8.6 C
New York
Friday, April 17, 2026
spot_img
Home Blog Page 916

SBY Diminta Pecat Penumpang Gelap di Demokrat 

0
Keterangan foto : Pendiri partai Demokrat Hencky Luntungan

Penulis :Tanto

Jakarta – Pendiri partai Demokrat Hencky Luntungan membela kedua rekannya Max Sopacua dan profesor Ahmad Mubarok yang kini diminta dipecat dari partai yang didirikannya lantaran menghembuskan wacana Kongres Luar Biasa atau KLB.

Menurut Hencky, sesungguhnya kedua orang tersebut ingin menyelamatkan partai Demokrat dari ambang kehancuran yang lebi parah. Karena, sejak dipimpin SBY partai Demokrat justru mengalami penurunan suara dalam setiap Pemilu.

“Persoalan pembentukan sebuah lembaga oleh Max Sopacua dan Prof A. Mubarok adalah untuk menyelamatkan partai Demokrat. Itu dinamika organisasi,” kata Hencky dalam siaran persnya, Senin (17/6/2019).

Kata Hencky, terlalu dini untuk mengusulkan pemecatan terhadap kedua tokoh ini bersama rekan-rekannya. Sebab, lanjut dia, pak Max dan pak Mubarok adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah partai Demokrat. Mereka adalah pendiri atau “pemilik rumah” partai Demokrat.

“Bagaimana mungkin ‘penumpang’ mau mengusir tuan rumah,” jelasnya.

Justru masih menurut Hencky, yang harus disingkaran adalah para penumpang gelap di internal partai Demokrat. Karena, kami hanya ingin Demokrat kembali fitrah, menjadi partai terbuka, nasionalis, religius, berpolitik cerdas dan santun.

“Perlu disadari bahwa yang mengusulkan pemecatan tau diri, justru mereka itulah yang merusak marwah partai Demokrat. Mereka harus dipecat,” ujarnya.

Hencky mejelaskan, mendirikan sebuah partai politik dan langsung mengantarkan seseorang menjadi Presiden dua kali berturut-turut tidaklah mudah.

“Mohon maaf pak SBY saja masuk tahun 2003. Saat itu partai Demokrat sudah exist,” kata Hencky.

Dia pun meminta orang-orang yang sering membuat gaduh dan berbicara tidak santun itu segera hengkang dari partai Demokrat dan membuat partai baru. “Kalo jiwa kutu loncat politisi kacangan dan tidak santun sebaiknya buatlah partai baru saja”.

“Sebaikanya SBY yang justru segera menyingkirkan para penumpang gelap yang ada di partai Demokrat,” pungkas Hencky Luntungan.

Sebelumnya, kader senior partai yang tergabung dalam Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD) mendesak agar DPP Partai Demokrat menggelar KLB. Mereka adalah Max Sopacua, Ahmad Mubarok dan Ahmad Yahya.

Mereka menuntut penyelenggaraan KLB Demokrat paling lambat 9 September 2019.

“Kami menetapkan momentum puncak GMPPD dengan menyiapkan, mendorong dan melaksanakan suksesnya Kongres Luar Biasa,” ucap Anggota GMPPD Max Sopacua ditemui di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019).

Max meyakini KLB Demokrat bisa menyelematkan nasib partai. Sebab, terjadi penurunan prestasi partai sejak Pileg diselenggarakan dari 2009 hingga 2019.

Tercatat, perolehan suara partai di Pileg 2009 mencapai 21,7 juta. Demokrat menjadi partai pemenang Pileg 2009. Perolehan Demokrat lantas menurun di Pileg 2014 dengan 12,4 juta suara dan menempati peringkat empat.

Puncak penurunan terjadi di 2019. Demokrat hanya mendapat 10,8 juta suara dan menempati peringkat ketujuh di Pileg 2019.

Belakangan bentuk keprihatinan mereka terhadap partai Demokrat itu “dibalas” dengan suara pemecatan dari anak buah SBY, seperti yang dikatakan Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

Ferdinand Hutahaean menegaskan usul sanksi pemberhentian bagi penggagas KLB kadung menguat. Dewan Kehormatan PD disebut bakal segera bekerja sesuai kewenangan mereka.

“Usulan sanksi tersebut kemudian juga mencuat agar penggagas KLB diberhentikan atau dipecat. Terkait ini, akan menjadi wilayah Dewan Kehormatan. Lembaga dalam organisasi yang dipimpin Amir Syamsudin ini tentu akan bekerja sesuai kewenangannya. Maka kami menyerahkan kepada Dewan Kehormatan terkait usul pemberhentian tersebut,” jelas Ferdinand, Sabtu (15/6/2019) malam.

Sistim zonasi dalam Pendidikan harus seimbang jumlah sekolah dan anak didik di suatu Wilayah

0

Batam- Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto SH, MH menanggapi pemberitaan Sistem Zonasi di Batam yang dinilai merugikan anak didik.

Menurut Nuryanto, sistim zonasi dalam pendidikan sangat bagus namun dengan catatan harus seimbang jumlah sekolah dan anak didik di suatu wilayah.

“Saya sangat yakin setiap daerah belum terpenuhi semua, apakah sudah ada standar berapa jumlah SMA, SMP, dan SD di suatu kecamatan, juga belum diketahui,” ujar Nuryanto Senin (10/6/2019).

Dikatakannya lagi, untuk terlaksananya Kebijakan ini, pemerintah daerah harus segera menyesuaikan dan mempersiapkan sara prasarana agar maksud dan tujuan sistem zonasi tercapai, sehingga memenuhi kebutuhan untuk anak didik.

“Anak-anak harus mendapatkan hak pendidikan SD, SMP, SMA, khususnya yang ada di Nongsa. Apalagi sudah ada lahannya, pemerintah tinggal mengusulkan saja, anggaran ke DPRD Insh Allah dewan pasti setuju apalagi untuk pendidikan,” tegas ketua DPRD Batam.

“Untuk mewujudkan itu, menurut saya lebih cepat lebih baik. Itu tergantung Pemko, kami siap menindaklanjuti,” tutupnya.

(red/monitor Riau. Com)

PAD Kota Batam cukup signifikan disumbang dari beberapa sektor Pajak

0

Batam- DPRD Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengagumi pendapatan asli daerah (PAD) kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang jauh lebih tinggi pencapaian targetnya ketimbang di daerahnya.

Demikian diungkap anggota Komisi C DPRD Serdang Bedagai, Hari saat melakukan kunjungan kerja bersama rekannya ke DPRD Kota Batam, belum lama ini. “Menarik di Batam, banyak sumber PAD dario industri. Kami minder PAD hanya Rp1,4 triliun PAD hanya tercapai 10 persen saja dari ABPD.

Makanya kami butuh informasi soal pajak hiburan, seperti restoran dan perhotelan,”ujarnya. Ia mengakui, pemasangan program tapping box saja sering tidak diterima masyarakat di Sergang Bedagai. Apalagi, katanya, pemasangan inovasi pajak online lainnya.

“Pemasangan tapping box saja kami letakkan di satu restoran tapi begaduh dulu sama si tukang jualan. Mungkin kalau ada KPK mensosialisasikan baru mereka takut,”ungkap Hari.

Ditempat yang sama, Kabag Humas dan Protokol DPRD Kota Batam, Taufik. R menyampaikan PAD di kota Batam cukup signifikan disumbang dari beberapa sektor pajak, seperti BPHTB sebanyak Rp240 an Miliar.

Selain itu, juga ada PBB, Hotel dan Restoran dan lainnya seperti pajak parkir dan hiburan.

“Dalam rangka mengenjot dan meningkatkan PAD dari sektor pajak, Batam ini sudah ditetapkan sebagai Pilot Project KPK sekitar 7 bulanan lalu untuk penerapan pajak online. Tetapi sistem monitoringnya dibangun dibawah pengawasan KPK. Mekanismenya diwajib pajak ada alat monitor semua transaksi objek pajak,”kata Taufik dihadapan anggota DPRD Sergang Bedagai.

Dijelaskannya, Batam menggandeng KPK untuk sosialisasi kepada wajib pajak yang ada di Batam. KPK juga menegaskan, kata Taufik, kewajiban pajak tidak bisa ditawar-tawar.

“Terakhir dicanangkan pajak online ini sudah dilauching oleh KPK. Upaya selanjunya mengekstensifikasi wajib pajak. Validasi data objek pajak agar selalu update data. PBB ada namanya bulan panutan PBB. Tingkat kecamatan melakukan sosialisasi dan melakukan pembayaran PBB pada saat itu,”tutupnya

(red/Karimun tidak. com)

DPRD Batam Nuryanto : Pihaknya menunggu aturan perundangan yang mengatur mengenai Ex-Officio Kepala BP Batam

0
Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto Menyerahkan Paket Sembako Kepada Perwakilan Warga di Kecamatan Batu Ampar.

Batam —Pemerintah akhirnya menunda operasional jabatan Ex-Officio Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam oleh Walikota Batam karena masih memerlukan dasar hukum yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP).

Putusan itu diambil melalui rapat koordinasi di Kantor Kemenko Perekonomian dengan agenda Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Pemerintah Perubahan kedua Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam di Kemenkeu, Selasa sore (7/5/2019).

Sebelumnya jajaran pemerintah Kota Batam beserta DPRD Kota Batam dan Kadin  Batam serta sejumlah pemangku kepentingan lannya  telah melakukan konsultasi dengan Komisi II DPR di Senayan.

Menanggapi putusan pemerintah tersebut, Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto mengatakan bahwa pihaknya menunggu aturan perundangan yang mengatur mengenai Ex-Officio Kepala BP Batam.

Dalam keterangannya kepada wartawan seusai mengikuti rapat koordinasi tersebut, dia menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan kajian yang mendalam terkait hal itu.

“Kita menunggu regulasinya, kita tidak mau Batam dijadikan bahan uji coba, harus ada kajian dan itu sudah clear saat dilaksanakan. Apapun kepetusannya akan kita terima, tetapi sebelum ada regulasi sebaiknya Ex- Officio ditunda,” kata Nuryanto, Selasa (7/5/2019).

Sedangkan Ketua Kadin Batam, Jadi Rajaguguk menilai regulasi yang bakal dipakai sebagai landasan hukum Ex- Officio ternyata masih berupa rancangan peraturan pemerintah.

“Dan semua itu teryata baru wacana dan barus sekedar gagasan yang belum berdasarkan aturan yang jelas,” kata Jadi usai mengikuti konsultasi tersebut.

Selain itu, Jadi juga mempertanyakan alasan diubahnya PP 46 Tahun 2007 sebanyak dua kali.

“Kenapa diubah PP itu, kenapa bukan PP yang diamanatkan UU Pemda pasal 360 ayat 4 yang mengatur keikutsertaan daerah di KPBPB ini juga menimbulkan pertanyaan. Pasalnya, perubahan PP 46 terkesan dipaksakan, padahal jelas-jelas tidak selaras dengan UU Pemda tersebut,” katanya.

Sebelumnya Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan bahwa untuk operasional pelaksanaan Ex-Officio diperlukan peraturan teknis mengenai benturan kepentingan (Kementerian PAN dan RB) dan mekanisme pembinaan dan pengawasan pelaksanaan BP Batam (Dewan Kawasan Batam).

Menurut Susiwijono, pelaksanaan kebijakan jabatan Kepala BP Batam dijabat Ex-Officio oleh Walikota Batam perlu diatur dalam perubahan PP Nomor 46 tentang KPBPB Batam sebagaimana diubah dengan PP Nomor 5 Tahun 2011 (RPP Perubahan Kedua PP Nomor 46 Tahun 2007).

“Dalam perubahan PP 46 ada 6 substansi pengaturan Ex-Officio agar kebijakan tersebut tidak melanggar UU Pemerintahan Daerah yang melarang Kepala Daerah merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya, karena Kepala BP Batam bukan merupakan pejabat negara berdasarkan UU ASN dan tidak diatur dalam UU KPBPB,” katanya

Rapat paripurna ke-9 DPRD Kota Batam gagal digelar

0

Batam – Rapat paripurna ke-9 DPRD Kota Batam gagal digelar pada Kamis (2/5/2019). Penyebabnya lebih dari separuh anggota legislatif tak hadir.

Rencananya, paripurna hari ini akan membahas Ranperda perubahan Perda no. 6 tahun 2014 tentang pembentukan produk hukum daerah sekaligus pengambilan keputusan.

Selain itu mereka juga membahas penutupan masa persidangan II sekaligus masa pembukaan persidangan III tahun sidang 2019.

Sekretaris Dewan DPRD Kota Batam, Asril, memberikan laporan jika peserta rapat paripurna yang tidak hadir mencapai lebih dari setengah jumlah keseluruhan anggota dewan.

“Kehadiran anggota dewan dari 50 anggota dewan yang hadir hanya 20 orang, dan yang belum hadir berdasarkan absen ada 30 orang,” ungkapnya.

Sebelum dibubarkan, rapat yang dipimpin Wakil Ketua II DPRD Kota Batam, Iman Sutiawan sempat diskors dua kali. Skors pertama diberikan 10 menit dan skors kedua diberikan 5 menit.

“Oke skors saya cabut, sekarang saya persilahkan, sekretaris dewan menyampaikan laporan kehadiran anggota dewan,” katanya.

Iman juga sempat menanyakan kemana anggota lainnya, sehingga tidak hadir dalam rapat paripurna ini. “Yang hadir di sini, kemana ini semua anggota fralsi?” tanyanya.

Terkait anggota fraksi yang tidak hadir, anggota DPRD Kota Batam, Udin P. Sihaloho mengatakan hal itu wajar saja terjadi.

“Sebenarnya saya sudah sempat mengusulkan untuk rapat paripurna diundur, minimal setelah pleno kecamatan. Karena momen saat ini wajar mereka tidak maksimal karena mereka juga berjaga dengan rawannya kecurangan (penghitungan suara) di kecamatan,” pungkasnya.

SAR Natuna Siaga Khusus Festival Pulau Senua 2019

0

Natuna (BT) – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna melaksanakan siaga khusus dalam pengamanan kegiatan festival Pulau Senua tahun 2019. Digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, di pusatkan di Pulau Senua, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Ranai, Natuna, Kepri, Minggu (16/06/2019).

Menurut Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Muhammad Saleh mengatakan
kegiatan Siaga khusus SAR Natuna untuk memberikan pengamanan dan kenyamanan bagi peserta lomba dan para pengunjung festival Pulau Senua,ucap Saleh.

Pihaknya mengerahkan 2 (Dua) unit Perahu Karet, 1 (satu) unit Rigid Inflatble Boat (RIB) serta 13 orang personil yang di koordinir langsung oleh Kasub seksi operasi siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna.

Selain itu SAR Natuna juga terlibat mengevakuasi dua orang peserta renang yang kelelahan usai mengikuti lomba renang.

Namun kata Saleh kegiatan pelaksanaan siaga khusus SAR dapat terlaksana dengan baik aman dan lancar, tutupnya.

(Red/Pohan)

Siswandi : Tegaskan Butuh Sinergitas Majukan Pariwisata Di Natuna

0

Natuna (BT) – Pemerintah Kabupaten Natuna menegaskan dibutuhkan Sinergisitas untuk memajukan sektor pariwisata di Natuna. Sebab Natuna sebagai daerah perbatasan diujung Utara telah ditetapkan sebagai daerah pertahanan oleh pemerintah pusat. Selain itu Kepulauan Natuna juga dijadikan daerah Pariwisata, perikanan dan lingkungan Hidup.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyerahkan bola Voli pantai diacara pembukaan Festival Pulau Senua, Ranai, Natuna, Kepri, Minggu (16/06/2019).

Hal tersebut disampaikan Sekda Natuna, Wan Siswandi, S.Sos.M.Si, diacara pembukaan festival Pulau Senua, Minggu (16/06/2019). Dihadiri Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, anggota DPRD Provinsi Kepri, Tawareh, Ketua LAM Provinsi Kepri dan Tanjungpinang, Kadis Pariwisata Provinsi Kepri, FPKP, OPD Pemkab Natuna.

Selaku tuan rumah, kata Siswandi Pemkab Natuna patut berbangga dan syukur atas perhatian Pemprov Kepri telah mendukung sepenuhnya peningkatan wisata Natuna, ucap Siswandi.

Sekda Natuna, Siswandi menyampaikan dibutuhkan Sinergisitas untuk meningkatkan pariwisata Bahari Natuna.

Berkaitan dengan festival Pulau Senua ini Siswandi, berharap mampu meningkatkan minat kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) maupun lokal serta mendorong ekonomi masyarakat melalui kegiatan pariwisata berbasis wisata bahari, pintanya.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun merasa rasa optimisme Natuna akan maju dengan pesat. Sebab pemerintah pusat sangat memperhatikan Natuna. Bahkan pemerintah Provinsi Kepri juga mendukung pembangunan di Natuna tanpa membeda-bedakan dengan Kabupaten /kota.

Tarian Melayu Tempurung Kencana turut menghibur pengunjung Festival Pulau Senua binaan sanggar langkadura, Ranai

Nurdin mengaku pernah berbincang dengan Jokowi Presiden RI di Mesjid Agung saat beliau kunjungan kerja tahun lalu. Jokowi sangat mengagumi keindahan alam wisata Natuna.

Dia menyampaikan kepada Gubernur Kepri ambil kebijakan untuk membangun infrastruktur penerbangan luar negeri langsung ke Natuna. Akan membawa daya tarik minat wisatawan mancanegara. Presiden memang menaruh perhatian khusus untuk Natuna, kisah Gubernur Kepri.

Saat ini terang Nurdin, jarak tempuh sudah bukan menjadi masalah kunjungan wisata. Harus kita dorong pengembangan wisata mancanegara dan ada komitmen bersama untuk memajukan dan mengelola pariwisata secara tegas.

Dia optimis melihat potensi wisata bahari yang dimiliki Natuna juga mampu mengelola dengan baik akan mampu bersaing dengan Bali dan Jakarta, tegas Nurdin sekaligus meresmikan pembukaan festival Pulau Senua tahun 2019.

Festival Pulau Senua yang digelar satu hari tersebut mampu manarik ribuan pengunjung. Dari pantauan awak media dilapangan tampak warga beserta keluarga berbondong-bondong mendatangi Pulau Senua.

Hadir diacara festival Pulau Senua anggota DPRD Provinsi Kepri, Tawareh, Kadis Pariwisata, tokoh agama-adat FKPD dan OPD Pemkab Natuna.

Dengan rela menaiki angkutan Kapal motor pompong milik warga, dan merogok kantongnya sekali menyebrang dikenai tarif Rp. 10.000/orang untuk pulang pergi.

Untuk menyaksikan beragam lomba di acara festival Pulau Senua yakni, lomba Renang, Kolek, Volly Pantai, Kuliner, Tarik Tambang, Balap Karung, Balas Pantun, Diving, Bercerita dan Fashion.

Bahkan suasana Jalan Raya Teluk Baruk, Sepempang, Ranai dipadati ratusan kendaraan roda dua dan empat. Membuat petugas Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (DLLAJR) Dishub Natuna dan Satlantas polres Natuna tampak sibuk mengatur keluar masuk kendaraan.

(Red/Pohan)

Danyonkomposit 1/ Gardapati, Briefing Penataran Keliling Operator Rudal Di Baterai Arhanud Sungai Ulu

0

Natuna (BT) – Komandan Batalyon Komposit 1/Gardapati, Letkol (Inf) Ahmad Daud Harahap melakukan briefing penataran keliling operator Rudal Star Streak Pussenarhanud Kodiklad TA 2019. Di Baterai Arhanud Batalyon Komposit 1/ Gardapati, Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur, Ranai, Natuna, Kepri, Sabtu (15/06/2019) pagi pukul 08.00 Wib.

Halal Bi Halal Di Pantai Kencana, Gubernur Nurdin Ajak Tolak Hoax

0

Natuna (BT) – Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun menghadiri acara Halal bihalal bersama Pemkab, FKPD dan masyarakat Natuna di Pantai Kencana, Jalan Soekarno – Hatta Ranai, Natuna, Kepri, Sabtu (15/06/2019) pukul 08.30 wib.

Dinas PMD Kabupaten Bintan Gelar Lomba Tekhnologi Tepat Guna 2019

0

Bintan – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bintan menggelar Lomba Tekhnologi Tepat Guna 2019. Kepala Dinas PMD Kabupaten Bintan Ronny Kartika mengatakan pelaksanaan Lomba TTG 2019 Tingkat Kabupaten Bintan dilaksanakan selama dua hari terhitung tanggal 27 sd 28 Juni 2019.

” hingga saat ini sudah ada 15 peserta yang mendaftar. Kita masih menunggu hingga tanggal 21 Juni 2019 . Bagi yang ingin mendaftar bisa menghubungi panitia Lomba TTG 2019 Tk Kab Bintan an Budiarjo HP. 082172315329 ” ujarnya di Kantor Dinas PMD Kabupaten Bintan, Bandar Seri Bintan, Jum’at (14/6) pagi.

Ia juga menghimbau dan mengajak kepada para generasi muda baik siswa sekolah, mahasiswa maupun kelompok masyarakat untuk dapat ikut ambil bagian dalam mensukseskan acara tersebut. Untuk hadiah Lomba TTG 2019 Kabupaten Bintan ; juara I akan mendapatkan 8 juta rupiah, juara II mendapatkan 6 juta rupiah, lalu juara III mendapatkan 4 juta rupiah, harapan I mendapat 2 juta rupiah.

” total hadiah 25 juta 500 ribu rupiah. Nantinya juara 1 sd 3 akan diikutkan ke Lomba TTG 2019 Tingkat Provinsi Kepri ” ujarnya

Apri Sujadi, Bupati Bintan saat dikonfirmasi mengharapkan agar teknologi tepat guna yang diciptakan harus berbasis pada kearipan lokal serta berorientasi pada kelestarian lingkungan, sehingga dalam penerapan teknologi menjaga kelestarian lingkungan sekaligus, mempertahankan nilai budaya.

” hal yang paling penting adalah inovasi yang diciptakan harus memberikan kontribusi dan nilai tambah ekonomi bagi pemberdayaan masyarakat ” tutupnya

 

(red/hms/GM)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga