8.6 C
New York
Friday, April 17, 2026
spot_img
Home Blog Page 914

Pemko Batam akan tambah dua SMP N di Kecamatan Sagulung

0

Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan tambah dua sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Kecamatan Sagulung.

Dua sekolah ini dibuka untuk mengakomodir calon siswa yang tak tertampung di sekolah negeri pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019/2020 di Kecamatan Sagulung. Rencananya, dua SMP ini akan dibangun tahun 2020 di Kelurahan Sei Lekop dan di Kelurahan Sagulung Kota.

“Dari sistem zonasi ada hampir 500 anak di Sagulung yang tak tertampung. Mereka ini yang tidak mendaftar ke swasta. Sementara di aturan, tiap sekolah hanya boleh 11 rombongan belajar (rombel). Tiap rombel maksimal 32 siswa. Supaya tak melanggar, tak ada jalan lain, kita buka sekolah baru,” kata Walikota Batam, Muhammad Rudi usai pertemuan dengan orangtua murid di SMPN 9, Senin (17/6).

Penambahan dua sekolah baru ini dinilai bisa menampung 400-an siswa tersebut. Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Batam, Andi Agung mengatakan dua sekolah ini akan dibangun di Kelurahan Sei Lekop dan Sagulung Kota. Dua unit sekolah yang akan dibangun ini menurutnya adalah SMPN 60 dan SMPN 61. Tahun ini rencana pembangunan sekolah ini akan dimasukkan dalam e planning.

Hingga pembangunan dua unit sekolah baru itu terealisasi, sementara anak-anak yang tak tertampung di SMPN 27 sei Lekop akan menumpang di SD Negeri 010 Sei Lekop. Sedangkan sekolah baru di Sagulung Kota nantinya untuk calon siswa yang tak diterima di SMPN 9 akan menumpang di salah satu SD di Kelurahan Sagulung Kota.

“Di Sagulung ada sembilan SMP negeri. Yang masalah, SMPN 9 kelebihan yang tak tertampung 231 orang, SMPN 27 tak tertampung 238 orang, SMPN 37 ada 90 anak, SMPN 50 ada 41 orang. Kalau dihitung seluruhnya 709 orang yang tak tertampung,” papar Andi.

Sekolah baru ini dirasa solusi paling tepat untuk di Sagulung. Khususnya untuk menyelesaikan masalah di SMPN 9 dan 27. Karena penambahan rombel di dua sekolah itu tetap menyisakan ratusan anak.

“SMPN 27 sudah sembilan rombel. Dalam aturan maksimal 11 rombel. Kalaupun tambah dua rombel masih ada yang tak tertampung 158 orang. Begitu juga SMPN 9, hanya bisa tambah dua rombel. Masih tak tertampung 151 siswa,” ujarnya.

Sedangkan untuk sekolah lainnya diselesaikan dengan penambahan rombel. Seperti di SMPN 21, SMPN 37, dan SMPN 50.

Kepala SMPN 38 Batam, Alfida Hasan pada kesempatan tersebut meminta pemerintah menambah dua ruang kelas baru (RKB) di sekolahnya. Karena menurutnya lokal yang ada sekarang tidak mencukupi apalagi apabila ada penambahan rombel.

“Kami sendiri sudah menolak 70 siswa, termasuk limpahan dari SMPN 9 sebanyak 32 orang. Kalau RKB tambah, bisa tambah rombel. Ruangan kami lima. Kalau tambah rombel, ruangan tak ada. Tambah dua saja jadilah Pak. Tahun depan kami pikirkannya. Kami tak berani dua sif karena khawatir anak kami diganggu punk sore hari,” tuturnya di hadapan Walikota.

 

 

(red/hms/GM)

Haidar Alwi: Pemilu Sudah Usai, Tugas Kita Bangun Bangsa 

0

Jakarta – Penangung Jawab Tunggal Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) Haidar Alwi menilai, perhelatan pesta demokrasi telah berlalu kemudian disambut dengan bulan suci Ramadhan. Dan, hari kemenanganpun membuat kita saling maaf memaafkan antara sesama umat manusia.

Kata dia, pemilihan legislatif dan pemilihan presiden bisa berjalan serentak secara aman dan damai. Negara-negara di duniapun memberi apresiasi atas keberhasilan pemilihan umum serentak di Indonesia.

“Apresiasi itu bukan sekedar karena pemilu berjalan dengan damai dan aman. Negara-negara di dunia beranggapan pemilu serentak di Indonesia bukanlah persoalan yang mudah karena mempunyai kerumitan tersendiri. Tetapi, Republik Indonesia dapat melakukannya dengan baik,” ujarnya Rabu (19/6/2019).

Sekarang, tugas rakyat Indonesia setelah pemilihan legislatif dan pemilihan presiden adalah menatap masa depan Indonesia. Bergandengan tangan membangun bangsa demi masa depan anak cucu kita adalah langkah yang terbaik untuk dijalankan bersama.

Menurut Insiator Gerakan #2022GantiGabener ini, membangun masa depan bangsa dan negara tidak bisa dibangun dengan dendam apalagi dengan kebencian. Tetapi, semangat kebersamaan yang didasari sila ke tiga pancasila ‘Persatuan Indonesia’ adalah bagian terpenting untuk dijadikan dasar membangun bangsa dan negara ini.

“Tidak perlu lagi mengujar kebencian, fitnah dan sumpah serapah. Karena, kita semua tau bahwa; “langit tidak perlu menjelaskan dirinya lebih tinggi dari awan. Dan, sampah tidak perlu menjelaskan dirinya kotor,” jelas Haidar Alwi.

Lebih lanjut dikatakanya, marilah kita bersatu membangun bangsa dan negara ini. Jangan jadikan bangsa dan negara ini musuhmu. Kalaupun, bangsa dan negara ini adalah  musuhmu maka; janganlah mencoba mengalahkannya dengan sumpah serapah, fitnah dan ujaran kebencian.

“Tetapi, kalahkan musuhmu dengan penuh cinta,” pungkas Haidar Alwi.

 

(red/Tanto)

Terbukti di 16 Provinsi, FKDB Yakin Pupuk Batu-bara Tingkatkan Produksi Pertanian

0

Jakarta – Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) Bursa Tani terus meningkatan produktivitas pertanian. Salah satunya dengan menggunakan pupuk yang tepat, sehingga dengan luasan sawah yang tetap, bisa menghasilkan panen yang lebih tinggi.

“Pupuk yang dimaksud adalah dengan menggunakan pupuk batu bara, sebanyak 30 persen, maka produktivitas satu hektar bisa meningkat,” kata Ketua umum FKDB, H Ayep Zaki, Selasa (18/6/2019).

Dijelaskannya, dari hasil uji coba kami di 16 provinsi pengunaan pupuk batu bara bisa meningkatkan rata-rata produksi per hektarenya sebesar 43 persen.

“Bila rata-rata produksi per hektar petani 5,2 ton, maka dengan pengunaan pupuk batu bara bisa mencapai 7,4 ton,” ujarnya.

Dengan meningkatnya produktivitas pertanian, kata Zaki maka otomatis pendapatan petani semakin meningkat. Namun apabila semula orang enggan bertani karena produktivitas rendah, sehingga income juga rendah.

“Maka dengan penggunaan pupuk batu bara, diharapkan akan mengubah kondisi seperti itu,” ujarnya.

Kami dari FKDB ingin ada perubahan yang positif bagi petani. Dengan petani semangat lagi, panennya meningkat, pendapatan meningkat, maka mereka bisa berbelanja.

Pria yang akrab disapa Aa Zaki ini menjelaskan, bahwa batu bara adalah fosil tumbuhan yang terawetkan. Sehingga mampu memenuhi unsur hara tanah yang mana tanaman padi menyerap 21 unsur hara tanah.

“Sehingga wajar bila pasca panen tanah menjadi makin berkurang unsur hara, karena pupuk kimia yang diberikan petani hanya mengandung 6 unsur hara,” katanya.

Jadi intinya batu bara bukan sekadar bahan bakar, tambah Aa Zaki, namun batuan sedimen yang dapat terbakar itu juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman.

“Pupuk batu bara terbukti memperbaiki kualitas lahan sekaligus meningkatkan produksi padi dan komoditas lain,” paparnya.

Penggunaan pupuk organik batu bara, juga lanjut Aa Zaki lebih murah dibandingkan dengan pupuk kimia anorganik atau pupuk kimia buatan. Bahkan sudah terbukti hasilnya.

“Petani yang memanfaatkannya pun untung ganda, yakni kualitas tanah meningkat sekaligus produksi tanaman pun tergolong meningkat,” tandasnya.

 

(red/Tanto)

Rudi Tinjau Pemupukan Pohon dan Kesiapan Pelebaran Jalan

0
Walikota Batam, Muhammad Rudi meninjau lokasi jalan di Simpang Kabil yang saat ini dalam proses pembangunan

Batam- Walikota Batam, Muhammad Rudi meninjau langsung proses pemupukan pohon yang dilakukan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD), di Simpang Kepri Mall dan Fly Over Laluan Madani, Selasa (11/6).

Ia sengaja meninjau untuk memastikan proses pemupukan agar pohon-pohon itu tumbuh subur dan cepat besar. Di lokasi yang ia tinjau tampak anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam memberi pupuk pohon-pohon yang terdapat disepanjang ruas jalan Simpang Kepri Mall.

Pemupukan ini menurutnya sudah dilakukan beberapa bulan ini dengan melibatkan OPD di Pemko Batam. Namun diakuinya hasilnya belum maksimal.

Tahun ini Pemko Batam akan memasang lampu hias di sepanjang jalan fly over hingga ke Bundaran Madani.

Sebelumnya, Kamis (30/5) Rudi meninjau persiapan pekerjaan pelebaran jalan utama di Kota Batam. Penggal jalan yang ditinjau Rudi yakni jalan depan Edukits, Simpang Oaxley, Sei Panas dan Simpang Kepri Mall.

Serta pelebaran jalan seberang Plamo Garden/Duta Mas. Peninjauan jalan ini bertujuan untuk melihat kesiapan pekerjaan jalan yang akan dikerjakan tahun ini.

Jalan yang akan dilebarkan ini juga akan ditanami pohon dan rumput agar terlihat hijau dan rapiSaat meninjau jalan, Rudi didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Yumasnur, Kepala Dinaakyat, Permukinan dan Pertamanan Kota Batam, Eryudi dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata.(*)

Bersama Kabid Bina Marga, Suratno, Walikota Batam, Muhammad Rudi menyusuri Simpang Kabil untuk melihat proses pekerjaan pembangunan jalan dan rencana penataan penanaman pohon

 

Meninjau jalan yang akan dibangun di depan perumahan Plamo Garden.jpg
Walikota Batam, Muhammad Rudi berdialog dengan kontraktor yang mengerjakan pembangunan jalan di simpang Kepri Kabil.
Walikota Batam, Muhammad Rudi berbincang terkait perencanaan penanaman pohon di Simpang Kabil

 

 

Walikota Batam, Muhammad Rudi didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Yumasnur meninjau kondisi jalan di depan Ruko Mahkota Raya Batam Center.
Walikota Batam, Muhammad Rudi didampingi Kabid Bina Marga Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, mengecek pohon yang ada di ruas jalan Simpang Kepri Mall
Walikota Batam, Muhammad Rudi saat meninjau jalan sekaligus pemupukan pohon di simpang Kabil
Anggota Satpol PP Kota Batam yang melakukan pemupukan pohon di simpang Kabil

 

(Narasi/foto :Humas Pemko Batam)

 

 

 

PT Volex Ungkap Rencana Ekpansi di Batam Pasca Perang Dagang China – Amerika Serikat

0

Batam- PT Volex Indonesia melakukan kunjungan ke BP Batam pada hari Selasa, 18 Juni 2019.

PT Volex Indonesia merupakan perusahaan pemasok perakitan kabel mulai dari komponen elektronik, telekomunikasi, data center, peralatan media hingga Industri otomotif yang berada di Kawasan Industri Sekupang.

Senior HR & GA Manager Batam Rima Melati Hutagalung, dalam kunjungan tersebut mengatakan dirinya hadir bersama Group HR Director PT Volex Inggris Alan Taylor yang hadir untuk pertama kali ke Batam untuk melihat peluang ekpansi perusahaan atau perluasan investasi di Batam.

Alan Taylor mengatakan Batam punya lokasi yang sangat strategis dengan infrastruktur yang sangat baik. Bahkan setelah berkeliling ke berbagai factories (Pabrikan) di berbagai daerah di dunia, ia meyakini Batam adalah daerah yang sangat kompetitif di pasar Asia.

“Saya telah berkeliling keseluruh factories didunia dan saya melihat Batam luar biasa. Kami melihat kesempatan (berusaha) akan terus tumbuh meningkat, ditambah lagi situasi perang dagang AS-China yang semakin tidak terduga, Batam menjadi potensi menguntungkan” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut PT Volex Indonesia mengungkapan keinginannya untuk melakukan perluasan investasi atau ekpansi. Perusahaan yang telah berkiprah di Batam selama 27 tahun itu telah berkontribusi dalam hal ekspor software elektronik yang dibutuhkan oleh brand internasional seperti Phillips, Epson, Universal, Siemens, Emmvee, Panasonic hingga Yamaha. Hampir seluruh produk software ini diekspor keluar Indonesia dan hanya sebagian kecil saja untuk pasar domestik.

Alan Taylor menyebutkan ada kekhawatiran yang terus meningkat mengenai dampak ketegangan perdagangan yang terus bergulir (Perang bea impor antara Amerika Serikat (AS) dan China). Pt Volex yang memiliki factories (pabrikan) terbesar di China kemudian ada di Eropa dan Amerika (Mexico) mengaku hal tersebut tentu menjadi pertimbangan yang luar biasa untuk melakukan ekpansi perusahaan di Batam Indonesia.

“kami ada juga factory di Vietnam, tapi kami konsen ingin melihat peluang ekpansi di Batam, untuk itu kami datang hari ini” ungkapnya.

Dalam waktu dekat ini PT Volex akan melakukan ekspansi dengan memindahkan pabrik mereka dari Suzhou, Cina ke Batam, dengan membutuhkan karyawan sekitar 1000 orang.

Kepala BP Batam Edy Putra Irawadi yang menerima kunjungan tersebut menyambut dengan sangat baik dan antusias. Ia siap memberikan pelayanan terbaik bagi perusahaan berkredibel yang berniat melakukan investasi atau perluasannya di Batam.

Sejumlah insentif dan fasilitas menarik di Batam seperti pembebasan Pajak Bea Masuk Impor dan Ekspor, Pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (Value Added Tax), fasilitas GSP (Generalized System of Prefrences), Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda dengan 57 Negara, Biaya Investasi yang Terjangkau, Keamanan dan Kenyamanan menyimpan data di DRC (Data Recovery Center) BP Batam serta lokasi yang begitu strategis menjadi kehandalan Batam.

Senior HR & GA Manager Batam Rima Melati Hutagalung menambahkan bahwa pasokan air untuk kebutuhan industrinya selama ini juga berjalan dengan sangat baik, namun dirinya mengatakan bahwa pasokan listrik bagi industrinya mengalami kendala saat PLN sedang terus melakukan maintenance dihari kerja. Ia juga mengharapkan dukungan BP Batam perihal pengamanan bagi para pekerja dan keamanan pelaksanaan kegiatan pabrik mereka di Sekupang.

Menanggapi hal itu Edy meyakinkan BP Batam siap memberikan pelayanan terbaik untuk kenyamanan dan kepastian mereka berusaha di Batam. Termasuk pasokan air dan listrik untuk kebutuhan industri. Untuk itu ia akan segera berkonsolidasi dengan stakeholders terkait baik di daerah maupun pusat kaitannya untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pelaku industri di Batam.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Lalu Lintas Barang Tri Novianta Putra, Plh. Direktur PTSP Evi Bangun, Direktur Promosi dan Humas Budi Santoso, Kasi Penyiapan Media Promosi Ariastuty Sirait.

 

(red/Humas Badan Pengusahaan Batam)

Besok Kunker Danlantamal IV Ke Mako Lanal Ranai

0

Natuna (BT) – Pasintel Lanal Ranai menyampaikan Kunjungan kerja
Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang,
Laksamana Pertama (Laksma) TNI Arsyad Abdullah, SE, M.A.P ke Markas Komando (Mako) Pangkalan Angkatan Laut Ranai mulai 19 – 20 Juni 2019.

Menkeu Tegaskan Pemerintah hati – hati Kelola utang

0

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan, bahwa Pemerintah selalu mengelola utang secara sangat hati-hati (prudent). Sejauh ini, posisi utang Pemerintah masih dalam kondisi aman.

Saat menghadiri Raker Komisi XI DPR dengan, Bappenas, BPS, BI dan OJK, di Gedung Nusantara I, Jakarta, Senin (17/), Menkeu menjelaskan, kebijakan pengelolaan ekonomi makro untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan termasuk instrumen utang itu bersifat fleksibel. Apabila kondisi ekonomi sudah membaik (cukup sehat) maka utang akan dikurangi sehingga ruang fiskal di APBN dapat ditingkatkan.

Karena itu, Menkeu mengingatkan bahwa utang harusnya dilihat sebagai alat bukan tujuan. Misalnya Pemerintah giat mengeluarkan surat utang yang bersifat retail (kecil) kepada masyarakat dalam negeri antara lain untuk memperluas pasar investasi.

Apabila masyarakat dalam negeri yang lebih dominan berinvestasi di pasar utang pemerintah, maka diharapkan akan mengurangi volatilitas ketika terjadi goncangan ekonomi global.

“APBN termasuk pembiayaan atau utang itu adalah instrumen. Pada saat ekonomi melemah, utang digunakan sebagai counter cyclical untuk meng-counter pelemahan. Fiskal (policy) itu didesain terutama defisitnya bukan sebagi stand alone policy (kebijakan yang berdiri sendiri) tetapi dia adalah bagian dari pengelolaan ekonomi makro didalam rangka untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan,” tegas Menkeu.

Mengacu Rambu-Rambu

Lebih lanjut, Menkeu Sru Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa utang Pemerintah dikelola secara sangat hati-hati mengacu pada rambu-rambu yang diatur pada Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

“Di Undang-Undang Nomor 17 sudah sangat jelas dan ini kami terus ulangi bahwa kita akan terus menjaga sesuai peraturan perundang-undangan. Kurang dari 3% dari sisi defisit pertahunnya dan total utang tidak boleh lebih dari 60% dan bahkan sekarang kita menggunakan hard limit yaitu 30% padahal sebetulnya Undang-Undang membolehkan sampai 60%,” tegas Menkeu.

Selain itu, Menkeu juga menjelaskan bahwa para pihak seharusnya tidak hanya fokus pada jumlah utang, namun juga dari sisi kualitas alokasi belanja Pemerintah yang digunakan untuk sektor-sektor produktif (misalnya pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan belanja ke daerah). Apalagi trend utang Pemerintah terus menurun sedangkan alokasi belanja di sektor produktif semakin meningkat.

“Kami sangat hati-hati, extremely hati-hati mengelola utang. (Indikatornya antara lain) resiko bunga utang mengalami penurunan yang konsisten sejak mendapatkan investment grade sampai sekarang. Resiko valas kita upayakan menurun sekarang di bawah 40%. Utang jatuh tempo kita dalam waktu 3 tahun tetap stabil,” pungkas Menkeu.

(Red/Humas Kemenkeu)

Kodim 0318 Natuna Tingkatkan Silaturahmi Dengan Komponen Masyarakat

0

Natuna (BT) Pasca hari lebaran 1440 Hijriyah, Komando Distrik Militer (Dandim) 0318 Natuna, menggelar kegiatan silaturahmi dengan Komponen Masyarakat (Kommas) Natuna. Dilaksanakan di Markas Komando Kodim (Makodim) 0318/Natuna, Jalan Batu Sisir, Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur, Selasa (18/06/2019) pagi.

Hari Ini, Puluhan Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat Berkumpul

0

Jakarta – Puluhan pendiri dan deklarator partai Demokrat sore nanti dikabakarkan akan menggelar pertemuan dalam rangka mencari solusi penyelamatan partai berlambang Mercy itu.

Pertemuan yang akan digelar pukul 15:00 WIB itu akan dihadiri sekitar 30 hingga 50 orang pendiri, deklarator dan mantan sesepuh pengurus partai Demokrat.

Sumber kuat wartawan yang enggan disebut namanya mengatakan, pertemuan akan berlangsung dikawasan Jakarta Selatan.

“Kita akan berkumpul dalam rangka mencari solusi penyelamatan partai Demokrat. Pertemuan ini merupakan bentuk keprihatiann kami atas suara partai Demokrat yang terus turun dalam Pemilu. Bagaimanapun, partai Demokrat harus tetap berjaya tahun 2024 nanti,” ujarnya Selasa (18/6/2019).

Sebelumnya, kader senior partai yang tergabung dalam Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD) mendesak agar DPP Partai Demokrat menggelar KLB. Mereka adalah Max Sopacua, Ahmad Mubarok dan Ahmad Yahya.

Mereka menuntut penyelenggaraan KLB Demokrat paling lambat 9 September 2019.

“Kami menetapkan momentum puncak GMPPD dengan menyiapkan, mendorong dan melaksanakan suksesnya Kongres Luar Biasa,” ucap Anggota GMPPD Max Sopacua ditemui di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019).

Max meyakini KLB Demokrat bisa menyelematkan nasib partai. Sebab, terjadi penurunan prestasi partai sejak Pileg diselenggarakan dari 2009 hingga 2019.

Tercatat, perolehan suara partai di Pileg 2009 mencapai 21,7 juta. Demokrat menjadi partai pemenang Pileg 2009. Perolehan Demokrat lantas menurun di Pileg 2014 dengan 12,4 juta suara dan menempati peringkat empat.

Puncak penurunan terjadi di 2019. Demokrat hanya mendapat 10,8 juta suara dan menempati peringkat ketujuh di Pileg 2019.

Atas hal itu, DPD dan DPC partai Demokrat pun bereaksi. Seperti Demokrat Jawa Tengah, Riau, DKI Jakarta, Sulawesi Utara (Sultra) menolak digelarnya KLB.

“Tidak ada alasan untuk tidak mendukung SBY meneruskan kepemimpinannya di partai ini, sehingga tidak setuju dengan wacana [KLB] yang muncul saat ini,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Tenggara (Sultra) Muh. Endang Minggu (16/6/2019).

 

(red/Tanto)

Secara umum semuanya harus ditingkatkan, termasuk SDM RSUD

0

Tanjungpinang- Gubernur Kepri yakin jika pelayanan Rumah sakit Umum daerah (RSUD) sudah maksimal melayani masyarakat, hanya saja protes dari masyarakat masih saja  ada.

” Pihaknya tahu pekerja di RSUD memberi pelayanan maksimal,tapi protes masyarakat selalu muncul, protes-protes itu harua dijadikan masukan untuk memberi layanan semakin hari semakin baik.”kata Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat meninjau RSUD Natuna, di Ranai, Jumat (14/6/2019).

Menurut Nurdin, rumah sakit ini adalah pelayanan dasar. Secara umum semuanya harus dimaksimalkan. Ketika peningkatan sumber daya manusia menjadi prioritas, di situlah kesehatan menjadi penting.

Gubernur, yang didampingi Sekdaprov H TS Arif Fadillah menyampaikan pencegahan lebih penting dari pengobatan.

Dalam kunjungan itu, Nurdin mendapat laporan bahwa Natuna kasus hipertensinya merupakan yang tertinggi di Indonesia.  Demikian juga dengan kasus diabetes. Belakangan, kecelakaan juga banyak pasiennya.

Karena itu, untuk mengurangi itu, Nurdin mengajak semua untuk mengurangi konsumsi penyebab hipertensi. Termasuk juga penyebab diabetes.

Nurdin juga menyampaikan selain terus meningkatkan pelayanan kesehatan, sarana dan prasarana harus mendukung. Ada beberapa hal untuk mendukung pelayanan masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, beberapa peralatan menjadi perbincangan untuk ditambah. Di antaranya CT Scan dan Oxigen Central.

“Gedung bagus, alat bagus. Tingkatkan profesionalisme dengan memberi layanan yang terus membaik,” kata Nurdin sambil memohon maaf jika kunjungannya menganggu aktivitas di RSUD Natuna.

Nurdin juga melakukan dialog-dialog dengan pasien dan keluarganya. Dalam kesempatan itu, Nurdin menyarankan kepada Kadis Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana untuk mempersiapkan pembangunan rumah singgah.

Nurdin juga berpesan kepada Kadis Kesehata agar di serata rumah sakit mengedepankan pelayanan. Kalau ada orang sakit jangan tanya administrasilah. Rawatlah. Terlebih yang tidak tercover BPJS.

 

(red/HMS/GM)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga