8.6 C
New York
Monday, April 6, 2026
spot_img
Home Blog Page 70

Lurah Daik Bersama Kekerabatan RT/RW Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan

0
Keterangan : Lurah Daik Nasrun Efendy, bersama kekerabatan RT/RW Kelurahan Daik menggelar aksi berbagi takjil di persimpangan Kantor Kesbangpol Lingga.(Cipto)

Lingga – batamtimes.co– Bulan suci Ramadhan menjadi momen istimewa bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah dan berbagi kebahagiaan. Salah satu tradisi yang terus dijaga dari tahun ke tahun adalah berbagi takjil menjelang waktu berbuka puasa.

Hari ini, Kamis (13/03/2025), Lurah Daik, Nasrun Efendy, bersama kekerabatan RT/RW Kelurahan Daik menggelar aksi berbagi takjil di persimpangan Kantor Kesbangpol Lingga. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dengan warga serta menumbuhkan semangat kebersamaan di bulan penuh berkah ini.

“Tujuan kegiatan sore ini berbagi takjil yang dimotori oleh jajaran Kelurahan Daik dan juga dari beberapa RT dan RW adalah untuk mempererat silaturahmi dengan warga,” ujar Lurah Daik, Nasrun Efendy.

Antusiasme warga terlihat jelas saat menerima bingkisan takjil yang berisi kurma, kue basah, dan buah. Menurut Suhardi, salah satu RT yang ikut serta dalam kegiatan ini, dana yang terkumpul digunakan untuk menyediakan lebih dari 300 paket makanan berbuka puasa.

“Dana yang terkumpul kami belikan makanan untuk berbuka puasa sebanyak 300 lebih paket yang tersedia. Ada kurma, kue basah, juga buah,” kata Suhardi.

Kegiatan berbagi takjil seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut dan semakin memperkuat rasa kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Penulis : Cipto

Editor : Pohan

Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan Narkoba Jaringan Internasional di Terminal Ferry

0
Keterangan Foto : Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Octavia Bea Cukai ungkap upaya penyelundupan narkotika jaringan internasional di Terminal Kedatangan Ferry Batam Center.

Batam –batamtimes.co- Bea Cukai Batam berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jaringan internasional di Terminal Kedatangan Ferry Batam Center pada Rabu (5/3/2025). Seorang pria berinisial PG (32) asal Tanjung Pinang ditangkap dengan barang bukti berupa sabu seberat 185 gram.

Penindakan dilakukan setelah petugas mencurigai gerak-gerik PG yang tiba menggunakan kapal Ferry MV Pintas Luxury 1 dari Stulang Laut, Malaysia. Saat pemeriksaan rutin dengan anjing pelacak unit K-9, PG mencoba menghindar, sehingga petugas melakukan pemeriksaan lebih mendalam.

Menurut Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Octavia, kecurigaan semakin meningkat setelah PG tidak dapat menjelaskan alasan perjalanannya ke Malaysia. Tes urine yang dilakukan menunjukkan hasil positif mengandung Methamphetamine dan Amphetamine.

“Saat pemeriksaan, PG mengaku membawa satu bungkusan yang diduga sabu. Setelah pemeriksaan fisik lebih lanjut, petugas menemukan satu bungkus plastik lainnya yang disembunyikan dalam popok,” jelas Evi, Rabu (12/3/2025).

Petugas kemudian menguji sampel barang menggunakan narcotest reagent U, yang hasilnya berubah menjadi warna biru, menandakan positif Methamphetamine. PG dan barang bukti segera diamankan ke Bea Cukai Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan, PG mengaku diperintah oleh SS, seorang kenalan yang dikenalnya saat bermain sepak bola. Awalnya, PG hanya diminta menemani SS ke Malaysia dengan imbalan Rp 5 juta per perjalanan. Namun, setelah tiba di Malaysia, SS meminta PG membawa sabu dengan imbalan yang dinaikkan menjadi Rp 10 juta per perjalanan.

SS sendiri berangkat dari Tanjung Pinang ke Batam pada Sabtu (1/3/2025) bersama PG dan seorang wanita bernama AA, yang merupakan kekasih PG. Setelah tiba di Malaysia, SS menerima sabu dari seseorang bernama B dan langsung menyerahkannya kepada PG. Barang tersebut sudah disiapkan dalam bentuk popok yang harus dikenakan PG. Barang haram itu rencananya akan diberikan kepada seseorang bernama IIS di Tanjung Pinang.

PG kini diserahkan ke Polda Kepulauan Riau untuk penyelidikan lebih lanjut. Ia dijerat dengan Undang-Undang Narkotika No. 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal berupa hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Penindakan ini disebut telah menyelamatkan hingga 925 jiwa dari bahaya narkoba serta menghemat biaya rehabilitasi hingga Rp 1,5 miliar. Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen Bea Cukai Batam dan Polda Kepulauan Riau dalam memberantas penyelundupan narkoba, terutama di wilayah Kepulauan Riau yang kerap menjadi jalur masuk narkotika.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam pemberantasan narkoba demi melindungi generasi muda dari ancaman barang haram ini,” tutup Evi.

 

Penulis : Hendra

Editor : Pohan

Menjadikan Agama sebagai Pondasi Moral yang Nyata, Bukan Sekadar Simbolik

0
Keterangan Foto : Pormadi Simbolon Penulis, Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Provinsi Banten

Oleh : Pormadi Simbolon

(Penulis, Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Provinsi Banten)

Religius tapi Gemar Korupsi, Ada Apa?” Pertanyaan yang dimuat dalam Harian Kompas menyoroti ironi besar di Indonesia: sebuah bangsa yang mengklaim religius, tetapi tetap berada di jajaran atas dalam daftar negara paling korup. Fenomena ini menimbulkan refleksi mendalam: apakah pendidikan agama yang hanya dialokasikan 2-4 jam per minggu cukup efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral? Ataukah agama di Indonesia lebih banyak dijadikan simbol daripada dihayati sebagai pedoman hidup?

Krisis Substansi dalam Beragama

Seperti yang dikritisi Karl Marx, agama sering kali dipakai sebagai alat legitimasi oleh kelas penguasa, termasuk dalam politik dan hukum. Fenomena ini masih relevan di Indonesia, di mana agama sering muncul dalam pidato pejabat atau kampanye politik, tetapi tidak tercermin dalam tindakan nyata. Hal ini menunjukkan bahwa ajaran agama belum benar-benar membatin dalam individu.

Kritik terhadap agama juga dapat diperkuat dengan melihat negara-negara seperti China dan Vietnam, yang meskipun secara historis lebih ateistik, justru memiliki tingkat korupsi yang lebih rendah dibandingkan Indonesia. Ini menandakan bahwa keberagamaan seseorang tidak otomatis menjamin moralitasnya.

Solusi: Pendidikan Agama yang Menyeluruh dan Berpola Asrama

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah sistem pendidikan agama berbasis asrama (boarding school). Konsep ini tidak hanya sekadar memberikan teori agama, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab secara langsung.

Di lingkungan asrama, peserta didik hidup dalam komunitas yang menginternalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Mereka tidak hanya diajarkan untuk jujur dalam teori, tetapi juga dipaksa untuk mempraktikkannya dalam interaksi sosial. Dengan bimbingan guru dan pembina yang berintegritas, peserta didik akan memiliki panutan nyata dalam menjalankan nilai-nilai moral.

Pemerintahan Prabowo-Gibran yang berencana membangun sekolah unggulan seperti Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat dapat menjadi momentum untuk merevolusi sistem pendidikan nasional, termasuk dalam hal pendidikan agama. Sekolah unggulan ini tidak hanya harus fokus pada keunggulan akademik tetapi juga pada pembentukan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan yang kokoh.

Jika bangsa ini ingin keluar dari jeratan korupsi dan membuktikan bahwa Indonesia benar-benar religius, maka agama harus lebih dari sekadar simbol atau seremonial belaka. Pendidikan agama harus diintegrasikan dengan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sistem asrama bisa menjadi langkah konkret untuk mengatasi krisis moral yang terjadi.

Namun, semua itu tidak akan berarti tanpa keteladanan dari para pemimpin, guru, dan orang tua. Jika agama benar-benar diyakini sebagai pedoman hidup, maka ia harus tercermin dalam tindakan, bukan hanya dalam kata-kata. Jika tidak, pertanyaan “Ada Apa?” akan terus menggema tanpa jawaban yang nyata.(*)

Pemerintah Bentuk Satgas Penanganan Pantura, Siapkan Proyek Giant Sea Wall

0
Keterangan Foto : Proyek pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall yang membentang dari Banten hingga Jawa Timur.(Setkab)

Jakarta – batamtimes.co – Pemerintah berencana membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk menangani kawasan pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa. Langkah ini merupakan bagian dari proyek pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall yang membentang dari Banten hingga Jawa Timur.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti menyampaikan bahwa pembentukan satgas ini merupakan arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono.

“Bapak Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, dan kementeriannya mendapatkan tugas dari Bapak Presiden RI untuk tanggul laut raksasa atau giant sea wall. Beliau diminta untuk membentuk satgas khusus guna menangani pesisir Pantura Jawa,” ujar Diana di Jakarta, Rabu (12/3/2025).

Libatkan Berbagai Kementerian dan Swasta

Satgas ini nantinya akan melibatkan berbagai kementerian terkait, di antaranya Kementerian PU, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), serta pemerintah daerah.

Diana menjelaskan bahwa proyek giant sea wall bertujuan untuk melindungi kawasan pesisir utara Jawa yang rentan terhadap abrasi dan penurunan permukaan tanah. Tanggul ini diperkirakan memiliki panjang total sekitar 946 km, membentang dari Tangerang hingga Gresik, dengan investasi yang cukup besar.

“Kementerian PU di sini berperan dalam kelompok kerja pembangunan, sementara ada juga kelompok kerja pembiayaan. Pendanaan proyek ini diharapkan tidak hanya mengandalkan APBN, tetapi juga melibatkan sektor swasta,” kata Diana.

Selain perlindungan pesisir, proyek ini juga memiliki potensi ekonomi, seperti peningkatan nilai lahan (land value capture), pendapatan dari jalan tol di atas tanggul, serta pemanfaatan energi baru terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung.

“Proyek ini bersifat multisektor, tidak hanya infrastruktur tetapi juga ekonomi dan lingkungan. Oleh karena itu, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur akan menjadi pemimpin dalam proyek ini,” tambahnya.

Diana juga menekankan bahwa pembangunan giant sea wall di wilayah Jabodetabek akan menjadi bagian dari program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) yang telah dicanangkan sebelumnya.

Program NCICD, yang melibatkan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU dan Pemprov DKI Jakarta, terdiri atas tiga tahap (A, B, dan C). Saat ini, tahap A yang mencakup pembangunan tanggul pantai dan sungai telah berjalan melalui kerja sama antara Kementerian PU dan Pemprov DKI Jakarta.

Dalam Lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, proyek giant sea wall telah masuk dalam daftar indikatif Proyek Strategis Nasional (PSN).

Dengan pembentukan satgas ini, pemerintah berharap proyek giant sea wall dapat segera direalisasikan untuk melindungi kawasan Pantura Jawa dari ancaman bencana sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut.

 

Penulis : Paul

Editor : Pohan

Pemko Batam Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Alam

0
Keterangan Foto : Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra menyerahkan bantuan Belanja Tidak Terduga kepada korban bencana alam yang terjadi di awal tahun 2025.(Kominfo)

Batam – batamtimes.co-  Sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu warganya, Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra menyerahkan bantuan Belanja Tidak Terduga (BTT) kepada korban bencana alam yang terjadi di awal tahun 2025. Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Wali Kota Batam pada Selasa (11/3/2025).

Dalam sambutannya, Amsakar Achmad menegaskan bahwa Pemko Batam merasakan penderitaan yang dialami korban dan berkomitmen untuk terus hadir membantu mereka.

“Apa yang dialami para korban bencana ini bukan hanya mereka yang merasakan, tetapi Pemko Batam juga ikut merasakan dan hadir untuk membantu. Kami bekerja keras agar masalah yang dihadapi masyarakat bisa segera teratasi,” ujar Amsakar.

Ia menjelaskan bahwa setiap kali terjadi bencana, camat dan dinas terkait langsung diperintahkan untuk bergerak cepat dalam memberikan bantuan. Dinas Sosial (Dinsos) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga dikerahkan untuk menanggulangi dampak bencana.

Amsakar menambahkan bahwa proses pemberian bantuan dilakukan dengan survei kondisi, verifikasi, dan penetapan penerima agar bantuan tepat sasaran. Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menata ulang wilayah yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Pemko Batam Bergerak Cepat Atasi Dampak Bencana

Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra menyoroti beberapa bencana yang terjadi, seperti banjir yang melanda delapan kecamatan serta longsor di Tiban Koperasi yang mengakibatkan kerusakan rumah warga.

“Kami langsung merespons cepat setiap bencana yang terjadi, termasuk memitigasi dampaknya. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami dalam membantu pemulihan masyarakat yang terdampak,” ujar Li Claudia.

Ia juga menekankan pentingnya solidaritas antarwarga dalam menghadapi bencana. Menurutnya, kebersamaan dan semangat gotong royong sangat diperlukan untuk meringankan beban korban serta mempercepat pemulihan.

“Kami berharap langkah-langkah yang diambil Pemko Batam bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak,” tambahnya.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam, Leo Putra, mengungkapkan bahwa bencana alam yang terjadi pada Januari 2025 berdampak pada hampir seluruh kecamatan di Batam. Salah satu kejadian paling parah adalah longsor di Tiban Koperasi yang merusak lima rumah, dengan dua di antaranya mengalami kerusakan berat.

Pemko Batam telah menyiapkan bantuan untuk 56 rumah yang terdampak bencana, sebagai bagian dari upaya pemulihan bagi warga yang mengalami kerugian akibat bencana alam.

Melalui penyaluran bantuan ini, Pemko Batam menegaskan komitmennya untuk selalu hadir dalam setiap kesulitan yang dialami warganya, sekaligus memastikan bahwa masyarakat yang terdampak bencana bisa segera bangkit dan pulih kembali.

Editor : Pohan

KSP Gelar Rapat Koordinasi Pengembangan Transportasi Laut dan Galangan Kapal di Batam

0
Keterangan Foto : KSP RI, AM Putranto, memimpin langsung Rapat Koordinasi Program Prioritas Pengembangan Transportasi Laut dan Galangan Kapal di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Batam – batamtimes.co – Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) RI, AM Putranto, memimpin langsung Rapat Koordinasi Program Prioritas Pengembangan Transportasi Laut dan Galangan Kapal di Kota Batam, Kepulauan Riau. Rapat yang berlangsung di Gedung Balairung BP Batam ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, serta Walikota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Ahmad.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta para pimpinan BUMN terkait seperti PT ASDP Indonesia Ferry Persero dan PT Perusahaan Gas Negara Persero. Selain itu, unsur keamanan seperti Kapolda Kepri Brigjen Pol Asep Safrudin dan Danrem 033/WP Brigjen TNI Bambang Herquanto juga ambil bagian dalam diskusi.

Dalam pemaparannya, AM Putranto menegaskan bahwa KSP memiliki tugas utama untuk mendukung Presiden dan Wakil Presiden dalam mengawal program-program prioritas nasional. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengembangan industri transportasi laut dan galangan kapal di Batam.

“Kami hadir untuk berkoordinasi, memantau, dan mendukung berbagai program prioritas, termasuk mendengar masukan terkait industri transportasi laut dan galangan kapal di Batam,” ujar Putranto.

Salah satu proyek utama yang menjadi sorotan dalam rapat ini adalah pengembangan Pelabuhan Logistik Internasional Batu Ampar. Putranto menekankan bahwa pengembangan pelabuhan ini harus dilakukan secara optimal guna memanfaatkan posisi strategis Batam di jalur pelayaran internasional Selat Malaka.

“Singapura sudah menangani 40 juta TEUs per tahun, Malaysia 10 juta TEUs, sementara Batam baru 670 ribu TEUs. Kita harus terus mendorong agar bisa menangkap peluang yang lebih besar ke depan,” katanya.

Pengembangan Pelabuhan Batu Ampar saat ini tengah berada dalam tahap pertama (2023-2025) dengan investasi sebesar Rp 1,1 triliun. Proyek ini akan berlanjut ke tahap kedua (2025-2028) dengan total investasi Rp 2,7 triliun. Batu Ampar ditargetkan menjadi International Transhipment Hub, dengan layanan utama seperti jasa penanganan dan penumpukan peti kemas, layanan pandu dan tunda kapal, serta kegiatan Ship-to-Ship (STS) dan Floating Storage Unit (FSU).

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, dalam sambutannya menekankan posisi strategis Kepri yang berada di jalur perdagangan utama dunia serta berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia.

Ia mengungkapkan bahwa Pemprov Kepri terus melakukan berbagai terobosan ekonomi, termasuk rencana pengembangan sektor kedirgantaraan pada tahun 2026. Program ini akan diwujudkan melalui kerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia, dengan pengadaan pesawat berbadan kecil jenis Fokker untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kepri.

Selain itu, Ansar juga meminta dukungan dari pemerintah pusat terhadap proyek-proyek strategis nasional di Batam, seperti Rempang Eco-City, pembangunan Jembatan Batam-Bintan, serta pengembangan sektor maritim, perikanan, pariwisata, dan energi.

Walikota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Ahmad, menegaskan bahwa Batam telah berkembang pesat sebagai kota industri, perdagangan, dan alih kapal. Selama enam dekade terakhir, berbagai pembangunan telah dilakukan, mendorong pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,69 persen pada 2024, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami akan terus meningkatkan pertumbuhan ini dengan berbagai program strategis, sehingga Batam semakin kompetitif sebagai pusat ekonomi dan industri,” ujar Amsakar.

Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting dalam mempercepat realisasi program-program prioritas di sektor transportasi laut dan galangan kapal di Batam, demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan daya saing Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

 

Penulis : Adi

Editor : Pohan

Pemko Medan Tertibkan Ruko yang Langgar Aturan di Medan Petisah

0
Keterangan Foto : Dipimpin langsung Camat Medan Petisah, Arafat Syam Pemko Medan menertibkan sejumlah ruko yang dijadikan tempat usaha di Kecamatan Medan Petisah.

Medan – batamtimes.co –  Pemerintah Kota (Pemko) Medan menertibkan sejumlah ruko yang dijadikan tempat usaha di Kecamatan Medan Petisah karena melanggar ketentuan peraturan. Penertiban ini dilakukan pada Senin (4/11/2024) dengan melibatkan personel Satpol PP Kota Medan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, aparatur Kecamatan Medan Petisah, serta didukung oleh aparat TNI dan Polri.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Camat Medan Petisah, Arafat Syam. Sebelum penertiban dilakukan, seluruh personel mengikuti apel untuk mendapatkan arahan. Setelah itu, mereka dibagi ke beberapa titik, salah satunya di Jalan Gatot Subroto, tepat di depan Plaza Medan Fair.

Dari pantauan di lapangan, penertiban berlangsung lancar. Petugas mengimbau pedagang untuk membongkar sendiri lapak dagangan yang melebihi batas ketentuan. Dengan penuh kesadaran, para pedagang membongkar lapak mereka secara mandiri, dibantu oleh petugas yang bertugas.

Arafat Syam menegaskan bahwa penertiban ini difokuskan pada pedagang kaki lima serta pemilik atau penyewa ruko yang menggelar dagangannya di luar ketentuan yang telah diatur dalam Peraturan Wali Kota Medan No. 9 Tahun 2009. Aturan tersebut melarang pendirian bangunan liar di atas saluran drainase, bahu jalan, trotoar, tanggul sungai, dan garis sempadan sungai.

“Kami melakukan pencegahan agar para pedagang tidak mendirikan lapak di atas bahu jalan, trotoar, maupun drainase. Apalagi, ruko di sini berada di HPL 1 Petisah Tengah, sehingga tidak diperbolehkan ada aktivitas jual beli di luar bangunan milik mereka,” ujar Arafat Syam.

Untuk mencegah pedagang kembali melanggar aturan, pihaknya berencana mendirikan posko pemantauan di beberapa titik strategis.

“Apabila masih ada pedagang yang nekat melanggar, kami akan tindak tegas. Karena itu, kami akan mendirikan tiga posko pemantauan sebagai langkah antisipasi,” tegasnya.

Penertiban ini diharapkan dapat menciptakan ketertiban di kawasan Medan Petisah serta mengembalikan fungsi trotoar dan jalan bagi pejalan kaki dan pengguna jalan lainnya.

Penulis : Tim

Editor : Pohan

Konjen India di Medan dan Ananda Marga Rayakan Hari Perempuan Internasional

0
Keterangan Foto : Konjen India di Medan dan Ananda Marga Rayakan Hari Perempuan Internasional.

Medan – batamtimes.co-  Konsulat Jenderal (Konjen) India di Medan bekerja sama dengan Ananda Marga Medan menggelar perayaan Hari Perempuan Internasional di halaman Konsulat Jenderal India pada Sabtu (8/3/2025). Acara ini mengusung tema Sehat, Bahagia, dan Perempuan Berdaya, dengan berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan perempuan.

Kegiatan dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan sesi yoga dan meditasi yang dipandu oleh Ananda Marga Medan. Sesi ini bertujuan meningkatkan kesehatan fisik dan kesejahteraan mental peserta. Setelah itu, talk show inspiratif menghadirkan Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shanker Goel, dr. Deasy Ho dari Klinik Livwell, serta Avtk. A. Shubhadhac dari Ananda Marga Medan. Diskusi berfokus pada kesehatan perempuan, pemberdayaan, serta pentingnya kesadaran diri dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Konsul Jenderal India, Ravi Shanker Goel, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam masyarakat.

“Perempuan memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang lebih baik. India berkomitmen untuk terus mendukung kesetaraan gender serta pemberdayaan perempuan dalam berbagai bidang,” ujar Ravi.

Selain talk show, acara juga menghadirkan workshop interaktif yang dipandu oleh Sanggar Kreativitas Anak Indonesia. Peserta diajak untuk belajar membuat sabun ramah lingkungan serta produksi eco-enzyme, sebagai upaya mendorong praktik berkelanjutan dan meningkatkan keterampilan perempuan dalam usaha kreatif.

Perayaan ini mendapat antusiasme tinggi dari berbagai kalangan, termasuk diplomat, profesional, mahasiswa, penggemar yoga, serta para pemimpin perempuan dari berbagai sektor. Acara turut dihadiri oleh Ketua IWAPI Sumut Purnama Dewi, perwakilan Pemerintah Kota Medan Tengku Chairunisa, serta pejabat dari Dinas Pendidikan dan Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

Sebagai bentuk apresiasi, Konsul Jenderal India menyerahkan plakat penghargaan kepada Avtk. A. Shubhadhac atas kontribusinya dalam acara ini. Selain itu, sertifikat penghargaan diberikan kepada Bhawana Saxena, yang terpilih sebagai salah satu dari 50 peserta terbaik Indonesia dalam Bharat Ko Janiye (BKJ) Quiz yang diselenggarakan secara daring.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama serta pemberian tanda penghargaan kepada para pembicara dan peserta. Perayaan ini tidak hanya mempererat hubungan budaya antara India dan Indonesia, tetapi juga mendorong perempuan untuk terus berkembang dan berdaya dalam berbagai aspek kehidupan.

 

Editor : Pohan

BP Batam Pastikan Pengembangan Kawasan Terpadu Rempang Eco-City Masuk Proyek Strategis Nasional

0
Keterangan Foto : Proyek Rempang Eco-City yang nantinya dapat memberikan kontribusi terhadap ekonomi Batam.

Batam – batamtimes.co – BP Batam melalui Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait memastikan bahwa Pengembangan Kawasan Terpadu Rempang Eco-City masih menjadi salah satu proyek strategis nasional.

Hal ini sebagaimana yang termaktub dalam Arah Pembangunan Kewilayahan pada Lampiran IV Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029.

“Kami berharap, seluruh pihak dapat mendukung penyelesaian Proyek Rempang Eco-City yang nantinya dapat memberikan kontribusi terhadap ekonomi Batam,” ujar Tuty, panggilan akrabnya, Selasa (11/3/2025).

Ia menjelaskan bahwa Kawasan Terpadu Rempang Eco-City bertujuan untuk mendukung rencana pengembangan koridor industri di Batam.

Dengan harapan, kawasan tersebut dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.

Sehingga, warga di sana pun mendapat kesempatan besar dalam ekosistem industri yang akan dibangun. Salah satunya adalah dengan meningkatnya penyerapan tenaga kerja.

“Apabila pembangunan rumah tahap kedua beserta fasilitas pendukung lainnya rampung, kami optimis ini akan mengubah pandangan masyarakat menjadi lebih positif terhadap rencana investasi di kampung mereka,” tambah Tuty.

Tuty mengakui jika percepatan realisasi Proyek Rempang Eco-City membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat maupun seluruh komponen daerah.

“Sesuai pesan Pak Kepala dan Bu Waka, yang paling penting adalah bagaimana komunikasi antara pemerintah dan masyarakat bisa terjaga dengan baik. Kami ingin, seluruh masyarakat bisa merasakan manfaat dari pengembangan kawasan ini,” tutup Tuty.

Selain Pengembangan Kawasan Terpadu Rempang Eco-City, pemerintah juga menetapkan beberapa proyek strategis lain seperti Pengembangan Pelabuhan Batuampar dan Pelabuhan Kabil; Pembangunan Jalan Lingkar Luar Tanjungpinggir – Jodoh; Pengembangan Kawasan Terpadu Galang Maritime City; Pengembangan KEK Batam Aero Technic, KEK Nongsa, KEK Sekupang, KEK Tanjungsauh; Pengembangan SPAM Regional Batam; Pengembangan Batam Urban dan Industrial Sewerage System Development Project; serta Perencanaan, Persiapan dan Pembangunan LRT Batam Trase Bandara Hang Nadim-Batam Center-Batu Ampar dan BRT Trans Batam Trase Batam Center-Tanjung Uncang, yang terintegrasi dengan TOD.

Beberapa proyek strategis pemerintah bertujuan untuk menjadikan Batam sebagai kawasan terbaik, dari bidang industri investasi maupun sektor pariwisata.

 

Penulis : Adi

Editor : Pohan

52 Napi Kabur dari Lapas Kutacane, 16 Ditangkap, 36 Masih Buron

0

Aceh Tenggara – batamtimes.co – Sebanyak 52 narapidana (napi) melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kutacane, Aceh Tenggara, pada Senin (10/3/2025) sore. Hingga Selasa (11/3/2025), sebanyak 16 napi berhasil ditangkap, sementara 36 lainnya masih dalam pencarian.

Keterangan Foto : Seorang Napi berusaha kabur melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kutacane, Aceh Tenggara.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto, mengungkapkan bahwa para napi yang tertangkap telah diamankan di Mapolres Aceh Tenggara. “Dari total 52 narapidana yang kabur, sebanyak 16 orang sudah berhasil diamankan dan saat ini ditahan di Mapolres Aceh Tenggara. Sisanya masih dalam proses pencarian,” ujarnya seperti yang dikutip dari serambinews.

Guna memperketat pengamanan, Polda Aceh telah mengerahkan satu pleton personel Brigade Mobil (Brimob) ke Lapas Kutacane. Joko menegaskan bahwa kondisi di dalam lapas kini sudah kembali kondusif pasca-insiden pelarian tersebut. “Saat ini, situasi di dalam Lapas sudah terkendali,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II B Kutacane, Andi Hasyim, mengimbau para napi yang masih buron agar segera menyerahkan diri. “Kami berharap para tahanan yang masih melarikan diri agar segera kembali ke Lapas atau menyerahkan diri ke Polres Aceh Tenggara sebelum ditangkap oleh pihak kepolisian,” tegasnya.

Aparat kepolisian dan petugas lapas terus melakukan pencarian terhadap napi yang masih buron. Masyarakat yang mengetahui keberadaan mereka diimbau segera melapor ke pihak berwenang.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab utama kaburnya puluhan napi tersebut. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

 

Penulis : Tim

Editor : Pohan

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga