8.6 C
New York
Monday, April 13, 2026
spot_img
Home Blog Page 930

Presiden Jokowi melantik  Letjen Purn Hinsa Siburian sebagai Kepala BSSN

0

Jakarta – Presiden Joko Widodo(Jokowi)  melantik  Letjen Purn Hinsa Siburian sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/5) siang.

Hinsa Siburian dilantik berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No 56/P Tahun 2019 tentang Pengangkatan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara yang dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi dan Aparatur Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) Cecep Sutiawan. Ia dilantik menggantikan pejabat lama Djoko Setiadi.

Dalam Keppres itu juga disebutkan, Hinsa Siburian sebagai Kepala BSSN diberikan hak keuangan administrasi dan fasilitas lainnya setingkat menteri.

Hinsa Siburian lahir di Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, 28 Oktober 1959. Jabatan militer tertinggi yang pernah diemban oleh lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) angkatan tahun 1986 ini adalah Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad).

Tampak hadir dalam pelantikan tersebut antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, anggota Wantimpres Agum Gumelar, Sidarto Danusubroto, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang.

 

(red/setkab.go.id) 

Pemilu Usai, Presiden Jokowi: Mari Bersatu Bangun Bangsa dan Tanah Air

0

Jakarta – Usai diumumkannya hasil resmi rekapitulasi Pemilihan Umum 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Presiden Joko Widodo mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk kembali merajut semangat persatuan.

Hal itu disampaikan Presiden dalam pidatonya di Kampung Deret, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Mei 2019.

“Marilah kita bersatu padu membangun bangsa dan Tanah Air tercinta demi kedamaian, demi kesejahteraan generasi kita mendatang, serta generasi anak-cucu kita di masa depan,” ujarnya.

Pidato tersebut disampaikan olehnya menyusul hasil rekapitulasi akhir KPU terhadap perolehan suara pasangan calon dan wakil presiden pada Pilpres 2019. Dalam rekapitulasi akhir tersebut, jumlah perolehan suara Joko Widodo dan Ma’ruf Amin sebanyak 85.607.362 atau 55,5 persen suara.

Terhadap hasil rekapitulasi itu, Kepala Negara menegaskan sekaligus berharap agar tak ada lagi sekat penghalang persaudaraan di kalangan masyarakat. Presiden Joko Widodo beserta wakilnya di masa pemerintahannya yang kedua, Ma’ruf Amin, akan mengayomi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali dan mengupayakan keadilan bagi segenap anak bangsa.

“Setelah dilantik di bulan Oktober nanti kami adalah Presiden dan Wakil Presiden seluruh rakyat Indonesia. Kami adalah pemimpin dan pengayom dari 100 persen rakyat Indonesia. Kami akan berjuang keras demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, bagi 100 persen rakyat Indonesia,” tegasnya.

Pelaksanaan Pemilu ini menurut Presiden membuktikan kedewasaan yang telah dimiliki bangsa Indonesia dalam menjalankan demokrasi. Hal itu amat disyukuri olehnya sehingga perbedaan-perbedaan yang ada dapat dikelola dengan baik hingga terwujud Pemilu yang aman dan damai.

“Bukti nyatanya adalah kedewasaan kita berdemokrasi, kemampuan kita untuk menyelesaikan Pemilu yang jujur dan adil, serta Pemilu yang penuh dengan perdamaian dan kegembiraan,” kata Presiden.

Lebih jauh, Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan rakyat Indonesia kepada dirinya untuk meneruskan pembangunan bangsa. Kepala Negara mengatakan akan berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga kepercayaan rakyat dengan program-program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Kepercayaan dan amanat rakyat kepada kami tersebut akan kami wujudkan dalam program-program pembangunan yang adil dan merata untuk seluruh golongan dan lapisan masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air Indonesia,” tuturnya.

Tak lupa, Presiden menyampaikan apresiasi tertinggi bagi KPU dan Bawaslu yang berupaya keras mewujudkan Pemilu yang jujur, damai, dan adil di Indonesia, serta kepada seluruh pihak yang turut terlibat di dalamnya.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya atas kinerja penyelenggara dan pengawas Pemilu, KPU dan Bawaslu, tokoh masyarakat, para peserta Pemilu, aparat keamanan, TNI dan Polri, serta semua pihak termasuk para saksi yang telah siang dan malam bekerja dengan tulus demi Pemilu yang adil dan jujur,” tandasnya.

 

(red/ Biro Pers Istana Kepresidenan)

Polisi Tarik SPDP Terkait Kasus Eggi dengan Prabowo sebagai Terlapor

0

Jakarta – Polda Metro Jaya menarik Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP)  terkait kasus dugaan makar tersangka Eggi Sudjana dengan terlapor Prabowo Subianto. SPDP itu dikirimkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan mengenai SPDP yang beredar tersebut.

“Bapak Prabowo merupakan tokoh bangsa yang harus dihormati,” kata Argo seperti yang dikutip dari detik. com, Selasa (21/5/2019).

Argo mengatakan penyidik telah menganalisis kasus dugaan makar yang melibatkan Eggi Sudjana. Penyidik kemudian menilai belum waktunya untuk menerbitkan SPDP kasus tersebut.

“Karena nama Pak Prabowo hanya disebut namanya oleh tersangka Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma,” katanya.

Oleh karena itu, penyidik masih perlu melakukan penyelidikan lebih mendalam mengenai keterangan Eggi dan Lieus itu. Penyidik pun memutuskan belum perlu dilakukan penyidikan atas kasus itu.

“Karena perlu dilakukan crosscheckdengan alat bukti lain. Oleh karena itu, belum perlu sidik, maka SPDP ditarik hari ini,” tandas Argo.

“Yang ditarik SPDP-nya Pak Prabowo saja, yang lain tetap dalam proses,” imbuhnya.

Sebelumnya beredar SPDP terkait kasus dugaan makar tersangka Eggi Sudjana. Dalam SPDP tertanggal 17 Mei 2019 itu, disebutkan bahwa penyidik Polda Metro Jaya mulai menyidik kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana yang dilakukan bersama terlapor lainnya, di antaranya Prabowo Subianto.

(red/detik. com)

Harkitnas ke-111 Tingkat Kota Batam diperingati di Dataran Engku Putri

0

Batam – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111 Tingkat Kota Batam diperingati dengan menggelar upacara, Senin (20/5) di Dataran Engku Putri.

Bertindak sebagai inspektur upacara Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad dan Komandan Upacara, Camat Belakang Padang, Yudi Admajianto. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa.

Sumpah Palapa tersebut merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Wilayah Nusantara yang disatukan oleh Gajah Mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan nasional kita untuk mengikat wilayah Indonesia seperti yang secara de jure terwujud dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini.

Artinya, ia tak akan menghentikan mati raga atau puasanya sebelum mempersatukan Nusantara.

“Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita. Alhamdulillah, sampai sekarang ini tahap-tahap pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif berlangsung dengan lancar,” sebut Amsakar membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI, Rudiantara.

Dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan, ditingkah bentang geografis yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia, membuktikan bahwa Indonesia mampu menjaga persatuan sampai detik ini. Tema peringatan Hari Kebangkitan Nasional, ke-111 “Bangkit Untuk Bersatu”. Bangkit untuk kembali menjalin persatuan dan kesatuan dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia.

“Oleh sebab itu, tak diragukan lagi bahwa kita pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan Indonesia” paparnya.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional kali ini juga dilangsungkan dalam suasana bulan Ramadan. Bagi umat muslim, bulan suci ini menuntun untuk mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dibenci Allah SWT seperti permusuhan dan kebencian, apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah.

Dengan bertumpu pada kekuatan jumlah sumber daya manusia dan populasi pasar, Indonesia diproyeksikan akan segera menjemput harkat dan martabat baru dalam aras ekonomi dunia. Bersama negara-negara besar lainnya seperti Tiongkok, Amerika Serikat, India, ekonomi Indonesia akan tumbuh menjadi sepuluh besar, bahkan lima besar dunia, dalam 10 sampai 30 tahun mendatang. Kuncinya terletak pada hasrat kita untuk tetap menjaga momentum dan iklim yang tenang untuk bekerja.

“Kita harus jaga agar suasana selalu kondusif penuh harmoni dan persatuan. Mari kita semua sebagai sesama anak bangsa secara sadar memaknai peringatan kali ini dengan memperbarui semangat gotong-royong dan kolaborasi, sebagai warisan kearifan lokal yang akan membawa kita menuju kejayaan di pentas global,” tutupnya.

 

(red/Humas Pemko)

Zaki: Jokowi Menang, Prabowo Tak Perlu Kerahkan Massa

0

Penulis :Tanto

Jakarta – Ketua umum Komunitas Penggerak Ekonomi Rakyat atau Koper Jomin H Ayep Zaki mengucapkan selamat kepada pasangan capres-cawapres nokor urut 0 Jokowi-Ma’ruf Amin yang telah ditetapkan sebagai pemenang Pilpres oleh Komisi Pemlilihan Umum (KPU) dini hari tadi.

Dengan sudah keluarnya keputusan KPU tersebut, Zaki berharap, kubu Prabowo-Sandi tidak perlu mengerahkan massa untuk melakukan demontrasi.

Kata Zaki, jika Prbowo dan pendukungnya masih keberatan dengan keputusan KPU bisa mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi dalam waktu 3 hari kedepan.

“Pilpres sudah selesai mari kita saling bergandengan tangan untuk bersatu padu memajukan bangsa Indonesia,” katanya Selasa (21/6/2019).

Tak lupa dia mengucapkan terimakasih kepada KPU, TNI dan Polri karena Pemilu tahun  2019 ini telah berlangsung aman, damai dan lancar.

“Kemenangan Jokowi-Amin ini adalah kemenangan rakyat yang sesungguhnya. Jadi, sudahi lah kegaduhan politik ini. Saya sarankan kubu Jokowi bisa merangkul kubu Prabowo untuk bersinergi guna membangun bangsa ini kedepan,” pungkasnya.

Dini hari tadi, KPU menuntaskan rekapitulasi nasional hasil Pilpres 2019. Pasangan Jokowi-Amin ditetapkan menjadi pemenang Pilpres 2019.

“Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin 85.607.362 suara. Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239,” ujar komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik dalam rapat pleno KPU di gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019) dini hari.

Hasil pilpres itu ditetapkan dalam keputusan nomor 987. Hasil rekapitulasi KPU secara nasional ini terdiri atas perolehan suara di 34 provinsi dan 130 panitia pemilihan luar negeri (PPLN).

KPU menyebut jumlah suara sah nasional 154.257.601. Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin 85.607.362 atau 55,50 persen dari total suara sah nasional.

Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi 68.650.239 suara atau 44,50 persen dari total suara sah nasional.

Sah! Jokowi-Ma’ruf Amin Menang di 21 Provinsi, Prabowo-Sandi di 13 Provinsi

0

Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI merampungkan rekapitulasi Pilpres 2019 di 34 provinsi. Hasilnya, capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin menang di 21 provinsi dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan selisih suara terpaut 16.594.335.

Hal itu terungkap dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Pemilu 2019 tingkat nasional yang digelar di Kantor KPU RI, Jakarta, Senin (20/5/2019) malam. Rapat tersebut turut dihadiri oleh saksi dari paslon 01, saksi paslon 02, dan juga saksi dari tiap parpol.

Jokowi unggul pada 21 provinsi, yakni Bali, Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Gorontalo, Kalimantan Barat, DIY, Kalimantan Timur, Lampung, dan Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, NTT, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Papua Barat, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Maluku, dan Papua dengan total perolehan suara 85.036.828. Jumlah tersebut setara dengan persen dari total 55,41 persen suara sah.

Sedangkan, Prabowo unggul di 13 provinsi, yakni Bengkulu, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat, Banten, NTB, Aceh, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Riau dengan total perolehan suara 68.442.493. Jumlah itu setara dengan 44,59 persen dari total 153.479.321 suara sah.

Berikut rincian perolehan suara Pilpres di 34 provinsi hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat nasional yang telah disahkan KPU RI sejak 10 Mei hingga 20 Mei 2019;

Jumat (10/05/2019)

1. Bali:

Paslon 01: 2.351.057 (91,68%)

Paslon 02: 213.415 (8,32%)

2. Kepulauan Bangka Belitung:

Paslon 01: 495.729 (63,23%)

Paslon 02: 288.235 (36,77%)

Sabtu, (11/05/2019)

3. Kalimantan Utara:

Paslon 01: 248.239 (70,04%)

Paslon 02: 106.162 (29,96%)

4. Kalimantan Tengah:

Paslon 01: 830.948 (60,74%)

Paslon 02: 537.138 (39,26%)

5. Gorontalo:

Paslon 01: 369.803 (51,73%)

Paslon 02: 345.129 (48,27%)

Minggu, (12/05/2019)

6.Provinsi Bengkulu:

Paslon 01: 583.488 (49,89%)

Paslon 02: 585.999 (50,11%)

7.Provinsi Kalimantan Selatan:

Paslon 01: 823.939 (35,92%)

Paslon 02: 1.470.163 (64,08%)

8. Kalimantan Barat

Paslon 01 : 1.709.896 (57,50%)

Paslon 02 : 1.263.757 (42,50%)

Senin (13/5/2019)

9. Sulawesi Barat

Paslon 01 : 475.312 (64,32%)

Paslon 02 : 263.620 (35,68%)

10. Daerah Istimewa Yogyakarta

Paslon 01 : 1.655.174 (69,03%)

Pason 02 : 742.481 (30,97%)

11. Kalimantan Timur

Paslon 01: 1.094.845 (55,71%)

Paslon 02: 870.443 (44,29%)

12. Lampung

Paslon 01: 2.853.585 (59,34%)

Paslon 02: 1.955.689 (40,66%)

13. Maluku Utara

Paslon 01: 310.548 (47,39%)

Paslon 02: 344.823 (52,61%)

14. Sulawesi Utara

Paslon 01: 1.220.524 (77,24%)

Paslon 02: 359.685 (22,76%)

Selasa (14/5/2019)

15. Jambi

Paslon 01: 859.833 (41,68%)

Paslon 02: 1.203.025 (58,32%)

16. Sulawesi Tengah

Paslon 01: 914.588 (56,41%)

Paslon 02: 706.654 (43,59%)

17. Jawa Timur

Paslon 01: 16.231.668 (65,79%)

Paslon 02: 8.441.247 (34,21%)

18. Nusa Tenggara Timur

Paslon 01: 2.368.982 (88,57%)

Paslon 02: 305.587 (11,43%)

19. Sumatera Selatan

Paslon 01: 1.942.987 (40,30%)

Paslon 02: 2.877.781 (59,70%)

Rabu (15/5/2019)

20. Sulawesi Tenggara

01: 555.664 (39,75%)

02: 842.117 (60,25%)

21. Jawa Tengah

01: 16.825.511 (77,29%)

02: 4.944.447 (22,71%)

22. Sumatera Barat

01: 407.761 (14,08%)

02: 2.448.733 (85,92%)

23. Kepulauan Riau

01: 550.692 (54,19%)

02: 465.511 (45,81%)

24. Banten

01: 2.537.524 (38,46%)

02: 4.059.514 (61,54%)

25. Nusa Tenggara Barat (NTB)

01: 951.242 (32,11%)

02: 2.011.319 (67,89%)

26. Aceh

01: 404.188 (14,41%)

02: 2.400.746 (85,59%)

Kamis (16/5/2019)

27. Jawa Barat

01: 10.750.568 (40,07%)

02: 16.077.446 (59,93%)

Sabtu (18/5/2019)

28. Papua Barat

01: 508.997 (79,82%)

02: 128.732 (20,18%)

29. DKI Jakarta

01: 3.279.547 (51,68%)

02: 3.066.137 (48,32%)

Minggu (19/5/2019)

30. Sulawesi Selatan

01: 2.117.591 (42,98%)

02: 2.809.393 (57,02%)

Senin (20/5/2019)

31. Riau

01: 1.248.713 (39%)

02: 1.975.287 (61%)

32. Sumatera Utara

01: 3.936.515 (52,3%)

02: 3.587.786 (47,7%)

33. Maluku

01: 599.457 (60,4%)

02: 392.940 (39,6%)

34. Papua

01: 3.021.713 (90,7%)

02: 311.352 (9,3%)

 

(red/okezone)

Polda Metro Jaya menetapkan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto Terlapor Dugaan Makar

0

Jakarta – Polda Metro Jaya dilaporkan menetapkan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sebagai terlapor makar. Kabar itu juga dikonfirmasi langsung oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.

“Kami sudah terima, dikirim tadi pukul 01.30 WIB. Salinan itu akan kami pelajari dan kaji lebih dalam untuk kemudian memutuskan langkah-langkah yang diambil atas SPDP yang kami terima tersebut,” kata Dasco melalui sambungan telepon, Selasa (21/5).

Dalam salinan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP), laporan dugaan makar yang dituduhkan kepada Prabowo dibuat pada 19 April lalu. Lantas, penyidik Polda Metro Jaya menerbitkan SPDP pada 17 Mei.

Menurut isi salinan SPDP itu, pasal yang dituduhkan kepada Prabowo adalah pasal 107 KUHP dan atau pasal 110 junto pasal 87 dan atau pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan atau pasal 15 Undang-Undang Nomor 1/1946.

Penyidik menyatakan Prabowo bersama-sama dengan Eggi sudjana diduga melakukan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara / makar dan atau menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menimbulkan keonaran di masyarakat, dan atau menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berlebihan atau tidak lengkap.

(red/cnnindonesia)

Rekapitulasi Pilpres Selesai, Jokowi Menang di 21 Provinsi

0

Jakarta – Rekapitulasi nasional Pilpres 2019 rampung. Dari 34 provinsi, Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin unggul atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di 21 provinsi.

Jokowi-Ma’ruf unggul di 21 provinsi, yang terdiri atas Gorontalo, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Bali, Sulawesi Barat, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Lampung. Selanjutnya pasangan nomor urut 01 itu menang di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, NTT, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Papua Barat, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Maluku, dan Papua.

Sementara itu, 13 provinsi lainnya dikuasai pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Rekapitulasi ini rampung pada Senin (20/5/2019).

Berikut ini rincian data rekapitulasi hasil pilpres untuk 34 provinsi:

1. Bali
Pasangan 01: 2.351.057
Pasangan 02: 213.415

Jumlah suara sah: 2.564.472
Suara tidak sah: 52.338
Jumlah seluruh suara sah dan tidak: 2.616.810

2. Bangka Belitung
Pasangan 01: 495.729
Pasangan 02: 288.235

Jumlah suara sah: 783.964
Suara tidak sah: 22.927
Jumlah seluruh suara sah dan tidak: 806.891

3. Kalimantan Utara
Pasangan 01: 248.239
Pasangan 02: 106.162

Jumlah suara sah: 354.401
Suara tidak sah: 4.840
Jumlah seluruh suara sah dan tidak sah: 359.241

4. Kalimantan Tengah
Pasangan 01: 830.948
Pasangan 02: 537.138

Jumlah suara sah: 1.368.086
Suara tidak sah: 3.3612
Jumlah seluruh suara sah dan tidak: 1.401.698

5. Gorontalo
Pasangan 01: 369.803
Pasangan 02: 345.129

Jumlah suara sah: 714.932
Suara tidak sah: 8.148
Jumlah seluruh suara sah dan tidak: 723.080.

6. Bengkulu
Pasangan 01: 583.488
Pasangan 02: 585.999

Jumlah suara sah: 1.169.487
Suara tidak sah: 26.862
Jumlah suara sah dan tidak sah: 1.196.349

7. Kalimantan Selatan
Pasangan 01: 823.939
Pasangan 02: 1.470.163

Jumlah suara sah: 2.294.102
Suara tidak sah: 88.001
Jumlah suara sah dan tidak sah: 2.382.103

8. Kalimantan Barat
Pasangan 01: 1.709.896
Pasangan 02: 1.263.757

Jumlah suara sah: 2.973.653
Suara tidak sah: 56.256
Jumlah suara sah dan tidak sah: 3.029.909

9. Sulawesi Barat
Pasangan 01: 475.312
Pasangan 02: 263.620

Jumlah Suara Sah: 738.932
Suara Tidak Sah: 12.147
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 751.079

10. Yogyakarta
Pasangan 01: 1.655.174
Pasangan 02: 742.481

Jumlah Suara Sah: 2.397.655
Suara Tidak Sah: 52.024
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 2.449.679

11. Kalimantan Timur
Pasangan 01: 1.094.845
Pasangan 02: 870.443

Jumlah suara sah: 1.965.288
Suara tidak sah: 37.993
Jumlah suara sah dan tidak sah: 2.003.281

12. Lampung
Pasangan 01: 2.853.585
Pasangan 02: 1.955.689

Jumlah suara sah: 4.809.274
Suara tidak sah: 86.311
Jumlah suara sah dan tidak sah: 4.895.585

13. Maluku Utara
Pasangan 01: 310.548
Pasangan 02: 344.823

Jumlah suara sah: 655.371
Suara tidak sah: 10.243
Jumlah suara sah dan tidak sah: 665.614

14. Sulawesi Utara
Pasangan 01: 1.220.524
Pasangan 02: 359.685

Jumlah Suara Sah: 1.580.209
Suara Tidak Sah: 14.096
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 1.594.305

15. Jambi
Pasangan 01: 859.833
Pasangan 02: 1.203.025

Jumlah Suara Sah: 2.062.858
Suara Tidak Sah: 48.470
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 2.111.328

16. Sulawesi Tengah
Pasangan 01: 914.588
Pasangan 02: 706.654

Jumlah Suara Sah: 1.621.242
Suara Tidak Sah: 18.821
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 1.640.063

17. Jawa Timur
Pasangan 01: 16.231.668
Pasangan 02: 8.441.247

Jumlah suara sah: 24.672.915
Suara tidak sah: 838.326
Jumlah suara sah dan tidak sah: 25.511.241

18. NTT
Pasangan 01: 2.368.982
Pasangan 02: 305.587

Jumlah suara sah: 2.674.569
Suara tidak sah: 43.895
Jumlah suara sah dan tidak sah: 2.718.464

19. Sumatera Selatan
Pasangan 01: 1.942.987
Pasangan 02: 2.877.781

Jumlah suara sah: 4.820.768
Suara tidak sah: 117.817
Jumlah suara sah dan tidak sah: 4.938.585

20. Sulawesi Tenggara
Pasangan 01: 555.664
Pasangan 02: 842.117

Jumlah Suara Sah: 1.397.781
Suara Tidak Sah: 27.625
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 1.425.406

21. Jawa Tengah
Pasangan 01: 16.825.511
Pasangan 02: 4.944.447

Jumlah Suara Sah: 21.769.958
Suara Tidak Sah: 606.514
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 22.376.472

22. Sumatera Barat
Pasangan 01: 407.761
Pasangan 02: 2.488.733

Jumlah Suara Sah: 2.896.494
Suara Tidak Sah: 40.225
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 2.936.719

23. Kepulauan Riau
Pasangan 01: 550.692
Pasangan 02: 465.511

Jumlah Suara Sah: 1.016.203
Suara Tidak Sah: 14.665
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 1.030.868

24. Banten
Pasangan 01: 2.537.524
Pasangan 02: 4.059.514

Jumlah Suara Sah: 6.597.038
Suara Tidak Sah: 194.128
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 6.791.166

25. Aceh
Pasangan 01: 404.188
Pasangan 02: 2.400.746

Jumlah Suara Sah: 2.804.934
Suara Tidak Sah: 83.326
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 2.888.260

26. NTB
Pasangan 01: 951.242
Pasangan 02: 2.011.319

Jumlah Suara Sah: 2.962.561
Suara Tidak Sah: 78.125
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 3.040.686

27. Jawa Barat
Pasangan 01: 10.750.568
Pasangan 02: 16.077.446

Jumlah Suara Sah: 26.828.014
Suara Tidak Sah: 648.065
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 27.476.079

28. DKI Jakarta
Pasangan 01: 3.279.547
Pasangan 02: 3.066.137

Jumlah suara sah: 6.345.684
Jumlah tidak sah: 79.890
Jumlah seluruh suara sah dan tidak: 6.425.574.

29. Papua Barat
Pasangan 01: 508.997
Pasangan 02: 128.732

Jumlah suara sah: 637.729
Suara tidak sah: 12.462
Jumlah seluruh suara sah dan tidak : 650.191

30. Sulawesi Selatan
Pasangan 01: 2.117.591
Pasangan 02: 2.809.393

Jumlah suara sah: 4.926.984
Suara tidak sah: 98.205
Jumlah seluruh: suara sah dan tidak 5.025.189

31. Riau
Pasangan 01: 1.248.713
Pasangan 02: 1.975.287

Jumlah suara sah: 3.224.000
Tidak sah: 47.530
Jumlah suara sah dan tidak sah: 3.271.530

32. Sumatera Utara
Pasangan 01: 3.936.515
Pasangan 02: 3.587.786

Jumlah suara sah: 7.524.301
Suara tidak sah: 111.925
Jumlah suara sah dan tidak sah: 7.636.226

33. Maluku
Pasangan 01: 599.457
Pasangan 02: 392.940

Jumlah suara sah: 992.397
Suara tidak sah: 11.514
Jumlah suara sah dan tidak sah: 1.003.911

34. Papua
Pasangan 01: 3.021.713
Pasangan 02: 311.352

Jumlah suara sah: 3.333.065
Suara tidak sah: 58.822
Jumlah suara sah dan tidak sah: 3.391.887

 

(red/detik)

BukaGlobal Hubungkan 4 Juta Pelapak Indonesia-Internasional

0

 

Jakarta – BUKALAPAK secara resmi menjadi e-commerce Indonesia yang membuka akses bagi para pelaku usaha kecil dan menengah Indonesia untuk meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan bisnisnya ke luar negeri.

Inovasi terbaru ini dinamakan BukaGlobal, yang hari ini secara resmi diluncurkan untuk pertama kali di luar negeri bertempat di KBRI Singapura. BukaGlobal akan menghubungkan lebih dari 4 juta pelapak Indonesia dengan konsumen di pasar global, termasuk diaspora Indonesia di luar negeri.

Setelah Singapura, empat negara lainnya yang akan menjadi tujuan dari BukaGlobal adalah Malaysia, Hongkong, Taiwan, Brunei Darussalam, dan diharapkan akan terus berkembang kedepannya.

Sebagai perusahaan teknologi yang telah membantu memajukan usaha kecil dan menengah Indonesia, Bukalapak melihat potensi ekspor mereka yang dapat bersaing di pasar global. Hal ini didasari dengan melihat kontribusi yang cukup signifikan dari para pelaku usaha kecil dan menengah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di tahun 2018, yaitu sekitar 60% dan diperkirakan akan terus meningkat di sepanjang tahun 2019.

Turut hadir dalam peluncuran BukaGlobal yang pertama di Singapura, yaitu Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, yang mengatakan pemerintah Indonesia sangat mendukung inisiatif terbaru Bukalapak yang sejalan dengan program pemerintah untuk memberikan fasilitas percepatan dalam meningkatkan potensi ekspor pasar usaha kecil, seperti program vokasi, pembangunan infrastruktur internet yang menyeluruh, dan pelatihan bisnis dan kewirausahan yang terus dilakukan secara sinergis.

“Dengan kolaborasi antara e-commerce dan pelaku usaha tradisional, diharapkan tidak hanya akan memajukan industri usaha kecil dan menengah, tetapi juga dapat mendorong Indonesia untuk memimpin pertumbuhan ekonomi digital di Asia tenggara yang potensinya mencapai US$ 130 milyar tahun depan.”

“Peranan pemerintah adalah sebagai fasilitator dan akselator pengembangan ekonomi digital” lanjutnya.

“Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia juga menargetkan bahwa pada akhir tahun 2019 sebanyak 8 juta pelaku usaha kecil telah bertransformasi dan memanfaatkan aplikasi teknologi digital untuk mengembangkan usahanya. Hal ini juga dapat menjadi salah satu strategi dalam menghadapi pesatnya pertumbuhan konsumen kelas menengah di Asia Tenggara yang diperkirakan akan mencapai 350 juta orang di tahun 2020”, demikian ditambahkan Rudiantara.

Sebagai tuan rumah dalam peluncuran BukaGlobal, Ngurah Swajaya, Duta Besar Indonesia untuk Singapura mengatakan kerja sama Indonesia dan Singapura juga mencakup ekonomi digital dan dalam bidang perdagangan, dimana Singapura merupakan mitra dagang terbesar ketiga Indonesia.

“Memanfaatkan pasar Singapura diharapkan tidak hanya memanfaatkan diaspora dan pasar domestik, tetapi juga pasar regional melalui Singapura, sehingga hal ini diharapkan dapat meningktkan ekspor Indonesia ke Singapura. Sebagai catatan, total ekspor Indonesia ke Singapura tahun 2018 mencapai US$ 13.9 milyar dan US$ 9 milyar berupa produk non-migas,” kata dia.

Dubes Ngurah Swajaya mengharapkan semakin banyak platform untuk ekspor akan semakin baik bagi Indonesia. KBRI Singapura juga mengembangkan showcase” produk ekspor Indonesia di KBRI dan secara virtual yang diisi ribuan produsen/eksportir produk ekspor Indonesia.

“Tahun 2018, KBRI juga memfasilitasi e-commerce platform Indonesia, Glexindo, yang didedikasikan khusus untuk memfasilitasi ekspor produk Indonesia ke luar negeri,” ujarnya dalam siaran persnya Senin (20/5/2019)

Fajrin Rasyid, Co-Founder dan Presiden Bukalapak menjelaskan, BukaGlobal dapat dimanfaatkan para pelaku usaha kecil untuk mendapatkan peluang merambah pasar global. Inovasi Ini adalah bentuk dari solusi yang dihadirkan Bukalapak untuk menjawab tantangan pelaku usaha kecil saat ini, terutama dalam mendapatkan akses pasar, dukungan logistik dan infrastruktur yang dapat diandalkan.

“Bukalapak tidak hanya ingin memberikan ketersediaan akses ke pasar (demand) dengan menghubungkan pelaku usaha kecil dengan konsumen di pasar luar negeri, tetapi juga turut membangun ekosistem logistik dengan menggandeng mitra terpercaya untuk memberikan layanan pengiriman yang cepat dan berkualitas. Keseluruhan inisiatif ini diharapkan akan berdampak pada kemajuan usaha kecil dan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang merupakan visi dari Bukalapak sejak didirikan 9 tahun lalu,” tambah Fajrin dalam penjelasannya kepada masyarakat Singapura dan diaspora Indonesia di Singapura.

Fitur BukaGlobal sudah dapat dinikmati para konsumen yang tinggal di Singapura, Malaysia, Hongkong, Taiwan dan Brunei Darussalam, mulai dari tanggal 20 Mei 2019. Fitur ini juga sangat mudah diaplikasikan dan dapat dipelajari di ulasan blog BukaGlobal. Saat ini BukaGlobal melayani pengiriman barang mulai dari 0.5kg dengan tarif bervariasi dan estimasi waktu pengiriman selama 6 – 11 hari yang disesuaikan dengan pilihan destinasi tujuan konsumen.

(red/Tanto)

Hari Kebangkitan Nasional Basarnas Ajak Tangkal Hoax, Bangkit Untuk Bersatu

0

Batamtines.co – Natuna –
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Mexianus Bekabel, S.Sos pimpin apel upacara peringati Hari Kebangkitan Nasional ke -111 tahun 2019 dilaksanakan di Halaman Kantor Basarnas Jalan Air Mulung, Bandarsyah, Ranai, Natuna, Kepri, pada Senin (20/05/2019) pagi dihadiri seluruh staf dan jajaran.

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga