Akibat Dolar,Harga Daging Naik,Harga Mie Tetap sama bang !

0
106

Oleh:Budi KUN

batamtimes.co,Batam- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini Selasa (15/9/2015) terus tertekan,berdasarkan data Bloomberg pada level Rp14.352/USD dan pada pukul 10.00 WIB melemah ke Rp14.369/USD. Akibat dari terus tergerusnya rupiah terhadap dolar pedagang terpaksa disuruh memutar otak untuk mencari keuntungan dari hasil berjualan.

Namun menurut beberapa pedagang untuk mencari keuntungan ditengah harga-harga barang yang terus melambung sangat tidak mungkin,yang ada hanya untuk bertahan.Pakde (52) salah seorang pedagang Bakso dan mie ayam di bilangan Baloi persero mengatakan,untuk mendapatkan untung dari hasil berjualan baso tidaklah mungkin saat sekarang,yang mungkin itu bertahan hidup saja.”tidak ada untung bang,kita hanya bertahan saja semua harga kebutuhan untuk masakan mie baso dan mie ayam naik.Paling menonjol naik itu daging,daging sapi dan daging ayam,”kata Pakde selasa (15/9/2015)

Pakde mengatakan,Harga daging Ayam bulan agustus kemarin hanya Rp 27 ribu dipasaran,sementara pada bulan september harga merangkak naik menjadi Rp 35 ribu per kg.”kenaikan harga sebenarnya berimbas dari kenaikan dolar yang terus menerus naik,sehingga harga daging ayam juga ikut naik,dan saya sebagai pedagang hanya dapat membeli kebutuhan daging seadanya,”ujar Pakde

Biasanya sebelum ada kenaikan harga,beli daging sebanyak 10kg-12kg sekarang sangupnya beli 8 kg saja.Untuk harga mie ayam masih tetap sama walau harga daging naik kita jual Rp 8 ribu per mangkok.”Beli daging ayam biasanya 10kg-12kg perhari,jika sekarang yah hanya 8 kg saja.sementara Harga mie ayam dijual tetap sama,”kata pakde dengan sedikit mengeluh

Dikatakan Pakde,untuk penghasilan perhari penghasilan pada bulan September mengalami penurunan lantaran sepi yang makan.”Bulan Agustus masih dapat Rp 1 Juta bersih per hari sementara  bulan September hanya bawa pulang uang kerumah Rp 800 ribu kotor,”katanya

Untuk rasa tambah Pakde,tidak dikuranggi walaupun harga bahan pembuatan bumbu juga ikutan naik.”nanti jika bumbu mie ayam di kuranggi rasanya kurang enak,jadi kualitas rasa masih tetap sama,harga sama,untungnya yang tidak ada,”terang pakde.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here