8.6 C
New York
Monday, April 6, 2026
spot_img
Home Blog Page 1227

Kapal Bertabrakan di Pelabuhan Malaysia , 300 Ton Minyak Tumpah

0
Ilustrasi kapal tengelam

batamtimes.co , Malaysia – Hampir 300 ton minyak tumpah ke perairan Malaysia dan Singapura setelah dua kapal tanker bertabrakan di pelabuhan Malaysia, menurut keterangan sejumlah pejabat, Rabu (4/1).

“Tumpahan minyak sudah bisa dibendung,” ujar seorang pejabat kelautan setempat kepada AFP setelah insiden di Pelabuhan Pasir Gudang, Negara Bagian Johor yang berbatasan dengan Singapura itu.

Kapal Singapura MT Wan Hai 301 bertabrakan dengan kapal berbendera Gibraltar MT APL Denver.

Penyelidikan sementara mengindikasikan APL Denver sedang berlabuh ketika sisi kanan badan kapal ditabrak Wan Hai 301.

Otoritas Kelautan dan Pelabuhan Singapura mengatakan sebanyak 12 kapal antipolusi termasuk empat unit dari Malaysia dikerahkan untuk membersihkan tumpahan minyak.

Pihaknya mengatakan tumpahan 300 ton minyak disebabkan oleh kerusakan pada tangki bahan bakar APL Denver.

Kapal bertabrakan di pelabuhan Malaysia, 300 ton minyak tumpah (red/ant)

Masyarakat Kabupaten Karimun Bantu Korban Gempa di Pidie Aceh

0
Bupati Karimun, Aunur Rafiq saat melepas keberangkatan tim relawan pada Rabu (04/01/2017) sore di halaman rumah dinasnya.

batamtimes.co , Karimun – Setelah beberapa minggu tim relawan melakukan pengumpulan, akhirnya bantuan masyarakat Karimun untuk korban bencana alam gempa bumi di Pidie Jaya, Aceh disalurkan.

Bantuan dalam bentuk uang tunai yang berhasil dikumpulkan tim sebesar Rp 520 juta. Dana tersebut nantinya akan ditambah dengan sisa dana operasional pengiriman bantuan dari Pemda Karimun sejumlah Rp 200 juta.

“Berapa sisa dari operasional nantinya akan langsung digabungkan ke dalam dana bantuan,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq saat melepas keberangkatan tim relawan pada Rabu (04/01/2017) sore di halaman rumah dinasnya.

Selain itu relawan juga berhasil mengumpulkan sebanyak 100 karung pakaian untuk diserahkan kepada masyarakat Pidie Jaya yang tertimpa bencana.

Rafiq menjelaskan, berdasarkan keputusan awal pembentukan tim relawan, dana bantuan nantinya akan diperuntukkan membangun ataupun memperbaiki rumah ibadah di lokasi bencana.

“Nanti uang tersebut akan disalurkan untuk pembangunan masjid di Pidie Jaya. Kita ketahui ada sekitar 25 masjid yang rusak parah akibat gempa kemarin,” terang Orang nomor satu di Bumi Berazam itu.

Bantuan akan diangkut menggunakan satu truk dan tiga kendaraan roda empat oleh tim relawan yang dipimpin Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim. Rombongan dibagi dua kelompok, yakni satu rombongan menggunakan truk dan mobil yang akan melewati jalur laut dan darat serta satu rombongan lagi menggunakan jalur udara.

“Malam ini lori dan mobil yang bawa pakaian naik roro ke Buton, baru melanjutkan lewat jalur darat ke Pidie Jaya. Selanjutnya Wabup bersama rombongan tanggal enam nanti menyusul ke Aceh,” jelas Rafiq.

Pewarta : (Prb)

Pasutri Asal Medan Ditangkap Polisi Bawa Selusin Mikol dan Ratusan Slop Rokok

0
Polisi mengamankan sepasang suami istri (Pasutri) karena kedapatan membawa selusin botol minuman berakohol (mikol) dan ratusan slop rokok kawasan FTZ di Pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun, Selasa (31/01/2017) sekira pukul 19.00 WIB.

batamtimes.co, Karimun – Polisi mengamankan sepasang suami istri (Pasutri) karena kedapatan membawa selusin botol minuman berakohol (mikol) dan ratusan slop rokok kawasan FTZ di Pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun, Selasa (31/01/2017) sekira pukul 19.00 WIB.

Pasutri asal Pangkalan Berandan, Sumatera Utara bernama Rudi (26 tahun) dan Mawar (26 tahun) itu berencana membawa barang-barang tanpa dokumen tersebut ke Medan untuk dijual di sana.

Namun untuk mengelabui petugas mereka sengaja menggunakan kapal fery terakhir dari Pelabuhan Sekupang, Batam menuju Tanjungbalai Karimun. Selanjutnya mereka berencana melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Belawan, Medan menggunakan kapal Pelni.

“Mereka hanya transit saja di Karimun. Selanjutnya mereka ke Medan pakai kapal Kelud,” kata Kapolsek KKP Karimun, AKP Sudirman, Rabu (04/01/2016).

Sudirman menjelaskan, penangkapan dilakukan setelah pihaknya menangkap gelagat yang mencurigakan dari pasutri yang turun dari kapal MV Miko Nata itu. Keduanya terlihat mengangkut barang bawaan yang sangat banyak.

Setelah diperiksa kecurigaan petugas terbukti. Di dalam ransel dan kardus yang dibawa Rudi dan Mawar ditemukan barang kawasan FTZ berupa 12 botol mikol merk Red Label beserta 24 kotaknya, 204 rokok Lufman merah, rokok Nice putih sebanyak 50 slop dan lima slop rokok Luffman putih.

Mengenai berapa total barang bukti jika dirupiahkan, Sudirman mengaku belum mengetahuinya. Ia mengatakan jika kedua pelaku beserta barang bukti akan diserahkan ke Bea dan Cukai untuk ditindak lebih lanjut.

“Nanti yang tau totalnya orang Bea dan Cukai karena ini barang FTZ. Setelah ini kita limpahkan,” ujarnya.

Rudi yang diwawancarai mengatakan baru pertama kali membawa barang-barang tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui bahwa barang bawaannya dilarang untuk dijual di luar Batam.”Saya tidak tau kalau dilarang,” ujarnya.

Pewarta : (Prb)

Pemerintah Pusat Melalui APBN Kucurkan Anggaran Rp 15,56 M Bangun Gedung Polres Anambas

0
Kabid Humas Polda Kepri Kombes S Erlangga

batamtimes.co , Batam – Pemerintah pusat melalui APBN akan mengucurkan anggaran sebesar Rp 15,56 M guna pembangunan Polres kepulauan Anambas.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes S Erlangga mengatakan, Polres di kepulauan Anambas sudah sangat diperlukan jika melihat jumlah penduduk yang terus bertambah. Rencananya Polda Kepri membangun gedung Polres Kepulauan Anambas, tepatnya di wilayah Pasir Putih Tarempa, Timur Pulau Siantan.

Gedung itu baru terbentuk pada bulan Desember 2016 lalu. Dikatakan Erlangga Januari ini akan mulai dilelang untuk pembangunannya.

“Anggaran segitu juga untuk melengkapi sarana prasarana yang dibutuhkan untuk operasional Polres Kabupaten Anambas,” kata Erlangga di Mapolda Kepri, Rabu (4/1/2017). Kemudian, sambung Erlangga setelah nantinya selesai, markas PolresKepulauan Anambas akan beroperasi menggunakan gedung baru yang lebih layak.

Diakui Erlangga memang saat ini polres masih menempati gedung sementara yang disewa. Makanya pembangunan dilakukan segera agar bisa menggunakan gedung sendiri.

Sebelumnya Kapolda Kepri melantik AKBP Junoto yang merupakan Perwira Menengah lulusan Akademi Kepolisian 1999 sebagai Kapolres Anambas yang pertama pada 16 Desember 2016. Secara otomatis Polres Kepulauan Anambas langsung definitif, bukan berbentuk persiapan.

Pelantikan jabatan Kapolres Anambas merupakan tindak lanjut dari Keputusan Kapolri Nomor:kep/1268/XII/2016, tanggal 09 Desember 2016 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri. Selanjutnya, pada 23 Desember 2016, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Provinsi Kepri, Brigjen Pol Didi Haryo no, meresmikan Polres Anambas.

Awalnya , penegakan hukum di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas masih di bawah Polres Natuna. Pembentukan Polres Anambas bertujuan untuk memperpendek rentang waktu dan efisiensi. Kabupaten Kepulauan Anambas sebenarnya sudah terpisah dari Kabupaten Natuna sejak 2008.

Pewarta : AHS

Masih Sebatas Saksi , Mantan Kasatpol PP Hendri Akhirnya Penuhi Panggilan Penyidik

0
Mantan Kasatpol PP Batam, Hendri akhirnya memenuhi panggilan penyidik, Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Barelang, Selasa (3/1/2017) malam.

batamtimes.co ,Batam- Mantan Kasatpol PP Batam, Hendri akhirnya memenuhi panggilan penyidik, Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Barelang, Selasa (3/1/2017) malam. Hendri datang itupun setelah dua kali dilayangkan surat panggilan.

Dia masih diperiksa sebagai saksi terkait kasus penipuan penerimaan ratusan anggota Satpol PP Batam. “Hendri kita periksa sebagai saksi,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian, Rabu (4/1/2017).

Hasil penyelidikan sementara, sebut Memo Hendri diduga terlibat gratifi kasi penerimaan Satpol PP tersebut. Dari laporan sebelum diterima calon anggota Satpol PP memberikan sejumlah uang pelicin. Uang tersebut diterima Syamsudin, pegawai Satpol PP Batam.

Selanjutnya, PNS golongan IIIA itu menyerahkan uang tersebut kepada salah seorang oknum anggota LSM di Kota Batam, Syahrial. Kemudian diserahkan kepada Hendri untuk dibagi-bagi. Namun saat pemeriksaan, Hendri membantah keras ikut terlibat kasus tersebut.

Pihaknya akan mencari aliran uang hasil perekrutan anggota Satpol PP tersebut. Diduga uang tersebut diserahkan secara langsung atau chash, tidak melalui transfer. “Jika terbukti Hendri ikut terlibat, dia akan kita tetapkan sebagai tersangka,” tegasnya.

Saat ini polisi baru mene tapan Syamsudin sebagai tersangka. Kasusnya pun sudah sampai pada tahap I, penyerahan berkas ke Kejaksaan Negeri Batam. Memo menambahkan untuk mengungkap kasus itu pihaknya akan masih memeriksa dan meminta keterangan Syahrial.

Namun pemeriksaan itupun terkendala. Karena Syahrial dikabarkan sakit keras. Sebelumnya ratusan anggota Satpol PP bermasalah terus berjuang hingga berulang kali melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Pemko Batam. Mereka meminta kejelasan gaji selama dua tahun menjadi anggota penegak perda.

Pewarta : AHS

Cara Sri Mulyani Hapuskan Jurang si Kaya dan si Miskin Lewat APBN

0
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

batamtimes.co , Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati punya cara untuk mengatasi persoalan ketimpangan ekonomi atau jurang antara orang kaya dan miskin di Indonesia, yaitu lewat pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Instrumen yang bisa dipergunakan adalah melalui pajak. Rasio pajak Indonesia masih sekitar 11% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Bila dalam waktu cepat rasio pajak bisa dinaikkan menjadi 15%, artinya ada tambahan penerimaan yang besar untuk negara.

“Kalau pajaknya makin efektif, maka dia bisa mungut dari orang-orang yang memiliki kemampuan ekonomi lebih tinggi dan kemudian disalurkan untuk belanja negara yang lebih memihak kepada penguatan kelompok-kelompok yang ada di bawah 40% itu,” ungkap Sri Mulyani usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/1/2017).

Belanja bisa difokuskan untuk sektor pendidikan, kesehatan serta infrastruktur dasar serta subsidi langsung kepada masyarakat dengan pendapatan rendah atau melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang pernah dijalankan.

Persoalan ketimpangan ekonomi antar wilayah juga akan menjadi perhatian. Maka dari itu, perlunya efektivitas dari transfer ke daerah.

“Jawa yang konsentrasi ekonomi terlalu besar, sementara di pulau-pulau yang lain memiliki kesenjangan kemajuan ekonomi. Itu juga dilihat dari instrumen transfer yang disebut ekualisasi melalui dana alokasi khusus,” ujarnya.

Hal lain adalah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dalam dua tahun terakhir, dana ratusan triliun digelontorkan untuk mendorong masyarakat yang membutuhkan permodalan. Walaupun ada yang mesti dievaluasi, seperti penerima KUR yang seharusnya diarahkan pada produsen.

“Pemberian Kredit Usaha Rakyat yang lebih efektif dan dengan jumlah yang lebih banyak,” papar Sri Mulyani.

Sri Mulyani menambahkan, persoalan ketimpangan ekonomi memang terjadi di banyak negara. Bila tidak dibenahi dari sekarang, maka persoalan akan menjadi rumit di kemudian hari.

“Karena memang di semua negara di dunia, kalau memang tidak dilakukan secara serius, dan berkesinambungan. Kesenjangan itu akan terjadi bahkan di negara maju sekali pun, di mana mereka memiliki sistem apa yang disebut safety match untuk masyarakatnya pun itu tidak cukup untuk menyelesaikan masalah kesenjangan antara kelas menengah,” pungkasnya. (red/dtk)

Kapolda Kepri Mencatat Selama Tahun 2016 Lima Kejadian yang Menonjol

0
Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian

batamtimes.co , Batam – Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian mencatat selama 2016 terdapat lima kejadian menonjol di wilayah hukum Provinsi Kepri.

“Selain dua kasus terorisme, ada tiga kasus kecelakaan yang mengakibatkan puluhan orang meninggal. Salah satunya korban pesawat Polri Sky Truck yang jatuh di Lingga,” kata Kapolda saat menyampaikan sejumlah peristiwa yang terjadi pada 2016.

Kasus pertama, kata dia, terjadi pada Jumat 5 Agustus 2016 saat sejumlah terduga teroris kelompok Katibah Gongong Rebus ditangkap pada sejumlah wilayah di Kota Batam oleh tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.

Dalam penangkapan tersebut, Densus berhasil menangkap pimpinan KGR bersama sejumlah terduga lain yang berafiliasi dengan Bahrunnaim.

Selanjutnya, kata Kapolda, terjadi kasus kecelakaan laut pada sebuah perahu pancung yang berlayar dari Tanjungpinang menuju Pulau Penyengat.

“Perahu itu mengangkut sebanyak 17 orang yang akan berwisata ke Pulau Penyengat. Akibat peristiwa itu, sebanyak 15 orang meninggal dan dua lainnya selamat,” kata Sam.

Kasus terbesar terjadi pada 2 November 2016 saat sebuah perahu cepat dari Malaysia menuju Batam yang mengangkut 98 orang TKI mengalami kecelakaan di perairan Nongsa, Batam hingga mengakibatkan 58 orang meninggal dunia.

Selang sebulan, terjadi kecelakaan pesawat Polri Sky Truck yang jatuh di perairan utara wilyah Lingga. Kejadian pada 3 Desember tersebut mengakibatkan 13 orang dalam pesawat yang seluruhnya anggota polri dinyatakan meninggal dunia.

“Terakhir adalah penangkapan terduga teroris yang masih ada kaitanya dengan kelompok KGR yang digerebek 5 Agustus 2016. Satu orang terduga teroris diamankan Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri dari Sagulung, Batam,” kata Sam.

Kapolda juga mengatakan, untuk seluruh kasus kecelakaan bisa ditangani dengan cepat oleh Polda Kepri, Basarnas dan sejumlah pihak terkait sehingga korban meninggal bisa diidentifikasi dan diserahkan pada pihak keluarga masing-masing.(red/ant)

Djoko Mulyono Sebut APBD Tak Cepat Disahkan Satgas Kebersihan Tidak Gajian

0
Joko Mulyono (foto : AHS)

batamtimes.co , Batam- Keterlambatan pengesahan APBD 2017 juga berdampak kepada gaji dari petugas Satgas Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Bidang Pengelolaan Persampahan dulunya Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Batam.

Ketua Komisi III DPRD Batam Djoko Mulyono mengatakan OPD baru, setiap daerah kesiapannya berbeda-beda dalam hal melantik pejabat yang berwenang di bidang itu.

“Kita berharap ada kebijakan dari pusat, entah itu satu sampai tiga minggu terhadap daerah yang baru melaksanakan pilkada,” kata Djoko, Rabu (4/1/2017). Katanya, jika APBD tidak segera disahkan, lanjut Djoko masyarakat sendiri yang akan dirugikan.

“Secara otomatis Satgas Kebersihan atau honorer itu gajinya dari APBD, kecuali PNS gajinya dari pusat,” tambahnya. Tapi, lanjut politisi Partai Golkar itu, pimpinan memiliki kebijakan atau alternatif lain.

Pewarta  : AHS

Amirullah : Ribuan Ton Muatan Semen yang Tengelam di Pulau Asam Merusak Biota Laut

0
KM DBS 03 GT 374 yang bermuatan semen menabrak karang di perairan Pulau Asam, Karimun .(foto : Prabu/batamtimes)

batamtimes.co , Karimun- Ribuan ton muatan semen KM DBS 03 GT 374 yang tenggelam di perairan Pulau Asam, Kabupaten Karimun terancam merusak lingkungan laut.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Karimun, Amirullah mengatakan lokasi tenggelamnya KM DBS 03 GT memang tidak menjadi wilayah pencarian ikan bagi banyak nelayan. Namun lokasi tersebut terkadang juga dijadikan nelayan sebagai tempat menebar jaring.

“Kalau untuk pencemaran lingkungan itu pasti. Di situ biasanya lokasi nelayan-nelayan kecil menjaring,” kata Amirullah, Selasa (03/01/2017).

Baca Juga :Tabrak karang , Kapal Bermuatan 680.000 Kilo Semen Tengelam di Pulau Asam

Namun disebutkan Amirullah, lokasi itu merupakan jalur keluar masuk kapal nelayan wilayah Meral dan sekitarnya. Oleh karena itu Ia meminta kepada owner KM DBS 03 GT dan pihak terkait agar segera memindahkan badan kapal.

“Kita minta pemilik kapal dan pihak terkait untuk mengevakusinya karena itu alur lintas nelayan,” ujarnya.

Menurut Amirullah, nahkoda KM DBS 03 GT memang salah jalur. Seharusnya kapal melewati jalur lain dari pelabuhan Parit Rempak untuk menuju pelabuhan bongkar muat Taman Bunga.

“Jalur itu paling dapat dilalui kapal 50 GT. Kalau sudah ratusan ke atas tidak bisa lewat di sana,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, KM DBS 03 GT 374 bermuatan 13.600 sak atau seberat 680.000 kilogram semen menabrak karang di perairan Pulau Asam, Kabupaten Karimun pada Sabtu (31/12/2016) lalu. Saat dievakuasi, muatan yang dapat diselamatkan hanya sekitar 100 ton saja.

Pewarta : (Prb)

Aman : Pemko Batam Harusnya Terbuka Menyajikan Data Real Soal Retribusi Parkir

0
Anggota Komisi II DPRD Batam, Aman
batamtimes.co ,Batam- Pembahasan APBD 2017 baru memasuki tahapan konsideran untuk KUA-PPAS serta kebijakan umum anggaran dan pembahasan revisi pendapatan.
 
Namun menurut anggota Komisi II DPRD Batam, Aman mengatakan, Sebelumnya Badan Anggaran Banggar DPRD Batam sudah mempertanyakan terlebih dahulu terkait  persoalan revisi pendapatan retribusi parkir tepi jalan berlangganan sebesar Rp 23 miliar. 
 
“hanya saja saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II oleh Dispenda mengatakan revisi pendapatan retribusi parkir berlangganan sebesar Rp 23 M tidak dapat diimplementasikan,” kata Aman di kantor DPRD Batam, Rabu (4/1/2017). 
 
Lanjut Aman, sehingga target turun menjadi Rp 3,8 miliar seperti tahun 2016. Anehnya, saat revisi akhir malah naik menjadi Rp 30 miliar. “Angka yang naik seketika, inilah yang kita pertanyakan,” tegas politisi PAN itu. 
 
Kata Aman, seharusnya pemko menyajikan data potensi yang real, sehingga tidak terjadi defisit anggaran APBD kedepan.
 
Pihaknya juga menyoroti retribusi parkir yang akan masuk ke Dispenda. Salah satunya pengelolaan kantong parkir dimana jika setiap harinya bisa menyetorkan Rp 200 ribu, diprediksikan bisa mencapai Rp 30 miliar pertahunnya. 
 
Aman mendorong Pemko dan DPRD untuk bersama secepatnya membahas APBD tersebut. “Ini menyangkut kebutuhan masyarakat, dari pada kepentingan egosektoral masing-masing,” tutupnya. 
 
Pewarta : AHS
 

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga