Tak Mampu Atasi Mafia Hp, Kabid P2 dan kasi P2 BC Batam Dituntut Agar Dicopot

0
638

Batamtimes.co, Batam – 30 orang yang mengaku dari LSM Badan Pemantau Kebijakan Pendapatan Pembangunan Daerah (BPK PPD) Kepri menggelar demo di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU BC) Batam, Kamis (07/09).

Pada saat orasi, massa melemparkan telor busuk dan tomat busuk sebagai simbol bobroknya kinerja BC Batam dan sempat terjadi aksi dorong pagar serta membakar spanduk karena tidak ada perwakilan dari BC Batam yang menemui massa aksi

Dalam orasinya masa yang dipimpin oleh Ketua LSM BPK PPD Kepri, Edi Susilo menuntut Kepala BC Batam yang baru untuk mencopot Kabid P2 dan kasi P2 BC Batam.

Karena dia menilai Kabid P2 dan Kasi P2 BC Batam tidak mampu menagkap pelaku dan pemilik puluhan ribu hp xiomi yang diduga milik pengusaha AH yang ditangkap BC Kepri belum lama ini.

Selain itu, kata dia, masih banyak mafia rokok yang belum ditangkap dan penjarakan yang sangat merugikan negara, karena terbukti berbagai merk rokok non cukai yang diselundupkan keluar Batam sudah banyak tertangkap di Kuala Tungkal. BC juga diminta bongkar mafia penyelundup minuman keras oplosan di Batam yang diduga milik pengusaha dari Karimun.

Dia juga prihatin dengan kinerja Bea dan Cukai Batam dalam menangani perkara barang-barang yang masuk ke Batam secara ilegal. Patut diduga pula adanya kerjasama yang ilegal dengan para penyelundup sehingga penyelundupan barang terus marak terjadi.

Disisi lain, Bea dan Cukai Batam hingga saat ini tidak pernah mengklarifikasi dan mempublikasikan hasil tangkapan kepada masyarakat. BC Batam juga dianggap dan telah terbukti lalai dalam kerjanya karena lolosnya 3 kontainer yang berisi pakaian bekas (balpres) yang ditangkap oleh Polsek Batam Kota yang akan di kirim ke Jakarta.

“Dan tertangkapnya penyelundupan HP oleh BC Kepri ini menunjukan bahwa Batam surganya bagi penyelundup. Kepada Kepala BC Batam kami minta untuk memecat Kasi P2 dan Kasi Pengawasan untuk dicopot dari jabatannya,” teriak Edi.

Aksi turun ke jalan ini, terang Edi, merupakan bentuk keprihatinan karena BC merupakan penjaga pajak negara namun tidak sesuai dengan fakta dilapangan. Dimana barang-barang begitu gampangnya keluar dari Batam termasuk rokok non cukai yang telah merugikan negara.

“LSM BPKPPD Kepri minta kepada pejabat BC pusat untuk membersihkan oknum-oknum tersebut di BC Batam. Kerugian negara banyak diakibatkan oleh oknum-oknum BC yang pro terhadap para penyelundup,” katanya lagi.

(Budi Arifin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here