Yumasnur : DAK Kota Batam Tahun 2017 Untuk Infrastruktur Sebesar Rp 23 M Turun

0
336
Walikota batam,wakill walikota batam dan Kepala Dinas Bina Marga Kota Batam Yumasnur saat meninjau Perbaikan Jalan di Nagoya

batamtimes.co , Batam – Penerimaan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat untuk Kota Batam Kepulauan Riau pada 2017 merosot dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun ini kami hanya mendapatkan DAK Rp23 miliar, memang menurun, karena tahun lalu sampai Rp75 miliar,” kata Kepala Dinas Bina Marga Kota Batam Yumasnur di Batam, Minggu.

Dana itu akan digunakan untuk membangun infrastruktur jalan di penjuru kota, di antaranya jalan di Sagulung, Sei Beduk dan di Pulau Galang.

“Umumnya jalan menuju perumahan,” kata Yumasnur.

Sementara itu, pada 2017 Pemkot Batam juga masih konsentrasi pada pembangunan infrastruktur jalan.

Yumasnur menyatakan Pemkot berencana memperlebar ruas jalan utama pada 2017 sebagai kelanjutan peningkatan infrastruktur perhubungan darat di pusat bisnis jasa dan perdagangan.

Ruas jalan yang akan diperlebar antara lain dari depan Hotel Planet Holiday hingga Hotel The Hill, jalan dari depan Apartemen Harmoni sampai Simpang Baloi, Simpang Telkom sampai Simpang Irinko, Simpang Telkom ke arah “Under Pass” Pelita dan dari Simpang BNI ke Simpang Jam.

Pelebaran akan menyesuaikan dengan daerah milik jalan (DMJ) atau “Right of way” (ROW).

“Sekarang kami masih menginventarisir berapa ROW yang ada. Nanti pembangunannya menyesuaikan. Minimal akan dibuat dua lajur, masing-masing dengan dua lajur kiri dan kanan,” kata Yumasnur.

Selain jalan, ia mengatakan pemerintah juga akan memperlebar drainase dari Simpang Hotel Nan Tongga ke arah laut di samping Hotel Pasific Palace.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi menegaskan pemerintah masih akan melanjutkan pembangunan infrastruktur pada 2017 dan mengharapkan pemerintah provinsi dan pusat turut membantu pembangunan jalan.

“Kami meminta pemerintah provinsi menambah ROW jalan dari Simpang Franky sampai ke ‘Under Pass’ Pelita,” kata Wali Kota.

Dari pemerintah pusat, Pemkot meminta pembangunan jalan dari Jam sampai ke Sekupang.

“Kami sudah ajukan proposal ke Kementerian Pekerjaan Umum untuk menambah lajur lambat. Sekarang ini kalau ada kecelakaan, kendaraan tidak bisa lewat. Kalau ditambah jalur lambat, maka bila terjadi kecelakaan, kendaraan bisa jalan terus,” kata dia.(red/antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here