8.6 C
New York
Wednesday, April 15, 2026
spot_img
Home Blog Page 918

Danang : Lion Air Group sangah tidak dalam Posisi berutang

0
Keterangan pendukung: Wings Air dengan pesawat ATR 72-500. Foto oleh: Marthunis

Jakarta – Lion Air Group menyampaikan klarifikasi sehubungan perkembangan pemberitaan mengenai utang Lion Air mencapai Rp 614.000.000.000.000 (enam ratus empat belas triliun Rupiah), bahwa informasi utang atau berpotensi utang serta akan menjadi beban pihak lain adalah tidak benar,demikian dikatakan Corporate Communications Strategic Danang Mandala Prihantoro yang dikirimkan melalui Release kepada Batamtimes.co, Kamis, (13/6/2019).

Lion Air Group benar melakukan pemesanan armada (order) lebih dari 800 pesawat udara dari berbagai pabrikan pesawat (aircraft manufacture) di seluruh dunia.

Saat ini, Lion Air Group telah menerima lebih dari 340 pesawat dari total pesanan dimaksud dan sudah mengoperasikannya di tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Thailand.

Lion Air dengan ini menyampaikan, bahwa:

  1. Pendanaan dalam pengadaan pesawat udara dilakukan menggunakan berbagai metode/ cara (tidak semua pesawat diperoleh dengan cara meminjam dana).
  2. Pesanan pesawat udara tersebut, tidak semua akan dioperasikan di Indonesia.
  3. Pengadaan pesawat tidak dijamin oleh siapapun dan tidak menjaminkan siapapun, kecuali Lion Air sendiri yang bertanggungjawab atas pengadaan pesawat yang dilakukan dengan jaminan aset perusahaan, termasuk pesawat yang dibeli. Apabila pesawat tersebut disewa, maka tidak diperlukan adanya jaminan

Saat ini, kondisi operasional dan keuangan Lion Air dalam keadaan normal dan berjalan lancar.

Lion Air menegaskan sesuai pandangan dan analisis tajam bisnis ke depan, Lion Air bersama anggota Lion Air Group yang lain akan terus melakukan pengembangan bidang usaha dan rute (ekspansi bisnis).

Terkait adanya penyebaran informasi yang tendensius, menyesatkan dan menyudutkan perusahaan serta pemilik perusahaan, Lion Air sedang mempelajari untuk menentukan langkah-langkah berikutnya.

 

(Red/rls/GM)

Strategi Batam bersaing dengan Singapura

0
Foto:oceanweek. co. Id

Oleh : Erlita Kusumastuti

Pekerjaan ASN : Kementerian Keuangan – Direktorat Jenderal Pajak.

Pesta demokrasi di Indonesia telah usai. Pada Selasa dini hari, tanggal 21 Mei 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan pemenang Pilpres 2019 dan dalam proses gugatan sengketa ke Mahkamah Konstitusi (MK). Apapun hasil akhirnya, pasangan manapun yang akan terpilih sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia 2019-2024, kita harapkan mereka dapat membawa perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik, termasuk untuk Kota Batam.

Sebagai kawasan strategis nasional yang terletak di jalur perdagangan Internasional, Batam memiliki visi yaitu Terwujudnya Kota “Batam Sebagai Bandar Dunia Madani yang Modern dan Menjadi Andalan Pusat Pertumbuhan Perekonomian Nasional”, Berbagai cara telah dilakukan pemerintah terdahulu, antara lain membangun berbagai macam insfrastruktur modern yang berstandar internasional, penerapan Free Trade Zone, hingga perubahan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Batam diharapkan mampu bersaing dengan kawasan serupa di Asia Pasifik, antara lain Singapura.

Namun bagaimana kondisi saat ini? Industri Batam sangat jauh tertinggal dibandingkan Singapura. Perlu dibuat strategi oleh pemerintah agar visi Batam tersebut dapat terwujud.

Implementasi strategi terdiri dari produksi, marketing, dan financing.
Terkait produksi yaitu core business atau industri prominen di Kota Batam adalah industri galangan kapal, baik itu pembuatan kapal maupun jasa perawatan dan perbaikan kapal.

Industri galangan kapal ini mempekerjakan ratusan ribu pekerja. Pekerja tersebut tentu dapat menghidupi mikro ekonomi Batam mulai dari kebutuhan pokok sehari-hari, kuliner, properti, wisata dan sebagainya. Yang akhirnya akan berpengaruh terhadap penerimaan daerah maupun penerimaan negara berupa perpajakan.

Lalu bagaimana jadinya apabila industri galangan kapal Batam tidak lagi mendapat pelanggan? Perusahaan tersebut akan jatuh dan ratusan ribu pekerja diberhentikan (PHK).

Praktis berdampak ke seluruh pelaku ekonomi di Batam. Itulah gambaran yang sederhana terkait kondisi terkini dari Batam.

Kebijakan yang menjadi penyebab jatuhnya industri galangan kapal untuk pembuatan kapal di Batam antara lain pengenaan bea masuk antidumping (BMAD) terhadap impor baja dari Tiongkok, Singapura dan Ukraina.

Sedangkan kapal produksi di luar negeri yang masuk Batam dibebaskan pajak, sehingga membuat harga kapal dari luar negeri lebih murah dari kapal buatan Batam.

Hal ini membuat para pengusaha galangan kapal Batam tidak dapat bersaing dengan produk serupa dan mengalami kerugian besar dalam jangka panjang.

Sedangkan galangan kapal untuk jasa perbaikan dan perawatan tidak dapat bersaing dengan Singapura dalam hal kecepatan pengerjaan.

Galangan kapal dalam negeri mengerjakan 2-3 kali lipat lebih lama dalam memperbaiki kapal dibanding Singapura.

Pemilik kapal offshore cenderung lebih memilih Singapura sebagai pelabuhan untuk repair and maintenance karena lebih cepat dibandingkan galangan kapal Batam.

Hal ini lah yang menyebabkan industri galangan Batam tidak mengalami pertumbuhan yang berarti.

Pesatnya arus distribusi internasional di Singapura yang merupakan rute logistik dari Amerika, Eropa dan Asia, mengakibatkan industri perkapalan, angkutan logistik hingga kepelabuhan tumbuh pesat di Singapura.

Namun Singapura punya keterbatasan secara geografis. Batam harus dapat menangkap peluang ini.

Batam memiliki potensi yang besar untuk mengisi keterbatasan dalam hal penyediaan galangan kapal.

Batam dapat membuat galangan kapal khusus perawatan dan perbaikan. Hal itu akan membuat kapal tidak perlu antre karena galangan sedang digunakan untuk pembangunan kapal.

Ditambah penambahan fasilitas dan peningkatan keahlian dalam jasa perbaikan dan peraawatan kapal sehingga dapat dilaksanakan lebih cepat.

Begitu pula dengan galangan kapal baru, yang harus dilakukan yaitu evaluasi regulasi terkait impor bahan baku agar pro terhadap industri.

Perubahan dan perbaikan tentunya harus didukung dengan pengawasan yang baik dari berbagai sisi seperti dampak lingkungan dan perpajakan sehingga para pelaku usaha galangan kapal dapat menjalankan usahanya pada koridor aturan-aturan lain yang sudah berlaku.

Terkait marketing dan financing, pemerintah diharapkan dapat menarik lebih banyak investor masuk agar semakin memperdalam sektor industrinya terutama untuk memenuhi pasar ekspor.

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa terdapat dua lembaga pemerintahan di Batam yaitu Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam. Secara tidak langsung, pelayanan investasi di Batam juga dijalankan oleh dua instansi tersebut.

Hal ini mengakibatkan berbagai hambatan dalam penyelenggaraan investasi karena untuk memulai izin usaha harus melalui proses yang panjang dari BP Batam dan Pemko Batam. Hal tersebut dapat membuat para investor enggan untuk melakukan investasi atau bahkan menarik investasi yang sudah dijalankan.

Sehingga alangkah lebih baik untuk pelayanan investasi diselenggarakan hanya melalui satu pintu demi kemudahan para investor dan calon investor.

Sampai dengan saat ini, peleburan antara BP Batam dan Pemko Batam masih berjalan.

Namun proses tersebut telah memakan waktu yang sangat lama Sebaiknya permasalahan dualisme pemerintahan di Batam harus menjadi concern bagi pemerintah pusat dan diselesaikan secara cepat dan tepat agar perekonomian di Batam dapat kembali stabil.

Selain itu, selama masa peleburan tersebut sebaiknya dibuat peraturan sementara terkait pembagian wewenang antara Pemko dan BP Batam sehingga proses peleburan tidak mengganggu jalannya ekonomi di Batam.

Sebenarnya, siapapun yang akan memimpin Kota Batam, Baik itu dari Pemko Batam, BP Batam, ataupun keduanya, selama kebijakan – kebijakan daerah yang dikeluarkan sejalan dengan kebutuhan para pelaku usaha untuk memulai dan mengembangkan bisnisnya dan pembagian wewenang yang jelas atara kedua instansi tersebut, maka akan sangat mungkin pertumbuhan ekonomi di Batam dapat meningkat secara drastis.

Selain itu perizinan untuk berinvestasi di Batam harus dipersingkat, agar tidak melalui birokrasi yang terlalu panjang. Terutama investasi skala besar yang berorientasi ekspor lebih baik diberi kemudahan dalam mendapatkan izin.
Selain memperbaki hal diatas, pemerintah Indonesia periode 2019-2024 harus belajar dari Singapura.

Batam dan Singapura berada di lokasi geografis yang berdekatan. Meskipun Singapura tidak memiliki sumber daya alam (SDA) sebanyak Indonesia dan wilayah geografis seluas Indonesia, namun tingkat kesejahteraan Singapura jauh diatas Indonesia.

Singapura dapat menjadi Negara maju dapat disebabkan karena Singapura selalu memperhatikan kualitas sumber daya manusia. Praktik berbasis meritokrasi yang sangat terasa di Singapura membuat kompetensi dan kredibilitas sangat diutamakan.

Menurut pendapat pribadi penulis, hal yang utama yang pertama harus dilakukan pemerintah Indonesia yaitu memperbaiki kualitas sumber daya manusia di Indonesia terutama pejabat yang mengelola Kota Batam.

Perbaikan produksi, marketing, dan financing akan berjalan baik bila didukung oleh petugas yang jujur dan berintegritas. Kemudian birokrasi perizinan yang cepat, efektif dan efisien, serta bbebas dari pungutan liar, dapat meningkatkan keinginan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia, khususnya di Batam.

Tentu hal ini akan berdampak berkembangnya sektor industri Batam, dan dapat mengejar ketertinggalannya dengan Singapura, dan dapat menjadi andalan pusat perekonomian nasional.

Polres Natuna Gelar Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Seligi 2019 dan Kesiapan Pam PHPU

0

Natuna (BT) – Polres Natuna gelar apel Konsolidasi operasi ketupat Seligi 2019 dan kesiapan Pengamanan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum ( PHPU), di lapangan apel Mapolres Natuna, Jalan Adam Malik, Ranai, Natuna, Kepri, Kamis ( 13/06/2019) pagi.

Diduga Hilang kendali, Pengemudi Motor Nmax Tabrak Mobil Toyota Yaris

0

Natuna (BT) – Diduga hilang kendali saat melaju dari arah Kota Ranai, menuju Tanjung di Jalan Datuk Kaya Wan Mohd Benteng, Batu Kapal, Ranai, Natuna. Seorang pengemudi sepeda motor Nmax nomor polisi BP.4006 YX. Tabrak belakang mobil Toyota Yaris warna merah dari arah yang sama.

Presiden Jokowi Bertolak ke Bali untuk Kunjungan Kerja

0

Jakarta – Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada Kamis sore, 13 Juni 2019, menuju Provinsi Bali guna melakukan kunjungan kerja. Dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, Presiden dan rombongan bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta.

Setibanya di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Kabupaten Badung, Provinsi Bali pada pukul 20.45 WITA, Kepala Negara dan Ibu Iriana disambut oleh Gubernur Bali I Wayan Koster, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, dan Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose.

Presiden dan rombongan kemudian langsung menuju hotel tempatnya bermalam selama berada di Bali untuk melanjutkan rangkaian kegiatan kunjungan kerja keesokan harinya, di antaranya menyerahkan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat di Kabupaten Bangli dan meninjau kawasan wisata Waduk Muara Nusa Dua, Kota Denpasar.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Provinsi Bali, yaitu Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Pribadi Presiden Anggit Noegroho, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana dan Johan Budi, serta Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.

Sumber: Biro Pers Istana Kepresidenan

Haidar Alwi: Pemerintah Harus Basmi Instansi Pemerintah yang Virus Radikalisme dan Terorisme

0

 

Jakarta- Haidar Alwi Penanggung Jawab Tunggal Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) melihat kenyataan yang ada saat ini, tidak ada pilihan lain bagi pemerintah selain bersikap tegas membasmi gerombolan intoleransi, radikalisme dan terorisme.

“Pemerintah harus segera melakukan pembersihan secara total di ruang lingkup ASN dan BUMN serta lainnya termasuk juga KPK dari manusia-manusia yang terpapar virus intoleransi, radikalisme dan terorisme,” ujarnya di Jakarta Kamis (13/6/2019).

Karena, lanjut dia, jika tidak dilakukan berarti secara tidak langsung pemerintah sama saja membiayai tumbuh berkembang-biaknya virus intoleransi, radikalisme dan terorisme di Indonesia.

Pada akhirnya, tubuh dan jiwa Indonesia akan hancur kemudian mati perlahan karena digerogoti oleh virus intoleransi, radikalisme dan terorisme yang tidak kompromi menyerang keberagaman kehidupan yang beradab di Indonesia tercinta.

“Oleh karena itu, pemerintah tidak boleh kompromi juga dengan gerombolan itu. Gerombolan itu sudah secara terang-terangan anti demokrasi,” ujarnya.

Tetapi, menurutnya  gerombolan itu kerap kali memanfaatkan sekaligus membentengi dirinya dengan demokrasi agar bisa berkumpul, berserikat dan mengeluarkan pendapat. Dan, pembenaran yang dibuat oleh gerombolan itu tidak boleh dibenarkan apalagi dibiarkan begitu saja.

“Bahkan, mereka sudah secara terang benderang ingin mengganti ideologi Pancasila dan UUD 45. Jadi, kami sebagai warga negara yang memakai jubah merah putih dan perisai Pancasila akan siap membentengi pemerintah untuk membasmi gerombolan intoleransi, radikalisme dan terorisme. Dan demi NKRI, kami siap menjadi martir,” demikian Haidar Alwi.

 

(red/tanto)

Pisah Sambut Ketua Dewan Pers, Nuh : Tiga peran penting Media

0

Jakarta – Mantan Mendikbud, M Nuh resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pers periode 2019-2022. Pelantikan Nuh sebagai Ketua Dewan Pers digelar pada 21 Mei 2019 .

Dewan Pers kemudian menggelar acara pisah sambut anggota di Hotel Sari Pan Pasific, Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019).

Dalam acara tersebut Menkominfo Rudiantara, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise, Ketua Bawaslu RI Abhan, Kadiv Humas Polri Irjen M. Iqbal, Ketua KPU Arif Budiman, turut hadir.

Nuh dalam sambutannya mengatakan bahwa informasi yang diberitakan oleh suatu media harus bermanfaat bagi masyarakat luas. Dia menyebut informasi tersebut merupakan oksigen yang dapat menyehatkan para penghirupnya.

“Kami sering menyampaikan peran dari media, ada namanya mediator kerjanya itu in between, di antara. Kalau ada media tempel di dinding tertentu, maka fungsi mediasinya hilang. Sehingga kita harus tetap berada di antara pilar-pilar yang ada di masyarakat itu. Tapi yang menarik adalah produk yang dihasilkan oleh media,” kata Nuh.

Nuh kemudian menjelaskan soal tiga peran penting media. Selain mengedukasi masyarakat, media juga harus menyuguhkan informasi yang sesuai fakta.

“Tetapi itu saja tidak cukup. Media harus punya fungsi yang kedua yaitu melakukan pemberdayaan di masyarakat, dari pemberdayaan itulah maka fungsi yang ketiga, adalah pencerahan. Maka akan tambah jelas media bisa memastikan mana yang salah dan benar,” kata M. Nuh.

Menkominfo Rudiantara dalam sambutannya memaparkan tentang tantangan pemerintah dalam mengawal keberlangsungan media di Indonesia. Rudiantara juga sempat menyinggung soal kebijakan pembatasan aktivitas media sosial pada aksi 22 Mei.

“Kita tidak bisa hindarkan munculnya media-media baru di online maupun media sosial. Ini juga jadi tantangan kita apakah kita akan buat MoU baru model Polri dengan Dewan Pers, apakah itu penanganannya itu menggunakan UU 40, UU Pers atau ITE,” kata dia.

“Ini masih menjadi pemikiran yang belum kita putuskan secara bersama. Karena pemerintah juga tidak ingin semena-mena untuk menangani yang namanya media, walaupun kita lihat mayoritas media online tidak mensuplai itu bukan produk jurnalistik pada umumnya,” imbuhnya.

 

 

(red/detik)

Kapolda Kepri Andhap apresiasi semua pihak telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan “Operasi ketupat seligi tahun 2019″

0

Batam- Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Seligi 2019 Dan Kesiapan Dalam Rangka Pengamanan Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum ( PHPU ) di lapangan Apel Polda Kepri, Kamis(13/6/2019).

Kapolda Kepri Irjen Pol Andhap Budi Revianto  menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan “Operasi ketupat seligi tahun 2019”.

Polda Kepri telah melibatkan sebanyak 1.282 personel pengamanan, dengan jumlah 15 pos pengamanan, 32 pos pelayanan, 10 pos terpadu dan 3 pos bergerak.

Hasil analisa dan evaluasi pelaksanaan Operasi Ketupat Seligi 2019.
“Kejadian laka lantas yang terjadi sebanyak 9 kasus, korban meninggal dunia 6 orang, luka berat 4 orang, luka ringan 7 orang, dibanding tahun 2018 telah terjadi sebanyak 6 kasus yang berarti adanya peningkatan sebanyak 3 kasus atau naik 33 %, Kriminalitas menonjol yang terjadi selama operasi adalah sebanyak 5 kasus, yaitu : curat 1 kasus, curas 2 kasus, penipuan 1 kasus dan penemuan mayat 1 kasus. “ujar Kapolda

 

 

(red/Humas /Gm)

Presiden Jokowi: Perang Dagang Munculkan Peluang Baru bagi Indonesia

0

Jakarta – Presiden Joko Widodo pada Rabu, 12 Juni 2019, menerima kunjungan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta.

Dalam pengantarnya, Kepala Negara menyampaikan bahwa dirinya ingin mendapatkan masukan dari kalangan pelaku usaha. Presiden juga ingin mengetahui kondisi dan kesulitan-kesulitan yang ditemukan di dunia usaha Indonesia.

“Siang hari ini saya minta masukan, tapi enggak usah banyak-banyak, kira-kira yang konkret satu sampai tiga (masukan) yang kira-kira bisa kita kerjakan. Biar saya bisa kerja, (dan tahu) apa yang diinginkan pengusaha,” ucap Presiden.

Selain itu, Kepala Negara juga membahas soal kondisi terkini mengenai perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Meski menimbulkan gejolak perekonomian global, Presiden berpandangan bahwa perang dagang tersebut sebenarnya memunculkan peluang bagi Indonesia yang dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Jangan kita memandang itu (perang dagang) sebagai sebuah masalah besar. Tetapi menurut saya adalah sebuah peluang yang bisa kita ambil dari ramainya perang dagang ini. Saya melihat bapak, ibu, dan saudara semua berada pada garis yang paling depan dalam memanfaatkan peluang ini,” ujarnya.

Presiden melanjutkan, tarif bea masuk terhadap produk-produk Tiongkok oleh pemerintah Amerika Serikat dalam perang dagang tersebut misalnya dapat dimanfaatkan Indonesia untuk masuk ke pasar Negeri Paman Sam tersebut. Indonesia disebutnya harus dapat memperbesar ekspor produk-produknya ke Amerika Serikat.

“Saya melihat misalnya seperti pasar di Amerika yang sebelumnya dimasuki produk-produk dari Tiongkok, ini bisa menjadi peluang-peluang kita untuk bisa memperbesar kapasitas sehingga produk-produk kita bisa masuk ke sana,” ucap Presiden.

Tampak hadir dalam pertemuan ini di antaranya ialah Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani, dan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Bahlil Lahadalia.

(red/Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden/Bey Machmudin)

Haidar Alwi Sebut Analogi Ma’ruf Amin Karyawan BUMN Ngawur!

0

Penulis :Tanto

Jakarta – Penanggung jawab tunggal Aliansi Relawan Jokowi atau ARJ, Haidar Alwi, menilai, tim kuasa hukum pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dinilai terus mencari-cari kesalahan Jokowi-Ma’ruf Amin untuk melengkapi berkas gugatannya ke Mahkamah Konstitusi atau MK.

Bahkan, kata Haidar, posisi Ma’ruf Amin di anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) di BNI Syariah dan Mandiri Syariah dijadikan salah satu alasan.

“Itu jelas berbeda. Posisi pak Ma’ruf Amin disana bukan sebagai pegawai BUMN,” kata Haidar kepada wartawan Rabu (12/6/2019).

Menurutnya, anak perusahaan BUMN tidak serta merta menjadi bagian dari BUMN itu sendiri. “Jadi, analogi yang menyebut yang menyebut Ma’ruf Amin sebagai pegawai BUMN itu ngawur”.

Masih kata dia, definisi BUMN tercantum dalam Pasal 1 angka 1 UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN, yakni sebagai badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya berasal dari penyertaan langsung negara melalui kekayaan negara yang dipisahkan.

Sebab, lanjutnya, pemegang saham BSM adalah PT. Bank Mandiri dan PT. Mandiri Sekuritas. Sedangkan BNI Syariah yang menjadi pemegang sahamnya adalah PT. Bank BNI dan PT. BNI Life Insurance.

“Jadi tidak ada penyertaan modal negara secara langsung. Ini berbeda kalau calon menjadi Direksi, Komisaris atau karyawan Bank Mandiri atau Bank BNI dimana negara menjadi pemegang saham melalui penyertaan langsung dengan menempatkan modal disetor yang dipisahkan dari kekayaan negara,” ujarnya.

Lanjut Haidar, sekarang ini yang terjadi malah terkesan seperti sedang bermain silat lidah. Karena, sebelumnya mereka mendengungkan kecurangan pilpres secara terstruktur, sistematis dan masif. Tetapi, sampai saat ini saya tidak melihat asumsi hukum dari mereka yang mampu dirangkai menjadi argumentasi hukum tentang kecurangan secara terstruktur, sistematis dan masif seperti yang mereka gembar gemborkan sebelumnya.

Cawapres Ma’ruf Amin sendiri juga sudah membantah jika dirinya bukan karyawan BUMN. Menurut Amin, jabatan dirinya di dua Bank itu tidak mengartikan jika dirinya sebagai karyawan.

Kedua bank tersebut, menurut Ma’ruf, juga merupakan anak perusahaan BUMN yang tidak dikategorikan sebagai BUMN.

“Bukan! Itu bukan BUMN juga. Orang itu anak perusahaan. Iya DPS. DPS kan bukan karyawan,” jelas Ma’ruf Amin di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019).

Sebelumnya tim kuasa hukum Prabowo- Sandiaga mendatangi Gedung Mahkamah Konstitusi di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 10 Juni 2019. Mereka datang untuk memperbaiki permohonan gugatan sengketa hasil pemilihan umum atau PHPU Pilpres 2019.

Ketua tim kuasa hukum, Bambang Widjojanto, mengatakan ada tambahan poin dalam gugatannya. Salah satunya adalah terkait dugaan dugaan pelanggaran Undang-Undang Pemilu yang dilakukan Ma’ruf Amin.

“Menurut informasi yang kami miliki, pak calon wakil presiden, dalam laman BNI Syariah dan Mandiri Syariah, namanya masih ada. Itu berarti melanggar Pasal 227 huruf p,” kata Bambang Senin, (10/6/2019).

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga