8.6 C
New York
Saturday, May 9, 2026
spot_img
Home Blog Page 760

Presiden  Jokowi menyoroti penolakan renovasi pembangunan Gereja Paroki Santo Joseph di Tanjung Balai Karimun Kepri

0

Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyoroti penolakan renovasi pembangunan Gereja Paroki Santo Joseph di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, yang ditolak oleh sekelompok warga. Jokowi menegaskan, bahwa negara Indonesia menjamin kebebasan beragama.

“Ini masalah intoleransi, saya kira sudah berkali kali saya sampaikan bahwa konstitusi kita menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadat seusai kepercayaannya. Jelas konstitusi kita berikan payung kepada seluruh rakyat,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta , Rabu (12/2/2020),seperti yang dikutip media ini dari merdeka.com.

Kepala negara pun sudah memerintahkan Menkopolhukam Mahfud MD dan Kapolri Jenderal Idham Azis untuk menjamin terlaksananya kebebasan beribadah dan menindak tegas kelompok atau masyarakat yang mengganggu.

“Sesuai dengan jaminan konstitusi yang saya sampaikan. jangan sampai intoleransi itu ada,” tegas Jokowi.

Dia menambahkan, bahwa mestinya pemerintah daerah bisa menyelesaikan masalah tersebut. Tapi, Jokowi melihat tidak ada langkah yang diambil untuk menyelesaikan konflik tersebut.

“Saya perintahkan Menkopolhukam dan Kapolri tegas ini harus diselesaikan. Baik yang berkaitan dengan gereja di Karimun Tanjung Balai, atau masjid yang ada di Minahasa Utara. Harus dirampungkan karena jadi preseden yang tidak baik dan bisa menjalar ke daerah lain,” tutupnya.

Untuk diketahui, pembangunan bangunan baru Gereja Paroki Santo Joseph di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, terpaksa dihentikan karena penerbitan izin mendirikan bangunannya digugat oleh sekelompok warga. Nasib kelanjutan pembangunannya baru bisa diputuskan setelah ada putusan pengadilan. Warga juga sempat menghendaki gereja tersebut direlokasi dan dijadikan cagar budaya.

(red/merdeka.com)

Prof Yudian Luruskan Soal Polemik Agama Musuh Terbesar Pancasila

0
Keterngan foto Ketua BPIP Prof Yudian Wahyudi

Jakarta – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang sekaligus Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta Prof Yudian Wahyudi meluruskan soal ucapannya yang menilai polemik soal agama adalah musuh terbesar Pancasila.

“Yang saya maksud adalah bahwa Pancasila sebagai konsensus tertinggi bangsa Indonesia harus kita jaga sebaik mungkin. Pancasila itu agamis karena ke 5 sila Pancasila dapat ditemukan dengan mudah dalam kitab Suci ke enam agama yang diakui secara konstitusional oleh NKRI,” kata Yudian dalam pesan singkat yang diterima wartawan Rabu 12 Februari 20020.

Namun, pada kenyataannya, lanjut Yudian, Pancasila sering dihadap-harapkan dengan agama oleh orang-orang tertentu yg memiliki pemahaman sempit dan ekstrim, padahal mereka itu minoritas (yang mengklaim mayoritas).

Dalam konteks inilah, “agama” dapat menjadi musuh terbesar karena mayoritas, bahkan setiap orang, beragama, padahal Pancasila dan Agama tidak bertentangan, bahkan saling mendukung.

“Jadi, hubungan antara Pancasila dan Agama harus dikelola sebaik mungkin,” pungkas Yudian.

Sebelumnya, Yudian dalam sebuah wawancara dengan media online menyebut, Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara telah diterima oleh mayoritas masyarakat, seperti tercermin dari dukungan dua ormas Islam terbesar, NU dan Muhammadiyah sejak era 1980-an. Tapi memasuki era reformasi asas-asas organisasi termasuk partai politik boleh memilih selain Pancasila, seperti Islam. Hal ini sebagai ekspresi pembalasan terhadap Orde Baru yang dianggap semena-mena.

“Dari situlah sebenarnya Pancasila sudah dibunuh secara administratif,” kata Prof Yudian Wahyudi.

Belakangan juga ada kelompok yang mereduksi agama sesuai kepentingannya sendiri yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Mereka antara lain membuat Ijtima Ulama untuk menentukan calon wakil presiden. Ketika manuvernya kemudian tak seperti yang diharapkan, bahkan cenderung dinafikan oleh politisi yang disokongnya mereka pun kecewa.

“Si Minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan,” papar Yudian yang masih merangkap sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

 

(red/Tanto)

FORMAMA: Pembela Kepulangan Eks Isis dengan Dalil HAM Adalah Sesat!

0
Keterngan foto Ketua BPIP Prof Yudian Wahyudi

Jakarta – Ketua Umum FORMAMA (Forum Masyarakat Maluku) Arnold Thenu mengatakan, keputusan presiden menolak kepulangan eks ISIS kembali ke Indonesia sudah tepat sesuai konstitusi. Dan, itu adalah bentuk ketegasan presiden yang harus kita apresiasi.

“Jika, ada oknum yang mendukung kepulangan eks ISIS berarti sudah bisa dipastikan oknum itu adalah penghianat NKRI dan Pancasila. Jadi, yang mendukung kepulangan eks ISIS ke Indonesia adalah penghianat!,” kata Arnold Rabu 12 Februari 2020.

Menurutnya, membela eks ISIS dengan dalil HAM untuk dapat kembali ke Indonesia adalah logika sesat. Karena, bagaimana mungkin eks ISIS yang merupakan penjahat HAM berat dengan ajaran sesatnya membunuh manusia seperti binatang dapat dibela dengan dalil HAM.

“Jadi, biarkan saja pemerintah Suriah dan Irak mengadili mereka disana. Karena, mereka yang bekas WNI telah bergabung dengan ISIS telah secara nyata merusak kedaulatan Suriah dan Irak sekaligus menjadikan wilayah itu menjadi neraka,” jelasnya.

Dikatakannya, pekerjaan presiden tidak ubah seperti kerja seorang petani yang sentiasa membuang duri serta mencabut rumput yang tumbuh di celah-celah tanamannya.

“Dan, tugas kita sesunguhnya adalah mengawal dengan segenap jiwa raga keputusan presiden yang menolak kembalinya eks ISIS kembali ke Indonesia,” pungkas Arnold Thenu.

 

(red/Tanto)

Kepala BPIP Dituntut Minta Maaf

0
Keterngan foto Ketua BPIP Prof Yudian Wahyudi

Jakarta-Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi dituntut meminta maaf sekaligus klarifikasi dan menjelaskan secara terbuka atas ucapannya yang menyebut agama adalah musuh terbesar Pancasila.

“Jika benar dia ucapkan kalimat tersebut, saya rasa merupakan ungkapan yang sesat dan menyesatkan. RèJO meminta Presiden Jokowi untuk menegur keras Kepala BPIP,” kata Ketua umum Relawan Jokowi (ReJO) HM Darmizal MS dalam pesan elektroniknya Rabu 11 Januari 2020.

Menurut Darmizal, ungkapan tersebut berpotensi menciptakan kegaduhan yang mengganggu stabilitas pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Oleh karenanya dia harus segera melakukan klarifikasi dan meminta maaf secara terbuka supaya publik paham apa yang dia maksud secara utuh,” ungkap Darmizal.

Alumni Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini menambahkan, pemimpin harus tampil sejuk dan menyejukkan. Hentikan ucapan yang bernuansa propaganda atau ungkapan yang tidak semestinya diucapkan.

Dikatakan Darmizal, BPIP sebagai benteng Pancasila seharusnya menanamkan nilai-nilai kebaikan yang dilandasi mulianya ajaran agama dan budaya luhur bangsa. Sudah sangat jelas, bahwa agama sebagai inspirasi utama lahirnya Pancasila, sebagaimana yang dicantumkan sebagai sila pertama Pancasila. Pemimpin tidak boleh menggulirkan pernyataan kontroversi yang berpotensi menciptakan kegaduhan.

“Saat ini bangsa Indonesia sedang berjuang mempercepat pembangunan dengan lompatan panjang dalam segala bidang. Maka diperlukan keselarasan dan akselarasi dalam segala hal pula. Setiap kegaduhan akan menghambat capaian sebagaimana visi nya bapak Presiden,” pungkas Darmizal.

Sebelumnya, Yudian dalam sebuah wawancara dengan media online menyebut, Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang telah diterima oleh mayoritas masyarakat, seperti tercermin dari dukungan dua ormas Islam terbesar, NU dan Muhammadiyah sejak era 1980-an. Tapi memasuki era reformasi asas-asas organisasi termasuk partai politik boleh memilih selain Pancasila, seperti Islam. Hal ini sebagai ekspresi pembalasan terhadap Orde Baru yang dianggap semena-mena.

“Dari situlah sebenarnya Pancasila sudah dibunuh secara administratif,” katanya.

Belakangan juga ada kelompok yang mereduksi agama sesuai kepentingannya sendiri yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Mereka antara lain membuat Ijtima Ulama untuk menentukan calon wakil presiden. Ketika manuvernya kemudian tak seperti yang diharapkan, bahkan cenderung dinafikan oleh politisi yang disokongnya mereka pun kecewa.

“Si Minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan,” papar Yudian yang masih merangkap sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

 

(red/Tanto)

Pucuk pimpinan di BPK Kepri dipimpin Widhi Widayat

0

Batam – Pucuk pimpinan di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau kembali berganti. Serah terima jabatan Kepala BPK Kepri dari Indria Syzinia kepada Widhi Widayat ini dilaksanakan di Ruang Auditorium BPK Kepri, Batam Centre, Selasa (11/2).

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan keberadaan BPK sangat penting bagi tata kelola anggaran pemerintah yang baik. Karena BPK memberi rekomendasi untuk perbaikan laporan keuangan pemerintah daerah.

“Dari hasil evaluasi ini akan diberi rekomendasi, ada catatan-catatan yang diberikan terhadap OPD (organisasi perangkat daerah). Di mana saja yang harus dibenahi,” kata Amsakar.

Terkait perubahan kepemimpinan dalam sebuah institusi adalah hal yang lumrah. Kepada pejabat lama, Amsakar mengucapkan terima kasih. Dan kepada pejabat baru, ia menyampaikan selamat datang.

“Kita sangat berharap semoga semangat untuk membuat tata kelola lebih baik ini harus tetap menjadi cita-cita bersama,” ujarnya.

Anggota V BPK RI, Bahrullah Akbar mengatakan promosi, rotasi, mutasi adalah hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Hal ini perlu dilakukan dalam rangka menjaga dan membangun budaya organisasi BPK.

“Sebagai organisasi yang dinamis, BPK secara terstruktur dan sistematis melakukan promosi, rotasi, dan mutasi bagi para pejabat dan pegawainya. Kegiatan tersebut harus dilakukan dalam rangka menjaga dan membangun budaya organisasi BPK, yang berlandasakan pada nilai-nilai dasar independensi, integritas, dan profesionalisme. Selain itu, mutasi juga diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk menyegarkan lingkungan kerja, serta mendorong semangat bagi para pejabat terkait dalam meningkatkan kinerjanya di unit kerja yang baru,” tutur Bahrullah.

Ia juga berharap kinerja pemerintah daerah semakin meningkat dan transparan. Serta akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah semakin baik sesuai dengan harapan masyarakat.

Indria Syzinia yang menjabat Kepala BPK Kepri periode Juli 2019-Januari 2020 selanjutnya akan menjalankan peran sebagai Kepala Auditorat IV.C Auditorat Utama Keuangan Negara IV. Sebelum menjabat sebagai Kepala BPK Kepri, Indria pernah menjabat sebagai Kepala Subauditorat pada Subauditorat Sumatra Barat I di BPK Perwakilan Provinsi Sumatra Barat. Selain itu, Indria juga pernah menjabat sebagai Kepala Seksi pada Seksi Riau II.A di BPK Perwakilan Provinsi Riau.

Sementara Widhi Widayat memulai karir di BPK pada Tahun 1997. Kemudian pernah menjabat sebagai Kepala Perwakilan Provinsi Bangka Belitung pada November 2018.

Panwascam Bunguran Tengah Buka Pendaftaran Pengawas Lapangan untuk Pilkada 2020

0

Batamtimes.co – Natuna – Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Bunguran Tengah.
Membuka pengumuman pendaftaran anggota Panitia Pengawas Kelurahan/Desa (PPKD) tingkat Kecamatan pada Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020 mendatang mulai tanggal 10-16 Februari 2020.

Lamaran diantar langsung ke kantor Sekretariat Jalan Pelajar Harapan Jaya Kecamatan Bunguran Tengah setiap jam kerja mulai pukul 08 – 16.15 Wib.

Tim SAR Gabungan Evakuasi 14 Warga Sebadai Hulu, Akibat Teremdam Banjir

0

Batamtimes.co – Natuna – Tim SAR gabungan dibantu masyarakat berhasil melakukan evakuasi 14 warga Desa Sebadai Hulu, dengan selamat ketempat tinggi dan aman menggunakan perahu karet.

Terdiri dari lansia 3 orang, bayi 2 orang, anak-anak 5 orang dan wanita 4 orang, akibat terjebak di dalam rumah terendam banjir setinggi satu meter, Selasa (11/02/2020) pukul 15.00 Wib.

Komisi IX DPR-RI Dijadwalkan Kunjungi Natuna, Tinjau Kondisi Observasi WNI dari Wuhan

0

Batamtimes.co – Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna melalui bagian humas dan Protokoler dalam agenda kegiatan menjadwalkan kunjungan kerja Komisi IX DPR-RI ke Natuna selama tiga hari mulai Kamis – Sabtu (13-15 – 02- 2020) minggu ini.

Kedatangan Komisi IX DPR-RI bersama rombongan akan meninjau langsung penanganan 238 Warga Negara Indonesia (WNI) sedang menjalani observasi selama 14 hari. Di Hanggar Barat Pangkalan Militer Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepri.

Pemerintah memutuskan tidak memulangkan WNI eks ISIS di luar negeri

0

Jakarta – Pemerintah memutuskan tidak memulangkan WNI eks ISIS ataupun yang terlibat jaringan teroris lainnya di luar negeri. Hal ini didasari keputusan rapat dengan Presiden Jokowi di Istana.

“Pemerintah tidak ada rencana memulangkan teroris. Tidak akan memulangkan FTF (foreign terrorist fighter) ke Indonesia,” kata Menko Polhukam Mahfud Md di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020).

Mahfud mengatakan ada 689 WNI yang berada di Suriah dan Turki. Mereka, kata Mahfud, merupakan teroris lintas batas atau FTF.

Hasil rapat menyangkut teroris lintas batas, FTF, itu keputusan rapat kabinet tadi, pertama, apakah teroris yang ada di luar negeri ini jumlahnya 689 per hari ini warga negara Indonesia di Suriah, Turki, terlibat FTF itu akan dipulangkan apa tidak,” kata Mahfud.

Dari hasil rapat, pemerintah tidak akan memulangkan WNI yang terlibat jaringan teroris. Pemerintah tidak ingin mereka menjadi ‘virus’ bagi warga Indonesia.

“Keputusan rapat tadi pemerintah dan negara harus memberi rasa aman dari teroris dan virus-virus baru, terhadap 267 juta rakyat Indonesia karena kalau FTF pulang itu bisa menjadi virus baru yang membuat rakyat yang 267 juta merasa tidak aman,” ujarnya

 

(red/detik. Com)

Pemko Batan mempertahankan predikat B untuk hasil evaluasi SAKIP 2019

0

Batam- Pemerintah Kota Batam mempertahankan predikat B untuk hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) 2019. Meski masih di kategori B, dari sisi perolehan nilai ada peningkatan.

Pada 2019 nilai yang diperoleh Pemko Batam yakni 64,83 poin. Sedangkan pada 2018 laporan SAKIP Pemko Batam mendapat nilai 64,74 poin. Dan pada 2017 nilai yang diperoleh yaitu 61,05 poin.

Hasil evaluasi ini diserahkan langsung Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Tjahjo Kumolo dalam SAKIP Award 2019 Wilayah I di Hotel Radisson Batam, Senin (10/2).

“Evaluasi SAKIP ini dapat memetakan tingkat efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran yang merupakan hasil dari implementasi manajemen kinerja dan anggaran, berbasis kinerja secara berkesinambungan,” tutur Tjahjo.

Penilaian SAKIP pemerintah daerah dibagi menjadi 7 kategori. Yakni paling rendah D dengan rentang nilai 0-30. Kemudian kategori C untuk nilai 30-50, CC untuk nilai 50-60, B untuk nilai 60-70, BB untuk nilai 70-80, dan A untuk nilai 80-90. Adapun kategori tertinggi yaitu AA dengan hasil penilaian 90-100.

Pada hasil evaluasi SAKIP 2019, nilai tertinggi yang diperoleh pemerintah daerah wilayah I (meliputi Sumatra, Jawa Barat, dan Banten) adalah kategori A. Nilai A ini diperoleh Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Provinsi Jawa Barat.

“Ada beberapa langkah perbaikan SAKIP yang perlu dilakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan nilai hasil evaluasinya ini,” kata mantan Menteri Dalam Negeri tersebut.

Bagi pemerintah daerah yang masih mendapat nilai B maka perlu melakukan empat perbaikan. Pertama, penyempurnaan cascading kinerja hingga level individu. Kedua, penyelesaian target kinerja tingkat pemerintah daerah melalui kolaborasi seluruh organisasi peringkat daerah (OPD) atau cross-cutting program.

Selanjutnya, monitoring dan evaluasi berkala atas kinerja OPD untuk mendorong peningkatan kinerja. Dan terakhir, pemanfaatan aplikasi perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi.

Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi saat menyampaikan kata sambutan mengucapkan terima kasih karena telah memilih Batam sebagai lokasi acara. Meski ada isu seputar penyebaran virus corona, Rudi meminta peserta yang berasal dari berbagai daerah ini tidak khawatir. Karena berbagai upaya pencegahan dan antisipasi sudah dilakukan pihak berwenang.

“Semakin ramai yang datang ke Kota Batam semakin cepat jalan kami bangun. Pembangunan infrastruktur yang kami lakukan ini sesuai RPJMN. Insya Allah 2025 seluruh jalan Batam akan selesai lima lajur semua. Ini juga untuk mengundang investasi. Investasi kita kembangkan juga dengan memberi kemudahan kepada calon investor yang akan masuk,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga