Sudah dua pekan BBM Minyak Tanah di Lingga langka

0
301

Oleh : Taufik

Kabiro Lingga

Lingga – Kelangkaan “Bahan Bakar Minyak” (BBM) jenis minyak tanah, sudah terjadi sejak dua pekan lalu di kabupaten Lingga , provinsi Kepri

Informasi yang berhasil di himpun oleh  Media ini dari berbagai sumber,hampir seluruh pangkalan atau  agen penyalur BBM bersubsidi sampai ke  pengecer  yang ada di Lingga  ,stok minyak tanah telah habis.

Akibat dari kelangkaan BBM berjenis minyak tanah tersebut masyarakat mengeluh,pasalnya bagi masyarakat yang berdomisili di daerah kepulauan hanya minyak tanah yang menjadi pilihan terakhir untuk menyambung hidup

Masyarakat Lingga terutama Kecamatan Dabo singkep yang paling merasakan akibat kelangkaannya minyak tanah ini, sehingga berharap kepada pemerintah melalui instansi terkait ,agar  segera mengambil langkah-langkah untuk mengeksekusi permasalahan  “clasik” tersebut.

Sudah hampir dua pekan , hal tersebut di ungkap oleh salah seorang warga Dabo bernama Sudirmam kepada Media BatamTimes,Rabu (22/7/2020).

Dari hasil penelusuran Media ini ke salah satu pangkalan atau agen penyalur BBM bersubsidi di daerah kabupaten  Lingga ,menurut pengelola yang enggan namanya di publikasi di Media ,penyebab terjadinya kelangkaan BBM seperti jenis minyak tanah, itu memang  karena ada pengurangan kuota  dari pertamina sendiri ujar si pengelola pangkalan kepada Batam Times Rabu.

Jadi kami tidak memiliki wewenang atau mempertanyakan kepada pihak Pertamina, terkait pengurangan kuota atau jatah BBM untuk masyarakat daerah kabupaten Lingga ,pungkasnya.

Sementara itu, menurut salah seorang ibu rumah tangga kak Yan (42 tahun) yang sehari-hari bekerja sebagai penjual gorengan untuk menutupi kebutuhannya mengaku resah karena sulit nya mendapatkan minyak tanah untuk keperluan memasak

Kalau kelangkaan minyak tanah belum berakhir atau belum teratasi ,dirinya mengaku pasrah.

“Saya harus menutup usaha kecil-kecilan nya itu ,yang telah Ia rintis 4 tahun silam bersama sang suami, ” ungkapnya

Sementara itu ketika di tanya kepada ibu penjual gorengan tersebut  proses dirinya mendapatkan minyak tanah selama ini,Ia mengaku membeli dari agen penyalur  itupun sudah di jatahkan  setiap Keluarga hanya diberi jatah 2 Liter satu kepala keluarga (KK) yang di salurkan tiap satu pekan cuma sekali ,dengan  harga Rp.6.000/liternya .

Ibu penjual gorengan tersebut  sangat berharap ,agar  Pemerintah lebih serius dan fokus menangani masalah kelangkaan minyak tanah harapnya.

Namun sampai berita ini di rilis ,kepala bagian Kabag) ekonomi di lingkungan pemerintah  kabupaten Lingga ,belum berhasil di lakukan konfirmasi oleh wartawan media ini,karena ketika di hubungi lewat “hand phone selulernya belum tersambung atau belum aktif.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here