Kapal KLM Surya Mentari II Tengelam di Perairan Lingga,Bertonase 111 GT

0
293
Ilustrasi Kapal Tengelam

batamtimes.co , Lingga,-Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Dabo Singkep Letkol Laut (P) Agus Kristianto menerima informasi telah terjadi kecelakaan laut KLM Surya Mentari II tenggelam pada posisi 00 50,030’S-104 56,305″T (+/- 3 Nm selatan pulau Sayak)Kabupaten Lingga yang disebabkan karena hempasan gelombang tinggi air laut.

Danlantamal IV Kolonel Laut (P) R Eko Suyatno pun langsung memerintahkan jajaran Lanal-Lanal terdekat untuk melakukan bantuan SAR terhadap musibah tersebut.

“laksanakan skala prioritas pertolongan terhadap nyawa ABK”.Ujar Kolonel laut (P) Eko (red-pangilan) Senin (29/5/2017) sesuai keterangan Kepala Dispen Lantamal IV Mayor laut Dr Josdy Damopoli.

Kapal nahas KLM Surya Mentari II bertonage 111 GT merupakan jenis Kapal Layar Motor (KLM) cargo, berbendera Indonesia dengan nahkoda Mangandro, membawa muatan 25.000 kotak minuman ringan (minuman kaleng), serta ABK 8 orang.

Dikatakanya,Peristiwa berawal pada hari Rabu tanggal 24 Mei 2017 pukul 23.00 Wib KLM Surya Mentari II bertolak dari pelabuhan Tanjung Balai Karimun dengan tujuan Pangkal Balam Kota Pangkalpinang Prov. Kep. Bangka Belitung dengan muatan minuman ringan (minuman kaleng).

“Sebelumnya kapal KLM Surya Mentari II sempat di periksa oleh KRI Halasan – 630 Pada hari Kamis tanggal 25 Mei 2017 pukul 09.00 Wib di perairan Dabo Singkep, karena dokumen kapal lengkap maka kapal diperbolehkan melanjutkan pelayaran.”katanya

Seharusnya , tambah Eko ,sesuai dengan waktu pelayaran Sabtu tanggal 27 Mei 2017 sesuai jadwal KLM Surya Mentari II tiba di Pelabuhan Pangkal Balam, namun kapal tersebut belum tiba dan pemilik kapal Ahau tidak bisa komunikasi dengan nahkoda kapal tersebut.

Selanjutnya pada hari Sabtu tanggal 27 Mei 2017 KM. Jaya Abadi (milik CV Sanjaya Fishery) akan melaksanakan pelayaran ke Moro (Tanjung Balai Karimun), karena trek pelayaran KM. Jaya Abadi dengan KLM Surya Mentari II sama, maka Ahau sang pemilik minta tolong kepada Nahkoda KM. Jaya Abadi untuk memantau keberadaan KLM Surya Mentari II dan apabila menemukan keberadaan KLM Surya Mentari II agar segera menginformasikan kepada Ahau (Pemilik).

Minuman Kaleng Terapung di Perairan Pulau Saya Dabo Singkep

Muncul kecurigaan pada hari Minggu tanggal 28 Mei 2017 pukul 09.00 Wib Nahkoda KM. Jaya Abadi melintas di jalur pelayaran (trek) yang sama melihat banyak minuman kaleng terapung di perairan Pulau Saya Dabo Singkep, Nahkoda KM. Jaya Abadi melaporkan penemuannya tersebut kepada ke pemilik Ahau.

” Sehingga pada hari Minggu tanggal 28 Mei 2017 pukul 19.00 Wib sang pemilik Ahau melaporkan kejadian tersebut ke Posal Pos Angkatan Laut Pangkal Balam dengan dugaan sementara bahwa KLM Surya Mentari II mengalami laka laut di sekitar perairan P. Sayak, penyebab kecelakaan karena faktor cuaca buruk.” kembali di terangkan Danlantamal IV Kolonel Laut (P) R Eko Suyatno

Mengetahui kejadian tersebut Danlanal Dabo Singkep Letkol Laut (P) Agus Kristianto bergerak cepat berkoordinasi dan memerintahkan ke jajaran Pos Angkatan Laut diwilayahnya agar menghimpun informasi-informasi dari nelayan disekitar TKP terhadap laka laut tersebut.

Sampai saat ini kegiatan posko SAR di posmat (Pos Pengamat) Dabo melaksanakan pengumpulan informasi dari kapal nelayan yang melintas di daerah sekitar dan melaksanakan SAR terbatas dengan menggunakan Patkamla Kuala Gaung bersama pihak kepolisian namun terkendala cuaca di sekitar Dabo Singkep angin kencang dan berombak.

Dari hasil keterangan sementara dari KKM Tjahyo korban yang berhasil diselamatkan tim gabungan adalah 1).Tjahyo (KKM),2).Aria (Kelasi),3).Suhendi Priyatno (Kelasi),4).Bagus Tri Saputra (Kelasi),5).Wahid Mutako (Kelasi),6).Darwis (Kelasi), Saat ini 6 orang korban berada di Pospolair Sungsang Sumsel. Sedangkan korban yang belum ditemukan Mangandro (Nahkoda),Firmansyah (koki) masih dalam pencarian SAR gabungan.

Sampai berita ini diturunkan seluruh jajaran SAR gabungan masih terus membantu pencarian 2 korban yang belum ditemukan namun terkendala cuaca yang kurang bersahabat, diperkirakan kapal sudah bergeser dari titik semula diakibatkan arus laut yang deras, hal ini dari indikasi banyaknya muatan yang hanyut berserahkan di laut (Dispen Lantamal IV).

(red/Irwansyah/lanal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here