8.6 C
New York
Wednesday, April 22, 2026
spot_img
Home Blog Page 881

BUMN Watch Minta Plt Dirut PLN Mundur dari Jabatan

0

Jakarta – Ketua Koordinator BUMN Watch Naldy Haroen meminta Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani mundur dari jabatan pasca terjadinya pemadaman listrik  pada Minggu siang hingga malam kemarin.

Disamping itu, kata Naldy, BUMN Watch mendesak agar jajaran direksi PLN dievaluasi secara menyeluruh. Karena, PLN adalah otoritas tunggal penyedia aliran listrik di Indonesia.

“Saya minta Plt Dirut PLN mundur dari jabatannya. Meski baru beberapa hari menjabat dia harus bertanggung jawab atas terjadinya pemadaman listrik kemarin,” kata Naldy Haroen kepada wartawan di Wannabe Caffe and Resto Jalan Ahmad Dahlan No 15, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (5/8/2019).

Menurut Naldy, menteri BUMN Rini Soemarno juga harus ikut bertanggung jawab atas terjadinya pemadaman listrik oleh PLN. Karena, lanjutnya, PLN dibawah pengawasan BUMN.

“Menteri BUMN juga harus ikut betanggung jawab terhadap kinerja anak buahnya,” ujar Naldy Haroen.

Dirinya meminta kepada masyarakat yang dirugikan atas pemadaman listrik tidak segan-segan melakukan upaya hukum atau menggugat PLN.

Tak hanya itu, dirinya mendesak PLN agar memberikan ganti rugi kepada masyarakat yang terdampak matinya listrik itu.

“Dalam pasal 29 ayat (1) dan ayat (2) Undang-undang (UU) No. 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan Juncto Pasal 6 Peraturan Menteri ESDM No. 27  tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya Yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (Persero), dengan tegas menyatakan PLN wajib memberikan kompensasi kepada Konsumen terdampak pemutusan aliran listrik,” pungkas Naldy Haroen.

Tadi pagi,  Presiden Joko Widodo meminta PT PLN (Persero) melakukan perbaikan dan evaluasi secepat-cepatnya atas kejadian gangguan listrik massal yang melanda Jakarta dan sebagian wilayah di Pulau Jawa pada Minggu, 4 Agustus 2019, kemarin. Secara tegas, ia tidak ingin hal serupa terjadi lagi di kemudian hari.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat dirinya menyambangi kantor pusat PT PLN (Persero) di Kebayoran Baru, Jakarta, Senin, 5 Agustus 2019. Presiden tiba sekitar pukul 08.45 WIB dan langsung menuju ruang rapat yang terletak di lantai dasar.

“Yang paling penting saya minta perbaiki secepat-cepatnya. Dari beberapa wilayah yang belum hidup segera dikejar dengan cara apapun agar segera bisa hidup kembali. Kemudian hal-hal yang menyebabkan peristiwa besar ini terjadi, sekali lagi saya ulang, jangan sampai kejadian lagi. Itu saja permintaan saya,” kata Presiden.

Turut mendampingi Presiden saat mengunjungi kantor pusat PLN antara lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian.

Ditempat yang sama, Plt Direktur Utama PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani dalam rapat tersebut menjelaskan bahwa penyebab mati listrik massal yang terjadi mulai pukul 11.48 WIB tersebut adalah akibat gangguan pada sistem transmisi saluran udara tegangan ekstra-tinggi (SUTET) 500 kilovolt (kV) Ungaran-Pemalang, Jawa Tengah. Ia juga memohon maaf atas lambannya proses perbaikan yang dilakukan pihaknya.

“Kami mohon maaf Pak, prosesnya lambat. Kami akui Pak, prosesnya lambat,” ucap Sripeni.

Setelah mendengarkan penjelasan Plt. Dirut PLN tersebut, Presiden mengingatkan bahwa seharusnya kejadian-kejadian seperti ini telah diantisipasi sebelumnya.

“Pertanyaan saya, tadi di penjelasannya panjang sekali. Pertanyaan saya, bapak, ibu semuanya ini kan orang pintar-pintar, apalagi urusan listrik sudah bertahun-tahun. Apakah tidak dihitung, apakah tidak dikalkulasi bahwa akan ada kejadian-kejadian sehingga kita tahu sebelumnya. Kalau tahu-tahu drop gitu artinya pekerjaan-pekerjaan yang ada tidak dihitung, tidak dikalkulasi dan itu betul-betul merugikan kita semuanya,” kata Presiden.

 

(red/Tanto)

Advokat FAMI minta PLN Penuhi Ganti Kerugian Warga Terdampak Pemutusan Listrik

0

Jakarta – Forum Advokad Muda Indonesia (FAMI) akan melakukan gugatan kepada PLN atas pemadaman listrik yang terjadi pada Minggu siang hingga malam 4 Agustus 2019.

Ketua Umum FAMI Zenuri Makhrodji mengatakan, kami mendapatkan banyak aduan dari warga terdampak pemutusan listrik, karena tanpa adanya pemberitahuan yang jelas, tiba-tiba dilakukan pemutusan listrik dengan rentang waktu yang cukup lama, bahkan hingga senin pagi masih ada sejumlah wilayah yang belum teraliri listrik secara normal.

Sekretaris FAMI Saiful Anam mengatakan, secepatnya FAMI akan melakukan gugatan class action bersama ratusan advokat.

“Kami sudah mendapatkan laporan dari masyarakat dalam waktu dekat ini kita akan melakukan gugatas class action atas kerugian yang dialami masyarakat selama pemadaman berlangsung,” kata Anam dalam siaran persnya Senin 5 Agustus 2019.

Dirinya menjelaskan, aduan terhadap PLN itu bisa melalui Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), aduan ke Ombudsman maupun Gugatan Class Action masyarakat ke Pengadilan.

“Sebab kerugian yang diakibatkan pemadaman itu bersifat materiil maupun imateriil,” tambah Anam.

Gugatan itu, lanjut Anam, tidak hanya dilakukan pada tingkat PLN pusat. Namun, gugatan juga dilakukan terhadap Kepala PLN wilayah.

“Terlebih regional Jawa Tengah kita akan lakukan gugatan kepadanya,” ujar Anam.

Masih menurut Anam, Pasal 29 ayat (1) dan ayat (2) UU No. 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan Juncto Pasal 6 Peraturan Menteri ESDM No. 27 tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya Yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (Persero), dengan tegas menyatakan PLN wajib memberikan kompensasi kepada Konsumen terdampak pemutusan aliran listrik,” pungkasnya.

Untuk itu pihaknya akan menghitung besaran kerugian yang diderita oleh masyarakat terdampak pemutusan aliran listrik dengan atau tanpa pemberitahuan tersebut.

 

 

(red/Tanto/Saiful anam)

Anggota Kabinet Kerja Galang Donasi untuk korban bencana Banten

0
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana berfoto bersama peserta Gathering Keluarga Kabinet Kerja “Solidaritas Tanpa Batas”, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/8) pag. (Foto: AGUNG/Humas)

Jakarta – Para menteri dan mantan menteri anggota Kabinet Kerja bersama keluarganya mengikuti acara Gathering Keluarga Kabinet Kerja “Solidaritas Tanpa Batas”, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/8/2019) pagi.

Acara ini dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ibu Negara Iriana, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Ibu Mufidah Kalla.

Dalam kesempatan itu Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengajak seluruh yang hadir untuk menggalang dana sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat yang sedang tertimpa musibah pada bencana gempa Banten, yang terjadi Jumat (2/8) malam.

“Jadi, nanti panitia akan memberikan kesempatan kepada bapak ibu untuk memberikan donasi, bisa ditransfer besok pada hari kerja juga gak apa-apa, e-banking langsung juga, mau masukin kotak nanti juga ada, sebagai bentuk solidaritas kita kepada saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah gempa,” kata Mensesneg.

Mensesneg pun tidak lupa mengajak mereka yang hadir untuk mendoakan agar masyarakat yang menjadi korban musibah tidak lagi berduka, dan meminta mereka untuk segera memberikan bantuan.

Selain dihadiri para menteri Kabinet Kerja yang saat ini menjabat, acara Gathering Keluarga Kabinet Kerja itu juga dihadiri oleh mantan menteri Kabinet Kerja di antaranya Khofifah Indar Parawansa, Anies Baswedan, dan Adrianov Chaniagi.

 

 

(red/setkab)

BMKG menegaskan gempa Megathrust 9,0 SR belum dapat diprediksi

0

Jakarta – Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali menegaskan, bahwa gempa besar berkekatan Magnitute 9,0 Skala Richter (SR) atau yang disebut dengan Megathrust hingga saat ini belum dapat diprediksi oleh siapapun: kapan, di mana, dan berapa kekuatannya.

Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang menanggapi berkembangnya berita yang viral di media sosial bahwa akan terjadi gempa besar berkekuatan Magnitute 9,0 pasca terjadinya gempa Banten Magnitue 6,9 SR.

“Masyarakat diimbau agar tetap tenang namun waspada dan tidak percaya kepada isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, dalam siaran persnya kemarin.

Menurut Triyono, gempa bumi terjadi akibat deformasi batuan yang terjadi secara tiba-tiba pada sumber gempa yang sebelumnya mengalami akumulasi medan tegangan (stress) di zona tersebut, pengaruh penjalaran stress untuk proses selanjutnya secara kuantitatif masih sulit untuk diketahui.

“Teori yang berkembang saat ini baru dapat menjelaskan bahwa sebuah gempabumi utama dapat membangkitkan atau memicu aftershocks dan masih sulit untuk memperkirakan gempa besar rentetannya seperti beberapa kasus gempabumi doublet, triplet (dua atau tiga kejadian gempabumi tektonik dalam waktu dan lokasi yang relatif berdekatan), dan seterusnya,” terang Triyono.

Yang lebih penting dan urgent, lanjut Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG itu, adalah melakukan langkah-langkah mitigasi terkait kesiapan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi.

“Siapkan bangunan rumah Anda sesuai dengan konstruksi aman gempa, siapkan perabotan-perabotan yang kuat dan dapat menjadi tempat perlindungan sementara saat terjadi gempa, siapkan jalur evakuasi yang aman di lingkungan tempat tinggal anda, selanjutnya agar terus berlatih untuk evakuasi mandiri, dan terus monitor “InfoBMKG” baik melalui sosial media, mobile appswebsite, ataupun kanal-kanal resmi BMKG,” pungkas Triyono.

 

 

(red/Humas BMKG)

 

Sekda Kepri membuka turnamen sepak bola Jurnalis Cup III Tahun 2019

0

BINTAN – Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H.TS Arif Fadilah membuka turnamen sepak bola Jurnalis Cup III Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh PSJK (Persatuan Sepak Bola Jurnalis Kepri) di Lapangan Sepakbola terbuka As Syura Kelurahan Gunung Lengkuas Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Sabtu (3/8).

Hadir pada kesempatan ini Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam, Kadis Pemuda dan Olahraga Provinsi Meifrizon, Kadis Pemuda dan Olahraga Kota Tanjungpinang Djasman, Lurah Sei Lekop Riswan beserta Perwakilan FKPD Kabupaten Bintan.

Dalam sambutannya, Sekda mengatakan pemerintah sangat mendorong kegiatan turnamen olahraga sepak bola, karena ini menjadi makna yang sangat baik dalam silaturahmi, yang selalu menjadi diperhatikan pimpinan dan orang tua terdahulu.

“Jadikan iven ini sebagai sarana silaturahmi dan prestasi. Mari kita sama-sama membangun dan memajukan dunia olahraga seperti yang dilakukan orang tua kita (Nurdin Basirun-red),” ujar Sekda.

Menurut Sekda, Kepri memiliki bibit-bibit atlit yabg andal yang menyebar di pulau-pulau. Dan setiap bulan selalu ada turnamen yang diselenggarakan dengan hadiah yang menggiurkan.

“Tumbuh kembangnya turnamen ini, menjadikan pembangunan yang baik bagi daerah. Teruslah berusaha dalam memajukan prestasi olahraga,” tambah Sekda.

Sekda juga mengapresiasikan PSJK atas terlaksananya iven Jurnalis Cup ini. Dan agar bisa dijadikan sebagai bukti keseriusan para jurnalis dalam membangun jiwa olahraga di Kabupaten Bintan dan di Provinsi Kepri pada umumnya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada sahabat-sahabat jurnalis, yang sudah terlaksana dalam 3 tahun ini memajukan turnamen olahraga bola kaki di Kepri. Dalam kesibukannya menulis berita dalam itu juga memperhatikan dan memberikan kontribusi dalam dunia olahraga,” tutup Sekda.

Sementara Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam juga berterima kasih kepada para jurnalis yang mengadakan iven ini di kabupaten Bintan. Dalmasri juga memohon maaf atas fasilitas yang belum memuaskan. Kedepan pemerintah kabupaten Bintan akan membangun pengembangan lapangan bola kaki yang lebih baik dengan penambahan perluasan lahan.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten mengapresiasi setinggi tingginya kepada teman-teman jurnalis yang melaksanakan iven di Bintan, dan permohon maaf kami atas fasilitas yang yang belum memadai. Kedepan tolong RT diminta perlebar lagi lahannya, agar kita bangun dengan maksimal nantinya lapangan bola kaki ini,” kata Dalmasri.

Ketua panitia penyelenggara Suryadi mengharapkan Pemerintah terus memberi perhatian terhadap ajang seperti ini. Jurnalis Cup III sendiri mengangkat tema ‘Junjung Tinggi Sportifitas dan Fair Play’.

 

 

(red/diskominfo)

Kepala BPS Provinsi Kepri Zulkipli : IHK dua kota se Provinsi Kepri Juli 2019 mengalami inflasi sebesar 0,60

0

TANJUNGPINANG – Perkembangan Index Harga Konsumen IHK dua kota se Provinsi Kepri pada Juli 2019 mengalami inflasi sebesar 0,60 persen atau sebesar 139,78.

Hal ini disampaikan Kepala BPS Provinsi Kepri Zulkipli pada Realease Berita Statistik BPS Provinsi Kepri, Jum’at (2/8/2019).

“Yang mana, indeks harga konsumen Kepri ini merupakan gabungan dari IHK kota Tanjungpinang yang mencapai 0,57persen dan kota Batam yang mencapai 0,61 persen pada Juli 2019,” ungkap Zulkipli.

IHK ini lanjut Zulkipli mengalami peningkatan jika dibandingkan IHK Kepri pada Juni 2019 yang mencapai 138,91.

“Sementara untuk tahun kalender dari Januari hingga Juli 2019 IHK Kepri mengalami inflasi sebesar 2,37 perse,”ungkap Zulkipli.

Menurut Zulkipli, inflasi ini disebabkan kelompok penunjang seperti bahan makanan yang mencapai 1,47 persen, Makanan Jadi, Minuman ,Rokok dan tembakau mencapai 0,12 persen, perumahan,air, listrik,gas dan bahan bakar mencapai 0,01 serta sandang mencapai 0,91persen.

“Sedangkan kelompok kesehatan mengalami penurunan 0,04 persen, pendidikan, rekreasi dan olahraga mencapai 0,00 persen dan transpor, komunikasi dan ja keuangan mencapai 0,90 persen,” tegas Zulkipli.

Sementara,untuk komoditas yang turut mengambil andil dalam mendorong inflasi pada IHK Kepri Juli 2019 yakni Cabai Merah mencapai 22,11 persen,Cabai Rawit mencapai 40,51persen, angkutan udara capai 4,19 persen,cabai hijau capai 23,73persen , ketimun capai 59,93 persen, bawang merah capai 8,42 persen, perhiasan emas capai 3,78 persen,nasi dengan lauk pauk capai 0,18 persen,tongkol capai 3,81persen dan kerupuk ikan 2,33persen.

 

(red/

Keanggotaan FKDB di SoyBeaN Indonesia jadi Peluang Pengembangan Tempe Ke Mancanegara

0

Jakarta – FORUM Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) menjadi salahsatu pendiri “SoyBeaN Indonesia” yang diresmikan berbarengan dengan “Indonesia Soy Food & Baverage Seminar” di Shangri-La Hotel, Jakarta, Minggu (3/8/2019).

Dalam kesempatan itu, Ketua 2 Bidang FKDB Cucup Ruhiyat dintunjuk sebagai Ketua Departemen Pembinaan IKM dan UMKM SoyBeaN Indonesia.

Dijelaskan Cucup, alasan SoyBeaN Indonesia memasukkan FKDB karena kami telah berhasil membina 75 UMKM tempe-tahu.

Menurut Cucup, keanggotaan FKDB di SoyBeaN Indonesia menjadi peluang besar untuk pengembangan tempe dan produk lainnya berbasis kedelai di masa yang akan datang ke mancanegara.

“Karena acara ini juga didukung oleh USDA & USSEC serta dihadiri oleh 250 peserta yang terdiri dari perwakilan Indonesia, Amerika Serikat, akademisi,  UMKM, dan industri pengolahan makanan & minuman berbasis kedelai,” pungkasnya.

 

 

(red/Tanto)

DPRD Natuna Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD 2020

0

Natuna (BT) Wakil Ketua I DPRD Natuna, Hadi Chandra, didampingi Wakil Ketua II, Daeng Amhar, memimpin rapat paripurna dengan agenda Penyampaian Pidato Pengantar Bupati Natuna Tentang Nota Keuangan Rancangan APBD Kabupaten Natuna Tahun Anggaran 2020, di ruang rapat paripurna DPRD Natuna, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Batu Hitam, Ranai, Natuna, Kamis, (01/08/2019) siang.

BMKG: Gempabumi Belum Dapat Diprediksi, Jangan Termakan Isu

0

Jakarta –  Terkait dengan berkembangnya berita yang viral di media sosial bahwa akan terjadi gempa besar berkekuatan M 9,0 pasca terjadinya gempa Banten M 6,9 maka.

BMKG memberikan keterangan resmi yaitu, Isu yang berkembang tersebut tidak benar, karena peristiwa gempa bumi hingga saat ini belum dapat diprediksi oleh siapapun: kapan, di mana, dan berapa kekuatannya.

Gempa bumi terjadi akibat deformasi batuan yang terjadi secara tiba-tiba pada sumber gempa yang sebelumnya mengalami akumulasi medan tegangan (stress) di zona tersebut, pengaruh penjalaran stress untuk proses selanjutnya secara kuantitatif masih sulit untuk diketahui.

Dikatakan, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Trisno, S. T. Dipl.Seis.,M.Sc yang menyampaikan melalui Rilis, Teori yang berkembang saat ini baru dapat menjelaskan bahwa sebuah gempabumi utama dapat membangkitkan atau memicuaftershocks dan masih sulit untuk memperkirakan gempa besar rentetannya seperti beberapa kasus gempabumi doublet, triplet (dua atau tiga kejadian gempabumi tektonik dalam waktu dan lokasi yang relatif berdekatan), dan seterusnya.Masyarakat diimbau agar tetap tenang namun waspada dan tidak percaya kepada isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Dan yang lebih penting dan urgent adalah melakukan langkah-langkah mitigasi terkait kesiapan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi.”paparnya

Siapkan bangunan rumah anda sesuai dengan konstruksi aman gempa, siapkan perabotan-perabotan yang kuat dan dapat menjadi tempat perlindungan sementara saat terjadi gempa, siapkan jalur evakuasi yang aman di lingkungan tempat tinggal anda, selanjutnya agar terus berlatih utk evakuasi mandiri, dan terus monitor “InfoBMKG” baik melalui sosial media, mobile apps, website, ataupun kanal-kanal resmi BMKG.

 

(red/BMMG)

 

WASI dan ribuan penyelam berhasil memecahkan GWR penyelam massal terbanyak

0

Sulut – Indonesia tampaknya patut berbangga hari ini, Sabtu (3/8/2019). Pasalnya, bangsa ini kembali menorehkan sejarah di hadapan dunia.

Wanita Selam Indonesia (WASI) dan ribuan penyelam berhasil memecahkan Guinness World Record (GWR) penyelaman massal terbanyak (Most People Scuba Diving) dengan 3131 peserta dan pembentangan bendera terbesar di bawah air (Largest Unfurled Flag Underwater) sepanjang 1014 meter.

Pengumuman rekor tersebut disampaikan Mrs. Solvej Malouf, selaku Guinness World Records Adjudicator. Seluruh peserta lantas bersorak mendengarnya.

Sebelumnya pada Kamis (1/8/2019), WASI dan ratusan penyelam telah berhasil memecahkan rekor rangkaian manusia terpanjang di bawah air (Longest Human Chain Underwater).

Ketua WASI Ibu Tri Tito Karnavian mengatakan, hari ini menjadi pengalaman yang luar biasa. Sebab ini adalah puncak kerja keras seluruh panitia selama satu tahun untuk mencatatkan tiga rekor selam sebagai kebanggaan Bangsa Indonesia di dunia internasional.

“Memang seharusnya kita punyai mengingat kita negara kelautan terbesar di dunia dengan kekayaan alam yang tidak ternilai,” ujarnya di Pantai Kawasan Megamas, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (3/8/2019).

Terlebih, ini bertepatan dengan momentum dimana Indonesia akan memasuki usia ke -74.

“Semoga ini menjadi hadiah paling indah di hidup kita yang kita persembahkan untuk negeri yang kita cintai,” tegas Ibu Tri.

Ibu Tri pun berharap agar tidak berhenti disini, namun menjadi motivasi bagi generasi lainnya untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia.

Tak lupa pada kesempatan tersebut, Ibu Tri menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh pihak yang terlibat. Tak terkecuali Polri, TNI, maupun komunitas selam seluruh Indonesia.

Di akhir kata, istri Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu mengimbau agar masyarakat menjaga laut dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Gunakan bahan plastik dengan bijaksana drngan tidak membuang sampah sembarangan,” tukasnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan kehadirannya di Manado untuk Rapat Koordinasi dengan seluruh Kapolda yang ada di Indonesia sekaligus berpartisipasi dalam acara WASI hari ini.

Kapolri lantas bercerita bahwa hobi menyelam istrinya itu bermula ketika dia ditugaskan untuk menjadi Kepala Kepolisian Daerah Papua. Di wilayah sana, banyak spot menyelam dengan pemandangan bawah laut yang luar biasa.

Dia sering mengajak istrinya ke laut untuk sekedar bersantai sejenak dari penatnya pekerjaan. Kala itu katanya Ibu Tri belum bisa berenang. Namun Kapolri mengatakan bahwa untuk menyelam, tidak perlu harus berenang.

“Saya ngajarin dia berenang, menyelam, semenjak itu karena memang alam yang sangat indah sekali di Raja Ampat, akhirnya istri saya ketagihan (menyelam),” ungkap Kapolri.

Mulai dari situ, Kapolri bersama istrinya berkeliling Indonesia untuk menikmati indahnya alam bawah laut yang dipenuhi biota beragam dan tidak ditemui di negara lain.

“Dari situlah kita mulai menyukai alam bawah laut dengan segenap kehidupan flora dan fauna-nya dan menyadari bahwa Indonesia adalah surga untuk bawah laut,” cerita Jenderal bintang empat itu.

Keinginan untuk menjaga indahnya alam bawah laut pun semakin kuat di benak istrinya. Hingga akhirnya seorang senior dari Angkatan Laut Buyung Lalana meminta istrinya untuk menjadi Ketua WASI.

“Di sini saya langsung bersedia dan kemudian mulai melakukan banyak kegiatan dan mulai makin merepotkan ibu-ibu,” celotehnya.

Singkat cerita, akhirnya WASI menginisiasi untuk merebut rekor selam yang harusnya dimiliki Indonesia sebagai negara yang memiliki garis pantai terpanjang dan biota laut yang banyak.

Dirinya pun tergerak dengan mengerahkan para personel untuk ikut dalam pemecahan rekor ini.

“Saya tahu ini semua untuk Indonesia, bangsa kita. Event-event seperti ini sepertinya kalau nggak dikoordinir dan paralel dengan organisasi sebesar Polri sepertinya akan sulit untuk dilaksanakan menarik 3000 orang lebih dalam waktu yang sama,” beber Kapolri.

Lagi pula dengan kegiatan ini, bukan hanya sebagai kebanggaan bangsa, namun juga untuk mempromosikan keindahan laut Indonesia kepada dunia internasional.

“Kenapa? Agar Indonesia bisa menjadi tujuan wisata laut karena kita negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17 ribu pulau, 65 persen diantaranya adalah laut,” Tandasnya.

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga