8.6 C
New York
Saturday, May 9, 2026
spot_img
Home Blog Page 425

Wali Kota Rudi mendorong mubaligh di Batam menjadi pengusaha

0

Batam – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mendorong para mubaligh di Batam bisa menjadi pengusaha. Hal itu untuk meningkatkan kesejahteraan para pendakwah di daerah tersebut.

“Sejak 2009 sudah kami dorong saat saya masih menjabat Anggota DPRD Batam,” ujar Rudi usai silaturahmi bersama Perngusaha Persatuan Mubaligh Kota Batam, Minggu (21/11/2021).

Bukan tanpa alasan Rudi mendorong para mubaligh memiliki usaha. Ia tak ingin, dalam menyiarkan agama, para mubaligh masih terkendala dengan masalah perekonomian.

“Saat mereka menyiarkan Islam, tapi masih memikirkan bagaimana perekonomian keluarga maka akan jadi masalah,” ujarnya.

Untuk itu, para mubaligh yang belum memiliki usaha akan terus didorong dengan beragam pelatihan. Ia berharap dengan begitu akan muncul pengusaha-pengusaha baru di lingkungan para mubaligh.

“Tentu tak hanya dengan teori saja, harus ada praktiknya,” tegas Rudi.

Jika upaya ini terealisasi, ia optimistis para mubaligh di Batam akan lebih fokus mendakwahkan Islam jika perekonomiannya sudah mencukupi.

“Kalau di rumah masih ada masalah, akan sulit. Kita dorong mubalig bisa memiliki usaha, kalau bisa besar bisa menciptakan lapangan kerja,” tegas Rudi.

Laksamana TNI (Purn.) Prof. Dr. Marsetio Optimis, Sistem BLE dan Tarif Baru Pelabuhan Pacu Daya Saing Batam

0

Batam- Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melaksanakan kunjungan kerja di Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) pada Jumat (19/11/2021).

Rombongan yang dipimpin oleh Penasihat Menteri Bidang Pertahanan dan Keamanan Maritim, Laksamana TNI (Purn.) Prof. Dr. Marsetio, diterima langsung oleh Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto.

Kunjungan kerja ini sekaligus merupakan rapat kerja lanjutan pembahasan Batam Logistic Ecosystem (BLE) bersama seluruh Stakeholders yang ada di Batam yakni Bea dan Cukai Batam, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, Pemerintah Provinsi Kepri, Pemerintah Kota Batam serta Asosiasi Industri Maritim di Kota Batam.

Adapun pembahasan rapat mengrucut pada evaluasi hasil implementasi BLE dan evaluasi penetapan tarif yang mendukung investasi sektor kemaritiman.

BLE merupakan pilot project dan bagian dari National Logistic Ecosystem (NLE) yang telah diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan , pada 18 Maret 2021 yang lalu.

Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto mengatakan, selaras dengan hal tersebut BP Batam dan seluruh stakeholders terkait, bahu membahu bersama mewujudkan Batam Logistic Ecosystem yang akan mendukung daya saing Batam sebagai Kawasan Ekonomi Strategis.

“Kami berusaha dan siap melanjutkan arahan dan harapan dari pemerintah, bersinergi dengan semua komponen di Batam, maka kami yakini bukan hanya daya saing Batam yang akan meningkat, tapi Indonesia akan meningkat.” Ungkap Purwiyanto optimis.

Progres dari BLE, pertama dari sisi infrastruktur, BP Batam selaku pengelola dari Pelabuhan Batu Ampar telah menyiapkan Autogate System dan softwarenya telah dilakukan UAT User Acceptance Testing dengan menggandeng PBM (Perusahaan Bongkar Muat). Dari sisi kepabeanan, Bea dan Cukai Batam mendukung dari sisi layanan STS-FSU yang berhubungan dengan entitas kementerian terkait, serta TPS online akan semakin memudahkan pelaku usaha.

Laksamana TNI (Purn.) Prof. Dr. Marsetio, dalam rapat kerja BLE ini  menyampaikan harapan besar bahwa Batam melalui Batam Logistic Ecosystem (BLE) sebagai percontohan nasional  akan mengubah paradigma Batam sebagai tujuan kawasan investasi yang kompetitif.

“Batam yang maju hanya dapat berhasil apabila Batam memiliki perubahan paradigma investasi yang ditunggu oleh publik. Batam Logistic Ecosystem akan merubah  paradigmanya.” Ungkap Laksamana TNI (Purn.) Prof. Dr. Marsetio, dalam pembukaanya.

Batam didukung dengan sistem BLE dan NLE merupakan satu platform rantai pasok barang yang mengakomodasi mulai dari hulu hingga hilir, dan mempertemukan entitas pemerintah dan entitas bisnis, atau skema G to G, G to B, dan B to B.

Sistem ini akan memutus mata rantai birokrasi layanan logistik dan membuka informasi layanan kepada publik seluas-luasnya yang pada akhirnya akan menurunkan biaya logistik.

Selain evaluasi progres dan implementasi BLE, Kemenko Marves melalui Laksamana TNI (Purn.) Prof. Dr. Marsetio, juga menekankan persoalan tarif. Ia mengapresiasi komitmen yang dilakukan BP Batam untuk melakukan penyesuaian tarif sehingga Batam mampu berdaya saing.

“Jadi sesuai dengan arahan Bapak Menko (Maritim dan Investasi) serta Pak Menko Perekonomian juga, kita harapkan ada perubahan paradigma besar soal tarif. Kalau tarif tidak turun investasi tak mau dateng, karena kalau di Batam, investasi kan ada pilihan. (Singapura dan Malaysia).” Katanya.

Usai pembahasan rapat, dirinya mengungkapkan apresiasi atas komitmen besar dari BP Batam untuk melakukan penyesuaian tarif.

“Hari ini saya lihat progres yang sangat luar biasa dipaparkan perubahan dan komitmen tarif. Saya lihat ada semangatnya spiritnya uda berubah. Kita patut optimis target pemerintah akan tercapai.” Sambungnya.

Dirinya menjabarkan lebih lanjut bahwa kondisi hari ini adalah efisiensi logistic cost  masih lebih mahal 23% dari 100%, bila dibandingkan dengan Singapura yang berada di angka 13%. Adapun target pemerintah pada tahun depan adalah turun menjadi 17%. Dengan dibentuk sistem NLE dan BLE untuk Batam serta penurunan tarif yang telah disesuaikan BP Batam, maka ia optimis Batam mampu mengejar ketertinggalan.

“Kita pake sistem dan tarif kita benahi. Tarif sekarang uda lebih murah dan disesuaikan. Nanti pelabuhan-pelabuhan di kita (Indonesia) akan direct call tak ke negara tetangga, tapi direct ke Batam. Selamat BP Batam, Batam  mau berubah. Setelah ini nanti akan ditiru oleh Kepri.” Pungkasnya serambi berpamitan meninggalkan ruang rapat Balairungsari bersama jajaran.

Agenda dilanjutkan dengan peninjauan Auto Gate System secara langsung di Pelabuhan Batu Ampar dan pertemuan dengan para asosiasi industri kemaritiman di Batam seperti INSA, ISAA, APBMI dan ATAK Kepabeanan.

Adapun hasil pertemuan dengan para asosiasi ini menghasilkan reformasi perubahan tarif kepelabuhanan di BP Batam seperti penurunan tarif labuh STS dan FSU yang mendapat insentif potongan harga, selanjutnya untuk tarif yacht, pimpinan BP Batam akan menyesuaikan tarif agar lebih bersaing dengan tempat lain.

BP Batam berkomitmen untuk mewujudkan tarif kepelabuhanan di Batam yang kompetitif dibandingkan dengan tarif kawasan sejenis di negara lain, kemudian membuat kajian dan mengevaluasi penerapan tarif yang sudah berlaku saat ini.

Sumber :BP Batam

Amsakar : Guru siapkan diri menyongsong bonus demografi 2030-2035 mendatang

0

Batam- Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meminta para guru menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Kota Batam. Hal itu dinilai penting demi masa depan Batam.

“Di tangan para guru meciptakan SDM mempuni sebagai penerus pembangunan Batam,” kata Amsakar saat membuka Lomba Seni dalam rangka HUT ke-76 PGRI dan Hari Guru Nasional 2021, Sabtu (20/11/2021).

Wakil Wali Kota berpesan agar para guru juga menyiapkan diri menyongsong bonus demografi 2030-2035 mendatang. Ia meminta para siswa benar-benar diarahakan ke hal positif dan produktif.

“Anak-anak atau siswa kita harus dibekali dari sekarang. Saya harapkan betul peran dari guru di Batam ini,” katanya.

Ia mengapresiasi guru yang tergabung dalam PGRI di Batam sangat kompak. Bagi Amsakar, solidaritas di kalangan guru ini harus dipupuk dan mampu berkolaborasi dengan pemerintah dalam membangun daerah.

“Kalau semua sudah kompak, maka cita-cota Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan Amsakar Achmad akan lebih cepat membuat lompatan-lompatan dalam membangun Batam ini,” katanya.

Di akhir sambutan, Amsakar mengucapkan selamat HUT ke-76 PGRI dan selamat Hari Guru Nasional. Semoga peran guru di Batam makin terasa dan selama menjalankan tugas ini dengan iklas, dan bahagia.

“Dengan bahagia, transpormasi ilmu kelada siswa akan kebih mudah dan berkah. Dengan ilmu hidup jadi mudah, dengan iman hidup menjadi teratah dan dengan seni hidup lebih cerah. Selamat hari guru,” kata Amsakar.

Menanti tindakan PUPR Provinsi Kepri, akankah amblasnya gorong-gorong jalan protokol Desa Bukit Belah diperbaiki Hingga akhir Tahun 2021

0

Oleh : Misli

Kabiro Lingga

Lingga – Terkait Pemberitaan di Media batamtimes.co  beberapa waktu yang lalu tentang amblasnya gorong-gorong jalan protokol yang berada di Desa Bukit Belah, Kecamatan Singkep Barat.

Hingga kini, Masih belum ada tanggapan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kepulauan Riau.  Seakan kurang peduli dengan kondisi tersebut.

Pantauan batamtimes.co,Jalan protokol penghubung antara Kecamatan Singkep Barat dengan Kecamatan Singkep kondisinya cukup memprihatinkan, bukan hanya gorong-gorong yang berada di Desa Bukit Belah saja yang amblas tapi banyak lobang yang menganga apabila musim hujan terjadi genangan air.

“Jika gorong-gorong ini terus di biarkan rusak, tidak menutup kemungkinan akses masyarakat untuk ke-Kecamatan Singkep akan terhambat” ujar Edi Sumantri Kepala desa bukit belah kepada awak media batamtimes.co , Sabtu (20/11/2021).

Edi Sumantri juga menjelaskan, pihak Pemerintahan Desa Bukit telah berkordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lingga prihal kondisi gorong-gorong yang amblas tersebut.

“Kemarin gorong-gorong yang amblas sudah di tinjau oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lingga, namun sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” ujar Edi Sumantri.

Di hubungi melalu media telpon kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lingga, Novrizal menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan amblasnya gorong-gorong jalan yang berada di Desa Bukit Belah, Kecamatan Singkep Barat.

“Pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) kemarin menerima laporan adanya gorong-gorong yg amblas di wilayah Singkep Barat, dan kita tindak lanjuti dengan turun langsung ketempat lokasi,” jelas Novrizal.

Jalan protokol dari dari Desa Jagoh, Kecamatan Singkep Barat menuju Kecamatan Singkep, untuk pemeliharaan dan perbaikan merupakan kewenangan
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kepulauan Riau.

“Untuk jalan protokol merupakan kewenangan pihak Provinsi, Kemarin kami sudah berkordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kepulauan Riau, dan kita sama-sama menunggu tindak lanjut hal tersebut,” ujar Novrizal mengahiri penjelasannya.(*)

 

 

Wujudkan Tata Kelola Good Governance, BP Batam Laksanakan FGD Pengawasan Berbasis Manajemen Risiko

0

Batam- Dalam rangka meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya yang berada di unit kerja Satuan Pemeriksa Intern (SPI), Badan Pengusahaan (BP) Batam laksanakan Forum Group Discussion (FGD) Pengawasan Berbasis Manajemen Risiko dan Penyusunan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) Tahun 2022, bertempat di KTM Hotel Batam pada 19-20 November 2021.

Kegiatan FGD dibuka langsung oleh Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro. Diketahui lebih dari 60 peserta ikut dalam kegiatan yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari tersebut.

Pada sambutannya, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro menyampaikan bahwa, “Di dalam penyusunan program kerja pengawasan tahunan harus berdasarkan audit berbasis risiko, karena mengingat waktu yang sangat terbatas dan jumlah SDM yang juga terbatas, maka pengawasan yang strategis adalah pengawasan berbasis manajemen risiko”.

Lebih lanjut Wahjoe menambahkan, pengawasan berbasis manajemen risiko ini akan memberikan nilai tambah bagi BP Batam khususnya dalam hal menjaga tata kelola pemerintah yang baik (Good Governance) daripada pelaksanaan kegiatan yang ada di BP Batam.

“Harapan kami dengan adanya FGD ini, teman-teman SPI BP Batam bisa meningkatkan kemampuannya dalam rangka memetakan hal-hal yang strategis yang menjadi konsen pimpinan sehingga tidak ada permasalahan hukum di kemudian hari terkait tata kelola yang ada di BP Batam”, harap Wahjoe.

Turut hadir sebagai narasumber Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kepulauan Riau, Wawan Yulianto, Ak., MM, CA, CRMP, CGCAE dan Konsultan Manajemen Risiko, Ir. Yohanes Abdullah, serta para Undangan dari Inspektur Daerah Kota Batam, yang dalam hal ini diwakilkan oleh Hendi Rana Gustini, S.Sos, Kepala SPI BP Batam, Konstantin Siboro dan Direktur Peningkatan Kinerja Dan Manajemen Risiko BP Batam, Asep Lili Holilulloh.

Adapun pemaparan materi pertama disampaikan oleh Konsultan Manajemen Risiko, Ir. Yohanes Abdullah, M.M dengan tema Tata Kelola Manajemen Risiko ISO-31000 dan dilanjutkan pemaparan materi kedua oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kepulauan Riau, Wawan Yulianto, Ak., MM, CA, CRMP, CGCAE dengan tema Perencanaan Pengawasan Intern Berbasis Risiko. FGD berlangsung sangat interaktif karena tingginya antusias para peserta saat sesi diskusi dan tanya jawab.

 

Sumber : BP Batam

 

Bupati Lingga resmikan penggunaan sarana air bersih bagi masyarakat Desa Marok Kecil

0

Lingga – Bupati lingga Muhammad Nizar Ketua DPRD Kabupaten Lingga, OPD terkait, menghadiri peresmian sekaligus penggunaan sarana air bersih bagi warga masyarakat Desa Marok Kecil, Kecamatan Singkep Selatan, Sabtu (19/11/2021).

Dalam kesempatan tersebut Bupati lingga Muhammad Nizar menyampaikan ucapan terima kasih kepada bapak Idris, karena telah sudi menghibahkan sebagian lahan miliknya untuk pembangunan sarana dan prasarana air bersih untuk kebutuhan masyarakat.

“Saya sangat berterima kasih kepada bapak Idris yang sebelumnya telah sudi menghibahkan sebagian lahan miliknya untuk pembangunan sarana dan prasarana air bersih untuk kebutuhan masyarakat yang nantinya, insa allah akan tersalurkan hingga ke pusat ibu kota kecamatan singkep selatan”, kata Muhammad Nizar.

Muhammad Nizar juga menjelaskan, sumber air bersih Desa Marok Kecil bersumber dari anggaran Dana Alokasi Kusus (DAK) Tahun Anggaran 2021 melalui Dinas PU-PR Kabupaten lingga dari kementerian PU-PR yang nilainya 8,2 milyar dengan jarak dari sumber mata air mengalir ke Tanki penampungan dan sampai kerumah warga lebih kurang berjalan 16 km.

“Guna menjaga keberadaan sumber air bersih ini agar terus terjaga dalam segala hal kedepannya, maka saya berharap kepada pak Camat, Kades dan masyarakat agar bisa duduk bersama mendiskusikan agar segera menarik meteran nya. Namun kapan nya kita serahkan kepada mereka apakah dikelola melalui BUMDES Desa atau melalui PDAM Kabupaten Lingga”, jelasnya.

Giat tersebut di hadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lingga Maratusholiha beserta anggota, Ketua HSNI Kabupaten Lingga Ruslan, Kepala Desa Resang Hanapi, Kepala Desa Marok Kecil Rusdi beserta jajaran, Ketua BPD Desa Marok Kecil beserta anggota, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan turut hadir juga para Mahasiswa dari Universitas STEI Bengkalis yang sedang melakukan aktivitas KKN di Desa Resang, Kecamatan Singkep Selatan.

 

Editor : Misli

Walikota Batam mendukung penuh pembangunan masyarakat ekosistem mangrove di Kota Batam

0

Batam – Sekda Kota Batam, Jefridin Hamid atas nama Walikota Batam mendukung penuh kegiatan pembangunan masyarakat ekosistem mangrove di Kota Batam. Kegiatan ini digagas oleh Badan Restorasi Gambut dan Mangrov RI.

Jefridin mengatakan sebagai daerah kepulauan, mangrove sudah bukan hal yang asing bagi Batam. Pemko Batam sendiri selama ini selalu mendukung kegiatan-kegiatan untuk melestarikan lingkungan.

“Kalau gambut di Batam memang tidak ada, tapi kalau mangrove disini banyak,” kata Jefiridin saat menerima tim Badan Restorasi Gambut dan Mangrov RI mewakili Walikota Batam, Jumat (19/11/2021).

Jefridin mengatakan pihaknya akan mendukung penuh penanaman pohon mangrove di Batam. Namun, pihaknya berpesan agar sebelum melakukan penanaman supaya melihat juga RTRW peruntukan wilayahnya.

Jangan sampai kata dia, setelah ditanam ternyata lokasinya sudah dialokasikan kepada pihak ketiga. Atau sudah ada pemilik lahannya.

“Jadi pastikan dulu peruntukan lahannya, jangan sampai misal kita tanam sekarang nanti tiga tahun direklamasi. Karena status lahannya sudah dialokasikan kepada investor,” katanya.

Itu sebabnya setiap ada kelompok masyarakat yang ingin menanam mangrove pihaknya selalu mengingatkan terkait dengan status lahannya.

“Kita minta dicek dulu, lokasi-lokasinya, harus sesuai dengan RTRW atau peruntukannya,” katanya.

BP Batam Dukung Upaya Pemerintah dalam Penerapan IMT-GT

0

Batam- Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menerima kunjungan kerja Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Regional dan Sub Regional, Kemenko Perekonomian RI, Netty Muharni di Marketing Centre BP Batam, pada Jumat (19/11/2021).

Kunjungan ini untuk membahas perkembangan dan potensi pemanfaatan kerja sama Ekonomi Sub Regional Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle atau IMT-GT.

IMT-GT dibentuk oleh para petinggi di Indonesia, Malaysia, dan Thailand pada tahun 1993 dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah perbatasan negara-negara IMT-GT.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dalam sambutannya Ia memaparkan rencana pembangunan dan pengembangan Kota Batam yang akan menjadi daya tarik para investor untuk berinvestasi di Kota Batam.

“Saat ini, Pembangunan di Batam sedang dibenahi, akses jalan juga sedang disempurnakan dan urusan perizinan telah berjalan dengan menggunakan sistem agar pelayanan lebih mudah, semua ini dilakukan untuk menarik perhatian dan meyakinkan para investor agar lebih percaya untuk berinvestasi di Batam,” kata Muhammad Rudi di hadapan para rombongan.

Rudi meyakini dengan pembangunan yang dilaksanakan pihaknya akan membawa dampak baik bagi daya saing Batam. Baginya hal itu sejalan dalam upaya dukungan kepada pemerintah untuk potensi pemanfaatan kerja sama ekonomi Sub regional IMT-GT.

“Mudah-mudahan dengan adanya kerjasama di tiga negara ini dapat memberikan dampak positif dan membuka peluang masuknya investasi asing di Batam,” harap Rudi.

Seiring dengan perkembangan Ekonomi, Sosial dan Budaya di tiga negara ini, tujuan IMT-GT bertransformasi yakni untuk mewujudkan Kawasan IMT-GT sebagai Kawasan yang terintegrasi, inovatif, inklusif dan berkelanjutan di tahun 2036.

Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Regional dan Sub Regional, Kemenko Perekonomian RI, Netty Muharni mengatakan dalam kesempatannya, dalam rangka tindak lanjut dari kegiatan konferensi tingkat tinggi IMT-GT yang telah berlangsung beberapa waktu lalu sekaligus melihat adanya potensi juga peluang yang besar untuk masuknya investasi di Batam.

“Pada 28 Oktober 2021 lalu, para pimpinan dari Indonesia, Malaysia dan Thailand telah melakukan pertemuan IMT-GT ke-13 secara daring. Hasil pertemuan IMT-GT menghasilkan beberapa pembahasan terutama terkait kerja sama pemulihan Ekonomi pasca Covid-19 dengan mengedepankan pada 3 (tiga) sektor Ekonomi yaitu Pariwisata, Pertanian dan Industri halal,” ujar Netty.

Lebih lanjut Ia memberikan apresiasi, bahwa Batam melakukan pembangunan Batam yang massif dan baik, dapat dilihat dari perkembangan infrastruktur maupun fasilitas penunjang lainnya.

“Kita melihat perkembangan fasilitas yang cukup baik di Batam, contohnya seperti di Nongsa, investasi yang masuk di Batam juga cukup baik. Beberapa perkembangan fasilitas seperti infrastruktur maupun fasilitas penunjang lainnya juga baik. Jadi, saat ini terlihat Batam telah menuju pembangunan yang berkelanjutan, hal tersebut sudah sangat sejalan dengan arah pembangunan global saat ini,” terangnya.

“Kita dapat memanfaatkan kerja sama internasional ini untuk mendukung pembangunan di Batam, terutama adalah kerja sama IMT-GT. Beberapa proyek yang berpotensi untuk menjadi proyek prioritas dalam kerjasama IMT-GT 5 tahun kedepan antara lain, Nongsa Digital Park, Halal Industrial Hub dan Pengembangan Batam sebagai Green City yang akan menjadi prioritas kita.” tambah Netty.

Adapun paparan materi dalam pertemuan tersebut membahas terkait rencana dalam pemanfaatan kerjasama IMT-GT oleh BP Batam, Pengembangan Nongsa Digital Park, Halal Industrial Hub di Bintan dan juga Proyek Green City 2035 dengan Pemerintah Kota Batam.

Turut Hadir dalam pertemuan tersebut Pejabat Eselon II BP Batam, Asisten II Bidang Ekonomi Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Batam, Pebrialin, General Manager KEK NDP, Ari Nugrahanto, Delegasi Kawasan Halal Industrial Hub, Dian, dan Manager Administrasi Batamindo, Tjaw Hioeng.

Sumber : BP Batam

Dispar Provinsi Kepri membuka Forum Komunikasi Pariwisata Bidang Pemasaran

0

Batam- Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) membuka Forum Komunikasi Pariwisata Bidang Pemasaran yang berlangsung di Ballroom Beverly Hotel, Batam, Kamis (18/11/2021).

Puncak acara yakni penandatangan nota kesepahaman antara Kepala Dispar Provinsi Kepri dengan Kepala Dinas Pariwisata atau Kebudayaan kabupaten atau kota di Provinsi Kepri tentang pengembangan pemasaran pariwisata di lingkungan Provinsi Kepri.

Bersama-sama mendukung peningkatan branding ‘Wonderful Riau Islands’ dan juga branding kabupaten atau kota melalui mekanisme co-sharing dan co-branding. Saling berbagi informasi dan data yang terkait dengan pengembangan pemasaran pariwisata. Dan penyediaan informasi pariwisata melalui Teknologi Informasi dalam bentuk video, foto, pamflet, brosur di halaman website resmi masing-masing Dinas Pariwisata atau Kebudayaan kabupaten atau kota.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata menyambut baik yang dilakukan oleh Dispar Kepri. Menurutnya kegiatan ini dapat mendorong pariwisata di Kota Batam.

“Kita bersama-sama siap menyambut wisatawan pasca Covid-19,” katanya.

Dalam forum tersebut, Ardi memberikan masukan untuk Kepri membuat event bersama yang dilaksanakan setiap tahun. Event tersebut berupa bahari karena Kepri dikelilingi oleh lautan seperti Festival Bahari Kepri, sebutnya

“Misalnya kita buat di Batam, kemudian dilanjutkan lagi di Tanjungpinang atau Bintan atau kabupaten lainnya,” sebutnya.

Disamping itu juga jadikan Kota Batam merupakan Travel Hub (gerbang penghubung wisman). Secara formal di Kepri.

Tercatat, pada tahun 2019 jumlah wisman yang berkunjung ke Batam pada 2019 lalu sebanyak 1.947.943 kunjungan.

“Misalnya wisman dari Singapura maupun Malaysia ke Batam kita akan promosikan juga ke mereka (wisman) ke kabupaten kota di Kepri,” ujarnya.

Selain itu, Batam juga bergabung menjadi anggota Tourism Promotion Organization (TPO) for Asia Pacific Cities, berbasis di Korea Selatan. Di organisasi internasional tersebut, pariwisata Batam akan dipromosikan. Sebanyak 140 kota dari 16 negara bergabung menjadi anggota TPO for Asia Pasific.

“Salah satu manfaatnya yakni bergabung dengan TPO for Asia Pasific diantaranya, berpartisipasi dalam acara pariwisata internasional, pengembangan bakat dalam sektor pariwisata, pertukaran informasi pariwisata,” sebutnya.

Ardi menuturkan, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi sudah mengembangkan infrastruktur Kota Batam dalam konsep pariwisata, diantaranya pembangunan dua bundaran. Kemudian Batam didukung amenitas yang lengkap, seperti adanya rumah sakit, restoran, transportasi, dan sebagainya. Untuk Bandar Udara Internasional Hang Nadim juga bekerja sama dengan incheon, Korea Selatan.

“Semua hulu hilir pelaku pariwisata, budaya, dan ekraf (ekonomi kreatif) juga sudah divaksin, dan memberikan kepercayaan kepada wisatawan bahwa Batam siap menyambut wisatawan,” ujarnya.

Sebagai informasi forum ini dalam rangka melaksanakan visi dan misi Gubernur Kepulauan Riau, yang diantaranya fokus terhadap penanganan pasca pandemiñ Covid-19, yaitu percepatan pemulihan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata, maka perlu dilakukan strategi pengembangan tourism linkage networking antar kabupaten atau kota dilingkungan Provinsi Kepulauan Riau.

Selain kepala dinas pariwisata atau kebudayaan kabupaten atau kota, kegiatan ini juga dihadiri oleh kepala bidang pemasaran di dinas pariwisata atau kebudayaan kabupaten atau kota di Kepri, dan ketua asosiasi di Kepri.

Warga menerima 30 Paket bantuan usaha mikro dari DPRD Kepri Wirya Silalahi bersama Dinsos Kepri

0

Oleh :Alfons

Foto: Alfons

Batam- Ratusan warga antusias menghadiri Penyerahan bantuan usaha ekonomi produksi pengembangan masyarakat, yang di inisiasi anggota Komisi IV  DPRD Kepri Ir Wirya Putra SAR Silalahi bersama dengan dinas sosial provinsi Kepri,di Mitra 2 Batam center, Jumat, (19/11/2021).

Dikatakan Wirya, Ini ada sedikit bantuan usaha mikro. Ada kompor gas dan rak satu paket, Kemudian Blender.

Selanjutnya ada Ampia.”Semoga bermanfaat. Semuanya ada 30 set,bantuan diberikan terutama bagi mereka dari usaha kecil. ” jelas Wirya

Lebih lanjut dikatakannya, penerima bantuan sudah di data terlebih dahulu.

“Sehingga pada hari ini Jumat bersyukur bisa hadir seluruhnya 30 orang penerima paket bantuan, ” katanya.

Dan saya mewakili Ibu Wagub  Hj. Marlin Agustina yang direncanakan hadir ternyata tidak bisa hadir.

“Mohon maaf, Ibu Wagub sedang ada di Tanjungpinang Rapat paripurna DPRD Kepri”.pungkasnya.

Acara pembagian paketpun dilanjutkan panitia memanggil satu persatu penerima bantuan, Ibu Rejeki lumbanraja. Ibu Nevi Samsuri, dan selanjutnya.(*)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga