8.6 C
New York
Friday, April 17, 2026
spot_img
Home Blog Page 911

Menkeu Sri Mulyani sebut hingga akhir Mei 2019, realisasi APBN masih relatif baik

0

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengemukakan, hingga akhir Mei 2019, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih relatif baik. Angka PMI (Purchasing Managers Index) masih di atas 50 dan penerimaan negara tumbuh sebesar 6,2% atau sebesar Rp728,5 triliun.

“Kalau dilihat dari aktivitas ekonomi, ada beberapa indikator yang menunjukkan ekonomi berjalan cukup baik. Ini terlihat dari  PMI (Purchasing Managers Index/Indeks Manajer Pembelian) Indonesia 51,6. Angka di atas 50 itu berarti masih ekspansi. Jadi ada kenaikan yang cukup signifikan dari sisi produksi, terutama manufaktur,” kata Menkeu dalam konferensi pers APBN KiTa (Kinerja dan Fakta), di Aula Djuanda gedung Juanda I Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (21/6).

Untuk konsumsi, lanjut Menkeu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) naik 128,2. Indeks tendensi bisnis juga positif. Secara umum, pelaksanaan APBN hingga 31 Mei 2019 adalah cukup baik. Sementara dari sisi penerimaan negara, tumbuh sebesar 6,2% atau sebesar Rp728,5 triliun, lebih tinggi dari bulan sebelumnya (mtm).

“Dari penerimaan negara, pertumbuhan penerimaan negara adalah 6,2%. Ini lebih baik dibandingkan bulan April sebesar 0,5%. Dari penerimaan perpajakan pertumbuhan sebesar 5,7%. Ini juga lebih baik dibandingkan bulan April yang lalu pertumbuhannya 4,7%. Jadi ada strong momentum. Untuk PNPB (Penerimaan Negara Bukan Pajak) pertumbuhannya sebesar 8,6%. Ini juga membaik dibandingkan bulan April yang mengalami kontraksi atau negative growth14,8%,” jelas Menkeu.

Sementara dari sisi belanja negara, Menkeu Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, terdapat peningkatan yang cukup signifikan karena alokasi bantuan sosial yang meningkat dibanding 2018. “Untuk belanja negara, penyerapan sampai akhir Mei tumbuh dibanding tahun lalu sebesar 9,8%,” ujarnya.

Adapun angka realisasi defisit hingga Mei, menurut Menkeu, sebesar negatif 0,79 terhadap PDB. Sedangkan keseimbangan primer mendekati 0 atau defisit sebesar Rp0,4 triliun. Posisi utang pemerintah masih di level 29,72% dari PDB.

 

(red/Humas Kemenkeu)

Tiba di Bangkok, Presiden Jokowi Langsung Adakan Pertemuan dengan PM Thailand

0

Jakarta – Indonesia dan Thailand diyakini dapat membangun kerja sama yang baik, tidak saja untuk kepentingan bilateral, namun juga untuk ASEAN dan dunia.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika mengadakan pertemuan bilateral dengan PM Thailand Prayut Chan-o-cha di sela-sela pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-34 ASEAN. ”Saya mendukung penuh keketuaan Thailand di ASEAN tahun ini,” ucap Presiden.

Dalam pertemuan yang dihelat di Hotel Athenee Bangkok ini, Presiden Jokowi dan PM Prayut Chan-o-cha membahas tiga isu, yaitu satu isu bilateral dan dua isu ASEAN. Terkait isu bilateral, Presiden Jokowi menyampaikan rasa senangnya melihat kerja sama bilateral kedua negara.

Kedua pemimpin sepakat meningkatkan kerjasama perdagangan dan investasi serta menghilangkan hambatan perdagangan.

Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin secara khusus membahas perdagangan dua komiditi, yaitu CPO dan karet. Indonesia menyampaikan apresiasi kepada Thailand atas dukungan kepada Indonesia dan Malaysia dalam melawan diskriminasi terhadap CPO.

Indonesia juga menghargai kerjasama Thailand untuk bersama-sama dapat meningkatkan harga karet dunia.

Untuk Kerja sama Indo Pasifik, Presiden Jokowi menyampaikan pernghargaan atas dukungan Thailand terhadap Konsep Outlook ASEAN mengenai Indo Pasifik.

Isu terakhir yang disampaikan Presiden Jokowi adalah perkembangan Rakhine State.

Indonesia menyampaikan pentingnya laporan Preliminay Needs Assesment (PNA) untuk segera ditindaklanjuti. Selain itu, Presiden Jokowi menyampaikan pentingnya situasi keamanan yang lebih baik di Rakhine State sehingga proses repatriasi yang sukarela, aman, dan bermartabat dapat dilakukan.

Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, dan Duta Besar Indonesia untuk Thailand Ahmad Rusdi.

 

(red/Biro Pers Istana Kepresidenan)

Perayaan HUT DKI 2019 Paling Meriah, Anies Ingin Wujudkan Kesetaraan dan Kesejahteraan, Jakarta Wajah Baru di Balik Bayang-bayang Silpa 2018 yang Tinggi dan Kabar Suram Tunggakan Rusunawa yang tak Kunjung Bersolusi

0

Oleh : Rival Achmad Labbaika Alhasni Ketua Umum Aliansi Jurnalistik Online (AJO) Indonesia.

Jakarta (BT) – Minggu 24 Maret 2019, Anies Sumringah saat peresmian beroperasinya Moda Raya Terpadu (MRT) Fase I di Bundaran HI, Jakarta.

Beroperasinya Moda Raya Terpadu (MRT) menjadi momentum besar bagi mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang kini menjabat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Soal wajah baru DKI Jakarta, Anies mengatakan, wajah baru yang dimaksudnya tak sebatas penampilan fisik perkotaan Jakarta, melainkan juga perubahan pola pikir dalam merumuskan kebijakan bagi warga Jakarta.

“Kebaruan itu bukan hanya aspek fisik yang terlihat, tetapi juga di aspek mindset, cara berpikir, cara melihat, dan cara mengambil keputusan tentang kebijakan-kebijakan baru yang kita lakukan di sini,” kata Anies di Monas, terkait Hari Ulang Tahun ke-492 DKI Jakarta yang diperingati pada hari ini, Sabtu (22/6/2019).

Anies menyebutkan, saat ini memang sudah ada ikon-ikon yang menggambarkan wajah baru Jakarta.

Seperti diketahui sebelumnya Anies Baswedan meresmikan tiga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

Ketiga jembatan yang diresmikan itu yakni JPO Bundaran Senayan, JPO Glora Bung Karno (GBK) dan JPO Polda Metro Jaya, tiga JPO yang didesain dengan gaya artistik yang unik dan Instamable.

Atau jika kita sedikit mundur ke belakang dari ide Anies dan Joko Avianto saat bertemu di Frankurt Boom Fair pada Oktober 2015 lalu.

“Salah satu yang ditunjukan disana adalah karya bambu dari mas Joko. Lalu saya minta untuk membuat instalasi di Jakarta,” ucap Anies.
Anies ingin menunjukan bahwa di Tanah yang paling mahal telah terpasang instalasi material paling termurah di Indonesia.
“Tetapi lewat kreativitas tangan pak Joko Avianto, material yang tak bernilai itu menjadi karya seni yang tak ternilai. Itu pesan yang ingin disampaikan,” ucap Anies.

Kamis, 16 Agustus 2018, Anies Meresmikan Karya Joko Avianto Bambu Getah Getih ini dan menjadi ikon baru yang berada di Bundaran HI, yang berderetan dengan Patung Selamat Datang, Patung Arjuna Wiwaha dan Patung Jendral Sudirman

Terkait warga DKI Jakarta dalam hal kesejahteraan Anies menegaskan, . “Mereka yang posisinya masih di bawah diberikan fasilitas untuk bisa tumbuh berkembang lebih cepat agar setara dengan yang lainnya,” ujar Anies.

Anies mengatakan, beberapa program yang dilaksanakan Pemprov DKI untuk mewujudkan hal itu antara lain penyediaan transportasi umum yang terintegrasi, kuota khusus bagi pemegang kartu KJP Plus, dan penyediaan kartu pekerja.

Perayaan tahun ini dinilai sebagai perayaan paling meriah. Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) DKI Jakarta menyebut anggaran untuk perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-492 DKI Jakarta mencapai Rp 20 miliar. Menurut Edy, nilai yang mencapai Rp 20 miliar itu baru yang dianggarkan Disparbud. Nilai itu belum termasuk berbagai perayaan lainnya terutama yang diselenggarakan di tingkat kota.

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo Senin (22/6/2019), di Gedung DPRD DKI Jakarta, mengingatkan Pemerintah Provinsi dan DPRD DKI Jakarta agar bertindak cermat dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020.

Mendagri Tjahjo mengatakan, Pemprov dan DPRD DKI mesti cermat supaya anggaran yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan daerah. “Perencanan, penganggaran, dan memastikan program harus menjadi kata kunci karena DKI salah satu provinsi yang tahun 2018 Silpa-nya cukup tinggi,” kata Mendagri

Silpa merupakan singkatan dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan. Tjahjo menyayangkan Silpa DKI Jakarta yang disebutnya mencapai angka Rp 2 triliun. Tjahjo juga mendorong DPRD DKI mengawasi penggunaan anggaran supaya angka Silpa tidak terlampau tinggi. “Saya kira antara perencanaan, antara penganggaran, memastikan program itu berjalan dan fungsi pengawasan DPRD harus jalan.

Mendagri yakin akan Pemprov DKI akan bisa memaksimalkan tahun anggaran di 2020 khususunya diawali dengan penyerapan tahun 2019 ini,” Tjahjo pun mengingatkan Pemprov dan DPRD DKI hati-hati dalam menyusun program tahun anggaran 2020, khususnya menyangkut dana hibah dan bantuan sosial yang rawan korupsi.

Jika kita menarik diri ke bulan September 2018, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta menyebut jumlah tunggakan penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa) jumlahnya dapat mencapai Rp 27 miliar. Biaya sewa yang relatif rendah ternyata tidak menjadi solusi terbaik.

Diketahui tunggakan rusunawa dikasifikasikan menjadi empat meliputi, tunggakan retribusi sewa, tunggakan listrik, ada tunggakan air, dan ada denda tunggakan. Selebihnya untuk tunggakan itu, diwajibkan atas penghuni untuk melunasi. Berkaitan dengan tunggakan retribusi sewa itu wajib dibayar oleh masyarakat penghuni rusun, Sesuai Pergub 111 bila melakukan keterlambatan maka ada denda tunggakan yang diwajibkan terhadap penghuni.
Tunggakan yang ada sejauh ini berasal dari mayarakat umum dan masyarakat yang terprogram oleh pemerintah. Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI Mohamad Ongen Sangaji mendesak Anies Baswedan untuk segera mengeluarkan regulasi. Enggan menabrak regulasi Pemda DKI Jakarta tak kunjung mengeluarkan Pergub terkait Pemutihan Tunggakan Rusunawa yang sudah disarankan.

Terkait sambutan Bapak Anies dalam rangka Perayaan HUT DKI Jakarta di Bundaran HI, mengenai menghadirkan keadilan dan kesetaraan dalam kebijakan. Keputusan Gubernur 24 Mei 2019 lalu cukup mengejutkan.

Anies menetapkan tambahan penghasilan selain kepada PNS, tambahan penghasilan juga termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur, yang menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir, sebagai Gubernur Bapak memiliki hak prerogatif ketika mencapai target pendapatan, dapat pendapatan tambahan.
Hak penghasilan tambahan itu hanya dinikmati pegawai BPRD serta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI.

Aturan yang ditanda tangani Anies tersebut untuk menetapkan tunjangan hari raya (THR) dan tambahan penghasilan bagi pegawai Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI. “Itu (aturan) ketika pajak mencapai target diatur, jadi sebagai jasa prestasi, kebetulan kemarin berbarengan dengan tunjangan hari raya.

Berada ditengah kemeriahan perayaan HUT DKI Jakarta di Bundaran HI, justru serasa sepi, karena kesetaraan dan kesejahteraan yang Bapak Gubernur Anies Baswedan maksud tak mampu saya pahami, apalagi jika menyangkut MRT dan infrastruktur lainnya selain JPO dan trotoar, terlalu sulit bagi saya menafikan campur tangan pemerintah pusat, yang terlalu terasa dalam mengubah “Wajah Baru Ibukota” ini. Apalagi jika bicarakan program pemprov DKI masih dihantui nilai SILPA yang tinggi dan perlu diingatkan oleh Mendagri hingga tunggakan Rusunawa yang hampir senilai dengan biaya perayaan yang meriah ini.

Namun tak apa karena setidaknya ada beberapa ikon untuk ber-swafoto yang Instamable.Selamat Ulang Tahun Jakarta ku…Kota Yang Indah Dipandang Jika Kita Berada “Diatas”.[Celebestopnews.com]

 

 

Sungai Meluap, Puluhan Rumah Di Sebadai Ulu Terendam Banjir

0

Natuna (BT) Sejumlah rumah di Dusun I Desa Sebadai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Ranai, Natuna, terendam banjir, Sabtu (22/06/2019).

Presiden Jokowi Tiba di Bangkok

0

Bangkok – Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan rombongan tiba di Bandara Militer Don Mueang, Bangkok, Thailand, pada Sabtu, 22 Juni 2019, pada pukul 11.25 waktu setempat.

Kedatangan Presiden ke Thailand kali ini dimaksudkan dalam rangka menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-34 ASEAN.

Setibanya di Bangkok, Presiden dan Ibu Iriana disambut Deputi Perdana Menteri Thailand Urusan Legal Wissanu Krea-ngam dan Duta Besar Indonesia untuk Thailand Ahmad Rusdi.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyambut Presiden dan Ibu Iriana di lobi hotel tempat menginap selama berada di Bangkok.

Serangkaian agenda telah menanti Presiden di hari pertama kunjungan ini. Di antaranya, pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Thailand, State Counsellor Myanmar, dan Perdana Menteri Vietnam yang akan dilaksanakan sebelum pelaksanaan KTT ASEAN ke-34 di Bangkok.

 

(red/ Biro Pers Istana Kepresidenan)

Sofyan Djalil meminta Walikota Batam untuk mendata kepemilikan bidang tanah yang terdapat di 37 titik Kampung Tua

0

Batam- Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN, Sofyan Djalil meminta Walikota Batam, Muhammad Rudi segera mendata kepemilikan bidang tanah yang terdapat di 37 titik Kampung Tua.

Katanya, data nominatif atau kepemilikan yang dibuat olah Walikota akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengeluarkan sertifikat hak milik lahan Kampung Tua.

Ia ingin siapa yang menerima sertifikat adalah betul-betul orang yang berhak. Berdasarkan data yang disampaikan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batam luasan Kampung Tua di 37 titik 11.033.153 M2.

Dengan perkiraan jumlah bidang 42.970 bidang, jumlah bangunan 17.655 dan jumlah kepala keluarga 21.180. Sementara untuk tanah yang telah menjadi fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) yang sudah ada di Kampung Tua, maka status sertifikat adalah hak pakai atas nama Pemerintah Daerah (Pemda). Sementara untuk masyarakat yang berada di sepadan pantai, akan diberikan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB).

“Pertemuan kita pagi ini menindaklanjuti perintah Presiden tentang pelepasan Kampung Tua yang ada 37 titik. Prinsipnya setelah dipetakan oleh BPN, luasannya 11.033.153 M2. Walikota akan melakukan identifikasi kondisi di lapangan dan membuat daftar keputusan tentang siapa yang berhak menerima,” sebut Sofyan Djalil, Jumat (21/6) dalam rapat koordinasi Penyelesaian Legalisasi Kampung Tua Kota Batam.

Dari luasan 11.033.153 M2 Kampung Tua, menurutnya ada kawasan hutan lindung seluas 298.232 M2, DPCLS seluas 210.599 M2, HPL, 1.849.718 M2 dan alokasi PL 3.807.729 M2. Ia mengatakan, untuk kawasan hutan lindung dan DPCLS yang ada di Kampung Tua akan menjadi urusannya dengan Kementrian Kehutanan. Untuk HPL dan PL, ia meminta Badan Pengusahaan (BP) Batam yang menyelesaikan.

Dari ekspos Kampung Tua yang disampaikan Kepala BPN Kota Batam, Askani bahwa dari dari 37 titik Kampung Tua 25 titik hampir barada d sepadan pantai. Dan dari 37 titik tersebut, hanya 3 yang clear tidak ada kawasan hutan, PL dan HPL yakni Kampung Tua Tanjung Riau, Sei Binti dan Tanjung Gundap.

Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan akan segera membuat tim untuk mengindentifikasi pemilik bidang di 37 titik Kampung Tua. Ia mengatakan bahwa luas bidang Kampung Tua tidak akan bertambah. Rudi juga siap untuk segera menyerahkan data yang diperlukan oleh Kementrian ATR/BPN. Tak lupa Rudi menyampaikan ucapan terimakasih kepada Menteri ATR/BPN yang telah hadir ke Kota Batam untuk menyelesaikan persoalan Kampung Tua.

“Datanya ada pada kami. Dan saya pastikan yang tinggal di Kampung Tua adalah warga Batam dan mereka sudah menetap di sana sebelum BP Batam ada. Untuk luas bidang bertambah mungkin tidak, kemungkinan bekurang,” jelasnya.

Sementara untuk status Kampung Tua apabila telah dikeluarkan dari wilayah kerja BP Batam, menurut Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady akan tetap diusulkan agar Kampung Tua tetap dapat menikmati fasilitas Free Trade Zone (FTZ). Ketentuan ini akan dimasukkan kedalam salah satu pasal yang ada dalam PP Nomor 10 Tahun 2012.

Gubernur Provinsi Kepri, Nurdin Basirun dalam ucapan selamat datangnya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Menteri ATR/BPN yang telah datang ke Batam untuk menyelesaikan legalitas Kampung Tua. Penyelesaikan ini menurutnya bentuk komitmen Presiden RI yang berjanji menyelesaikan persoalan Kampung Tua dalam waktu tiga bulan. Katanya, saat kunjungan kerja Presiden ada dua hal yang dibahas, Kampung Tua dan pembangunan jembatan Batam-Bintan.

“Masyarakat juga harus saling membantu dan mendorong sehingga proses menguraikan permasalahan Kampung Tua bisa cepat terselesaikan. Atas nama masyarakat Kota Batam kami mengucapkan terimakasih kepada Pak Menteri yang sudah datang untuk menyelesaikan persoalan ini,” sebut Nurdin.

Turut hadir dalam Rakor Penyelesaian Legalitas Kampung Tua ini Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad, Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Batam, Asisten, pimpinan OPD dan camat di lingkungan Pemko Batam.

Dalam Rakor itu juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Tentang Penyelenggaraan Pengembangan dan Pemanfaatan Data Informasi dan Infrastruktur Geospasial Pertanahan untuk Pembangunan di Bidang Penataan Ruang Kota Batam Antara Kepala Kantor Pertanahan Kota Batam dengan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam. Dan Perjanjian Kerjasama Pengintegrasian Data Pertanahan dengan Pajak Bumi dan Pembangunan Perdesaan Perkotaan dan Bea Perolehan Atas Tanah dan Bangunan di Kota Batam antara kepala BP2RD Kota Batam dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Batam. Penandatanganan Perjanjian Kerjasama ini disaksikan oleh Menteri ATR/BPN, Gubernur, Walikota, Wakil Walikota Batam, Ketua DPRD Kota Batam dan Anggota FKPD Kota Batam.

 

 

(red/HP/GM)

Kasatlantas Polres Natuna Serahkan Bantuan Korban Lakalantas Sambut HUT Bhayangkara ke 73

0

Natuna (BT) – Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Natuna, Iptu Zubaidah menyerahkan bantuan kepada keluarga salah satu Muazin pengurus Mesjid Agung Ranai. Korban kecelakaan lalu lintas beralamat di Jalan Datuk Kaya Mohammad Benteng, Batu Kapal, Ranai, Natuna, Sabtu (22/06/2019).

Kapolres Natuna Donor Darah, Sambut HUT Bhayangkara Ke-73

0

Natuna (BT) Kapolres Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto, S.I.K ikut mendonorkan darahnya dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-73 yang digelar di Mapolres Natuna Jalan Adam Malik, Bandarsyah, Ranai, Natuna, Sabtu (22/06/2019) pagi,

Bursa Calon Pilkada Natuna, Siswandi : Masih Terlalu Dini Diputuskan, Jika Tuhan Berkehendak Akan Siap Maju

0

Natuna (BT) – Bursa calon Kepala Daerah Tahun 2020 semakin ramai diperbincangkan di Media Sosial maupun ditengah masyarakat Natuna. Nama Siswandi salah satunya yang masih menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Natuna itu digadang-gadang akan menjadi salah satu Kandidat di Pilkada 2020.

Memasuki usia ke-58 tahun, Presiden diberikan Kejutan Kue ulang Tahun dari wartawan

0

Jakarta – Kejutan ucapan selamat ulang tahun ketiga untuk Presiden Joko Widodo adalah saat salah satu wartawan istana, Putri Lukman, membawakan kue ulang tahun ketika berada di sebuah rumah makan yang berada di kawasan bandara.

“Ini dari teman-teman wartawan. Boleh ditiup dong Pak,” sambung Putri.

Melihat kejutan tersebut, Presiden bukannya meniup namun tersenyum dan mengipasi api di atas lilin dengan menggunakan tangan, sambil mengatakan,”Saya itu tidak pernah merayakan ulang tahun. Jadi jangan ada yang mengulangtahuni,” kata Presiden.

Memasuki usia ke-58 tahun, Presiden berharap agar bangsa Indonesia ke depan semakin maju. Selain itu, Presiden juga akan mengevaluasi capaian-capaian pemerintah selama lima tahun lalu.

“Kita ini harus mulai merenung apa yang harus kita kerjakan untuk bangsa ini lima tahun ke depan,” ucap Presiden.

“Yang sudah dikerjakan lima tahun yang lalu dikoreksi, dievaluasi, kemudian ke depannya kita perbaiki,” tuturnya.

 

(Berita & Foto: BPMI)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga