Nyayang Sebut Pengawasan HP Diperketat , Jangan Pengusaha Counter yang Disiagakan

0
119
Ketua Komisi 1 DPRD Batam, Nyayang Haris

batamtimes.co, Batam – Paska penggrebekan distributor HP dikawasan Nagoya seminggu lalu para pedagang HP di pusat perbelanjaan resah, bahkan terancam usaha mereka gulung tikar akibat seringnya pihak kepolisian melakukan razia.

Hal ini diungkapkan salah seorang usaha counter Hp di Nagoya berinisial RI, Ia mengatakan, kalau begini terus bisa bangkrut usaha yang sedang kami jalankan dan ini mematikan usaha kami.

“Coba perhatikan hampir semua HP dijual tak jelas asalnya dengan harga terjangkau, kalau dirazia terus mestilah usaha kami,” ujarnya.

Kata Dia, kami kan membembeli dan kembali dijual terhadap konsumen dengan modal sendiri , namun yang dirazia toko tentunya sangat merugikan kami.

“Modal jadi habis dan kamipun bangkrut dan tentunya berdampak terhadap karyawan diberhentikan,” ujarnya .

Ia menambahkan, kami berharap pihak kepolisian melakukan penangkapan terhadap Bos besar sebagai pemasok barang dari luar dan melakukan razia terhadap masuknya barang secara ilegal ke Batam.

Sementara itu, Ketua Komisi 1 DPRD Batam, Nyayang Haris mengatakan, sebagai yang membidangi hukum ia menilai Batam merupakan daerah zona perdagangan bebas(FTZ) tidak adanya pungutan PPn, PPh maupun pajak penghasilan yang dilihat dari hasil razio penjualan akhir tahun.

” Maka dari itu pengawasan dari awal sampai akhir ada di bea dan cukai masuknya barang tersebut,” ujarnya.

Kata Dia, kalau memang sulit melakukan pengawasan dapat juga dilihat pengawasan pelabuhannya dan mengajak instansi lainnya mengawasi.

“Intinya pengawasan diperketat dan jangan pengusaha di counter yang disiagakan,” Kata Dia.

Ia menambahkan, dalam hal ini para pengusaha HP atau counter tidak perlu takut dan ikut saja aturan karena BP Batam dapat juga mengeluarkan kuota sesuai aturan ,” pungkasnya.

Pewarta : Adi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here