak beralasan tiga pengusaha (toke) hand phone di Batam, Jh, Rs, dan Hn yang diduga sebagai pemilik handphone illegal.Masih melenggang bebas di Batam alias tak tersentuh hukum oleh pihak berwajib.

Dari beberapa sumber yang berhasil dihimpun Portal wesite batamtimes.co,Dua diantara toke pemilik Hp yang ditangkap sudah lama membuka toko handphone, di Nagoya Hill, sedangkan satu lagi juga memiliki beberapa gerai Hp diseputaran Lucky Plaza, Nagoya, Batam.

baca juga:Presiden : Aparat yang Bekingi Pelabuhan Tikus Ditindak Tegas

Mereka memang sudah tidak asing lagi di kalangan pengusaha elektronik Batam, dan memiliki jaringan dengan aparat. Sehingga dengan mudah melakukan penyeludupan barang-barang elektronik masuk ke Batam maupun dikirim keluar Batam agar bisa meraup keuntungan yang berlipat ganda.

“ada satu toke punya gerai sampai 13 di Nagoya Hill,dan ada juga toke punya 2-3 gerai yang berlokasi di luar Nagoya Hill,Mall lain,”ucap seoarang sumber yang tidak mau menyebutkan namanya

Perihal kepemilikan Hp sebanyak 13 ribu unit handphone dari Batam  yang ditangkap merupakan kepemilikan  tiga orang toke batam  demikian kata Kapolda Riau saat jumpa pers di Mako Ditpolair Polda Riau di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Sabtu (3/9/2016).

Hp yang diselundupkan ke Pekanbaru, Riau, bernilai Rp 6 miliar. Belasan ribu handphone itu ditangkap jajaran Ditpolair Polda Riau di perairan Sungai Siak.

  “Setelah dihitung terdapat sebanyak 13.114 ponsel pintar berbagai merek yang berhasil disita. Mayoritas ponsel tersebut berasal dari Tiongkok,” kata Kapolda Riau, Brigadir Jenderal Supriyanto

Ia merincikan belasan ribu ponsel pintar itu terdiri dari i-Phone Apple 6 sebanyak 2.638 unit, Samsung Galaxy Android 80 unit, Xiaomi 9.960 unit serta ponsel merek Acer 431 unit.

Seluruh barang bukti itu, lanjutnya, disita dari seorang tersangka berinisial Sp (32). Tersangka diduga merupakan pemilik sekaligus pelaku penyelundupan barang elektronik tersebut.

Menurut Supriyanto, pengungkapan upaya penyelundupan itu berawal dari informasi yang diperoleh jajaran Ditpol Air Polda Riau akan adanya aktivitas bongkar muat di salah satu pelabuhan tikus di Sungai Siak, Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis.

“Informasi itu kita terima sekitar pukul 24.00 WIB,” ujarnya.

Mendapat informasi itu, tim langsung bergerak ke tempat kejadian perkara. Selang 3 jam kemudian, polisi berhasil sampai di TKP. Namun, aktivitas bongkar muat selesai dilaksanakan.

Polisi kemudian kembali bergerak menyisir sekitar TKP dan menemukan sebuah truk yang melintas tidak jauh dari pelabuhan yang dituju. Selanjutnya petugas terus mengikuti truk tersebut hingga berhenti di sebuah rumah

Selanjutnya dikembangkan melacak ke rumah milik barang bukti insial S warga Dumai, Riau. Dalam rumah tersebut juga ada barang bukti lainnya yang sudah disembunyikan.

“Dari sana, barang bukti di bawa ke Pekanbaru. Tersangka juga sudah kita amankan,” kata Supriyanto.

Pengakuan tersangka, kata Supriyanto, barang bukti tersebut dia bawa dari Batam. Tujuannya untuk dijual ke sejumlah wilayah di Riau.

“Pada saat momen itu kita langsung melakukan penggeledahan. Hasilnya ditemukan ratusan kotak berisi ponsel. Selain itu juga ditemukan aksesoris ponsel,” jelasnya.

Dari penggeledahan itu, polisi kemudian menciduk Sp yang diduga sebagai pelaku penyelundupan. Kepada polisi, Sp mengaku barang eletronik itu diselundupkan menggunakan kapal kayu dari Kota Batam, Kepulauan Riau.

Sp yang merupakan warga Kota Dumai bersama barang bukti diamankan di Mapolda Riau guna pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut. Supriyanto mengatakan pihaknya terus menggali keterangan polisi terkait peredaran ponsel canggih itu.

Nur Mujayin: Penyeludupan Belasan Ribu HP  Dilakukan Toke Batam Tindakan Illegal

Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan dan Penindakan (P2) Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Batam, Nur Mujayin mengatakan aksi penyeludupan belasan ribuan Hp yang dilakukan para toke Hp Batam tindak ilegal. Dimana mereka melakukan transaksi di tengah laut (OPL).

“Informasi yang kita punya, para toke Hp ini melakukan trnsaksi ship to ship ditengah laut (OPL). Yaitu menggunakan kapal speed boad bermesin besar empat unit, sehingga memiliki kecepatan yang fantastis. Sehingga, tak akan terkejar oleh speed boat milik patroli BC ini,” kata Mujayin, Kamis (8/9) sore.

Informasi dilapangan, mereka bertiga itu merupakan pengusaha handphone yang cukup besar, dan memiliki jaringan yang luas. Bahkan, salah seorang dari mereka itu memiliki belasan gerai, maupun toko Hp di Nagoya Hill.

“Untuk operasi dilapangan, anggota kita ini terbatas. Dimana anggota patroli BC Batam hanya berjumlah 30 orang saja, dengan didukung enam unit kapal pemburu yang masih kurang memadai,” ungkap Kabid P2 BC Batam.

Makanya KPU BC Batam menjalin kerjasama dengan instansi terkait lainnya untuk dapat melakukan tugas dengan masimal di lapangan. Baik itu dengan institusi Polri, TNI, maupun instansi terkait lainnya.

“Aksi penyeludupan ini kebanyakan dilakukan ditengah laut. Sedangkan yang didarat dilakukan oleh mafia cukong melalui pelabuhan tikus ditengah malam. Kami sangat mengetahui, ada penangkapan kapal yang ditudingi melakukan penyelundupan beras dan handphone di pelabuhan Sekupang, Batam, yang ditangkap Bakamla RI. Tapi, hingga saat ini belum juga ada laporan kepada BC Batam, sebagai pihak yang berwenang. Ini ada apa.?. Belum lagi hal-hal yang lainnya,” papar Mujayin.

Informasi yang didapat dari kepolisian, penyeludupan itu dilakukan oleh toke di Batam, dengan menggunakan ekspedisi seorang toke berinisial As dan S, dari pelabuhan tikus Barelang, Batam.

“Siapa yang tidak kenal dengan As maupun si S ini. Bahkan, kapal ekspedisi  yang digunakan itu sudah sangat dikenal, lantaran kerap melakukan aktifitas penyelundupan melalui pelabuhan tikus di Batam ini,” terangnya.

Akan tetapi imbuhnya, pihak BC tentunya tidak bisa melakukan penangkapan sembarang karena mengacu kepada aturan main yang berlaku, yang harus dijalankan sesuai prosedur undang-undang RI.

“Tugas kami ini hanya seperti satpam. Dimana, kami diminta oleh instansi ini dan itu, untuk bisa mengawasi barang-barang mereka yang masuk ke Batam ini. Kalau saja kami bisa sembarangan, tentunya akan sangat banyak sekali kapal-kapal yang akan kita tangkap. Kita tangkap saja semuanya. Sebab kita juga tau apa yang mereka bawa dan lakukan,” tegas Mujayin.

Apalagi, ucap Kabid KPU BC Batam ini, ada pelaku kartel pasti yang sangat dekat dengan penguasa di pemerintah daerah dan pusat. Sehingga, mereka jangan sampai diganggu kalau sedang melakukan sebuah ekspedisi barang yang tidak kami ketahui apa ini dan itunya,” tukasnya (red)

 

Penculik Nur Atalina Mahasiswa Kedokteran Unsoed Dibekuk di Ciamis

0

Ciamis – Polres Ciamis, Jawa Barat ikut membantu Polres Banyumas memburu pelaku penculikan Sofia Nur Atalina (20), mahasiswi kedokteran Unsoed. Seorang pelaku penculikan berhasil ditangkap. Pelaku ditangkap di sekitar Kalipuncang, Pangandaran, Ciamis tak jauh dari lokasi pertama penyergapan.

Kapolres Ciamis, AKBP Didi Hayamansyah mengatakan sekitar pukul 11.00 WIB tadi sudah menangkap satu lagi. Sebelumnya Polres Banyumas berkoordinasi dengan Polres Ciamis untuk mengejar pelaku penculikan. Didi belum bisa merinci nama pelaku yang ditangkap ini.

Pada Rabu (7/8) malam, kepolisian berhasil menangkap seorang pelaku bernama Wahyu Pudiyanto (24), di wilayah Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.

“Tadi malam memang kita diminta bantuan dan menangkap satu orang kan, terus tadi siang satu orang lagi tambahannya. Jadi dua pelaku tertangkap,” ungkap Didi saat dihubungi detikcom, Kamis (8/9/2016).

“Belum tahu (identitasnya) anggota belum lapor, yang jelas ada yang ketangkap satu lagi, itu yang terbaru,” terangnya.

Didi juga menerangkan, korban penculikan Sofia Nur Atalina saat diselamatkan pada Rabu (7/9) malam kondisinya sehat.

“Alhamdulillah sehat kok sehat, dapat ditolong dalam keadaan selamat pokoknya sehat,” kata dia.

Didi menambahkan penangkapan tersebut dikembangkan dengan menyebar anggota kepolisian untuk mengetahui sisa komplotan pelaku penculikan. Didi meyakini, jika para pelaku masih berada di wilayah Kabupaten Pangandaran.

“Kalau kemungkinan komplotan masih berada di sini (Pangandaran), jadi terus kita kejar yang belum ketangkap,” tuturnya.

Penculik diketahui menyergap Nur Atalina pada Rabu (7/9) pukul 15.00 WIB di kampus Kedokteran Unsoed. Nur Atalina diincar karena membawa mobil dan sendirian. Pelaku menyeret korban ke mobil Brio miliknya, kemudian diajak berputar-putar sambil meminta korban menelepon kedua orangtuanya agar mengirimkan uang Rp 60 juta. Korban diintimidasi agar mengaku menabrak orang dan dikirimkan uang.

Polisi melacak keberadaan pelaku di Kalipuncang, Pangandaran. Penangkapan dilakukan dengan bantuan tukang ojek yang dengan gagah berani memberhentikan motornya di depan kendaraan yang dibawa pelaku. Hingga akhirnya kendaraan itu berhenti karena melindas motor tukang ojek itu.

Satu pelaku atas nama Wahyu dibekuk dan korban diselamatkan. Sedangkan empat pelaku lainnya kabur, hingga pukul 11.00 WIB tadi ditangkap seorang pelaku lainnya.(dtk)

Aturan Untuk Menjerat Korupsi Korporasi Segera Terbit

0

batamtimes.co,Jakarta-Peraturan Mahkamah Agung tentang Tanggung Jawab Pidana Korporasi yang nantinya bisa digunakan untuk menindak korporasi yang terlibat perkara korupsi segera terbit.

“Tunggu saja, sebentar lagi akan ditandatangani,” kata Hakim Agung Surya Jaya di gedung KPK Jakarta, Kamis.

Namun Surya tidak mengatakan kapan tepatnya peraturan itu akan ditandatangani. “Tunggu saja sebentar lagi, draft-nya sudah selesai,” tambah dia.

Peraturan tersebut disusun oleh Mahkamah Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian, dan Kejaksaan Agung. Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarief menjadi ketua panitia penyusun peraturan tersebut.

Landasan hukum untuk menangani korupsi korporasi sebenarnya sudah ada dalam Pasal 20 No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pasal tersebut menjelaskan bahwa dalam hal tindak pidana korupsi dilakukan oleh atau atas nama suatu korporasi, maka tuntutan dan penjatuhan pidana dapat dilakukan terhadap korporasi dan atau pengurusnya (ayat 1).

Ayat keduanya menyebutkan, tindak pidana korupsi dilakukan oleh korporasi apabila tindak pidana tersebut dilakukan oleh orang-orang, baik berdasarkan hubungan kerja maupun berdasarkan hubungan lain, bertindak dalam lingkungan korporasi tersebut baik sendiri maupun bersama-sama.

Tetapi bentuk hukuman kejahatan korporasi hanyalah berupa denda (ayat 7).

KPK membutuhkan Peraturan Mahkamah Agung itu untuk memungkinkan hukuman penjara dan denda dalam perkara korupsi.

Sampai sekarang KPK belum pernah menjerat korporasi dalam kasus korupsi meski direksi perseroan sudah banyak yang menjadi terpidana.

Sampai saat ini hanya ada satu kasus korupsi korporasi yang berhasil dibawa ke persidangan, yaitu kasus korupsi PT Giri Jaladhi Wana dalam proyek pembangunan Pasar Sentra Antasari yang disidik Kejaksaan Negeri Banjarmasin.

PT Giri dihukum membayar denda Rp1,3 miliar dan hukuman tambahan penutupan sementara selama enam bulan.(antara)

Total Infeksi Zika di Singapura Menjadi 283 Kasus

0

batamtimes.co,Singapura-Singapura mengkonfirmasi ada delapan kasus baru infeksi virus Zika hingga Rabu, menurut Kementerian Kesehatan (Depkes) dan Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) Singapura dalam pernyataan bersama.

Laporan pada Rabu mencatatkan jumlah total infeksi Zika di Singapura menjadi 283 kasus, kata kementerian setempat di antara kasus baru yang telah dilaporkan, dua kasus terkait dengan cluster Aljunied Crescent/Sims Drive/ Kallang Way/ Paya Lebar Way, dan satu kasus terkait di Jalan Bishan kluster 12.

Ada potensi lokasi baru terinfeksi yang belum terlaporkan dan sebuah kasus baru lagi pada hari Rabu, menurut pernyataan bersama. Mereka (terduga terinfeksi) tinggal di daerah Elite Terrace. Empat kasus lainnya tidak diketahui sumbernya dan keberadaan lokasinya.

Depkes dan NEA mengatakan operasi pengendalian wilayah dan upaya penjangkauan sedang dilaksanakan. Pada Selasa (6/9) waktu setempat, total 150 habitat wilayah berkembang biak telah ditemukan dan dihancurkan di daerah cluster, 99 di antaranya dari perumahan, dan 51 dari luar daerah.

Selaras dengan pendekatan kontrol dengue, NEA akan terus bekerja dengan para pemangku kepentingan dan masyarakat untuk mengurangi perkembangbiakan nyamuk, sebagai kontrol wilayah adalah kunci untuk mengurangi transmisi Zika di masyarakat, demikian Xinhua melaporkan.(red)

Sesi Jumat Pagi Harga Minyak Dunia Naik

0

batamtimes.co,New York – Harga minyak dunia melonjak naik pada Kamis (Jumat pagi WIB), setelah data resmi menunjukkan terjadi penurunan besar dalam persediaan minyak Amerika Serikat, terutama akibat pembatasan impor karena badai.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober melonjak 2,12 dolar AS menjadi menetap di 47,62 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan Eropa minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman November melonjak 2,01 dolar AS menjadi ditutup pada 49,99 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Persediaan minyak mentah AS turun 14,5 juta barel untuk pekan yang berakhir 2 September menjadi 511,6 juta barel, penurunan mingguan terbesar dalam stok sejak Januari 1999, tulis Badan Informasi Energi AS (EIA) dalam laporan mingguannya, Kamis.

Matt Smith dari ClipperData mengaitkan penurunan besar persediaan minyak AS dengan suspensi impor dan penutupan beberapa produksi akibat Badai Hermine, yang melewati Teluk Meksiko pada akhir Agustus sebelum melintasi Florida dan menuju ke pantai timur.

Badai Tropis Hermine, yang mengancam wilayah penyulingan Gulf Coast pekan lalu, telah membatalkan beberapa produksi minyak AS serta membatasi impor dan pengiriman, menurut laporan media.

Sementara itu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen non-OPEC seperti Rusia diperkirakan akan membahas pembekuan produksi pada pembicaraan informal di Aljazair pada 26-28 September.

Namun, James Williams dari WTRG Economics memperingatkan bahwa data persediaan AS pekan depan bisa mengalami “rebound” besar. “Apa yang kita akan lihat minggu depan adalah peningkatan sangat besar dalam persediaan minyak mentah,” prediksi Williams.(ant)

Imigrasi Batam Amankan 10 Orang Imigran Gelap Jadi Gigolo

0

batamtimes.co,Batam-Tidak diawasi ketat, para imigran di Kota Batam tertangkap menjadi gigolo alias pemuas nafsu tente-tante.Bahkan, mereka tidak hanya melayani pelanggan perempuan, tetapi juga sesama jenis atau homoseksual.

Setidaknya ada 10 orang imigran dari dua negara yang sudah ketahuan menjadi gigolo dan ditangkap Imigrasi Batam.

Kesepuluh imigran yang sudah diamankan usianya bervariasi mulai dari 15 tahun sampai 30-an tahun.

Sepuluh pencari suaka yang dibekuk pihak Imigrasi Kelas 1 Khusus Batam, karena diduga menjadi gigolo, diamankan di dua lokasi berbeda.

Lima orang di kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Batam di Jl. Engku Putri, Batam Center, dan sisanya berada di Batuampar, Batam.

Mereka ini sudah dimata-matai oleh tim dari Imigrasi sejak dua bulan lalu, sejak mendengar laporan bahwa di antara mereka ada yang menjadi pemuas nafsu para perempuan itu.

Pihak Imigrasi kemudian menurunkan tim untuk menyelidiki. Tim ini mendapati beberapa pencari suaka berada di salah satu tempat fitnes di kawasan Nagoya. Di sana, mereka bertransaksi dengan media sosial melalui mucikari berinisial Bony.

“Kita kirim orang memantau mereka siang dan malam. Mereka kita amankan di sebuah tempat fitnes di Nagoya. Di sanalah mereka kenal dengan mucikari. Dari situ berkembang hingga terjadi transaksi,” ujar Muhammad Novyandri, Kepala Wasdakim Imigrasi Kelas 1 Khusus Batam di ruangannya Kamis (8/9/2016) siang.

Imigran gigolo termuda berinisial MBH dari Afganistan, berusia 15 tahun, kemudian MH alias J yang juga dari Afganistan, berusia 19 tahun.

Lainnya, MYA asal Afghanistan (19), MA Afghanistan (20), FH Afganistan (20), MIS Afgansitan (22), AH Afganistan (24), MA Pakistan (26), JMN Afghanistan (34), dan MZA Afghanistan (37)

Saat ini pihak Imigrasi sedang memeriksa ke sepuluh terduga gigolo yang diketahui berasal dari Afganistan dan Pakistan

atas kejadian tersebut Gubernur Kepri, Nurdin Basirun ketika dimintai tanggapan atas temuan imigran gelap jadi gigolo Nurdin mengaku belum mendapat informasi terkait imigran yang melakukan praktik prostitusi di Batam.

Nurdin meminta agar instansi terkait untuk menyelesaikannya. “Saya minta masalah ini bisa segera diselesaikan instansi terkait. Bekerjasama untuk cari jalan keluar,” kata Nurdin, Kamis (8/9) di Batam Center.

Pencari suaka dan pengungsi yang saat ini tinggal di Batam diperkirakan mecapai 500 orang mereka tinggal di Hotel Kolekta tercatat lebih kurang 281 orang berstatus pengungsi. Kebanyakan dari Afganistan, kemudian Sudan, Somalia, Pakistan, Yaman dan Etiopia.

Sedangkan yang tinggal di Taman Aspirasi Batam Center, mengalami penambahan. Saat ini jumlahnya mencapai 90 orang. Kebanyakan bersasal dari Afganistan, kemudian Sudan, Somalia, Etiopia dan Pakistan.

Walikota Batam, HM Rudi mengatakan untuk masalah Imigran ini dirinya sudah membahas hal itu dengan Kepala Imigrasi Batam. Ia akan menyurati Menkopolhukam RI, meminta petunjuk bagaimana solusinya.

Pasalnya, jika masalah pencari suaka dan pengungsi yang menyimpang ini dibiarkan terus- menerus, akan jadi masalah sosial ke depannya.

Keberadaan imigran tersebut di Batam, menurut Rudi juga sudah meresahkan. Soalnya, pihak yang menempatkan mereka di Batam tidak melakukan pengawasan secara ketat sehingga mereka bebas keluyuran ke luar tempat penampungan.

“Imigran di Batam ini ada dua gelombang. Pertama yang di Hotel Kolekta, dibiayai oleh IOM. Kedua, di Taman Aspirasi, tidak dibiayai IOM. Kami minta petunjuk Menkopolhukam supaya mereka dibawa lagi keluar Batam,” kata Rudi.

Sebagai daerah investasi, kondisi Batam semestinya aman. Soal keberadaan imigran ini, Rudi sudah berupaya memanggil IOM dan UNHCR, dua lembaga pengungsi dan imigran PBB untuk membahas penanganan imigran tersebut.

Soalnya, Batam sejak awal bukan ditujukan sebagai community house, hanya transit. Namun belum ada kabar dari ke dua lembaga itu sampai sekarang.

Tarif Layanan Seksual 20-25 Juta

Tarif layanan seksual yang dilakukan 10 pria pencari suaka di Batam terbilang tinggi.

Satu kali kencan dengan tante-tante dan om-om, pelanggan harus merogoh kocek Rp 20-Rp 25 juta.

Tingginya tarif para gigolo asal Pakistan dan Afganistan ini, sesuai dengan tampang yang cukup rupawan ditambah postur tubuh jangkung dan berpawakan besar.

Kasi Wasdakim Imigrasi Batam M Novyandri, Kamis (8/9/2016) siang mengatakan, praktik prostitusi pria ini berawal saat sepuluh imigran ini kenal dengan Bonny, mucinkari.

Perkenalan itu terjadi ketika Bonny dan para imigran bertemu di tempat Fitnes.

Dari sana, diduga pelaku Bonny mengajak imigran bekerja sebagai pemuas nafsu wanita.

“Awalnya kita mendapat informasi dari kepala kantor. Kemudian kita buat tim untuk menyelidiki kasus ini,” sebut Novyandri.

Tim kusus yang dibuat ini lalu bekerja pagi dan malam.

Dari hasil infestigasi diketahui kalau mereka memang benar terlibat jaringan portitusi di Batam. (lan/red)

Terkait Penerimaan Satpol PP Kepala BKD Diperiksa

0

batamtimes.co,Batam – Foto seorang anggota polisi sedang meminta keterangan Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Batam, M Sahir di sebuah ruangan, beredar di salah satu grup media sosial, Rabu (7/9/2016).

Informasi yang beredar luas menyebutkan kedatangan polisi itu untuk meminta keterangan Sahir terkait data-data rekrutan Satpol PP.

Kedatangan personel polisi ke ruang BKD di lantai 3 Gedung Pemko Batam, dibenarkan seorang pegawai di sana.

Hanya saja terkait keperluan apa, dia tidak mengetahuinya.

“Memang ada (polisi datang), tapi saya tidak lihat. Pak Sahir ada di dalam,” ujar laki-laki itu kepada wartawan.

Menurut Dia, saat ini kondisi Sahir sedang tidak sehat.Bahkan dianjurkan untuk istirahat di rumah.

Namun karena ada kepentingan yang berkaitan dengan data-data, Sahir memutuskan tetap masuk kerja.

“Seharusnya MC, tapi masuk. Tidak tahu terkait apa kedatangan polisinya,” katanya.

baca juga : kemana uang pendaftaran satpol PP sebesar 360 Juta ?

Wali Kota Batam, Rudi yang dimintai tanggapannya terkait kedatangan polisi dan meminta keterangan Kepala BKD itu, mengaku tidak tahu-menahu.

Namun Rudi menegaskan, jika berkaitan dengan masalah hukum, dia mempercayakan kepada pihak yang berwajib.

“Pak Sahir diperiksa? Kok tak lapor saya? Diperiksa apanya, saya belum tahu. Sudah masuk ya Pak Sahir? Kemarin sakit,” kata Rudi di kantor DPRD Kota Batam.

Disinggung soal perekrutan Sat Pol PP, Rudi mengatakan, pihaknya belum ada melakukan hal itu.

Jikapun ada yang bersuara dimintai uang dan diiming-imingi menjadi anggota Sat Pol PP, Rudi meminta bukti Surat Keputusan telah diterima sebagai honorer Sat Pol PP.

“Mereka belum jadi honorer kami. Kalau sudah, mana SK-nya. Siapa yang berbuat, dia tanggungjawablah masing-masing,” ujarnya.(lan)

Komisi I DPR Menyetujui Komjen Budi Gunawan Kepala BIN

0

batamtimes.co,Jakarta – Komisi I DPR akhirnya menyetujui pencalonan Komjen Budi Gunawan sebagai kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Setelah disetujui Komisi I, DPR akan mensahkannya di paripurna yang rencananya digelar dalam besok.

Wakil Ketua Komisi I DPR, Tubagus Hasanudin, mengatakan, semua fraksi sepakat BG jadi Kepala BIN. BG juga dikatakannya mampu memaparkan tentang fungsi dan peran BIN dengan baik.

“Dia betul kuasai fungsi dan peran BIN. Menyangkut ideologi polisis dan proteksi masyarakat dan masalah teroris,” kata Tubagus usai fit and profer test calon Kepala BIN di kompleks parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (7/9).

Menurutnya, perdebatan saat pengambilan keputusan tetapada di Komisi I namun dalam membuat kesimpulan berlangsung cepat. “Pada prinsipnya semua fraksi sepakat setujui BG jadi kepala BIN,” katanya.

Selanjutnya, kata Tubagus, keputusan komisi I akan dikirim ke pimpinan DPR untuk dibawake paripurna. Setelah itu, DPR akan mengirim surat ke Presiden untuk selanjutnya dilantik.(red)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga