8.6 C
New York
Thursday, April 2, 2026
spot_img
Home Blog Page 1349

Jaksa Agung M.Prasetyo Mengaku Tak Peduli Isu Pencopotan

0
H.M.Prasetyo Kejagung

batamtimes.co,Jakarta – Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengaku tak peduli dengan isu pencopotan dirinya dari kursi Jaksa Agung yang dihembuskan berbagai pihak. Bagi Prasetyo, yang terpenting saat ini adalah tetap melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Bukan urusan saya, bukan urusan saya (soal isu pencopotannya),” kata Prasetyo di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2015).

Bahkan suara kekhawatiran terkait isu tersebut muncul pula dari Partai NasDem. Partai besutan Surya Paloh itu memang pernah menjadi tempat Prasetyo bernaung ketika menjadi politisi.

“Pihak-pihak dengan kepentingan tertentu tidak suka terhadap Jaksa Agung M Prasetyo, sehingga ingin mendorong RI-1 untuk mencopot Pak Prasetyo,” kata Sekretaris F-NasDem Syarif Abdullah dalam keterangan pers resmi F-NasDem, Kamis (22/10/2015).

Posisi jaksa agung disebut Syarif sebagai posisi strategis. Syarif menyebut tidak ada penolakan dari publik tentang penunjukkan kader parpol untuk mengisi jabatan penegak hukum itu.

“Kita di sini bukan bicara tentang publik yang ingin mencopot Pak Prasetyo sebagai Jaksa Agung, tetapi kita berhadapan dengan pihak yang menginginkan posisi strategis itu,” ungkapnya.

Meski khawatir, namun NasDem mengaku tetap menghormati hak prerogatif presiden. Syarif mengatakan bahwa NasDem akan menghormati keputusan Jokowi bila mencopot kader partai pimpinan Surya Paloh tersebut.

“Hak itu ada di Presiden, tapi NasDem tidak khawatir itu,” ujar Syarif.

Politikus NasDem Luthfy A Mutty juga mempermasalahkan kabar PAN yang sudah menyodorkan 5 nama calon menteri. Dia membandingkan dengan partai-partai KIH yang sudah berjuang bersama dengan Jokowi-JK sejak masa kampanye.(kmp)

Model Pria Dewasa Pesta sabu Usai Sesi Pemotretan

0

batamtimes.co,Surabaya — Tiga perempuan model majalah dewasa diamankan Satuan Narkoba Polrestabes Surabaya. Ketiganya menggelar pesta sabu seusai sesi pemotretan sampul majalah dewasa di Surabaya pada awal pekan lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiganya, yakni Sari (33) dan Ari (28) asal Depok, dan Mira (33) asal Bekasi, juga sempat menggelar pesta seks bersama bandar narkoba yang bernama Ovan.

Menurut Wakasat Narkoba Polrestabes Surabaya Kompol I Wayan Winaya, mereka digerebek di sebuah kamar di Hotel Asscot, Jalan Pakuwon Indah, Surabaya.

“Barang bukti yang kami amankan berupa sabu seberat 33,46 gram dan ponsel,” katanya, Kamis (22/10/2015).

Selain mengamankan tiga model majalah dewasa itu, polisi juga mengamankan tiga kurir narkoba antar-pulau, Ramadan, Rika, dan Ucok, serta bandar narkobanya sekaligus.

“Mereka berpesta karena dagangan narkobanya laku keras,” ujar Wayan.

Ovan yang mengaku sebagai warga Palu mengaku mendapat pasokan narkoba dari Jakarta. Selain diedarkan di Surabaya melalui tiga kurirnya, sabu juga dikirimnya melalui Palu.

Dalam sekali pengiriman sabu seberat 2 kilogram, keuntungan kotor yang didapatnya sekitar Rp 200 juta.(kompas)

Dewie Yasin Limpo Pilih Diam Soal Proyek Pembangkit Listrik

0

batamtimes.co,Jakarta — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Hanura, Dewie Yasin Limpo, bergeming saat ditanya siapa yang menginisiasi pemberian suap terkait proyek pembangkit listrik tenaga mikrohidro di Kabupaten Deiyai, Papua.

Diduga, Dewie tidak “bermain” sendiri dalam penerimaan suap.

Tak ada kalimat pembenaran maupun bantahan yang keluar dari mulut Dewie. Ia terus bungkam hingga masuk ke dalam mobil tahanan yang menunggunya di depan Gedung KPK, Jakarta.
Dewie Yasin Limpo Bungkam Saat Disinggung soal Inisiator Suap

Dalam kasus ini, Dewie diduga disuap oleh pengusaha dari PT Abdi Bumi Cendrawasih, Setiadi, dan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Deiyai, Iranius, agar memasukkan proyek pembangkit listrik tenaga mikrohidro di Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua, ke dalam pembahasan anggaran pendapatan dan belanja negara tahun 2016.

Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati mengatakan, staf ahli Dewie, Bambang Wahyu Hadi, dan asisten pribadi, Rinelda Bandoso, berperan aktif seolah mewakili Dewie untuk menentukan nilai komitmen 7 persen dari nilai total proyek. KPK memperkirakan nilai proyek ini hingga ratusan miliar rupiah.

Dalam kasus ini, KPK juga menetapkan Setiadi, Rinelda, Bambang Wahyu Hadi, serta Iranius sebagai tersangka.

KPK menangkap Setiadi, Devianto, Iranius, dan Rinelda di sebuah restoran di kawasan Kelapa Gading seusai melakukan transaksi. Di lokasi, KPK menyita uang sebesar 177.700 dollar Singapura yang dibungkus dalam kemasan makanan ringan. KPK juga mengamankan sejumlah dokumen dan telepon genggam di lokasi tersebut.

Tidak lama kemudian, sekitar pukul 19.00 WIB, petugas KPK bergerak ke Bandara Soekarno-Hatta dan menangkap Dewie dan Bambang.

Awalnya, KPK juga menangkap pengusaha bernama Harry, ajudan Setiadi bernama Devianto, dan seorang sopir rental mobil. Namun, ketiganya dilepaskan karena dianggap tidak memenuhi unsur pidana.

Pimpinan sementara KPK Johan Budi mengatakan, pemberian kepada Dewie itu merupakan pemberian pertama dan masih 50 persen dari commitment fee. KPK menduga akan ada pemberian lainnya.

Atas perbuatannya, Dewie dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana.(kmp)

APGEMA : Ijin 20 Pengusaha Arena Permainan Dipertanyakan

0

batamtimes.co,Batam-Asosiasi Pengusaha Game Elektronik Anak-anak dan Keluarga (APGEMA) binggung dengan banyaknya izin arena permainan yang keluar tanpa ada koordinasi dengan  APGEMA,dari pantauan asosiasi sebanyak 20 izin dikeluarkan Pemerintah melalui Dinas BPM-PTSP Pemko Batam .Padahal sesuai dengan kesepakatan antara DPRD Kota Batam dan Pemko Batam beberapa waktu yang lalu ijin usaha Arena permainan  yang dikeluarkan hanya diberikan untuk 30 Pengusaha Arena permainan.

Akibatnya banyak pengusaha Arena permainan  yang tergabung didalam wadah APGEMA mempertanyakan dan berkeluh kesah, perihal tersebut terungkap saat APGEMA melakukan Koordinasi dengan anggota di Hotel 89 Sabtu 10/10/2015 ,Ketua Asosiasi APGEMA Jonni Pakkun dalam pertemuan mengatakan,Jumlah yang terdata di APGEMA sudah ada 50 pengusaha Arena permainan  yang beroperasi di Batam.

”dari 50 perusahaan Arena permainan  yang beroperasi 20 perusahaan Arena permainan diantaranya buka tanpa jelas koorndinasinya.Sementara 30 pengusaha Arena permainan  lainya sudah terdaftar di asosiasi dan sudah memiliki ijin yang jelas dari Pemerintah,rekomendasi DPRD Kota Batam komisi I,berbadan hukum dan ijin asosiasi,”kata Jhonni

Lebih jauh dikatakan Jhonni,untuk mengatasi menjamurnya pengusaha Gelper tanpa rekomendasi asosiasi maka APGEMA mengumpulkan anggota yang sudah tergabung dalam wadah asosiasi,hadir 12 perwakilan,utusan 6 orang total ada 18 anggota sehingga sudah cukup korum untuk mengadakan koordinasi  asosiasi.

Koordinasi tersebut dihasilkan putusan bahwa APGEMA akan melakukan hearing dengan anggota Dewan untuk mempertanyakan kebijakan Pemerintah mengeluarkan ijin pengusaha Arena permainan  tanpa melewati asosiasi,” hasil rapat koordianasi tadi dihasilkan bahwa seluruh anggota yang tergabung dalam wadah asosiasi sepakat mendatanggi Gedung Dewan hari Selasa depan untuk bertanya kebijakan Pemerintah mengeluarkan ijin arena permainan tanpa lewat Asosiasi.Padahal sudah disepakati seluruh Arena permainan  yang buka harus melewati asosiasi,disepakati beberapa waktu yang lalu antara Pemerintah,DPRD Kota Batam Komisi I dan APGEMA,”terang Jhonni

Ketua Harian APGEMA Akhmad Rosano mengatakan,koordinasi hari ini disebabkan banyaknya pengaduan anggota terhadap sejumlah pengusaha arena permainan dan diangap ilegal.Dikatakan ilegal karena Pengusaha Arena permainan  tersebut tidak menjadi anggota yang tergabung di Asosiasi.

“sudah menjadi syarat utama didalam ad/art setiap pengusaha yang tergabung di APGEMA harus memiliki badan hukum minimal CV dapat bergabung.Sementara pengusaha arena permainan  yang tidak bergabung dikhawatirkan tidak memiliki badan hukum,selain itu dikhawatirkan  arena permainan  tersebut berbau judi,”katanya di Hotel 89

Akibat dari banyaknya pengusaha arena permainan  yang tidak masuk wadah APGEMA image yang timbul dari masyarakat Arena permainan yang ada sekarang berbau judi.Bahkan pengusaha yang tergabung dalam wadah APGEMA kena imbasnya,beberapa pengusaha arena permainan  di APGEMA ikut dibekukan bahkan ada yang dicabut ijin dari Pemerintah.

“Data asosiasi yang kami terima dari Kepolisian sebanyak 12 pengusaha Arena permainan yang ijinya dicabut.Kemudian 20 ijin Pengusaha Arena permainan yang dibekukan,pengusaha tersebut ada yang tergabung dalam wadah asosiasi ada yang tidak alias illegal,”ujarnya

Menurut Rosano,Pemerintah tidak bisa asal cabut ijin dan membekukan ijin pengusaha gelangang permainan,apalagi harus mengangkut peralatan Pengusaha gelanggang permainan .”mana ada aturan yang tertulis  mengatakan ijin dapat dicabut,atau dibekukan apalagi menyita mesin yang dimiliki pengusaha .Jika tangkap tanggan ada judi ,maka pemerintah berhak membekukan atau mencabut ijin tapi tidak dapat menyita mesin,karena mesin dapat disita apabila sudah memiliki ijin sita lewat pengadilan jika tidak maka kita dapat PTUN karena ada KUHP yang mengaturnya,kata Rosano(bd)

Tips Memilih Buah Naga yang Matang dan Layak Disantap

0

batamtimes.co-Buah naga seperti punya penggemarnya tersendiri.Sekalipun dari luar buah ini tampak kurang menarik, tapi begitu dibelah menampakkan daging buah segar dan rasanya nikmat. Buah naga memilii daging buah yang cukup tebal dan penuh kandungan air. Ada yang daging buahnya berwarna merah, kuning,dan putih.

Namun kulitnya yang tebal kadang agak sulit untuk mendeteksi kematangan dari buah tersebut. Dari sisi aroma juga tidak bisa dijadikan patokan. Tapi, untuk mendapatkan buah naga yang siap dimakan, tips berikut cukup berguna bagi Anda:

Remas lembut buah naga. Jika terasa kaku dank eras maka buah naga belum siap untuk disantap. Buah naga yang matang memiliki sensasi sedikit lembut kala diremas atau ditekan. Jangan terlalu kuat menekannya saat henda membeli karena bisa rusak.

Bandingkan warnanya dengan buah naga lain di satu keranjang. Buah naga yang matang cenderung cerah dan menyala warna kulit luarnya. Misalnya buah naga merah maka kulitnya juga akan berwarna merah merona saat matang.

Amati dari berbagai sisi. Pastikan tidak ada bekas cetakan, memar, atau tanda lain yang menunjukkan gejala kerusakan. Buah naga yang masih mulus lebih menjanjikan isi yang baik.

Lihat daging buahnya. Buah naga yang matang memiliki daging yang mudah dikeluarkan apapun jenisnya. Jika masih sulit dikeluarkan, maka buah tersebut belum matang benar.

Buah naga seperti punya penggemarnya tersendiri.Sekalipun dari luar buah ini tampak kurang menarik, tapi begitu dibelah menampakkan daging buah segar dan rasanya nikmat. Buah naga memilii daging buah yang cukup tebal dan penuh kandungan air. Ada yang daging buahnya berwarna merah, kuning,dan putih.

Namun kulitnya yang tebal kadang agak sulit untuk mendeteksi kematangan dari buah tersebut. Dari sisi aroma juga tidak bisa dijadikan patokan. Tapi, untuk mendapatkan buah naga yang siap dimakan, tips berikut cukup berguna bagi Anda:

Remas lembut buah naga. Jika terasa kaku dank eras maka buah naga belum siap untuk disantap. Buah naga yang matang memiliki sensasi sedikit lembut kala diremas atau ditekan. Jangan terlalu kuat menekannya saat henda membeli karena bisa rusak.

Bandingkan warnanya dengan buah naga lain di satu keranjang. Buah naga yang matang cenderung cerah dan menyala warna kulit luarnya. Misalnya buah naga merah maka kulitnya juga akan berwarna merah merona saat matang.

Amati dari berbagai sisi. Pastikan tidak ada bekas cetakan, memar, atau tanda lain yang menunjukkan gejala kerusakan. Buah naga yang masih mulus lebih menjanjikan isi yang baik.

Lihat daging buahnya. Buah naga yang matang memiliki daging yang mudah dikeluarkan apapun jenisnya. Jika masih sulit dikeluarkan, maka buah tersebut belum matang benar.(red)

Aneh Jembatan Dompak Senilai 312 M Terputus Ambruk,PT.WIKA Masih Evaluasi?

0

batamtimes.co,Tanjungpinang-Proyek Jembatan I yang menghubungkan daratan Pulau Dompak dan daratan Tanjungpinang dari depan Ramayana Mall ambruk begitu saja padahal proyek tersebut dikerjakan dengan biaya Rp 312 miliar.Bahkan sebelum ambruk rencananya Jembatan tersebut ditargetkan selesai dikerjakan pada Desember 2015 ini.

Proyek Jembatan I dikerjakan  PT Wijaya Karya (WIKA),dan kerusakan pertama kali diketahui saat, puluhan pekerja PT.WIKA baru selesai mengecor lengan atau span antar fondasi ke-2 dan ke-3 pada segmen tersebut.

“Insiden ini terjadi setelah kawan-kawan baru selesai mengecor lengan atau span jembatan di titik P-7 ini,” ungkap Rodi Yantari, Petugas pelaksana teknis kegiatan (PPTK) Proyek tersebut pada konferensi pers di Pulau Dompak, Jumat(2/10/2015) malam.

Konstruksi Jembatan I Pulau Dompak Tanjungpinang pada titik P-7 turun dan ambruk, pada Jumat (2/10/2015) sekitar pukul 16.40 WIB.”Insiden ini terjadi setelah kawan-kawan baru selesai mengecor lengan atau span jembatan di titik P-7 ini,” ungkap Rodi Yantari, Petugas pelaksana teknis kegiatan (PPTK) Proyek tersebut pada konferensi pers di Pulau Dompak, Jumat malam.

Menurut Rodi, P-7 ini terdiri dari 3 fondasi. Jarak antara fondasi yang satu dengan fondasi lainnya masing-masing sepanjang 35 meter.Sedangkan, konstruksi yang turun dan ambruk terjadi pada fondasi ke-3 dan ke-3 pada segmen P-7 tersebut.

“Di atas P-7 ini ada 40 pekerja. Namun, kami bersyukur karena saat peristiwa itu terjadi, mereka sudah bergerak turun. Saya katakan, musibah ini tidak memakan korban jiwa,” jelas Rodi

Hanya saja pada saat kejadian masih ada pekerja yang berada diatas jembatan berjumlah 3 orang.

“Namun, ada 3 orang berada di atas jembatan sedang melakukan perapian. Saat kejadian berlangsung, mereka langsung melompat ke laut. Tangan salah seorang pekerja di antara mereka terkilir. Sekarang dia sudah diurut,” jelasnya

Rodi sendiri mengaku belum bisa menduga apa penyebab insiden ini. Namun, memastikan bahwa seluruh tahapan pelaksanaan konstruksi itu sudah dilakukan sesuai dengan prosedurnya.Setiap tahan dites terlebih dahulu sebelum dilanjutkan ke tahap selanjutnya di bawah pendampingan Managemen Konstruksi (MK).

lebih jauh menurutnya,Jembatan I ditargetkan akan melakukan finishing sekitar Bulan Desember 2015 hanya saja dengan kejadian tersebut pesimis dapat tercapai.”Kami pesimis, tak mungkin di akhir Desember 2015 ini, proyek ini bisa selesai dikerjakan. Saya masih percaya pada kemampuan kawan-kawan di lapangan utk lakukan pekerjaan ini. Tentu kami juga berkoordinasi dengan BPKP dari awal dan akhir. ” katanya.

Bahkan PT.WIKA belum mengetahui secara pasti penyebab ambruknya Jembatan I.Hanya saja Perusahaan masih terus melakukan investigasi dilapangan penyebab terjadinya.

“Kami tetap komitmen mengerjakan proyek ini. Sedangkan untuk sebabnya, sampai detik ini kami belum bisa jawab karena apa,” kata General Manager (GM) PT. Wika, Adi Prayitno.

Selain itu, Adi mengatakan, pihaknya akan melakukan investigasi terkait hal ini, dan pihaknya akan mendatangkan Ahli Jembatan.

“Ini musibah yang tidak kami harapan. Runtuhnya jembatan di titik P-7, kami akan lakukan investigasi terlebih dahulu,” ucapnya.

Bahkan lebih lanjut dikatakanya PT.WIKA berkomitmen untuk menyelesaikan proyek dan akan terus mengerjakan segmen-segmen lain. Namun, untuk segmen P-7, baru akan dikerjakan setelah diinvestigasi dan dievaluasi oleh tim ahli.

“Yang jelas segala konstruksi yang runtuh dan ambruk tidak akan dipakai lagi. Semuanya akan dievakuasi dan dibangun dari awal. Namun, ketiga fondasi masih kuat dan tetap dipakai,” jelas Adhi

Adhi juga belum bisa menduga apa penyebab keruntuhan lengan jembatan pada P-7 itu. Dia hanya sedikit menjelaskan bahwa pangkal lengan jembatan pada fondasi ke-2 turun. Kondisi ini akan mempengaruhi lengan yang tersambung dengan fondasi ke-3. Akibatnya, ujung lengan jembatan yang ditopang oleh fondasi ke-3 ambruk.

“Jadi, lengan jembatan ini jatuh bukan karena ditabrak ponton. Kami tetap terbuka memberikan informasi supaya berita kepada masyarakat tidak simpang siur. Kami belum siap menjawab apa penyebabnya. Kami akan memberikan jawaban setelah investigasi selesai. Namun, ini adalah musibah yang terjadi pada masa konstruksi,” jelasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepulauan Riau Ir. Heru Sukmono menyatakan PT Wijaya Karya, kontraktor yang membangun Jembatan 1 Dompak, Tanjungpinang harus bertanggung jawab atas ambruknya sebagian jembatan tersebut.

“Jembatan itu harus dibangun kembali dan masih menjadi tanggung jawab kontraktor,” tegas Kepala PU Kepri Heru, di Tanjungpinang, Sabtu.

Jembatan penghubung Pulau Dompak, pusat Pemerintahan Kepri dengan pusat perkotaan Tanjungpinang ambruk pada Jumat sore (2/10).

Dinas PU Kepri minta pihak LAPI ITB untuk melakukan investigasi, mencari penyebab ambruknya sebagian kontruksi jembatan yang terletak di tengah laut perairan Dompak tersebut.

Rencananya, hari ini akan ada tim ahli dari LAPI ITB melakukan investigasi langsung ke lapangan mencari penyebab ambruknya jembatan.

Setelah investigasi, lanjutnya akan dilakukan analisa ulang untuk mencari jalan keluar serta alternatif melanjutkan pembangunan jembatan Dompak tersebut.

“Bagaimana jalan keluarnya, apakah ada alternatif lain atau metode-metode lain yang lebih mudah dan aman sehingga pembangunan jembatan ini tetap berlanjut,” ucapnya.

Menurut Heru, jembatan Dompak ambruk tidak sampai memakan korban, akan tetapi dalam waktu dekat, pihaknya juga akan melakukan evakuasi lebih lanjut terhadap kejadian yang dikategorikan sebagai musibah tersebut.

“Kami berharap, kontaktor atau konsultan menelaah kembali, kenapa ini bisa terjadi, apakah keteledoran, sengaja, atau bagaimana. Yang jelas, kami akan terus melakukan pemantau,” kata Heru.

Telaah yang dimaksud untuk mengukur, apakah jembatan tersebut bisa rampung pada akhir tahun 2015 ini, sebagaimana yang ditargetkan mantan Gubernur Kepri Sani, atau harus diperpanjang.

Jembatan I penghubung Pulau Dompak, pusat Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau dengan pusat perkotaan di Tanjungpinang ambruk, padahal PT Wijaya Karya menargetkan penyelesaian pembangunan proyek senilai Rp312 miliar itu pada November 2015.

Tim Ahli Turun Tanggan

Sehari setelah keruntuhan proses investigasi dan evaluasi terhadap keruntuhan segmen P-7 Jembatan I Pulau Dompak Tanjungpinang langsung dilakukan penyelidikan secara cepat.Tim ahli jembatan dari Jakarta langsung turun ke Pulau Dompak.

Tim ahli ini, terdiri dari LAPI ITB, PT Wijaya Karya (Wika) dan spesialis ahli jembatan yang menjadi subcon dari Wika.”Tim ahli dari Jakarta sudah datang menginvestigasi kondisi jembatan itu. Mereka berjumlah 10 orang dari 3 lembaga yang spesialis membangun jembatan,” ungkap Rodi Yantari, pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kepri pada Proyek Jembatan I tersebut.

Rodi menginformasikan bahwa tim ahli jembatan tersebut menginvestigasi kondisi kerusakan segmen P-7 sejak pagi sampai sore hari. Proses investigasi akan dilanjutkan dengan evaluasi pada Minggu (4/10/2015).

Setelah itu, tim ahli jembatan akan mengeluarkan pernyataan resmi terkait penyebab keruntuhan jembatan dan proses penyelesaiannya di waktu yang akan datang.”Hari ini, kami belum bisa mengeluarkan pernyataan resmi. Kami masih membahas hasil investigasi tadi di internal kami. Tetapi kami berjanji akan memberikan pernyataan resmi terkait segala sesuatu yang berhubungan dengan jembatan tersebut. Pak Jodhi Firmansyah sebagai Pemimpin Managemen Konstruksi akan mengeluarkan pernyataan resminya,” kata Rodi.

PPTK Proyek Jembatan I Pulau Dompak itu kemudian meminta masyarakat agar tidak melintas di sekitar lokasi segmen P-7. Dia menegaskan bahwa selama beberapa hari mendatang, lokasi jembatan tersebut hanya dimasuki oleh pihak proyek.(bud/tri)

Batam Tetap Diguyur Hujan Lokal,Kabut Asap Berkurang

0

batamtimes.co,Batam-Kondisi udara kota Batam jauh membaik dibandingkan hari-hari sebelumnya.Berdasarkan pantauan Badan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam jarak pandang pada Sabtu ini mencapai 7000-8000 meter.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam, Philip Mustamu mengatakan hal ini disebabkan sumber asap dari Sumatera dan Kalimantan itu mulai berkurang.”Tapi kita belum dapat memperkirakan untuk dua hari ke depannya,” kata Philip.

Untuk perkiraan hujan, Kota Batam masih berprediksi. Meski hujan yang terjadi akan di dominasi hujan lokal di beberapa kawasan saja dan tidak menyeluruh. Namun dengan adanya hujan tersebut, kemungkinan besar kabut asap akan berkurang.
“Curah hujan diperkirakan akan tinggi pada bulan November akhir sampai Desember,” ujar Philip.
Philip menyebutkan kabut asap tersebut masih menyelimuti langit kota Batam dan belum hilang total. Itu dikarenakan saat ini angin bergerak dari arah tenggara ke selatan dengan kecepatan 18-20 km/jam.
“Kecepatannya tetap normal dari tenggara ke selatan,” jelasnya.

Menurut Philip, kabut asap di Batam akan berkurang dengan curah hujan lokal. Dalam beberapa hari ke depan Batam tetap diguyur hujan.

Potensi hujan tetap ada, tapi belum merata. Tapi pada November akhir sampai Desember curah hujan akan tinggi,” tutupnya.(ron)

Data Jemaah Haji Embarkasi Batam yang Meninggal di Mekkah

0
Tragedi Mina

batamtimes.co,Batam – Daftar anggota jemaah haji yang meninggal di Tanah Suci hingga Jumat 2 Oktobre 2015 tercatat mencapai 26 orang. Panitia Pelaksana Ibadah Haji Embarkasi Batam mengatakan, 9 orang diantaranya adalah korban tragedi Mina.

“Per 2 Oktober, anggota jemaah haji yang meninggal sebanyak 26 orang. Sebanyak sembilan di antaranya merupakan korban Tragedi Mina,” kata Wakil Sekretaris PPIH Embarkasi Batam Widarto di Batam, Jumat (2/10/2015).

Anggota jemaah haji yang meninggal, yaitu Syamsiar Mat Tri Muhammad Mat Tri (73) yang tergabung dalam Kloter 19 asal Kerinji, Jambi; Abdul Wahab Idris Jafar (59) Kloter 14 asal Pontianak, Kalbar; Ida Murtika Porie (48) Kloter 14 asal Pontianak, Kalbar; dan Suryati Sahran Ribut (61) Kloter 14 asal Pontianak, Kalbar.

Kemudian, Dahlia Sulaiman Hamdan (47) Kloter 14 asal Pontianak, Kalbar; Sopii Rani Syahid (62) Kloter 17 asal Kota Jambi, Jambi; Warnita Habib Basa (57) Kloter 4 asal Pekanbaru, Riau; dan Ponpon Sadjaah Sastrapradja (73) Kloter 14 asal Pontianak, Kalbar.

Lalu, Reni Arfiani Kaherdin (52) Kloter 14 asal Pontianak, Kalbar; Nabaha Matsen Tarif (63) Kloter 14 asal Pontianak, Kalbar; Adryansyah Idris Usman (28) Kloter 14 asal Pontianak, Kalbar; dan Busyaiyah Syahrel Abdul Gafar (50) Kloter 14 asal Pontianak, Kalbar.

Selanjutnya, Yusman Abdullah Ambok Akkak (53) Kloter 11 asal MPW Hilir, Kalbar; Nursiah Asnawibas (55) Kloter 18 asal Tanjung Jabung Barat, Jambi; dan Bahari Kanso Boka (72) Kloter 3 asal Rokan Hilir, Riau.

Berikutnya, Oloan Lubis Abu Hasim (61) Kloter 20 asal Pekanbaru, Riau; Hakimah Bakut Basri (66) Kloter 20 asal Merangin, Jambi; Hamid Daem Sani (65) Kloter 4 asal Siak, Riau; dan Rosnah binti Yusu Jamil (69) Kloter 10 asal Kota Dumai, Riau.

Anggota jemaah haji lain yang meninggal dunia, yakni Sugimin bin Karto Kandar (71) Kloter 20 asal Indragiri Hilir, Riau; Ramlah Jeli Deron (65) Kloter 12 asal Ketapang, Kalbar; Hasnah Lasuku Abdullah (76) Kloter 19 asal Kerinci, Jambi; dan Mukhtar Muhammad Syarif (69) Kloter 8 asal Kampar, Riau.

Nama haji lainnya yang wafat, Ahmad Aziz Aziz Abdullah (61) Kloter 2 asal Bengkalis, Riau; Nurdin Yahya bin Yahya (71) Kloter 1 asal Tanjungpinang, Kepulauan Riau; dan Marnis Rikin Sirin (65) Kloter 7 asal Kuansing, Riau.( antara)

Kisah Tragis Taufan BMX dan Fenomena Olahraga Ekstrem di Indonesia

0

batamtimes.co,Bandung – Indonesia Open X Sports Champions (I0XC) sudah tujuh kali digelar. Selama ini belum pernah ada kecelakaan fatal hingga menewaskan peserta kompetisi. M Taufan Munggaran (17), peserta pertama yang meninggal dan semoga tidak pernah ada lagi.

Ajang IOXC digelar setiap setahun sekali. Ada beragam olahraga ekstrem yang dikompetisikan, di antaranya BMX freestyle, skateboard, rollerblade, dan basketball freestyle.

Menurut Pembina Bandung BMX yang juga aktif di Asosiasi BMX Indonesia Asep Tubagus Trisnadi, tuan rumah yang menggelar kompetisi ini bergantian.

“Pertama, Bali, terus Bandung, Makassar, Palembang, Yogyakarta, Semarang, dan sekarang di Bandung lagi,” ujar Apep, panggilan akrab Asep saat ditemui di Telkom University, tempat penyelenggaraan IOXC kali ini, Minggu (4/10/2015).

Apep mengaku terlibat sejak awal kompetisi berlangsung. Tahun ini menurutnya kompetisi yang paling bagus dari sisi arena dan juga penampilan pesertanya.

“Kali ini menurut saya luar biasa. Para pemain dari luar negeri yang ikut kompetisi ini pun memuji arenanya. Safety-nya kami jaga,” terangnya.

Apep mengaku insiden yang menimpa Taufan baru kali ini terjadi. “Tahun lalu pernah ada peserta dari Kediri yang kecelakaan, tapi tidak meninggal. Tapi cukup parah. Terakhir ketemu dengan saya sudah sehat, aktif lagi,” terang Apep.

Sementara itu, menurut Apep sebenarnya posisi jatuhnya Taufan tidak fatal. “Itu posisi jatuh biasa seharusnya. Namun kita tidak tahu, ternyata berapa tekanan setang ke dadanya. Ya kita tidak tahu namanya takdir,” ujarnya.

Taufan meninggal usai melakukan trik no handler, di mana kedua tangannya lepas dari stang dengan posisi seolah terbang. Sementara setangnya berada di bagian perut. Diduga, Taufan terlambat mengeluarkan setangnya dari perut, sehingga saat posisi terjatuh di mana ban sepeda belakang pertama mendarat, membuat setang menekan dadanya. Taufan sempat berdiri dan membawa sepedanya, namun setelah itu jatuh pingsan. Saat dibawa ke RS, di tengah perjalanan, ia menghembuskan nafas terakhirnya.(dtk)

Sisi Gila Nikita Willy Bikin Heboh Dunia Maya

0

batamtimes.co,Jakarta-Baru-baru ini Nikita Willy membuat heboh dunia maya. Niki mengunggah video saat dirinya sedang berjoged ria menggunakan tanktop abu-abu.

Niki mengaku video tersebut dia buat bersama seorang sahabatnya. Dalam video tersebut, Niki tampak seksi bergoyang mengikuti alunan musik dengan menggunakan tanktop dan celana panjang hitam bercorak polkadot putih.

“and when it’s over i press rewind tho! #GoPro,” begitulah caption yang ditulis oleh Niki.

“Aku sama teman aku berdua. Iseng, bikin saja videonya,” ucap Niki ditemui di Hotel Mulia, Senayan, Jakpus, Sabtu (3/10/2015) malam.

Bintang sinetron ‘Kau yang Berasal dari Bintang’ itu tidak sadar kalau videonya menjadi buah bibir. Niki terlihat membuat video itu disebuah kamar pakaian. Lekukan tubuh dara berusia 21 tahun itu tampak asyik mengikuti irama dan sesekali tertawa genit ke arah kamera.

“Aku kan jarang banget gitu, tapi di sosmed aku ada begitu. Biar tahu aku ada sisi gilanya,” ungkap mantan kekasih Diego Michiels itu.(red)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga