Kapal Pengangkut TKI Kecelakaan di Sebelah Selatan Johor Malaysia

0
193

batamtimes.co,Kuala Lumpur – Delapan mayat ditemukan menyusul kecelakaan kapal di perairan sebelah selatan Johor, Malaysia.

Sementara 20 orang masih dinyatakan hilang.Informasi ini diungkapkan otoritas penjaga perairan Malaysia, seperti dikutip kantor berita AFP, Senin (25/7/2016).

Media setempat menyebutkan, perahu yang terbalik itu mengangkut 62 orang.Seluruhnya adalah warga Indonesia, dan diduga sebagai kelompok imigran ilegal.

Kapal itu terbalik karena terhantam ombak keras pada Sabtu malam lalu.

Hingga saat ini, sebanyak 34 penumpang telah diselamatkan dan proses pencarian terhadap korban yang hilang masih berlangsung.Saya tetap tak mampu menyelamatkan dia, sekalipun saat kejadian dia duduk di pangkuan saya,” kata seorang korban selamat yang bercerita tentang istrinya yang sedang hamil dan hilang dalam kecelakaan ini.

“Semuanya terlihat bagaikan mimpi buruk,” ungkap dia lagi seperti dikutip harian The Star.

Para korban yang selamat diserahkan kepada otoritas imigrasi Malaysia.

Sebuah harian berbahasa Inggris yang terbit di Malaysia mengutip keterangan pejabat setempat menyebutkan, para warga Indonesia itu dipercaya sedang dalam perjalanan untuk kembali ke Tanah Air.

Petugas setempat pun memastikan bahwa para penumpang kapal yang diselamatkan dan tidak memiliki dokumentasi yang cukup akan segera dideportasi. Kini peristiwa ini masih dalam penyelidikan.

Wilayah Johor memang memiliki garis pantai yang panjang, dan berbatasan langsung dengan wilayah Indonesia dan Singapura.

Kondisi itu memungkinkan para pekerja ilegal dari Indonesia memasuki wilayah negara itu dengan relatif mudah.

Berdasarkan data yang ada, tak kurang dari dua juta warga Indonesia mencari peruntungan di Negeri Jiran. Sebagian dari mereka bekerja secara ilegal, tanpa dibekali dokumentasi yang lengkap.

Peristiwa kecelakaan yang merenggut korban jiwa macam ini bukan perkara baru bagi kedua negara.

Biasanya para pekerja ilegal tersebut mencoba melintasi batas negara dengan menggunakan perahu pada malam hari demi terhindar dari pengawasan.

Di awal tahun 2016 ini, 18 jasad warga Indonesia juga ditemukan menyusul kecelakaan kapal di perairan Johor.(kompas.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here