Kunjungan Wapres Jusuf Kalla di Lingga Disuguhkan Ikrar Janji Setia “Membujur Lalu Melintang Patah”

0
919
Duet pemerintahan Yang Dipertuan Besar I Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah dengan Yang Dipertuan Muda I Opu Daeng Marewah

Laporan : Mardian

Wartawan Lingga

batamtimes.co, Lingga.- Kunjungan wapres jusuf kalla ke lingga Minggu ( 19/ 11/ 2017) akan di suguhkan dengan ikrar janji setia antara para punggawa Suku Bugis-Suku Melayu.

Pembacaan ikrar sumpah setia ini membuktikan adanya ikatan bathin antara Suku Bugis -Suku melayu yang sangat erat dan tidak teruraikan,bahkan dari ikrar inilah  yang membawa kejayaan kerajaan lingga pada masa itu.

Rencananya,Pembacaan ikrar janji setia nantinya  akan di bacakan di hadapan wapres Jusuf Kalla yang merupakan suku Bugis.

Konon dahulu kala pembacaan ikrar sumpah setia Melayu – Bugis itu dikenal dengan istilah “Membujur Lalu  Melintang  Patah”.

batamtimes.co, yang mencoba mencari tau apa makna dari” Membujur Lalu Melintang Patah” dari beberapa tokoh mengatakan,memiliki arti yang mendalam dan mengartikan janji sumpah setia

“Sumpah setia Melayu – Bugis itu tertuang dari makna “Membujur Lalu Melintang Patah”yang artinya berjuang bersama dan selalu setia,”Kata Andi Anhar Chalid Tokoh Melayu Sabtu (18/9/2017).

Lebih jauh dikatakanya, Pelaksanaan pengambilan sumpah tersebut akan di pimpin opu daeng marewa dan  lima saudaranya yaitu Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah yang di pertuan besar 1 kerajaan elayu Riau johor pahang Lingga Tahun 1722 -Tahun 1760.

Opu Daeng Marewah bersama 5 orang saudaranya mengucapkan sumpah yang disebut sumpah setia.

“Apabila ada yang melintang di hadapan Tuanku, akan kami bujurkan dan apabila ada yang membujur di hadapan Tuanku dan atas titah Tuanku akan kami lintangkan dan apabila ada semak belukar di hadapan Tuanku akan kami bersihkan,” demikian sumpah yang diucapkan Opu Daeng Marewah pada saat itu tambahnya.

Perihal senada juga dikatakan mantan Wakil Bupati Lingga priode 2004 – 2009 H.saptono Mustaqim,menurutnya, Pada saat mendengar sumpah yang diucapkan Opu Daeng Marewah itu, Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah pun bersabda di hadapan para bangsawan Melayu dan Bugis yang hadir pada saat ia dinobatkan sebagai Yang Dipertuan Besar I.

“Selagi matahari terbit dari timur dan selagi mata hitam dan putih bersatu, diharamkan anak keturunan Melayu dan Bugis berseteru (Bermusuhan) dan apabila itu terjadi, tak akan selamat dunia akhirat,” katanya.

Konon, keberhasilan duet pemerintahan Yang Dipertuan Besar I Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah dengan Yang Dipertuan Muda I Opu Daeng Marewah itu, hanya dilandasi sebuah Sumpah Setia yang diikrarkan kedua belah pihak. Di hadapan Sultan.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here