Harkitnas ke-111 Tingkat Kota Batam diperingati di Dataran Engku Putri

0
145

Batam – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111 Tingkat Kota Batam diperingati dengan menggelar upacara, Senin (20/5) di Dataran Engku Putri.

Bertindak sebagai inspektur upacara Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad dan Komandan Upacara, Camat Belakang Padang, Yudi Admajianto. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa.

Sumpah Palapa tersebut merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Wilayah Nusantara yang disatukan oleh Gajah Mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan nasional kita untuk mengikat wilayah Indonesia seperti yang secara de jure terwujud dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini.

Artinya, ia tak akan menghentikan mati raga atau puasanya sebelum mempersatukan Nusantara.

“Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita. Alhamdulillah, sampai sekarang ini tahap-tahap pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif berlangsung dengan lancar,” sebut Amsakar membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI, Rudiantara.

Dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan, ditingkah bentang geografis yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia, membuktikan bahwa Indonesia mampu menjaga persatuan sampai detik ini. Tema peringatan Hari Kebangkitan Nasional, ke-111 “Bangkit Untuk Bersatu”. Bangkit untuk kembali menjalin persatuan dan kesatuan dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia.

“Oleh sebab itu, tak diragukan lagi bahwa kita pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan Indonesia” paparnya.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional kali ini juga dilangsungkan dalam suasana bulan Ramadan. Bagi umat muslim, bulan suci ini menuntun untuk mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dibenci Allah SWT seperti permusuhan dan kebencian, apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah.

Dengan bertumpu pada kekuatan jumlah sumber daya manusia dan populasi pasar, Indonesia diproyeksikan akan segera menjemput harkat dan martabat baru dalam aras ekonomi dunia. Bersama negara-negara besar lainnya seperti Tiongkok, Amerika Serikat, India, ekonomi Indonesia akan tumbuh menjadi sepuluh besar, bahkan lima besar dunia, dalam 10 sampai 30 tahun mendatang. Kuncinya terletak pada hasrat kita untuk tetap menjaga momentum dan iklim yang tenang untuk bekerja.

“Kita harus jaga agar suasana selalu kondusif penuh harmoni dan persatuan. Mari kita semua sebagai sesama anak bangsa secara sadar memaknai peringatan kali ini dengan memperbarui semangat gotong-royong dan kolaborasi, sebagai warisan kearifan lokal yang akan membawa kita menuju kejayaan di pentas global,” tutupnya.

 

(red/Humas Pemko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here