8.6 C
New York
Saturday, October 10, 2026
spot_img
Home HEADLINE NEWS Naniek S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

Naniek S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

0
233

Jakarta – batamtimes.co – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Naniek S Deyang, mengundurkan diri dari jabatannya untuk menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri. Keputusan tersebut disampaikan Naniek melalui unggahan di akun Facebook pribadinya yang diunggah dan dilihat publik pada Rabu (23/7/2026).

Dalam unggahannya, Naniek mengaku telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum berangkat menjalani pengobatan.
“Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Rencananya hari ini saya berangkat,” tulis Naniek.

Ia menjelaskan, keputusan berobat ke luar negeri bukan karena tidak percaya terhadap kemampuan tenaga medis di Indonesia, melainkan untuk mendapatkan second opinion atas kondisi kesehatannya berdasarkan rekomendasi rekan-rekannya.

Naniek mengatakan telah menyampaikan pengunduran dirinya kepada Presiden demi fokus menjalani pemulihan kesehatan. Menurutnya, Presiden Prabowo menyetujui pengunduran diri tersebut, namun tetap memintanya ikut mengawasi jalannya Badan Gizi Nasional.

Ia mengungkapkan, Presiden berencana membentuk Dewan Pengawas BGN dan memintanya menjadi ketua dewan tersebut.
Meski tak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Naniek menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo, khususnya dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, selama 14 tahun mendampingi Presiden Prabowo, ia memahami bahwa program MBG bukan bertujuan politik, melainkan sebagai upaya meningkatkan gizi anak-anak Indonesia agar tumbuh menjadi generasi emas yang sehat.

Naniek juga membantah anggapan bahwa program MBG disiapkan untuk kepentingan politik menjelang Pemilu 2029. Ia menilai tudingan tersebut tidak berdasar karena mayoritas penerima manfaat saat ini merupakan balita hingga siswa sekolah dasar yang belum memiliki hak pilih pada pemilu mendatang.

Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, ia menyebut program MBG juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi petani, peternak, hingga pedagang pasar. Hal itu, kata dia, terlihat saat program sempat berhenti selama libur sekolah selama tiga pekan, yang menyebabkan hasil pertanian dan peternakan sulit terserap sehingga harga komoditas turun.
Naniek mengungkapkan, selama menjabat sebagai Kepala BGN, dirinya telah melakukan berbagai langkah pembenahan, termasuk mengganti lima pejabat eselon I yang berasal dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Keuangan, BPKP, serta Kejaksaan.

Ia juga membentuk 11 tim reformasi untuk memperkuat tata kelola BGN, mulai dari tim refocusing penerima manfaat, tim evaluasi terhadap 27.877 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi, hingga tim khusus pengembangan program MBG di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Menurut Naniek, Presiden juga telah menyetujui agar sasaran utama program MBG lebih difokuskan kepada kelompok 3B, yakni balita, ibu menyusui, dan ibu hamil, serta siswa SD hingga SMP dan peserta didik di kawasan 3T.
Di akhir pesannya, Naniek mengaku akan lebih memprioritaskan pemulihan kesehatannya sesuai anjuran keluarga dan dokter.

Ia pun mengajak masyarakat untuk terus mendukung Program Makan Bergizi Gratis agar mampu meningkatkan kualitas generasi muda sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di daerah.

“Saya konsentrasi di kesehatan dulu. Mari kita dukung Program MBG. Bismillah, ini akan membawa kebaikan untuk anak-anak Indonesia dan juga perekonomian di daerah,” tutupnya.

Penulis : Tanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here