Cerita Haru Anak Nelayan, Terpilih Anggota Paskibra

0
1002

Natuna (BT) Nurhanisa pelajar MAN 2 Sedanau, Natuna, Kepri, salah satu anggota yang terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) tingkat Provinsi Kepri. Disaat HUT Kemerdekaan RI ke-74 dilaksanakan di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kepri, dipimpin Plt, Gubernur Kepri, Isdianto.

Nurhanisa pelajar MAN 2 Sedanau, anak nelayan dari keluarga sederhana berhasil lolos menjadi anggota Paskibra tingkat Provinsi Kepri.

Dia mengisahkan perjalanan panjang menuju sukses menjadi anggota Paskibra, kepada Batamtimes.co dikonfirmasi lewat WhatsAApnya, Senin (26/08/2019) petang.

“Saya bangga karena mewakili Natuna dan bertemu dengan banyak kalangan, perbedaan karakter sifat, tapi meski berbeda tetap satu jua, Bhineka Tunggal Ika,” ujar Nurhanisa saat memulai menceritakan Kisah pengalamannya di Tanjungpinang, Kepri.

Nurhanisa terpilih menjadi Paskibra tingkat tingkat Provinsi sebagai Pasukan Pengibar bendera merah putih di barisan pasukan. Dia telah mengikuti seleksi dari tingkat Sekolah, Kecamatan, Kabupaten, hingga Provinsi.

Tahapan demi tahapan Seleksi pasti terus dia dilalui berkat semangat, kerja keras pantang menyerah dan disamping doa kedua orangtua Nurhanisa, hingga menghantarkanya terpilih menjadi anggota Paskibra belum pernah ia dijalani.

Putri pasangan Aripin dan Fatimah adalah berasal dari Keluarga sederhana ayahnya hanya seorang nelayan dan ibunya seorang ibu rumah tangga biasa yang tinggal di pesisir Jalan Sunaryo,Kelurahan, Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat.

Nurhanisa siswa berprestasi terpilih (Tengah) menjadi  anggota Paskibra terharu dan membanggakan kedua orangtuanya.

Namun, siapa sangka pelajar Kelas XI IPA ini mempunyai prestasi yang luar biasa disekolahnya, sejak duduk dibangku SD hingga saat ini juara 1 dikelasnya.
tekad dan prinsip membuatnya kuat.

” Pada prinsipnya seseorang ingin meraih Sukses, harus berusaha dan kerja keras disertai doa, bukan tergantung keadaan,” imbuhnya.

Selain itu, Nurhanisa juga juara 1 lomba Pidato ditingkat Kecamatan dan wakil Ketua OSIM disekolahnya serta anggota Dewan Kerja Ranting (DKR) di Pramuka.

Namun Nurhanisa memiliki kriteria yang dibutuhkan tim seleksi, dengan tinggi tubuhnya yang mencapai 179 centi meter di usianya 16 tahun.

” Saya dari keluarga sederhana, ayah saya nelayan. Alhamdulillah terpilih di tingkat Provinsi dan bisa membanggakan orang tua,” katanya.

Dia mengakui seleksi di kabupaten sedikit berat karena dari seluruh Kecamatan. Kemudian seleksi di Kabupaten ada tes pengetahuan mulai Tentang sejarah kemerdekaan Indonesia, Pancasila dan Paskibra,” katanya.

Menangis saat pertama mendengar dirinya dinyatakan lolos anggota Paskibra tingkat Provinsi.

Saat pertama kali menginjakan kaki di Gedung Daerah, Bintan, Tanjungpinang, Kepri, Nurhanisa merasa bangga dan terharu saat sedang menjalani proses pengukuhan Paskibraka tingkat Provinsi.

Dia juga tidak lupa mengucapkan rasa syukur kepada sang Khalik Maha Pencipta dan merasa bangga kepada orangtunya telah dikarunia putri yang sangat beruntung terpilih Anggota Paskibra. Namun, tanpa doa kedua orangtuanya dia merasa tidak ada apa-apanya, tutur Nisa.

(Red/Pohan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here