8.6 C
New York
Saturday, May 9, 2026
spot_img
Home Blog Page 761

Entry Meeting, Awal Pemeriksaan Laporan Keuangan Badan Pengusahaan Batam 2019

0

Batam- Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Purwiyanto mengharapkan dukungan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas beberapa upaya BP Batam yang telah melakukan berbagai langkah perbaikan.

Ia juga menginginkan untuk terus terjalin sinergi serta komunikasi yang baik antara BP Batam dengan BPK RI.

Hal itu dikemukakan Wakil Kepala BP Batam saat membuka entry meeting pemeriksaan laporan keuangan BP Batam Tahun 2019 oleh BPK RI di Gedung Marketing Centre, BP Batam, Selasa (11/2/2020).

Dalam sambutannya Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto mengatakan BP Batam sudah meraih WTP ketiga sejak tahun 2016 dan harapan ke depannya dapat meraih WTP lagi dengan kriteria lebih baik.

Adapun laporan yang disampaikan berupa realisasi anggaran 2019 serta hal-hal yang menjadi konsentasi BP Batam dengan membuat terobosan sistem informasi dan pengelolaan sistem baru untuk unit usaha strategis.

Auditorat Utama Keuangan Negara V Novian Herodwijanto SE MM Ak CA CPA CSFA, mengatakan agar BP Batam dapat terus mempertahankan opini WTP yang telah diraih selama kurun waktu 3 tahun berturut-turut, maka harus menciptakan system dan terobosan baru.

“Harapan ke depannya, untuk BP Batam agar tidak hanya mempertahankan opini WTP, tetapi juga meningkatkan tata kelola pengelolaan keuangan negara yang lebih baik. Saya juga mendengar bahwa ada terobosan baru, seperti sistem informasi baru, SOTK baru dan ada pembentukan unit usaha strategis di BP Batam,” kata Novian.

“BPK sangat mengapresiasi keberhasilan BP Batam yang telah mengelola keuangan negara dengan baik dengan meraih WTP tiga kali berturut-turut. Semoga prestasi ini dapat terus dipertahankan,” tambah Novian Herodwijanto.

Entry meeting ini dihadiri oleh Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam Syahril Japarin, Kepala Satuan Pemeriksaaan Intern BP Batam Agung Prasetya, Kepala Biro Keuangan BP Batam Siswanto, serta Pejabat Tingkat II di lingkungan BP Batam, para auditor BPK RI dan BPK Perwakilan Kepulauan Riau.

 

(red/BP Batam)

 

Agus Ajak Calon Kades Kampanye Santun

0

Sleman – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak dengan menggunakan sistem E-voting di Kabupaten Sleman DI Yogyakarta akan digelar kurang dari dua bulan lagi. Namun, “senggolan” antar para kandidat calon Kepala Desa (Kades) mulai terasa. Bahkan, tak jarang mereka saling menjatuhkan lawan menggunakan isu SARA.

“Prinsip saya dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat tidak akan menggunakan SARA. Bukan saatnya lagi menjatuhkan lawan politik dengan isu seperti itu,” kata Agus Sutanto calon Kades Caturharjo, Kecamatan Sleman kepada wartawan Senin 10 Januari 2020.

Kepala Dusun Keceme ini berujar, pengunaaan SARA dalam berkampanye justru akan merugikan dirinya sendiri. Sebab, saat ini masyarakat sudah cerdas dan bisa membedakan mana yang benar dan hanya bualan.

“Akan lebih bermanfaat jika kita isi pesan-pesan yang positif kepada masyarakat. Mari kita kedepankan berpolitik yang santun. Sampaikan visi dan misi secara baik,” pungkas Agus Sutanto.

Diketahui, empat orang dipastikan akan berlaga dalam Pilkades Desa Caturharjo tanggal 29 Maret 2020, mereka adalah; R Eka Juritna dari Dusun Klumprit, Agus Sutanto Dusun Keceme, Wahyu Trigiyatna Dusun Nambongan, dan Drs Banawa dari Dusun Ngaglik.

Desa Caturharjo mendapatkan dana sebesar Rp 70,6 juta untuk jalannya Pilkades nanti. Sedangkan, jumlah DPT di Desa ini sebanyak 11.067 terdiri dari 5.471 pemilih laki-laki dan 5.596 perempuan.

 

(red/Tanto)

FAMI Pertanyakan Perkembangan Gugatan Tiket Mahal di KPPU

0

Jakarta – Ketua umum Forum Advokat Muda Indonesia (FAMI) H. Zenuri Makhrodji beserta anggotanya Senin 10 Februari 2020 mendatangi Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Jalan Ir. Juanda Gambir Jakarta Pusat.

Pihaknya beralasan sudah terlalu lama KPPU melakukan penanganan kasus dugaan nonopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang menyebabkan tingginya harga tiket pesawat di Indonesia.

“Masyarakat sudah banyak menjerit atas mahalnya tiket pesawat, kok KPPU malah terkesan lambat dalam penanganan dugaan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang diadukan oleh ribuan Advokat FAMI seluruh Indonesia,” kata Zaenuri.

Dirinya merasa kecewa atas penanganan oleh KPPU yang terkesan jalan ditempat. Untuk itu kami mendorong KPPU agar segera menyimpulkan atas proses hukum yang sudah cukup lama dilakukannya.

“Kami mendorong KPPU segera memutuskan atas dugaan praktek monopoli yang kuat dugaan dilakukan oleh 5 penerbangan nasional yakni Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, Lion Air dan Sriwijaya Air,” tegas Zaenuri.

Senada, Sekjen FAMI Saiful Anam menegaskan bahwa seharusnya KPPU peka terhadap harapan publik atas terjangkaunya harga tiket pesawat. Sehingga sektor pariwisata dapat menggeliat.

“Ini kan seakan KPPU tidak peka terhadap harapan publik akan transportasi yang terjangkau sehingga sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat dapat berkembang dengan baik,” kata Saiful.

Kami sangat mendukung KPPU untuk segera memutuskan perihal tiket pesawat mahal ini.

“Sehingga masyarakat percaya terhadap integritas KPPU yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, ribuan Advokat FAMI mengadukan 5 (lima) jasa penerbangan yakni Garuda Indonesia, Lion Air, Citilink, Batik Air dan Sriwijaya Air ke KPPU, dirinya beralasan telah terjadi dugaan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat ditubuh penyedia jasa penerbangan nasional tersebut sehingga mengakibatkan harga tiket pesawat mahal.

 

(red/Tanto)

Tauladan Sertu Zet Sawori menyulap pekarangan kosong menjadi kolam ikan Nila, untuk dibagikan

0

Ngawi – Pemanfaatan lahan kosong merupakan bagian dari
program satuan Yonarmed 12/Divif 2 Kostrad, baik di sekitar wilayah
perkantoran maupun di lingkungan rumah dinas anggota. Selain untuk
mengoptimalkan penggunaan lahan kosong juga dapat menjadikan lingkungan
yang lebih asri, bahkan beberapa dari pemanfaatan lahan tersebut
memberikan hasil yang dapat dinikmati langsung oleh para anggota.

Adalah Sertu Zet Sawori, pria kelahiran Gemeh Satal 42 tahun
silam ini memanfaatkan pekarangan rumah dinasnya secara optimal.

Selain bunga dan sayuran, Sawori sapaan akrabnya juga menyulap pekarangan kosong di belakang rumahnya menjadi kolam ikan Nila.

Budidaya ikan Nila yang digelutinya sejak setahun belakangan ini
ternyata berdampak positif baginya. Pria berdarah Manado ini mengaku
merasa nyaman ketika bersantai di dekat kolam, memberi makan pada ikan
Nila sambil melepas penat setelah seharian berdinas sebagai prajurit TNI
di Yonarmed 12/Divif 2 Kostrad, Senin 10 Februari 2020.

Saat ini kolam ikan Nila yang digeluti Sawori telah dipanen,dengan dibantu beberapa tetangga Sawori nampak semangat memang ikan-ikan Nila yang selama ini menjadi kesibukannya seusuai dinas.

Bukan untuk dijual, namun ikan hasil panen miliknya dibagikan kepada para
tetangga. Berbagi dengan tetangga ternyata memberikan kepuasan batin
tersendiri bagi Sawori.

“Tetangga adalah keluarga terdekat kita, berbagi dan berbuat baik kepada mereka saya rasa bukanlah sesuatu hal yang
berlebihan,” ujar anggota TNI yang saat ini menjabat sebagai Bintara
Jasmani di Yonarmed 12/Divif 2 Kostrad ini.

Wadanyonarmed 12/Divif 2 Kostrad, Mayor Arm Adwi Prasetya
menegaskan pemanfaatan lahan kosong dapat dilakukan secara optimal
apabila ada rasa kepedulian dari setiap prajurit. Dengan demikian
berarti ikut berperan mensukseskan program satuan.

“Daripada lahan kosong tak terawat alangkah baiknya jika kita manfaatkan secara maksimal sesuai apa yang sudah diprogramkan oleh satuan, toh hasilnya juga dapat dirasakan langsung oleh kita sendiri,” tegas pria asli Klaten itu.

Terpisah Danyonarmed 12/Divif 2 Kostrad, Letkol Arm Ronald F Siwabessy menyampaikan ucapan terimaksih bagi para anggotanya yang sudah
ikut membantu mensukseskan salah satu program satuan dengan memanfaatkan
lahan kosong di sekitar tempat tinggalnya.

Ronald juga menyampaikan rasa bangga kepada prajurit di satuannya yang dapat hidup rukun dengan tetangga, saling membantu dan
saling berbagi karena menurut orang nomor satu di tubuh Yonarmed
12/Divif 2 Kostrad ini Institusi Militer disebut Satuan adalah karena
begitu bergantungnya kita dengan yang lain baik di medan tugas maupun di
kehidupan sehari hari.

“Implementasi sederhana dalam keseharian adalah bersikap
baik kepada tetangga karena sejatinya tetangga adalah malaikat pertama
yang akan memberikan pertolongan saat kita membutuhkan. Jika sudah
demikian satuan kita akan menjadi satuan yang solid dan kuat,” pungkas
Ronald menutup wawancaranya.

 

(red/DANYONARMED 12)

Doktor linguistik Arab pertama dari Indonesia dikukuhkan di Universitas Islam Madinah

0
Jeddah – Bertempat di Ruang Al Ibda’ Fakultas Bahasa Arab, Universitas Islam Madinah, Ahmad Nahidl Silmy, berhasil mempertahankan disertasinya dan berhak menyandang gelar doktor dengan predikat summa cumlaude (5 Februari 2020).

Pelaksana Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KJRI Jeddah, Agus Muktamar, dan mahasiswa Indonesia serta mahasiswa asing lainnya menyaksikan langsung suasana ujian yang berlangsung sekitar 2 jam.

Disertasi mengambil judul “Penelitian dan Autentikasi Buku : “Al-‘Ubab Az-Zakhir Wa Al-Lubab Al-Fakhir” Karya Al-Hasan Bin Muhammad As-Shogony (Wafat: 650 H)”. “Al-‘Ubab’ merupakan kamus Bahasa Arab terbesar di abad ke-7 hijriah, yang menjadi salah satu rujukan utama Fairuzabadi (Wafat: 817 H) dalam karyanya Al-Qomus Al-Muhith yang hingga saat ini jadi rujukan kamus arab di seluruh dunia.

“Al-‘Ubab’ sampai saat ini sebagian besar masih berupa manuskrip, belum pernah dicetak kecuali hanya beberapa bagian saja. Disertasi ini ikut melengkapi bagian yang masih berupa manuskrip dan belum pernah dikaji.

Sumbangsih pemikiran pria yang akrab disapa Nahidl juga diakui oleh Dr. Hasan Ibrohim Qobur penguji eksternal dari Universitas Jazan yang menyatakan kebahagiannya bisa ikut menguji mahasiswa Indonesia. Apa yang ditulis oleh keponakan mantan Menteri Agama Maftuh Basyuni ini, diakuinya belum tentu bisa dilakukan bahkan oleh Mahasiswa Arab.

(red/Agus Muktamar)

KJRI Jeddah Eratkan Hubungan RI-Saudi melalui BIPA

0

Jeddah—Salah satu ikhtiar Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah untuk merekatkan hubungan RI-Saudi di berbagai bidang adalah melalui penyelenggaraan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Genap berusia 13 tahun, program BIPA yang telah meluluskan ratusan peserta dari berbagai negara, khususnya Warga Negara Saudi, kini semakin ramai peminat.

Disampaikan Pelaksana Fungsi Pensosbud-1, Agus Muktamar, dalam laporannya bahwa selama empat hari masa pendaftaran, tercatat sebanyak 120 orang dari berbagai warga negara di Arab Saudi mendaftarkan diri untuk mengikuti program ini. Namun, karena keterbatasan ruang kelas, panitia penyelenggara hanya menerima 59 peserta yang terdiri dari 40 peserta laki-laki dan 19 orang perempuan.

Saat membuka resmi Program BIPA 2020, Konsul Jenderal RI Jeddah, Eko Hartono, menegaskan harapannya agar Program BIPA bisa menjadi salah satu perekat hubungan Indonesia-Saudi di berbagai bidang.

“Ini suatu forum pembelajaran yang baik, tidak hanya Bahasa Indonesia tapi juga culture (budaya). Ini adalah tempat untuk menimba ilmu tentang Indonesia bagi Bapak-Ibu sekalian,” ujar Konjen dalam sambutannya pada pembukaan Program BIPA angkatan ke-17 yang berlangsung Selasa, 4 Februari, di aula Gedung Pelayanan Terpadu.

Konjen mengungkapkan rasa senangnya dengan Program BIPA karena dapat menambah jaringan persahabatan (networking) dengan masyarakat yang ada di Jeddah dan kota-kota sekitarnya. Selain itu, melalui program ini, budaya Indonesia, aneka kuliner dan keindahan alam Indonesia dapat diperkenalkan ke Masyarakat Saudi.

“Kita tahu bahwa Saudi dan Indonesia saat ini ingin meningkatkan hubungan di segala bidang. Kami senang Arab Saudi semakin membuka diri, ekonomi semakin maju. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang Indonesia, tentang bahasa, tentang Budaya Indonesia, insya Allah kita semakin dekat, semakin saling menghormati,” lanjut Kepala Perwakilan RI untuk Wilayah Barat Arab Saudi yang mulai bertugas sejak 13 Januari silam.

Disampaikan Konjen, banyaknya WNI yang berkunjung ke Arab Saudi, baik dalam rangka ibadah umrah dan haji, belajar, maupun untuk bekerja, kian menambah intensitas interaksi antara Masyarakat Indonesia dan Arab Saudi. Demikian pula jumlah kunjungan Warga Saudi ke Indonesia kian meningkat, baik dalam rangka menghadiri berbagai ajang bisnis seperti Trade Expo Indonesia maupun untuk berwisata.

Intensitas interaksi ini, ungkap Konjen, perlu diperkuat dengan pemahaman tentang bahasa dan budaya masing-masing, agar sikap saling memahami (mutual understanding) terbangun dengan baik dan persepsi negatif (stereotyping) terhadap satu sama lain bisa dihindari.

Berbagai alasan dikemukan oleh peserta dalam mengikuti program yang diagendakan berlangsung dua bulan ini, antara lain, untuk melayani jemaah haji dan umrah, memahami Budaya Indonesia dan keperluan bisnis.

 

(red/fauzy chusny)

Dr Tom Frieden sebut mustahil virus Corona bisa dihentikan dokter

0

WUHAN – Sejak virus Corona menyeruak para ilmuan berupaya keras untuk menanganinya. Bahkan perusahaan raksasa farmasi Johnson & Johnson memberi sedikit harapan. Namun sayangnya hal itu dibantah kembali oleh ilmuan dari Amerika Serika (AS).

Dan saat ini Para ilmuwan sedang mengerjakan vaksin tetapi telah memperingatkan bahwa satu kemungkinan tidak akan tersedia untuk distribusi massal sebelum 2021.

Coronavirus menyatakan ‘mustahil virus Corona bisa dihentikan oleh dokter’, Hal tersebut dilontarkan Dr Tom Frieden berbicara setelah hasil studi medis baru dari Journal of American Medical Association, tulis Daily Star Senin (10/2/2020).

Dr Frieden, yang juga mantan direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, mengatakan penelitian itu adalah “berita besar”.

Dia menulis untuk CNN: “Virus itu mungkin tidak mungkin mengandung – seperti flu biasa dan influenza dam tidak dapat dihentikan, karena daya tahan tubuh manusia dapat ditumpulkan, dan hany pertolongan Tuhan yang bisa hentikan virus ini,” Baca JUGA: Virus Corona Dibuat dari 2.000 Spesies Kelelawar Selama 8 Tahun

“Terbukti Upaya luar biasa China untuk menghentikan penyebaran virus, tidak berhasil, bahkan ilmuan dan kemampuan dunia tak mampu membatasi bahaya yang disebabkan oleh virus.” tandasnya.

 

(red/Sindonews.com)

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi buka suara terkait aksi unjuk rasa sejumlah massa #savebabi

0

Batam- Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi akhirnya buka suara terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah massa dari Gerakan Aksi Damai #savebabi di depan DPRD Sumut, Senin (10/2).

Edy mengatakan unjuk rasa tidak tepat jika diarahkan ke Pemprov Sumatera Utara. Sebab pihaknya tidak memiliki rencana untuk memusnahkan seluruh babi yang ada di Sumut.

“Yang mau memusnahkan (babi) siapa ?” kata Edy menjawab pertanyaan wartawan di kantor Gubernur Sumut.

Edy mengatakan saat ini Pemprov Sumut terus bekerja menangani persoalan babi yang terjangkit wabah flu babi (hog cholera) atau African Swine Fever (ASF). Bahkan Edy sudah meminta semua pihak yang terlibat dalam penanganan babi untuk ikut mencari solusi permasalahan ini.

” Untuk itu harus bersama-sama kita mengatasinya. Tak bisa dijadikan itu persoalan, ribut sana ribut ini. Kita sudah berkali-kali rapat membahas bagaimana jalan keluarnya,” ucap Edy.

Sejauh ini upaya yang bisa dilakukan Pemprov Sumut hanya sebatas pencegahan. Mulai dari pemberian disinfektan hingga memantau arus keluar masuknya babi dari daerah terjangkit virus hog cholera karena belum ditemukan vaksin penyembuh babi yang terkena virus itu.

“Satu-satunya jalan kita hanya mencegah dengan membersihkan tempat-tempat itu. Kedua babi-babi yang terinfeksi wabah hog cholera ini kita musnahkan yang terinfeksi.Karena belum ada obatnya. Kita melarang rakyat membuang babi-babi sembarangan kalau dia sudah mati,” tegas Edy.

Mengenai permintaan ganti rugi dari pemilik babi yang mati, Edy mengatakan hal itu tidak mungkin dilakukan oleh Pemprov Sumut. Kata Edy, jumlah babi di Sumut mencapai 2 juta ekor sehingga dibutuhkan Rp 4 triliun jika permintaan itu dituruti.

“Siapa yang mau ganti. Bukan itu persoalannya,” ujar Edy.

Edy mengatakan pihaknya tetap membahas bantuan pengganti mata pencaharian masyarakat yang babinya mati karena wabah ini.

“Kalau itu yang dia minta, enggak usah pakai demo. Itu lah yang kita bicarakan, itu kita bahas,” tutup Edy.

Sebanyak 150 UMKM Kota Batam mengikuti pelatihan kewirausahaan

0

Batam – Sebanyak 150 usaha mikro kecil menengah (UMKM) Kota Batam mengikuti pelatihan kewirausahaan di Aula Kantor Wali Kota Batam, Kamis (6/2). Pelatihan bertema “Menumbuhkan Ekonomi Kerakyatan Melalui Investasi dan Kreativitas UMKM” ini digelar atas kerja sama PT Indomarco Prismatama (Indomaret), PT Mondelez Indonesia Trading (Biskuat), dan Pemko Batam.

“Pesertanya hari ini berasal dari berbagai bidang usaha. Ada kuliner, kerajinan, dan sebagainya,” kata Branch Manager Indomaret Batam, Ady Sutono.

Adapun jenis pelatihan yang diberikan mencakup banyak aspek. Mulai dari legalitas perizinan, kesehatan produk, pengemasan, inovasi, hingga permodalan.

Melalui pelatihan ini diharapkan UMKM dapat semakin kreatif dan produktif. Serta dapat membuka peluang UMKM untuk memasukkan produknya ke pasar retail modern seperti Indomaret.

Ady mengatakan kegiatan ini pertama kalinya digelar di Batam. Dan termasuk dalam rangkaian kegiatan yang Indomaret gelar secara nasional.

“Ini kegiatan kedelapan se-Indonesia. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian kita terhadap perkembangan UMKM nusantara,” ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam. Suleman Nababan atas nama Pemko Batam menyampaikan terima kasih atas digelarnya kegiatan tersebut. Pemerintah menyambut baik kegiatan yang ikut menumbuhkembangkan kewirausahaan di daerah.

Apalagi Batam sudah menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara terbanyak kedua setelah Bali. Potensi ini sudah sepatutnya dimanfaatkan UMKM Batam.

“Ada 81 ribu lebih UMKM di Batam. Kehadiran mereka juga mendukung dunia pariwisata,” tuturnya.

Kegiatan pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan karena masih banyak UMKM yang hadapi berbagai permasalahan. Seperti kemasan atau packaging dan pemasaran.

 

(red/MCB)

Aturan baru Pemerintah, Penyaluran Dana BOS langsung ke sekolah

0

Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan resmi merombak skema penyaluran dana bantuan operasional sekolah (BOS). Skema baru itu mulai diterapkan pada 10 Februari 2020.

Kementerian Keuangan mengalokasikan anggaran dana BOS sebesar Rp 54,32 triliun atau naik 6,35% dibandingkan tahun sebelumnya. Pencairan akan dilalukan tiga tahap, di mana tahap pertama dicairkan Rp 9,8 triliun untuk 136.579 sekolah di 34 provinsi di Indonesia, seperti yang dilansir dari media,  detik. com.

Pengubahan skema penyaluran ini akan tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 9 Tahun 2020 tentang perubahan atas PMK Nomor 48 tahun 2019 tentang pengelolaan DAK Non Fisik. Adapun pokok perubahan tersebut adalah penyaluran langsung ke sekolah sesuai ketentuan yang berlaku, percepatan tahap penyaluran, dan penyederhanaan administrasi pelaporan.

Sementara tujuan pengubahan skema penyaluran, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut dalam rangka mendukung program merdeka belajar yang digagas oleh Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Lalu, mempercepat penyaluran, meningkatkan akurasi, dan menjaga akuntabilitas.

“Rencananya untuk 10 Februari, 136.579 sekolah yang akan mendapat Rp 9,8 triliun, dana tersebut bisa membantu sekolah beroperasi,” kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2020).

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan pencairan dana BOS langsung ke rekening sekolah. Sebelumnya, proses transfer ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

“Sebelumnya Kementerian Keuangan transfer ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), sekarang langsung ke rekening sekolah,” kata Nadiem di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2020).

Bagaimana perhitungan dana BOS tersebut? Lihat di halaman berikutnya
Ketiga kementerian ini sepakat mengubah skema pencairan dana BOS. Pengubahan skema itu hanya berlaku pada dana BOS reguler, dan tidak berlaku pada BOS kinerja dan BOS afirmasi.

Perubahan skema berlaku untuk seluruh sekolah di Indonesia, terutama kepada sekolah negeri dan beberapa sekolah swasta yang menerima. Perubahan yang terjadi adalah pada besaran unit cost, di mana untuk Sekolah Dasar (SD) menjadi Rp 900 ribu per anak dari yang sebelumnya Rp 800 ribu.

Lalu, untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi Rp 1,1 juta per anak dari yang sebelumnya Rp 1 juta. Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi Rp 1,5 juta per anak dari yang sebelumnya Rp 1,4 juta, dan untuk SMK tetap sama yaitu Rp 2 juta per anak.

Mengenai skema penyalurannya juga berubah, yaitu hanya menjadi tiga tahap dari sebelumnya empat tahap. Pada skema baru ini besaran tahap I adalah 30%, tahap II 40%, dan tahap III sebesar 30%. Adapun, pencairan tahap I paling cepat pada bulan Januari, tahap II paling cepat bulan April, dan tahap III bulan September.

Tidak hanya itu, perubahan lainnya adalah penetapan SK sekolah penerima dilakukan oleh Kemendikbud dengan verifikasi data oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Sebelumnya, penetapan SK sekolah penerima dilakukan pemerintah daerah.

Lalu, batas akhir pengambilan data 1 x per tahun setiap tanggal 31 Agustus untuk mencegah keterlambatan APBD-Perubahan. Sebelumnya, batas akhir pengambilan data 2 x per tahun yaitu tanggal 31 Januari dan 31 Oktober.

Selanjutnya, dana BOS juga bisa digunakan untuk pembayaran guru honorer yang memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) maksimal 50%. Intinya bukan untuk membiayai guru honorer baru. Sebelumnya, pembayaran maksimal hanya 15% di sekolah negeri, dan 30% di sekolah swasta.

Skema yang terakhir, kata Nadiem, adalah tidak ada alokasi maksimal maupun minimal pemakaian dana BOS untuk buku maupun pembelian alat multimedia. Sebelumnya, pembelian buku dibatasi sebesar 20%, dan pembelian alat multimedia ditentukan kualitas dan kuantitas.

 

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga