8.6 C
New York
Saturday, October 10, 2026
spot_img
Home HEADLINE NEWS Banjir Batubi-Ranai : Langganan Tiap Hujan, Warga Tagih Solusi Permanen

Banjir Batubi-Ranai : Langganan Tiap Hujan, Warga Tagih Solusi Permanen

0
295
Keterangan gambar : Puluhan warga Batubi tampak terjebak banjir musiman di Jalan Batubi - Ranai, Sabtu (20/06/2026) butuh tindakan nyata atasi banjir.

Natuna, batamtimes co – Ruas Jalan Batubi-Ranai kembali lumpuh total akibat banjir genangan, Sabtu (20/6/2026) sore. Puluhan pengendara terjebak, sepeda motor terpaksa diangkut mobil rescue BPBD.

Bagi warga Bunguran Batubi, pemandangan ini sudah jadi “langganan” tiap musim hujan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Natuna menyebut banjir dipicu hujan deras selama 2 jam sejak pukul 14.00 WIB. Debit Sungai Batubi naik, meluap ke jalan karena drainase tak mampu menampung.

“Ya benar, itu banjir genangan. Kapasitas drainase terbatas dan ada penyumbatan sampah serta sedimentasi di beberapa titik,” kata Kepala Pelaksana BPBD Natuna, Raja Darmika, kepada awak media, Minggu (21/6/2026) Kemarin, dikutip Tribun Batam.

Penuturan warga Batubi kepada batamtimes.co Rabu (24/06/2026) masalah banjir jalan Batubi – Ranai ini persoalan klasik dan tak kunjung selesai hingga hari ini belum ada tindakan nyata agar urusan banjir ini bisa diatasi.

Evakuasi Dramatis, Tapi Akar Masalah Masih Sama

Sekitar pukul 16.00 WIB, air setinggi 20–30 cm merendam jalan. Di titik tertentu bahkan mencapai sepinggang orang dewasa. Kendaraan roda dua mati mesin. Personel BPBD bersama warga terpaksa membuka saluran air pakai alat seadanya dan mengevakuasi motor dengan mobil rescue.

Pukul 16.22 WIB laporan masuk, malamnya air surut dan akses kembali normal. Tidak ada kerusakan berat, kata Raja Darmika.

Pertanyaannya : Sampai Kapan “Normal” Itu Hanya Sementara?

Evakuasi cepat BPBD patut diapresiasi. Tapi warga Bunguran Batubi mengeluh banjir di Jalan Batubi-Ranai bukan kali pertama.

Setiap hujan intensitas sedang maupun lebat, jalan provinsi ini pasti tergenang. Aktivitas warga lumpuh dan ekonomi terganggu.

Masalahnya sudah terang, Drainase sempit,  tersumbat sampah dan sedimentasi. Dua hal ini yang disebut BPBD sendiri sebagai penyebab utama. Artinya, ini bukan bencana tak terduga. Ini masalah infrastruktur yang butuh penanganan serius.

Warga Butuh Sikap Tegas, Bukan Hanya Imbauan ataupun Retorika

Imbauan waspada cuaca ekstrem memang penting. Tapi warga Batubi-Ranai butuh lebih dari itu. Mereka butuh kepastian.

Kapan normalisasi drainase dilakukan total? Bukan sekadar “dibuka pakai alat seadanya” saat banjir datang. Siapa yang bertanggung jawab atas pembersihan sedimentasi rutin? Jalan Provinsi, apakah PU Bina Marga Provinsi Kepri atau Dinas PUPR Natuna?

Adakah masterplan jangka panjang? Mengingat Jalan Batubi-Ranai jalur vital penghubung ibu Kota Kabupaten.

Banjir genangan memang beda dengan banjir bandang. Tapi dampaknya sama, menghambat nadi ekonomi warga. Mobil rescue bisa angkut motor hari ini. Tapi tak bisa angkut keluhan warga yang sudah bertahun-tahun langganan.

Pemda Natuna dan Pemprov Kepri perlu duduk bersama. Jalan Batubi-Ranai butuh solusi permanen, bukan evakuasi permanen tiap hujan.

Reporter/editor : Pohan

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here