Aneh Jembatan Dompak Senilai 312 M Terputus Ambruk,PT.WIKA Masih Evaluasi?

0
353

batamtimes.co,Tanjungpinang-Proyek Jembatan I yang menghubungkan daratan Pulau Dompak dan daratan Tanjungpinang dari depan Ramayana Mall ambruk begitu saja padahal proyek tersebut dikerjakan dengan biaya Rp 312 miliar.Bahkan sebelum ambruk rencananya Jembatan tersebut ditargetkan selesai dikerjakan pada Desember 2015 ini.

Proyek Jembatan I dikerjakan  PT Wijaya Karya (WIKA),dan kerusakan pertama kali diketahui saat, puluhan pekerja PT.WIKA baru selesai mengecor lengan atau span antar fondasi ke-2 dan ke-3 pada segmen tersebut.

“Insiden ini terjadi setelah kawan-kawan baru selesai mengecor lengan atau span jembatan di titik P-7 ini,” ungkap Rodi Yantari, Petugas pelaksana teknis kegiatan (PPTK) Proyek tersebut pada konferensi pers di Pulau Dompak, Jumat(2/10/2015) malam.

Konstruksi Jembatan I Pulau Dompak Tanjungpinang pada titik P-7 turun dan ambruk, pada Jumat (2/10/2015) sekitar pukul 16.40 WIB.”Insiden ini terjadi setelah kawan-kawan baru selesai mengecor lengan atau span jembatan di titik P-7 ini,” ungkap Rodi Yantari, Petugas pelaksana teknis kegiatan (PPTK) Proyek tersebut pada konferensi pers di Pulau Dompak, Jumat malam.

Menurut Rodi, P-7 ini terdiri dari 3 fondasi. Jarak antara fondasi yang satu dengan fondasi lainnya masing-masing sepanjang 35 meter.Sedangkan, konstruksi yang turun dan ambruk terjadi pada fondasi ke-3 dan ke-3 pada segmen P-7 tersebut.

“Di atas P-7 ini ada 40 pekerja. Namun, kami bersyukur karena saat peristiwa itu terjadi, mereka sudah bergerak turun. Saya katakan, musibah ini tidak memakan korban jiwa,” jelas Rodi

Hanya saja pada saat kejadian masih ada pekerja yang berada diatas jembatan berjumlah 3 orang.

“Namun, ada 3 orang berada di atas jembatan sedang melakukan perapian. Saat kejadian berlangsung, mereka langsung melompat ke laut. Tangan salah seorang pekerja di antara mereka terkilir. Sekarang dia sudah diurut,” jelasnya

Rodi sendiri mengaku belum bisa menduga apa penyebab insiden ini. Namun, memastikan bahwa seluruh tahapan pelaksanaan konstruksi itu sudah dilakukan sesuai dengan prosedurnya.Setiap tahan dites terlebih dahulu sebelum dilanjutkan ke tahap selanjutnya di bawah pendampingan Managemen Konstruksi (MK).

lebih jauh menurutnya,Jembatan I ditargetkan akan melakukan finishing sekitar Bulan Desember 2015 hanya saja dengan kejadian tersebut pesimis dapat tercapai.”Kami pesimis, tak mungkin di akhir Desember 2015 ini, proyek ini bisa selesai dikerjakan. Saya masih percaya pada kemampuan kawan-kawan di lapangan utk lakukan pekerjaan ini. Tentu kami juga berkoordinasi dengan BPKP dari awal dan akhir. ” katanya.

Bahkan PT.WIKA belum mengetahui secara pasti penyebab ambruknya Jembatan I.Hanya saja Perusahaan masih terus melakukan investigasi dilapangan penyebab terjadinya.

“Kami tetap komitmen mengerjakan proyek ini. Sedangkan untuk sebabnya, sampai detik ini kami belum bisa jawab karena apa,” kata General Manager (GM) PT. Wika, Adi Prayitno.

Selain itu, Adi mengatakan, pihaknya akan melakukan investigasi terkait hal ini, dan pihaknya akan mendatangkan Ahli Jembatan.

“Ini musibah yang tidak kami harapan. Runtuhnya jembatan di titik P-7, kami akan lakukan investigasi terlebih dahulu,” ucapnya.

Bahkan lebih lanjut dikatakanya PT.WIKA berkomitmen untuk menyelesaikan proyek dan akan terus mengerjakan segmen-segmen lain. Namun, untuk segmen P-7, baru akan dikerjakan setelah diinvestigasi dan dievaluasi oleh tim ahli.

“Yang jelas segala konstruksi yang runtuh dan ambruk tidak akan dipakai lagi. Semuanya akan dievakuasi dan dibangun dari awal. Namun, ketiga fondasi masih kuat dan tetap dipakai,” jelas Adhi

Adhi juga belum bisa menduga apa penyebab keruntuhan lengan jembatan pada P-7 itu. Dia hanya sedikit menjelaskan bahwa pangkal lengan jembatan pada fondasi ke-2 turun. Kondisi ini akan mempengaruhi lengan yang tersambung dengan fondasi ke-3. Akibatnya, ujung lengan jembatan yang ditopang oleh fondasi ke-3 ambruk.

“Jadi, lengan jembatan ini jatuh bukan karena ditabrak ponton. Kami tetap terbuka memberikan informasi supaya berita kepada masyarakat tidak simpang siur. Kami belum siap menjawab apa penyebabnya. Kami akan memberikan jawaban setelah investigasi selesai. Namun, ini adalah musibah yang terjadi pada masa konstruksi,” jelasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepulauan Riau Ir. Heru Sukmono menyatakan PT Wijaya Karya, kontraktor yang membangun Jembatan 1 Dompak, Tanjungpinang harus bertanggung jawab atas ambruknya sebagian jembatan tersebut.

“Jembatan itu harus dibangun kembali dan masih menjadi tanggung jawab kontraktor,” tegas Kepala PU Kepri Heru, di Tanjungpinang, Sabtu.

Jembatan penghubung Pulau Dompak, pusat Pemerintahan Kepri dengan pusat perkotaan Tanjungpinang ambruk pada Jumat sore (2/10).

Dinas PU Kepri minta pihak LAPI ITB untuk melakukan investigasi, mencari penyebab ambruknya sebagian kontruksi jembatan yang terletak di tengah laut perairan Dompak tersebut.

Rencananya, hari ini akan ada tim ahli dari LAPI ITB melakukan investigasi langsung ke lapangan mencari penyebab ambruknya jembatan.

Setelah investigasi, lanjutnya akan dilakukan analisa ulang untuk mencari jalan keluar serta alternatif melanjutkan pembangunan jembatan Dompak tersebut.

“Bagaimana jalan keluarnya, apakah ada alternatif lain atau metode-metode lain yang lebih mudah dan aman sehingga pembangunan jembatan ini tetap berlanjut,” ucapnya.

Menurut Heru, jembatan Dompak ambruk tidak sampai memakan korban, akan tetapi dalam waktu dekat, pihaknya juga akan melakukan evakuasi lebih lanjut terhadap kejadian yang dikategorikan sebagai musibah tersebut.

“Kami berharap, kontaktor atau konsultan menelaah kembali, kenapa ini bisa terjadi, apakah keteledoran, sengaja, atau bagaimana. Yang jelas, kami akan terus melakukan pemantau,” kata Heru.

Telaah yang dimaksud untuk mengukur, apakah jembatan tersebut bisa rampung pada akhir tahun 2015 ini, sebagaimana yang ditargetkan mantan Gubernur Kepri Sani, atau harus diperpanjang.

Jembatan I penghubung Pulau Dompak, pusat Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau dengan pusat perkotaan di Tanjungpinang ambruk, padahal PT Wijaya Karya menargetkan penyelesaian pembangunan proyek senilai Rp312 miliar itu pada November 2015.

Tim Ahli Turun Tanggan

Sehari setelah keruntuhan proses investigasi dan evaluasi terhadap keruntuhan segmen P-7 Jembatan I Pulau Dompak Tanjungpinang langsung dilakukan penyelidikan secara cepat.Tim ahli jembatan dari Jakarta langsung turun ke Pulau Dompak.

Tim ahli ini, terdiri dari LAPI ITB, PT Wijaya Karya (Wika) dan spesialis ahli jembatan yang menjadi subcon dari Wika.”Tim ahli dari Jakarta sudah datang menginvestigasi kondisi jembatan itu. Mereka berjumlah 10 orang dari 3 lembaga yang spesialis membangun jembatan,” ungkap Rodi Yantari, pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kepri pada Proyek Jembatan I tersebut.

Rodi menginformasikan bahwa tim ahli jembatan tersebut menginvestigasi kondisi kerusakan segmen P-7 sejak pagi sampai sore hari. Proses investigasi akan dilanjutkan dengan evaluasi pada Minggu (4/10/2015).

Setelah itu, tim ahli jembatan akan mengeluarkan pernyataan resmi terkait penyebab keruntuhan jembatan dan proses penyelesaiannya di waktu yang akan datang.”Hari ini, kami belum bisa mengeluarkan pernyataan resmi. Kami masih membahas hasil investigasi tadi di internal kami. Tetapi kami berjanji akan memberikan pernyataan resmi terkait segala sesuatu yang berhubungan dengan jembatan tersebut. Pak Jodhi Firmansyah sebagai Pemimpin Managemen Konstruksi akan mengeluarkan pernyataan resminya,” kata Rodi.

PPTK Proyek Jembatan I Pulau Dompak itu kemudian meminta masyarakat agar tidak melintas di sekitar lokasi segmen P-7. Dia menegaskan bahwa selama beberapa hari mendatang, lokasi jembatan tersebut hanya dimasuki oleh pihak proyek.(bud/tri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here