Kuota Penerimaan SNMPTN dan SBMPTN Tahun 2017 Mengalami Perubahan

0
169
Ilustrasi SBMPTN dan SNMPTN

batamtimes.co , Jakarta – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) secara resmi memulai kegiatan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir, mengatakan, terdapat perbedaan kuota penerimaan SNMPTN dan SBMPTN 2017, dibanding tahun sebelumnya.

Hal tersebut, lanjut dia, dikarenakan beberapa pertimbangan dan kajian dari hasil pelaksanaan penerimaan mahasiswa pada tahun sebelumnya. Pihak panitia, memutuskan kuota SNMPTN minimum 30 persen, SBMPTN minimum 30 persen, dan Ujian Mandiri (UM) maksimum 30 persen.

“Jadi boleh dan bisa untuk menambahkan kuota untuk SNMPTN dan SBMPTN. Bisa nambah 40 persen sampai 50 persen. Ini tergantung kebijakan perguruan tingginya. Asal jangan diatas 30 persen untuk UM,” kata Nasir, di Gedung Kemristekdikti, Jakarta, Jumat, (13/1).

Nasir menyebutkan, Rektor atau perguruan tinggi (PT) yang tidak patuh pada penetapan kuota, akan diberikan sanksi. “Sedangkan, untuk kebijakan kuota SNMPTN dan SBMPTN sepenuhnya kebijakan kampus. Bahkan, kampus diberi kebebasan untuk tidak mengadakan UM,” tambahnya.

Nasir menyebutkan, Institut Teknologi Bandung (ITB) merupakan salah satu kampus yang memiliki kebijakan sendiri. “ITB, tidak membuka jalur UM. Kuota hanya difokuskan untuk SNMPTN dan SBMPTN,” tambah Nasir.

Sementara itu, Ketua Panitia SNMPTN dan SBMPTN 2017, Ravik Karsidi, mengatakan, untuk jalur SNMPTN, calon mahasiswa diterima berdasarkan seleksi penelusuran prestasi dan portofolio akademik. Untuk itu sekolah harus mendaftarkan siswa pada laman http://www.snmptn.ac.id dan http://halo.snmptn.ac.id.

Meski demikian, Ravik mengatakan, tidak semua sekolah dapat mendaftarkan semua siswanya. Sekolah hanya mendaftarkan siswa terbaik berdasarkan akreditasi sekolah.

“Dalam hal ini, sekolah yang akreditasi A maka dapat mendaftar 50 persen siswa berperstasi terbaik. Sedangkan untuk sekolah akreditasi B mendapat 30 persen, dan akresitasi C sebesar 10 persen. Sedangkan akreditasi lainnya hanya disediakan 5 persen,” kata Ravik.

Untuk jalur tertulis, lanjut dia, siswa dapat mendaftar pada pada laman SBMPTN melalui http://www.sbmptn.ac.id dan http://halo.sbmptn.ac.id.

“Selain itu juga dapat mendaftar di jalur mandiri di perguruan tinggi negeri yang dituju,” tambahnya.(red/b.satu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here