8.6 C
New York
Monday, April 13, 2026
spot_img
Home Blog Page 923

Danlanal Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Di Mako Lanal

0

Batamtimes.co – Natuna –
Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Ranai, Kolonel laut (P) Harry Setyawan, SE pimpin upacara peringatan Hari Kelahiran Pancasila pada 1 Juni 2019, dipusatkan di Mako lanal, Jalan Soekarno – Hatta Ranai, Natuna, Kepri, Sabtu (01/06/2019) pagi, dan bertindak Komandan upacara Dankal Sengiap II.4-55 Kapten Laut (P) Abdurrahman Santoso.

Di Hari Libur Pemkab Natuna Tetap Peringati Hari Lahir Pancasila

0

Batamtimes.co – Natuna –
Pemerintah Kabupaten Natuna melaksanakan upacara bendera acara peringatan Hari Lahir Pancasila, digelar di Halaman Kantor Bupati  Jalan Batu Sisir, Bukit Arai, Ranai, Natuna, Kepri, Sabtu (01/06/2019) pagi.

Pemprov Kepri kesulitan mengendalikan kenaikan harga daging sapi menjelang Lebaran hingga Rp150.000

0
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri, Ahmad Izhar (Istimewa)

Tanjungpinang – Pemprov Kepulauan Riau (Kepri) mengaku kesulitan mengendalikan kenaikan harga daging sapi menjelang Lebaran. Saat ini, menjulang hingga Rp150.000 dari sebelumnya Rp130.000 per kilogram.

“Kami sudah berupaya untuk mengantisipasi kenaikan tersebut, tetapi ada faktor-faktor tertentu yang sulit dihindari,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri, Ahmad Izhar di Tanjungpinang, Kepri, Jumat (31/5/2019).

Menurut Izhar, kenaikan harga daging sapi karena tingginya biaya transportasi pengiriman dari luar daerah. Selain sapi lokal, Pemprov Kepri juga mendatangkan sapi dari Provinsi Lampung. “Kalau urusan biaya transportasi ini kan sebenarnya bukan hanya tugas pemerintah daerah, tetapi juga harus didukung oleh pemerintah pusat dan swasta,” ujarnya.

Selain itu, ia memperkirakan mendekati Lebaran nanti harga daging ayam juga akan terus mengalami kenaikan. “Ini juga sulit kami kendalikan,” ungkap Izhar.

Pihaknya telah berkomunikasi dengan peternak untuk mencari tahu penyebabnya. Namun, kenaikan ini disinyalir dipengaruhi harga pakan. “Padahal harga pakan tidak terlalu tinggi juga, makanya kami akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk mendapatkan solusinya,” ujar Izhar.

Kendati demikian, ia menegaskan stok baik daging sapi dan ayam aman hingga selepas Lebaran nanti.

 

(redaksi)

Festival Lampu Colok terancam hilang dari Karimun

0

Tanjung Balai Karimun  – Festival Lampu Colok yang setiap tahun diselenggarakan di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau terancam hilang dampak dari penarikan minyak tanah bersubsidi.

“Masalah minyak tanah memang menjadi kendala, tahun ini saja peserta Festival Lampu Colok menurun dibandingkan tahun karena kesulitan minyak tanah,” kata Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Karimun Zamri usai peresmian Festival Lampu Colok di Lubuk Semut, Kecamatan Karimun, Jumat (30/5/2019) malam.

Pada tahun ini, kata Zamri, peserta Festival Lampu Colok hanya sebanyak 30 gapura, 10 di Pulau Karimun Besar dan sisanya di Pulau Kundur, jauh berkurang dibandingkan tahun lalu.

Zamri mengaku khawatir festival yang menjadi tradisi masyarakat itu tidak bisa digelar pada tahun depan menyusul diterapkannya program konversi minyak tanah ke gas elpiji.

Sebagaimana diketahui, program konversi minyak tanah ke gas elpiji mulai diterapkan pada Desember 2018 dan minyak tanah bersubsidi secara bertahap ditarik dan pada Juni direncanakan akan ditarik secara menyeluruh dari Karimun.

Zamri mengatakan akan mencoba mencari solusi agar festival itu tetap bisa digelar pada tahun depan salah satunya berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM untuk pengadaan minyak tanah.

“Kita akan tetap usahakan pada tahun depan, dan mudah-mudahan masih bisa dilaksanakan,” kata dia.

Festival Lampu Colok yang menggunakan lampu pelita terbuat dari kaleng bekas minuman dan berbahan bakar minyak tanah merupakan tradisi masyarakat yang masih bertahan di Kabupaten Karimun di tengah perkembangan zaman.

Tahun ini, kata dia, pihaknya menyediakan hadiah total Rp 74 juta untuk peserta yang masuk 10 besar.

“Lomba kita bagi dua yakni untuk Pulau Karimun Besar dan Pulau Kundur, masing-masing ada juara satunya,” katanya.

Untuk penilaian, jelas dia, terdiri dari beberapa kriteria, seperti keserasian, keindahan gapura colok yang dibuat oleh peserta.

Sementara itu, Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, usai membuka festival tersebut berharap tradisi masyarakat ini bisa bertahan dan terus digelar setiap tahun.

“Festival lampu colok tidak hanya untuk masyarakat setempat, tetapi juga bisa mendorong kunjungan wisatawan. Karena itu, saya berharap agar festival ini terus dievaluasi dan ditingkatkan,” kata dia.

 

 

(red/antara)

Presiden Jokowi Sampaikan duka cita dan belasungkawa atas wafatnya Ibu Ani Yudhoyono

0

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ucapan duka cita dan belasungkawa atas wafatnya Ibu Ani Yudhoyono, Istri Presiden ke-6 Republik Indonesia (RI).

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Duka cita dan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya Ibu Hajjah Kristiani Herrawati Yudhoyono di Singapura pada hari ini,” ujar Presiden Jokowi di media sosial Instagram, Fanpage Facebook, dan Twitter, Sabtu (1/6/2019).

Kepala Negara menyampaikan bahwa Almarhumah adalah seorang tokoh yang senantiasa memberi inspirasi dan teladan sebagai istri dan Ibu Negara yang setia mendampingi Bapak Susilo Bambang Yudhoyono semasa menjadi Presiden, sebagai ibu dari anak-anaknya, dan sebagai putri seorang prajurit.

“Selamat jalan Ibu Ani, semoga amal ibadah dan baktimu untuk bangsa ini diterima di sisi Allah SWT. Kepada Bapak SBY dan segenap keluarga besar almarhumah kiranya diberiNya kekuatan dan kesabaran,” pungkas Presiden di akhir ucapannya.

Sebagai informasi, Ibu Ani Yudhoyono telah menjalani perawatan penyakit kanker darah yang dideritanya sejak Februari lalu di National University Hospital Singapura dan dinyatakan tutup usia pada hari Sabtu, 1 Juni 2019 pada pukul 11.50 Waktu Setempat.

(red/setkab.go.id)

Bukan sekadar hafalan,Seskab Pramono Anung : Pancasila harus Inheren

0

Jakarta – Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menyampaikan bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan, yang lebih penting adalah Pancasila harus inheren dalam tubuh, badan, dan jiwa orang Indonesia.

“Kalau Pancasila ada di dalam jiwa orang Indonesia, maka kita ke depan akan dipersatukan dan kita ke depan persoalan yang mendasar tentang perbedaan-perbedaan dan juga kemudian apa yang terjadi dalam Pemilu pada tahun 2019 ini, mudah-mudahan tidak akan terjadi pada pemilu-pemilu yang mendatang. Karena Pancasila sudah selesai,” ujar Seskab saat diwawancara tentang Peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni, di ruang kerja Seskab, Lantai 2 Gedung III, Kemensetneg, Jakarta.

Lebih lanjut, Seskab juga menyampaikan bahwa Pancasila harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti gotong royong, toleransi, dan saling mengerti, itu adalah esensi dasar dari Pancasila.

“Dan itu tidak bisa lagi kemudian hanya diajarkan melalui kata-kata, dan harus dipraktikkan. Dan ideologi Pancasila harus menjadi ideologi yang tetap tumbuh berkembang dan hidup. Dan ideologi Pancasila jangan hanya kemudian kita berlakukan pada bangsa kita, kita harus berpikir,” ujarnya.

Indonesia sekarang, menurut Seskab, sudah menjadi negara demokrasi terbesar nomor tiga di dunia. Ia juga menambahkan bahwa ekonomi Indonesia sudah sangat disegani karena sudah menjadi nomor 15/16 dunia.

“Maka dengan demikian, dengan Pancasila kita juga harus melihat pertarungan dunia. Dan ideologi Pancasila bukan hanya relevan kepada bangsa Indonesia,” pungkas Seskab di akhir wawancara. (RSF/EN)

Aliansi Masyarakat Sipil untuk Konstitusional Dukung MK Bersikap Independen

0

Penulis :Tanto

Jakarta – Aliansi Masyarakat Sipil untuk Konstitusional menyampaikan beberapa rekomendasi bagi agenda konsolidasi demokrasi pancasila meliputi rencana jangka pendek, rencana jangka menengah, serta rencana jangka panjang.

“Rencana jangka pendek adalah tahun 2019, rencana jangka menengah pada tahun 2020-2024. Sedangkan rencana jangka panjang pada tahun 2025-2045,” kata salah satu penggagas Aliansi Masyarakat Sipil untuk Konstitusional, Haidar Alwi dalam siaran pers Sabtu (1/6/2019).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil diskusi dari seluruh peserta sarasehan Aliansi Masyarakat Sipil untuk Pemilu Damai, guna menyikapi dinamika sosial politik nasional 2019, kemudian disimpulkan, dibutuhkan agenda konsolidasi demokrasi Pancasila yang sejalan dengan pembangunan karakter bangsa berbasis keluarga dalam waktu 25 tahun.

Secara konsep agenda pembangunan konsolidasi demokrasi Pancasila, menurut dia, adalah mewujudkan setiap pribadi-pribadi rakyat Indonesia yang Pancasilais.

Menurut Haidar, pelaksanaan agenda konsolidasi demokrasi Pancasila dengan agenda membangun karakter bangsa, membutuhkan waktu minimal 25 tahun.

“Pembangunan ini dibagi dalam lima tahap dan setiap tahapa lima tahun, dengan tematik revolusi mental,” katanya pula.

Diketahui, Aliansi Masyarakat Sipil untuk Konstitusional yang terdiri atas tokoh-tokoh pemerhati sosial budaya mendukung institusi seperti Mahkamah Konstitusi (MK), Mahkamah Agung (MA), dan KPU selalu bersikap independen dalam menghadapi situasi pemilu pasca penetapan hasil.

Bulan Ramadhan 1440 H, DPC AJO Indonesia Natuna Salurkan Sembako Untuk Anak Yatim Piatu

0

Batamtimes.co – Natuna –
Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Aliansi Jurnalistik Online (AJO) Indonesia Kabupaten Natuna melaksanakan kegiatan Bakti Sosial berupa penyaluran sembako kepada anak Yatim Piatu dan lansia sebanyak 25 paket di Mesjid Al-Hikmah Desa Tapau, Kecamatan Bunguran Tengah, Natuna, Kepri, pada Jumat (31/05/2019) pukul 15.35 Wib.

Satlantas Polres Natuna Gencar Sosialisasikan Mudik Lebaran 2019

0

Batamtimes.co – Natuna –
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Natuna gencar melakukan sosialisasi dalam upaya mempersiapkan mudik Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019 yang aman, nyaman, lancar, dan tertib. Salah satunya melaksanakan talk show di RRI stasiun Ranai,  pada Jumat (31/05/2019) pagi.

Pemprov Kepri menilai anggaran sebesar Rp 81 miliar diajukan KPU Terlalu Besar

0
Tanjungpinang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Riau (Kepri) mengajukan anggaran sebesar Rp 81 miliar untuk membiayai pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) tahun 2020 mendatang.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri menilai anggaran sebesar Rp 81 miliar itu terlalu besar dan dikhawatirkan akan membebani APBD.
“Kita akan minta dilakukan rasionalisasi. Karena dana senilai Rp81 miliar itu lumayan besar,” kata Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri, TS Arif Fadillah kepada wartawan di Tanjungpinang, Kamis (29/5).
Arif memastikan, dalam waktu dekat ini  Pemprov Kepri akan menggelar rapat bersama KPU Kepri untuk membahas rasionalisasi usulan anggaran tersebut.
“Apa yang bisa disesuaikan, kita sesuaikan. Contoh, kalau dianggarkan untuk pembelian mobil, jangan beli mobil. Cukup sewa saja. Kalaupun mau beli, cukup beli mobil untuk pimpinan saja,” ujarnya.
Karena itulah, Arif menegaskan anggaran Pilgub harus betul-betul disesuaikan dengan kebutuhan, mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemerintah Provinsi Kepri.
“Anggaran Pilgub ini nantinya juga diperuntukkan untuk Panwas dan keamanan,” jelasnya.
Untuk itu Arif memerintahkan agar besaran anggaran Rp81 miliar yang diajukan KPU Kepri itu dapat ditinjau kembali.
“Saya berharap anggaran Pilkada Kepri 2020 ke depan tidak jauh berbeda dengan anggaran Pilkada 2015 lalu, yaitu sekitar Rp 60 miliar,” katanya.
(red/city)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga