Paskah Sembako Langka di Belakang Padang,Nugroho Wahyu : Sembako Dikirim langsung dari distributor

0
355
Gubernur Kepri Nurdin Basirun berincang dengan pedagang sembako di Belakang padang.

Batamtimes.co, Batam – Akibat salah satu kapal pembawa sembako ke Belakang padang diamankan pihak Bea Cukai (BC) batam minggu (12/2/2017).Stok Sembako di beberapa kios Belakang padang habis ,masyarakat terancam kelaparan.

Kapal pembawa sembako pun mengklaim tidak berani masuk ke perairan Belakang padang,takut ditangkap BC.

Hanya saja menurut BC ,penangkapan kapal pembawa sembako sudah sesuai dengan prosedur ,bahkan kapal yang ditangkap tersebut memang tidak memiliki dokumen PPFTZ no 01.Saat tidak bisa mengeluarkan itulah petugas BC akhirnya menangkap mereka.

Namun bagaimana dengan nasib masyarakat belakang padang tersebut nantinya akibat kelangkaan sembako?.www.batamtimes.co coba menelusurinya.

Dari beberapa pedagang sembako Belakang Padang Minggu mengatakan, barang tidak masuk lagi ke belakang padang semenjak Lebaran Imlek kemarin.”Memang tidak ada lagi stok sembako kami. Semenjak masalah kemarin, kapal takut bawa barang kami kesini,” sebut acuan.

Tak heran, semenjak sembako tidak masuk, stok di gudang semakin lama semakin menipis, pedagang pun mulai kebingungan karena mereka hendak menjualnya juga susah.

“Mau dijual dengan harga lama kita pasti rugi, kalau dijual mahal kasihan masyarakat. Sekarang kapal tidak ada masuk ke sini. Mau makan apa kita nanti,” katanya

Selama ini, sales selalu mondar-mandir di pasar tradisional Belakang Padang tersebut.Para pedagang tinggal memesan kepada sales yang datang kesana.

Kemudian para pedagang nanti tingga menggambil barang di pelabuhan saat barang pesanan mereka diantar sebuah kapal.

“Biasanya kami pesan sekarang, tiga hari atau lima hari sampai sini. Nanti ramai-ramai pedagang ambil barang mereka di pelabuhan. Kalau sekarang gak bisa lagi,” ungkapnya

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan (Kabid P2) BC Batam Akhiyat Mujayin mengatakan, kapal yang ditangkap kemarin tersebut memang tidak memiliki dokumen PPFTZ no 01.

Saat tidak bisa mengeluarkan itulah petugas BC akhirnya menangkap mereka.

Namun sebelum melakukan penangkapan tersebut, menurut Mujayin anggotanya sudah lebih dulu menelusuri kemana kapal tersebut akan membawa barang-barang asal Batam tersebut.”Jadi kami bukan sembarang tangkap saja. Kita juga mempunyai tim dilapangan yang mencari tahu dan menelusuri kemana saja barang itu akan dibawa. Barang tersebut tidak hanya dibawa ke Belakangpadang, ternyata sampai ke daerah lain seperti di Meranti dan beberapa daerah lainya,” sebut Mujayin, Selasa (14/2/2017) siang.

Nah terkait UU no 42 tahun 2009 pasal 4A sembako termasuk barang yang tidak terkena PPN. Masalah ini juga dijelaskan oleh Mujayin.

Dalam Permendag no 87 tahun 2015 sudah diterangkan kalau ada barang dalam kategori Larangan dan Pembatasan.

BC Memberikan Solusi Beras yang masuk Belakang Padang di Berikan Cap

Gubernur Kepri Nurdin Basirun langsung meninjau Kecamatan Belakangpadang untuk memastikan kelangkaan sembako yang terjadi di kawasan tersebut pasca ditangkapnya kapal pembawa sembako beberapa waktu lalu.

Kemudian, dari Belakangpadang, Gubernur dan rombongan singgah ke kantor Bea dan Cukai (BC) Tipe B Batam.Kunjungan  Nurdin untuk mencari solusi pengiriman semabako ke Belakangpadang.

“Awalnya saya pikir permasalahan karena cuaca ternyata tidak. Dan ini merupakan penegakan aturan dari BC yang mungkin selama ini masyarakat belum tahu. Saya sudah meminta ada solusi untuk muatan lokal kebutuhan sembako bisa teratasi,” kata Nurdin yang ditemui di Kantor BC Batam.

Saat ini menurut Nurdin solusinya sudah didapati, dengan adanya permasalahan ini pemerintah bisa melihat permasalahan di masyarakat.

“Atas nama pemerintah provinsi dan masyarakat kita sudah mendapatkan solusinya bersama. Bagaimana solusinya silahkan saja tanyakan langsung kepada BC Batam,” tambahnya.

Nugroho Wahyu Kepala Kantor BC Batam mengatakan, salah satu cara agar kawasan tersebut masih bisa mendapatkan sembako yakni dengan cara mengirim langsung dari distributor ke Belakangpadang.

“Kita sudah memikirkan solusinya. Tadi kita sudah bicarakan juga. Nantinya barang dari distributor langsung ke Belakangpadang,” sebut Nugroho.

Permasalahanya sekarang yaitu, tidak semua kapal besar bisa bersandar ke Belakangpadang apalagi kapal-kapal pembawa sembako yang ukurannya memang sangatlah besar.

Dari distributor, kapal tersebut akan bersandar di pelabuhan Sekupang lalu diletakkan di Gudang yang ada di Sekupang.
Namun untuk dikawasan Belakangpadang barang tersebut diberikan Cap agar tidak dikenakan pajak dan dibawa ke kawasan Belakangpadang.

“Jadi Batam itu hanya untuk tempat transit saja. Barang-barang yang masuk nantinya kita berikan cap atau tanda untuk dibawa ke Belakangpadang. Seperti itulah solusi yang kita buat dan tidak berbenturan dengan peraturan,” katanya.

Pemko Batam Siapkan Bantuan Beras Murah

Untuk mengatasi kelangkaan tersebut Pemerintah Kota (Pemko)Batam, bersama Perum Bulog dan Bea Cukai menyiapkan bantuan beras murah untuk warga Pulau Belakangpadang dan pulau-pulau sekitarnya guna mengatasi ancaman kelangkaan pangan di pulau penyangga itu.

“Sekarang sedang dikemas. Mudah-mudahan Jumat siap, nanti saya bersama Muspida ke Belakangpadang,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi di Batam, Selasa.

Beras murah itu sebagian berasal dari hasil tangkapan aparat Bea Cukai Batam yang dihibahkan untuk warga Pulau Belakangpadang melalui Pemkot, dan sebagian lain merupakan beras Bulog.

Rencananya, beras bantuan seharga Rp8.000 hingga Rp9.000 per kg itu akan dijual Rp5.000 per kg.

“Menurut data Camat, ada sekitar 5.000 KK di sana. Beras dari Bea Cukai hanya 2.000 kampit (kantong). Jadi kita tambah 3.000 kampit (kantong) dari Bulog,” kata Wali Kota.

Pemerintah membatasi setiap kepala keluarga hanya berhak membeli satu kemasan berisi 5 kilogram beras senilai Rp25.000.
Setiap warga Belakangpadang boleh membeli beras murah, tidak hanya masyarakat miskin. Karena tujuan utama penjualan bahan pokok itu untuk mengatasi kelangkaan, bukan untuk membantu warga tidak mampu.

“Ini bukan raskin, tapi karena barangnya yang tidak ada di pasar. Makanya semua harus dapat,” kata dia.(red/bd/lan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here