8.6 C
New York
Wednesday, April 22, 2026
spot_img
Home Blog Page 882

Peringati HUT YonKomposit 1/Gardapati Ke-I Gelar Donor Darah Pertebal Rasa Kemanusiaan

0

Natuna (BT) Markas Komando Batalyon Komposit I/Gardapati Natuna menggelar kegiatan donor darah dalam rangka peringatan HUT YonKomposit 1/Gardapati Ke-I, Dilaksanakan di Aula Gedung pertemuan Mako Yonkomposit, Sepempang Kecamatan Bunguran Timur, Ranai, Natuna, Kepri, Sabtu (03/08/2019) Siang.

Kecelakaan Tunggal Di Jalan Sungai Curing Batubi, Korban Masuk Parit Alami Luka-luka

0

Natuna (BT) Seorang pengendera motor Guttoyo (20) mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Sungai curing, Kecamatan Bunguran Batubi Jaya, Natuna, Kepri, Jumat (02/08/2019) sekira pukul 12.30 Wib.

Dinkes PPKB – PMI Tandatangani Kerjasama Pengelolaan Dana Hibah Peningkatan Pelayanan Donor Darah

0

Natuna (BT) Wakil Bupati Natuna melaksanakan penandatanganan kerjasama antara Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Natuna dengan PMI Kabupaten Natuna tentang pengelolaan Dana Hibah peningkatan pelayanan donor darah.

BP Batam Komit Tingkatkan Kualitas SDM Untuk Menguatkan Batam

0

Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam berkomitmen untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia agar mampu memenangkan persaingan global dan membangun Batam melalui aset yang dimiliki BP Batam. Hal tersebut disampaikan Anggota 1 / Deputi Bidang Administrasi dan Umum, Purwiyanto usai membuka acara Pengarahan kepada Pegawai P2K dan Peserta Tugas Belajar Tahun 2019.

Program ini merupakan program beasiswa S2 yang difasilitasi BP Batam untuk Pegawai yang lulus ujian masuk perguruan dan seleksi. Tercatat 29 Pegawai lolos uji dan akan menjalani program belajar S2 di Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Gadjah Mada dan Intitut Teknologi Bandung.

Purwiyanto mengatakan bahwa Batam merupakan daerah yang unik dan penuh tantangan. Menurutnyam, Batam memiliki pekerjaan yang tidak mudah dan lebih sulit bila dibandingkan dengan sejumlah Kementerian yang lain. Tantangan yang dihadapi Batam juga bukan tantangan yang mudah, melainkan persaingan dunia internasional yang harus dihadapi. Dirinya meyakini bahwa Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) atau pegawai didalam organisasi, secara otomatis akan menentukan arah pembangunan dan perkembangan daerah.

Program Belajar S2 bagi Pegawai ini, ia sangat diharapkan dapat menjadi langkah mencetak aktor-aktor pembangunan Batam selanjutnya yang mampu memenangkan tantangan persaingan global dan mampu mengoptimalkan pemanfaatan aset-aset yang telah dibangun BP Batam untuk mendukung pengelolaan dan pengusahaan kemajuan kawasan Batam.

“karena pesaing kita meningkat terus, jika kita tidak berlari mengejar maka terjadi penurunan kualitas. Kita harus bangun dari tidur. Kita harus menangkan persaingan. Malaysia saja SDMnya disekolahkan keluar negeri” Ungkap Purwiyanto.

Selain Program Belajar S2 dan pembenahan rekruitmen pegawai, dirinya juga ingin BP Batam melakukan pembinaan skills melalui pendidikan kilat atau diklat, capacity building, hingga pendidikan vokasi. Dukungan BP Batam terhadap dunia pendidikan sejalan dengan misi Kepala BP Batam Edy Putra Irawadi untuk mengembangkan industry jasa salah satunya jasa pendidikan.

“kita akan kembangkan pelabuhan Batu Ampar, dan selanjutnya penting segera dipikirkan SDM yang ahli dalam menjalankan peralatannya, karena nyatanya kita (Batam) belum ada.” Kata nya.

Purwiyanto juga mengharapkan kedepan dapat dibentuk program vokasi bagi umum untuk tenaga-tenaga khusus yang berSkills sesuai kebutuhan industri Batam saat ini, termasuk mendorong sekolah-sekolah vokasi baru dengan konsentrasi-konsentrasi khusus. Seperti, Kirana Angkasa Polytechnic yang akan hadir di Batam yang merupakan perguruan tinggi vokasi berfokus dibidang aero-marinne dan perbaikan pesawat (MRO). Ia mengharapkan akan tumbuh sekolah-sekolah vokasi baru yang dapat menghasilkan SDM yang menunjang industry nasional berkelanjutan.

 

(red/Humas Badan Pengusahaan Batam)

Kompetisi Nasional Media Piala Presiden Ajang Youtuber Hasilkan Karya Jurnalistik

0

Jakarta- Ketua Penyelenggara Piala Presiden Kompetisi Nasional Media Margiono menilai perkembangan media sosial menjadi platform baru menghasikan karya jurnalistik yang baik. Youtuber, yang biasa disebut content creator, menjadi salah satu profesi baru yang menjanjikan di dunia digital.

“Media sosial seperti Youtube itu kan platform baru, banyak juga masyarakat dan insan pers yang menggunakan itu sebagai tempat publikasi karya. Karya jurnalistik video dokumenter yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, makanya kami membuka kategori sendiri dalam penyelenggaraan Piala Presiden ini,” kata Margiono, di Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Panitia tidak memberikan batasan khusus mengenai karya di media sosial ini, baik durasi maupun teknis proses produksinya. Namun yang perlu diperhatikan, penghargaan atas kekayaan intelektual (HAKI) mutlal disyaratkan.

“Misalnya tidak boleh menggunakan cuplikan gambar-gambar tanpa seizin pemilik aslinya, “ kata Margiono.

Peserta kategori individu ini, dapat diikuti oleh insan pers profesional maupun kalangan mahasiswa dan masyarakat biasa.

Ditambahkan, ketentuan dasar Piala Presiden Kompetisi Nasional Media dirancang sederhana dan diharapkan tidak membatasi kreatifitas pembuatnya.

Karya Jurnalistik yang diikutsertakan telah dipublikasikan antara 1 Januari – 15 September 2019. Batas akhir pengiriman karya 17 September 2019. Karya Jurnalistik yang diikutsertakan tidak pernah dikirim ke kompetisi serupa, Peserta adalah media massa dan individu, Peserta individu hanya untuk kategori Artikel Opini Media Cetak/Siber dan Karya AudioVisual di Media Sosial, Khusus untuk Karya Audio-Visual di Media Sosial, belum pernah dipublikasikan di media
massa.

“Youtuber juga dapat mengirim karya lebih dari satu,” tutur Margiono.

Piala Presiden Kompetisi Nasional Media merupakan penghargaan atas karya jurnalistik lintas platform, berupa laporan jurnalistik, tajuk rencana, artikel opini, jurnalistik radio, televisi dan audio visual di media sosial. Penghargaan Piala Presiden akan diberikan kepada media massa maupun individu.

“Nilai tambahnya adalah karya yang memberi manfaat besar bagi pemerintah maupun masyarakat luas dalam menghadapi persoalan-persoalan krusial Bangsa Indonesia dewasa ini,” kata Margiono.

Kompetisi yang untuk pertama kali digelar ini direncanakan akan menjadi ajang tahunan kalangan media dan diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas dan peran media terhadap persoalan negara.

Gagasan menggelar kegiatan ini muncul dalam satu forum silahturahmi Presiden RI Joko Widodo dengan sejumlah tokoh media.

“Kami ingin apresiasi tersebut dilembagakan melalui pemberian Piala Presiden Kompetisi Nasional Media,” ujar Margiono.

Piala Presiden Kompetisi Nasional Media memiliki dua kegiatan utama, yakni pemberian award (penghargaan) terhadap karya jurnalistik dan serangkaian diskusi yang melibatkan kalangan media baik di tingkat nasional maupun di sejumlah daerah.

“Dua bentuk kegiatan utama ini menjawab apa yang menjadi tujuan dari penyelenggaraan ini yakni penghargaan pemerintah terhadap sumbangan media dalam bentuk karya jurnalistik sekaligus mendapatkan masukan pemikiran dari kalangan media untuk pemerintah,” tutur Margiono.

Piala Presiden Kompetisi Nasional Media untuk tahun 2019 mengambil tema yakni 1)Persatuan dan Kerukunan Bangsa, 2) Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Berkesejahteraan Sosial, 3) Pendidikan dan Pengembangan SDM di Era 4.0, 4) Pengembangan Industri Berbasis Pemanfaatan Teknologi Digital, serta 5) Pariwisata Sebagai Sektor Utama Ekonomi Nasional

Lembaga penyelenggara membentuk tim juri independen untuk memilih 3 karya terbaik untuk masing masing kategori lomba.

 

(redaksi)

Hadi Candra Hadiri Pembukaan Rapat Kerja Pemerintah Desa Tahun 2019 Di Gedung Sri Serindit

0

Natuna (BT) Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Natuna Hadi Candra, S.Sos menghadiri acara pembukaan rapat kerja Pemerintah desa Se-Kabupaten Natuna. Digelar Dinas Pemerintah Desa dan Kependudukan Catatan Sipil Provinsi Kepri, dilaksanakan di Gedung Serbaguna Sri Serindit Jalan Yos Sudarso, Batu Hitam, Ranai, Natuna, Kepri, Rabu (01/08/2019) pagi.

Sekda Kepri Arif : Operasi Teritorial TNI “Galang-01” menambah wawasan masyarakat

0

Tanjungpinang – Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah berterima kasih kepada TNI yang sudah melaksanakan kegiatan Opster TNI TA 2019 dan memilih Kepri menjadikan sebagai tempat kegiatan. Karena letak Provinsi Kepri yang strategis dan berbatasan langsung dengan negara tetangga.

“Pemprov Kepri terbantu dengan kegiatan ini yang langsung menyentuh ke masyarakat dan juga menambah wawasan masyarakat akan aturan dan peraturan,” kata Sekda saat Pembukaan Operasi Teritorial TNI “Galang-01” Tahun Anggaran 2019 di Lapangan Sepak Bola Gelora Latief Mahmud, Kel Sambau Kecamatan Nongsa Kota Batam, Senin (29/7).

Hadir pada Opster itu Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksda TNI Yudo Margono, Wadanlantamal IV Tanjungpinang Kolonel Laut (P) Imam Teguh Santoso, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak dan Kasrem 033 WP Kolonel TNI Jimmy Watuseke. Hadir juga Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad, Dandim 0316/Batam Letkol Inf Romel Jangga Wardana, Danlanud Hang Nadim Letkol Pnb Urip Widodo.

Sekda menambahkan, dengan luas wilayah Kepri yang 96 persen lautan maka perlunya masyarakat Kepri mendapatkan berbagai penyuluhan seperti Wawasan Kebangsaan, Keamanan Pelayaran, Penyeludupan/Kegiatan Ilegal, dan Bahaya Narkoba. Agar bisa mencegah dan terhindar dari hal-hal tersebut

Selain itu, kata Sekda, berbagai kegiatan juga dilaksanakan dalam Opster TNI TA 2019 seperti renovasi tempat ibadah, sarana fasum dan bakti sosial seperti pengobatan gratis, sunatan massal, dan pembagian sembako.

Pangkoarmada I Laksda TNI Yudo Margono mengatakan, Operasi Teritorial TNI TA 2019 yang dilaksanakan di wilayah kerja Lantamal IV merupakan suatu langkah dan tindakan wujud Darma Bakti TNI. Ini semua dalam membantu menangani permasalahan pengamanan wilayah perbatasan, membantu tugas Pemerintah di daerah dan membantu Pemerintah dalam pengamanan pelayaran terhadap pembajakan, perompakan dan penyeludupan serta mewujudkan kemanunggalan TNI-Rakyat

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelaksanaan pembinaan teritorial TNI dalam menangani permasalahan pengamanan di wilayah perbatasan sehingga diperoleh pencapaian tugas yang maksimal dan untuk mendukung kegiatan Pemerintah Daerah dalam menciptakan keamananan pelayaran dari pembajakan, perompakan, pencurian kapal dan mencegah penyeludupan narkoba, BBM, elektronik, rokok, minuman keras dan TKI Ilegal serta menanamkan Wawasan Kebangsaan kepada masyarakat,” kata Yudo.

Kegiatan ini, kata Yudo, dibagi dalam dua sasaran, yang pertama adalah sasaran fisik meliputi pembinaan ketahanan wilayah berupa renovasi tempat ibadah dan fasilitas umum. Yang kedua adalah sasaran non fisik meliputi komunikasi sosial yakni kegiatan penyuluhan tentang penyalahgunaan narkoba, wawasan kebangsaan, keselamatan pelayaran dan penyuluhan bidangperikanan dan hukum serta kegiatan bakti TNI berupa pengobatan umum, khitanan massal dan pembagian sembako

“Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk memotivasi masyarakat dalam bela negara untuk kelangsungan serta kesinambungan yang tergantung dari peran aktif masyarakat dan pemerintah setempat,” kata Yudo.

Operasi Teritorial TNI dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2019 sd 26 September 2019 atau selama 60 hari dan tempat pelaksanaannya di Kelurahan Sambau Kecamatan Nongsa dan Kelurahan Sembulang Kecamatan Galang Kota Batam

Sejak Januari – Juni tercatat jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 7,83 juta

0

Jakarta – Sepanjang tahun 2019 ini, terhitung sejak Januari hingga Juni tercatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia mencapai 7,83 juta kunjungan atau naik 4,01 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 7,53 juta kunjungan.

“Jumlah kunjungan wisman ini terdiri atas wisman yang berkunjung melalui pintu masuk udara sebanyak 4,52 juta kunjungan, pintu masuk laut sebanyak 2,11 juta kunjungan, dan pintu masuk darat sebanyak 1,19 juta kunjungan,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Dr. Suhariyanto dalam keterangan pers di Gedung BPS Lantai 3, Jl. Dr. Sutomo, Jakarta, Kamis (1/8) siang.

Khusus untuk Juni, menurut Kepala BPS, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada mencapai 1,45 juta kunjungan, mengalami kenaikan sebesar 9,94 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada Juni 2018 yang berjumlah 1,32 juta kunjungan. Demikian juga, jika dibandingkan dengan Mei 2019, jumlah kunjungan wisman Juni 2019 mengalami kenaikan sebesar 15,48 persen.

“Jumlah ini terdiri atas wisman yang berkunjung melalui pintu masuk udara sebanyak 832,19 ribu kunjungan, pintu masuk laut sebanyak 392,30 ribu kunjungan, dan pintu masuk darat sebanyak 229,64 ribu kunjungan,” jelas Suhariyanto.

Menurut Kepala BPS itu, secara kumulatif (Januari–Juni 2019), wisman yang datang dari wilayah ASEAN memiliki persentase kenaikan paling tinggi, yaitu sebesar 18,91 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan wilayah ASIA selain ASEAN memiliki persentase penurunan paling besar, yaitu sebesar 7,06 persen.

Sementara menurut kebangsaaan, kunjungan wisman yang datang ke Indonesia selama 2019 paling banyak berasal dari wisman berkebangsaan Malaysia sebanyak 1,60 juta kunjungan (20,47 persen), Tiongkok 1,05 juta kunjungan (13,43 persen), Singapura 925,8 ribu kunjungan (11,83 persen), Timor Leste 608,5 ribu kunjungan (7,77 persen), Australia 607,2 ribu kunjungan (7,76 persen).

Sedangkan khusus di bulan Juni, dari 1,45 juta kunjungan, wisman yang datang dari wilayah Timur Tengah memiliki persentase kenaikan paling tinggi dibanding Juni 2018, yaitu sebesar 37,95 persen, sedangkan penurunan terjadi pada wisman yang datang dari wilayah ASIA selain ASEAN, yaitu sebesar 6,51 persen.

Sementara menurut kebangsaaan, kunjungan wisman yang datang ke Indonesia paling banyak berasal dari negara Malaysia sebanyak 296,7 ribu kunjungan (20,41 persen), Singapura 185,3 ribu kunjungan (12,74 persen), Tiongkok 168,6 ribu kunjungan (11,60 persen), Australia 123,3 ribu kunjungan (8,48 persen), dan Timor Leste 102,2 ribu kunjungan (7,03 persen).

Tingkat Hunian Hotel

Meningkatnya tingkat kunjungan wisman ke Indonesia itu berdampak pada kenaikan tingkat hunian kamar hotel. BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Juni 2019 mencapai rata-rata 52,27 persen atau naik 0,23 poin dibandingkan TPK Juni 2018 yang sebesar 52,04 persen. Demikian pula, jika dibanding dengan TPK Mei 2019 yang tercatat 43,53 persen, TPK Juni 2019 mengalami kenaikan sebesar 8,74 poin.

“TPK tertinggi tercatat di Provinsi DI Yogyakarta sebesar 64,31 persen, diikuti Provinsi Sulawesi Utara sebesar 60,48 persen, dan Provinsi Bali yaitu sebesar 60,37 persen, sedangkan TPK terendah tercatat di Provinsi Maluku yang sebesar 30,19 persen,” jelas Dr. Suhariyanto.

Namun demikian, menurut Kepala BPS Dr. Suhariyanto, rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang di Indonesia mencapai 1,77 hari selama Juni 2019, terjadi penurunan sebesar 0,08 poin jika dibanding rata-rata lama menginap pada Juni 2018.  Begitu pula, jika dibandingkan dengan Mei 2019, rata-rata lama menginap pada Juni 2019 mengalami penurunan sebesar 0,16 poin.

“Secara umum, rata-rata lama menginap tamu asing Juni 2019 lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu Indonesia, yaitu masing-masing 2,71 hari dan 1,64 hari,” ungkap Suhariyanto.

Jika dirinci menurut provinsi, lanjut Suhariyanto, rata-rata lama menginap tamu yang terlama pada Juni 2019 tercatat di Provinsi Bali, yaitu 2,69 hari, diikuti Provinsi Sulawesi Utara 2,40 hari, dan Provinsi Maluku sebesar 2,26 hari, sedangkan rata-rata lama menginap tamu yang terpendek terjadi di Provinsi Jawa Tengah sebesar 1,24 hari.

 

 

(red/Humas BPS) 

Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijjah 1440 H pada Ahad 11 Agustus

0

Jakarta – Pemerintah menetapkan 1 Zulhijjah 1440H jatuh pada Jumat, 2 Agustus 2019. Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijjah 1440H bertepatan dengan hari Ahad, 11 Agustus 2019.

Ketetapan ini disampaikan oleh Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Muhammadiyah Amin mewakili Menteri Agama dalam jumpa pers usai Sidang Isbat Awal Zulhijjah 1440H yang dilaksanakan di Auditorium HM. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama Jln. MH Thamrin, Jakarta, Kamis (1/8) malam.

Sidang yang dipimpin oleh Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin dihadiri oleh perwakilan MUI, unsur pimpinan Komisi VIII DPR RI , sejumlah Duta Besar negara sahabat, perwakilan negara sahabat, sejumlah pimpinan ormas Islam, dan sejumlah pejabat di eselon I dan  II Kementerian Agama.

“Seluruh peserta Sidang Isbat bersepakat bahwa 1 Dzulhijjah jatuh pada Jumat, 2 Agustus 2019,” kata Muhammadiyah Amin.

Sebelum Sidang Isbat dilakukan, dari tim Hisab Rukyat Kementerian Agama menyampaikan paparannya tentang posisi hilal.

Penetapan posisi hilal berdasar hisab sudah berada di atas ufuk, yaitu 2 derajat 4 menit sampai dengan 3 derajat 57 menit.

Untuk konfirmasi atas informasi tersebut, dilakukan rukyatul hilal di  92 titik di wilayah Nusantara.

“Berdasar laporan yang kami terima, ada 10 titik yang melihat secara langsung hilal tersebut,” ungkap Muhammadiyah Amin.

Dirjen Bima Islam itu menilai, Sidang Isbat merupakan wujud kebersamaan Kemenag dengan Ormas Islam dan instansi terkait dalam menetapkan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah.

 

 

(red/Humas Kemenag)

FKDB Tak Setuju Ada Rektor Asing di NKRI

0
Keterangan foto Ayep Zaki Ketua umum FKDB

Jakarta – Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) mengaku tidak sependapat dengan rencana Menristekdikti Mohamad Nasir yang berwacana akan mendatangkan rektor dari luar negeri atau asing untuk mengisi jabatan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN)  yang sudah siap di Indonesia.

“Seorang rektor harus sangat paham dan mengimplementasikan Pancasila secara utuh. Kalau jabatan rektor diisi orang luar dia tidak akan paham dengan pengamalan pancasila. Jadi FKDB tidak ssetuju dengan rencana itu,” kata Zaki Kamis (1/8/2019).

Menurut Zaki, lembaga pendidikan dari mulai pendidikan usia dini hingga perguruan tinggi harus mengacu dan mengimplementasi 4 pilar. Lebih khusus pada Pancasila dan NKRI.

“Sehingga semua tenaga pengajar terutama Kepala sekolah dan rektor harus memahami apa yang terkandung dalam Pancasila itu,” ujarnya.

Masih menurut Zaki, akan rentan jika perguruan tinggi dijabat oleh seorang rektor yang berasal dari luar negeri. Di Indonesia ini, lanjut Zaki kita mempunyai banyak orang yang mampu dan punya kapasitas untuk menjadi rektor.

“Perguruan tinggi adalah dunia pendidikan tempat menimba ilmu anak-anak generasi bangsa. Mau jadi apa kalau rektornya dari luar negeri,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menristekdikti Mohamad Nasir menyatakan wacana ini bertujuan agar PTN RI bisa menembus 100 besar peringkat dunia.

“(Kita nanti tantang calon rektor luar negerinya) kamu bisa tidak tingkatkan ranking perguruan tinggi ini menjadi 200 besar dunia. Setelah itu tercapai, berikutnya 150 besar dunia. Setelah ini 100 besar dunia. Harus seperti itu. Kita tidak bisa targetnya item per item,” kata M Nasir, sebagaimana dikutip dari situs Setkab, Rabu (31/7/2019).

 

(red/Tanto)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga