8.6 C
New York
Saturday, April 11, 2026
spot_img
Home Blog Page 952

Peringatan Isra Mi’raj 1440 H Danlanal Ranai : Tingkatkan Pemantapan Iman dan Taqwa Prajurit TNI

0

Batamtimes.co – Natuna –
Pangkalan Angkatan laut (Lanal) Ranai memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1440 H di Musholla Raudatul Jannah Komplek Mako lanal Ranai, pada Kamis (04/04/2019) pagi dihadiri prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) juga keluarga besar pangkalan TNI AL Ranai.

259 CPNS Natuna Lulus Seleksi Terima SK CPNS Hari ini

0

Batamtimes.co – Natuna
Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau menyerahkan SK kepada 259 CPNS peserta seleksi CPNS yang dinyatakan lulus test, pada Kamis (04/04/2019) di Gedung Serbaguna Sri Serindit Jalan Yos Sudarso Ranai, Natuna

Pesan Presiden di Peringatan Isra Mikraj: Walau Beda Pandangan Politik Tetap Harus Rukun

0

Jakarta– Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo malam ini menghadiri acara Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW Tingkat Nasional. Acara ini diadakan di GOR Pandawa, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu 3 April 2019.

Dalam acara ini turut hadir para alim ulama, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya. Saat memberikan sambutan, Presiden mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan meski beda pilihan politik.

“Saya ingin mengingatkan jangan sampai karena peristiwa politik, kita lupa bahwa kita ini saudara sebangsa setanah air. Kita lupa menjaga Ukhuwah Islamiyah dan Wathoniyah karena urusan politik. Ini saya lihat di banyak daerah,” kata Presiden.

“Antar tetangga enggak saling omong gara-gara pilihan bupati, enggak saling sapa gara-gara pilihan gubernur, di dalam satu majelis taklim enggak saling sapa karena pilihan presiden,” lanjut dia.

Padahal Presiden menuturkan, Allah SWT telah memberikan anugerah kepada Indonesia keberagaman agama, suku, adat istiadat, dan bahasa daerah. Oleh karena itu jangan sampai perbedaan menjadikan rakyat Indonesia tak bersaudara.

“Apa yang ingin saya garis bawahi. Perbedaan-perbedaan itu jangan menjadikan kita ini tidak menjadi saudara lagi. Ini sudah jadi sunatullah berbeda-beda,” kata Presiden.

Presiden lalu memberikan contoh lain soal keberagaman. Misalnya lewat bahasa daerah yang ada di Indonesia.

“Kalau di Jawa Tengah, sugeng ndalu, kulo nuwun, jawabannya monggo. Jawa Barat, sampurasun. Sumatra Utara, horas. Sulawesi Selatan, apa kareba. Ya inilah negara kita. Kita tahu betul negara ini besar,” ucap Presiden Jokowi.

Dijelaskan Presiden Jokowi, penduduk Indonesia saat ini ada 269 juta yang hidup di 17 ribu pulau tapi paling banyak ada di Pulau Jawa yaitu 149 juta. Untuk itu, Presiden mengatakan Indonesia bukanlah negara yang kecil.

“Saya ingin mengingatkan negara kita ini bukan negara kecil. 269 juta ini besar sekali. Semuanya perlu logistik, perlu makan, infrastruktur, jalan, semua perlu bendungan, air. Inilah manajemen negara, kalau hanya satu daratan itu lebih mudah. Tapi ini 17 ribu pulau, 2/3 Indonesia adalah air. Kalau bapak, ibu pernah pergi ke semua provinsi, ke 514 kabupaten dan kota, bisa saja para kiai dakwah pergi semua pulau, kabupaten dan kota. Kelihatan betapa perbedaan-perbedaan itu anugerah Allah sudah sebagai sunatullah,” tuturnya.

Sukoharjo, 3 April 2019
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

TNI AD Juara Umum Lomba Tembak AASAM 2019, 12 Kali Berturut-turut

0

JAKARTA – Untuk ke-12 kalinya, TNI AD menjadi juara umum dalam lomba menembak  antarnegara di ajang Australian Army Skill At Arms Meeting (AASAM) 2019, 26 Maret-2 April.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Candra Wijaya mengatakan, pencapaian kontingen TNI AD di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia ini merupakan prestasi untuk bangsa Indonesia.

“Yang dicapai Kontingen TNI AD di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia ini bukan hanya prestasi untuk TNI AD atau TNI semata, namun juga prestasi untuk rakyat dan bangsa Indonesia,” ungkap Candra dalam keterangan pers, di Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Ia mengatakan, pencapaian tersebut sesuai harapan karena kembali membawa juara umum dan menyisihkan 20 negara peserta.

“Capaian ini telah sesuai dengan harapan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa ketika melepas kontingen pada tanggal 14 Maret 2019 lalu. Kali ini kita kembali menjadi juara umum dengan menorehkan 21 emas, 14 perak, dan 10 perunggu. Ini menyisihkan 20 negara peserta lainnya,” lanjut Candra.

Menurutnya, kontingen TNI AD berhasil menyingkirkan beberapa negara maju yang memiliki teknologi Alutsista modern seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis hingga tuan rumah Australia.

“Demikian juga Thailand, Vietnam dan Malaysia yang secara tradisi memiliki para petembak bagus, seperti yang ditunjukkan saat AARM 2018 tahun lalu,” tuturnya.

Namun, menurut Candra, tahun ini perolehan medali kontingen TNI AD menurun dibandingkan 2018, yang berhasil merebut 38 medali emas, 18 perak dan 13 perunggu.

“Capaian kali ini bukanlah penurunan (prestasi), tapi menunjukkan bahwa ajang ini sangat kompetitif atau kontingen telah menunjukkan performance yang terbaiknya,” tegasnya.

Lebih lanjut Candra mengungkapkan, 20 orang petembak terbaik yang mengikuti Match Championship 104, 5 orang diantaranya adalah petembak TNI AD.

“Ini sangat membanggakan, ketiga petembak kita, Sertu Woli, Sertu Misran dan Kopda Arifin merebut semua kategori juara 1, 2 dan 3 pada Match Championship 104,” ujarnya.

Selain dari kemampuan para petembak, Candra Wijaya mengatakan, torehan prestasi kontingen TNI AD sekaligus menunjukkan senjata produksi dalam negeri, dalam hal Ini PT Pindad Persero yang sangat luar biasa dan andal.

Adapun peraih 10 besar klasemen lomba AASAM 2019 setelah Indonesia yaitu Australia, Malaysia, Selandia Baru, Korea, Amerika Serikat, Perancis, Canada, Jepang dan Vietnam, sedangkan negara peserta yang tidak hadir yaitu Irak, Filipina dan Singapura.

(red/kompas)

Sambangi Stadion Papua Bangkit, Presiden Tinjau Kesiapan PON 2020

0

Jayapura – Seusai meninjau lokasi pengungsian korban banjir bandang di GOR Touware, Kabupaten Jayapura, pada Senin, 1 April 2019, Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyambangi Stadion Papua Bangkit di Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Tujuan kedatangan Presiden adalah untuk meninjau kesiapan stadion yang akan digunakan dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2020 mendatang.

“Ini _ngecek_ saja, _ngecek_ persiapan untuk PON nanti 2020. Tuan rumahnya Provinsi Papua. Saya lihat kesiapannya ini nanti bulan Mei selesai,” ujar Presiden dalam keterangannya kepada para jurnalis seusai peninjauan.

Pembangunan stadion ini sendiri menurut Kepala Negara didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sementara beberapa infrastruktur lainnya didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Ini semua APBD, di depan _aquatic_ APBN, istoranya juga APBN. Memang bagi-bagi ini. Tapi lihat kualitasnya bagus-bagus,” lanjutnya.

Gubernur Papua Lukas Enembe yang turut mendampingi Presiden mengatakan pihaknya ingin menetapkan Provinsi Papua sebagai provinsi sepak bola dan provinsi atletik. Terkait hal ini, Presiden pun sepakat dan meminta Papua fokus kepada dua cabang olahraga tersebut.

“Sudah, fokus dua itu saja. Setuju, Pak Gub. Provinsi sepak bola dan provinsi atletik,” kata Kepala Negara.

Untuk diketahui, Stadion Papua Bangkit ini berkapasitas 40 ribu penonton dan menjadi stadion terbesar di kawasan Indonesia Timur. Stadion ini juga sudah bertaraf internasional dengan standar FIFA dan dilengkapi dengan lapangan pendamping.

Jayapura, 1 April 2019
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

Pengangkatan Walikota Batam sebagai Pejabat Ex-officio BP Batam akan dilakukan usai Pemilu

0

Batam – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memastikan perdagangan bebas (Free Trade Zone/FTZ) tetap berlaku di Batam. JK menuturkan Wali Kota (Walkot) Batam akan ditunjuk sebagai Kepala BP Batam.

Hal tersebut disampaikan JK usai rapat tertutup di Marketing Center BP Batam, Selasa (2/4/2019). Rapat diselenggarakan dengan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dan Kepala BP Batam Edy Putra Irawady.

“Untuk lebih meyakinkan lagi bahwa dalam waktu yang singkat dualisme kepemimpinan di Batam ini akan segera kita selesaikan dengan mengangkat Pak Walikota sebagai pejabat Ex-officio daripada kepala ini,” kata JK.

JK mengatakan pengangkatan wali kota sebagai Kepala BP Batam akan dilakukan usai pemilu, karena saat ini banyak pihak sedang berkonsentrasi kampanye.

“Setelah itu (pemilu) lah. Supaya konsentrasi orang berkampanyelah,” jelasnya.

Sebelumnya, JK menegaskan perdagangan bebas (Free Trade Zone/FTZ) tetap berlaku di Batam. JK beralasan yang perlu dibenahi di Batam adalah dualisme pengelolaan bukan peralihan dari FTZ ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“FTZ itu tidak jauh beda dengan KEK, namun demikian saya ingin katakan kita tetap berprinsip bahwa FTZ berlaku untuk Batam tidak akan diubah macam-macam,” kata JK dalam Rakornas Apinda di Hotel Swiss Bell, Batam, Selasa (2/4).

JK menambahkan banyak keluhan dari pengusaha baik asing maupun nasional terkait dualisme kepengurusan. Dia berjanji masalah dualisme akan diselesaikan usai Pemilu dan pengelolaannya diserahkan dari BP Batam ke Wali Kota.

“Yang kita perbaiki adalah dualisme. Karena itu keluhan di mana-mana, keluhan pengusaha asing, pengusaha nasional,” jelasnya.

 

(red/Detik)

Ini Surat Terbuka Benny Rhamdani Usai Dimarahi Prabowo Saat Debat Capres ke empat

0

Jakarta – Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) asal Sulawesi Utara, Benny Rhamdani menuliskan surat terbuka untuk calon presiden Prabowo Subianto, pasca debat keempat Pilpres, Sabtu (30/3/2019).

Berikut isi lengkap surat terbuka mantan politisi PDIP ini, seperti yang dikutip dari wartapolitik.

TUAN BESAR PRABOWO SUBIANTO

Yang Terhormat,
Mohon maaf jika Surat Terbuka ini harus saya awali dengan pernyataan saya yang mungkin akan membuat Tuan Prabowo tidak berkenan.

Saya harus mengatakan, bahwa Tuan adalah pemimpin yang tidak sekadar temperamental dan emosional, tapi Tuan juga adalah pemimpin yang sangat berbahaya bagi orang-orang yang yang sedang berbahagia.

Bahkan mungkin Tuan adalah pemimpin yang berbahaya bagi orang-orang yang sedang bersedih. Karena jika tertawa karena bahagiapun Tuan larang dan persoalkan, lalu bagaimana dengan orang yang bersedih dan tidak mau tertawa?

Penilaian saya ini berdasarkan fakta peristiwa yang saya alami saat hadir dalam Debat Capres di Hotel Shangrila malam ini.

TUAN PRABOWO SUBIANTO,

Sekedar Tuan tahu, Tertawa Saya itu spontan, seperti umumnya jika orang tertawa. Tidak ada tertawa yang dipersiapkan dan direncanakan. Karena tertawa Saya malam ini adalah ekspresi kebahagian yang didorong karena ada hal lucu yang dirasakan.

Dan jika Tuan bertanya kenapa saya tertawa? Sejujurnya karena memang Pernyataan Tuan tentang Strategi Pertahanan Keamanan lah yang menjadi sumber penyebabnya.

TUAN PRABOWO SUBIANTO,

Ketika dengan nada tinggi yang diiringi goyangan berulang-ulang telunjuk jari mempertanyakan Kenapa dan alasan apa Saya tertawa. Saya paham bahwa Tuan sedang menegur Saya karena Tuan merasa tidak nyaman dengan tertawa saya yang Sampai ditelinga Tuan.

Tuan boleh merasa tidak nyaman dan terganggu, tapi pertanyaannya, benarkah Tuan punyak hak untuk menegur orang yang tertawa atau bahkan menimbulkan gangguan dalam acara debat tersebut?

Tuan lupa, bahwa acara Debat Pilpres tersebut dilaksanakan oleh KPU. Tuan Prabowo Subianto adalah Capres yang menjadi peserta debat sebagaimana Pak Jokowi.

Maka sesungguhnya KPU lah yang memiki kekuasaan penuh untuk menegur, bahkan mungkin mengeluarkan Saya dari ruangan atau siapapun yang dinilai telah mengganggu kenyamanan dan kelancaran pelaksanaan Debat Capres sebagaimana yang diatur dalam tata tertib pelaksanaan debat yang dibuat oleh KPU.

Tapi fakta di lapangan, hingga selesainya acara Debat malam ini, Saya tidak sekalipun mendapat peringatan dan teguran apapun dari KPU.

TUAN PRABOWO SUBIANTO,

Peristiwa malam ini, semakin menguatkan keyakinan Pilihan Politik Saya terhadap Jokowi.

Selama kurang lebih 4,5 tahun, Jokowi tidak sekedar ditertawakan oleh lawan-lawannya. Jokowi diejek dan dihinakan harga dirinya, direndahkan martabat keluarganya, dilecehkan kesetiannya kepada Pancasila, diragukan keyakinan atas keIslamannya. Tapi selama itu juga Jokowi mampu bersabar dan menahan diri dengan kesholehan lisan dan tindakannya.

Maaf TUAN BESAR PRABOWO SUBIANTO, malam ini Tuan tidak sekadar telah menculik kebahagian Saya untuk tertawa. Tapi Tuan juga telah menculik hak dan kewenangan KPU dan Bawaslu RI sebagai penyelenggara Pilpres termasuk keseluruhan tahapan pelaksanaan Debat Capres di dalamnya.

Tuan, disadari atau tidak, malam ini Tuan telah MENCULIK dan melakukan PENGHIILANGAN SECARA PAKSA atas 13 orang manusia indonesia. Saya yang tertawanya anda persoalkan dan 7 Komisioner KPU serta 5 Komisioner Bawaslu RI sebagai Pelaksana dan Pengawas penyenggaraan Debat Capres malam ini.

Terima kasih TUAN BESAR PRABOWO SUBIANTO, InsyaAllah Indonesia akan tetap dipimpin oleh seorang Presiden yang tidak sekedar bisa membuat rakyatnya bahagia. Tapi juga menjamin secara merdeka setiap warga negaranya untuk bisa Tertawa karena bahagia.

Bukan seorang Presiden yang membahayakan kemerdekaan warga negaranya untuk tertawa karena bahagia dan Menculik serta menghilangkan secara paksa hak warga negaranya yang mengekspresikan kebahagiaannya dengan cara tertawa.

Terima kasih.

Jakarta, 30 Maret 2019

Hormat Saya:

BENNY RHAMDANI

(redaksi)

Letkol (Inf) Ahmad Daud Harahap Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat 18 Prajurit Yonkomposit 1/GP Natuna

0

Batamtimes.co – Natuna –
Sebanyak 18 prajurit yang terdiri dari
Perwira, Bintara dan Tamtama anggota Yonkomposit 1/ Gardapati, jalani upacara kenaikan Kenaikan Pangkat di Lapangan Mako Yonkomposit, Sepempang, Ranai, Natuna, Kepri, pada Selasa (02/04/2019) pagi.

Sambut HUT Ke-73 Lanud Raden Sadjad Ranai Gelar Donor Darah

0

Batamtimes.co – Natuna –
Lanud Raden Sadjad Ranai gelar Bakti Sosial donor darah secara serentak untuk menyambut HUT Ke-73 TNI Angkatan Udara di Rumah Sakit Integratif TNI dr. Yuniati Wisma Karyani  Lanud Raden Sadjad, pada Senin (1/4/2019).

Presiden Jokowi Yakini Pengembangan KEK Majukan Perekonomian Setempat

0

Jakarta– Presiden Joko Widodo pada Senin, 1 April 2019, meresmikan tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) beserta infrastruktur pendukung sarana pendidikan. Peresmian dilangsungkan di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Kota Manado, Sulawesi Utara, sebelum bertolak menuju Provinsi Papua.

Ketiga KEK tersebut ialah KEK Bitung di Sulawesi Utara, KEK Morotai di Maluku Utara, dan KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kalimantan Timur. Sementara infrastruktur pendukung sarana pendidikan yang turut diresmikan ialah rumah susun Institut Agama Islam Negeri Manado dan rumah susun Universitas Kristen Tomohon.

“Ini (KEK) sudah mulai (pembangunannya). Tadi saya tanya ke Pak Gubernur, yang di Bitung sudah mulai kemudian banyak investor baru yang antre di situ. Morotai tadi Pak Gubernur Maluku Utara juga sudah menyampaikan sudah dimulai di sana,” ujar Presiden.

Kepala Negara mengatakan, dengan adanya pembangunan sejumlah KEK di kawasan timur Indonesia ini akan muncul pemerataan pembangunan. KEK tersebut diharapkan dapat memajukan perekonomian setempat yang kebanyakan bergantung pada industri pengolahan bahan baku dan pariwisata.

“Kita harapkan yang dulunya kita selalu mengekspor ke luar negeri itu dalam bentuk bahan mentah nantinya akan ada pengolahan industri di dalam negeri baik untuk perikanan, baik nanti kelapa sawitnya, dan produk-produk perkebunan yang lain, termasuk di dalamnya pariwisata,” ucapnya.

Selain itu, dengan banyaknya investasi yang masuk ke wilayah tersebut seiring dengan pembangunan KEK, lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat juga diperkirakan akan terbuka lebar. Dengan itu masyarakat setempat akan turut merasakan hasil dari pembangunan tersebut.

“Industri pengolahan, industri-industri yang lain, pabrik-pabrik, akan buka di kawasan-kawasan industri ini sehingga kita harapkan terbuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya,” tuturnya.

Untuk diketahui, sejumlah KEK yang diresmikan tersebut memang memiliki fokus berupa pengolahan komoditas pertanian setempat dan perikanan. KEK Bitung misalnya, Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Darmin Nasution mengatakan bahwa berdasarkan potensi wilayah dan keunggulan geostrategis wilayah tersebut, KEK Bitung seluas 534 hektare diharapkan mampu mendorong hilirisasi dan mendongkrak daya saing sektor perikanan, agro, dan farmasi.

“Fokusnya adalah pengolahan kelapa, di sini banyak kelapa. Kemudian yang kedua perikanan dan yang ketiga adalah farmasi. Ada beberapa investor yang tertarik masuk ke sini untuk industri farmasi,” ucap Darmin sebelum acara peresmian.

Adapun KEK Morotai memiliki keunggulan berupa keindahan pantai dan pemandangan bawah laut yang indah. Dahulu, Pulau Morotai diketahui juga merupakan salah satu basis militer pada Perang Dunia II sehingga berpotensi menjadi daerah wisata.

“Fokusnya adalah industri perikanan dan pariwisata karena itu adalah daerah bekas pangkalan militer peninggalan Perang Dunia II dulu sehingga cocok sebagai tempat pariwisata,” tutur Darmin.

Sedangkan KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan memiliki luas 557 hektare yang akan ditujukan sebagai kawasan pengolahan kelapa sawit, energi, dan logistik. Daerah tersebut memang kaya akan sumber daya alam terutama kelapa sawit sehingga diharapkan akan menjadi pusat pengolahan komoditas tersebut beserta segala produk turunannya di samping industri lain seperti industri mineral, gas, dan batu bara.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam peresmian ini, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, dan Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba.

 

(Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden/Bey Machmudin)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga