Batamtimes.co – Natuna – Wakil Bupati Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau Rodhial Huda menyatakan Natuna adalah salah satu kawasan strategis nasional yang tidak bisa diperlakukan membangunya dengan hanya cara biasa.

Batamtimes.co – Natuna – Wakil Bupati Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau Rodhial Huda menyatakan Natuna adalah salah satu kawasan strategis nasional yang tidak bisa diperlakukan membangunya dengan hanya cara biasa.

Batamtimes.co – Natuna – Guru Besar Hukum Internasional UI Prof. Hikmahanto Juwana, S.H.,LL.M.,Ph.D menjelaskan soal peran nelayan untuk menjaga kedaulatan dan hak berdaulat NKRI di Laut Natuna Utara.
Memberikan pendapat empat solusi bagi pemerintah Indonesia.
Batam- Wali Kota Batam membuka secara resmi kegiatan Expo Batam Batik Fashion Week 2021 di Kawasan Harbour Bay, Batuampar.
Kegiatan yang digagas oleh Dekranasda dan Disperindag Kota Batam ini diharapkan dapat menggairahkan kembali ekonomi UMKM dan juga masyarakat secara umum.
“Pemko Batam pasti akan mendukung penuh kegiatan ini, menggairahkan kembali UMKM di Batam,” kata Rudi, Jumat (26/11/2021).
Namun, Rudi mengingatkan agar protokol kesehatan dapat dilaksanakan dengan ketat. Terutama masker, pihaknya berharap semua pengunjung yang datang dapat menggunakan masker dengan benar.
Jangan sampai kata Rudi karena abai protokol kesehatan jumlah kasus Covid-19 di Batam kembali meningkat. Itu sebabnya pihaknya selalu mengingatkan agar protokol kesehatan terus dilaksanakan.
“Hari ini saya dapat laporan ada lagi yang kena Covid-19, karena itu semua pengunjung dan masyarakat patuhi terus protokol kesehatan,” ujarnya.
Sementara Ketua Dekranasda Kota Batam, Marlin Agustina Rudi mengatakan Dekranasda tentu tidak akan dapat lepas dari para pelaku UMKM yang ada di Kota Batam.
Tujuan dilaksanaka Expo Batam Batik Fashion Week 2021 adalah untuk menggerakan kembali ekonomi pelaku UMKM. Di mana dalam keggiatan ini juga dibarengi dengan kegiatan bazar.
“Alhamdulillah tadi pelaku UMKM ada yang mengatakan dua hari jualan omsetnya mencapai Rp90 juta,” kata Marlin yang juga Wakil Gubernur Kepri ini.
Hal ini menunjukan bahwa masyarakat memang rindu dilaksanakan kegiatan pameran seperti ini. Karena itu pihaknya berharap BI dan perbankan dapat terus mendukung kegiatan ini.
“Hari ini saya juga akan demo masak seafood yang akan dibagikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menariknya, Wali Kota Batam Muhammad Rudi juga ikut memasak. Tidak hanya itu, ia juga menghidangkannya langsung dan bersama masyarakat menikmati masakan tersebut.
Pemandangan ini menegaskan bahwa tidak ada sekat antara pemimpin dan masyarakat. Kedekatan dengan masyarakat ini, juga kerap Rudi tunjukan pada kegiatan-kegiatan yang lain.
Jakarta – Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan bahwa Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat.
Selain itu, MK juga menyatakan untuk menangguhkan segala tindakan atau kebijakan yang bersifat strategis dan berdampak luas, serta tidak dibenarkan pula untuk menerbitkan peraturan pelaksana baru yang berkaitan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6573).
Dengan demikian, berdasarkan pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) itu, sebaiknya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) rehat sejenak dalam menyusun peraturan Menteri (Permen) dan Keputusan Menteri (Kepmen) seputar pengelolaan perikanan tangkap dan budidaya.
“KKP harus mentaati putusan MK itu, agar membatalkan seluruh regulasi yang sudah diterbitkan maupun belum diterbitkan. Sehingga kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak absurd di masa depan. Karena peraturan turunan yang sebagian sudah diterbitkan seperti PP 85 tahun 2021, Kepmen 75 tahun 2021 tentang mekanisme penarikan PNBP perikanan, Kepmen 98 tentang produktivitas kapal perikanan dan Kepmen 97 tahun 2021 tentang Harga Patokan Ikan untuk Penghitungan Pungutan Hasil Perikanan.” Kata Rusdianto Samawa Ketua Umum Front Nelayan Indonesia (FNI) dalam keterangan siaran pers tertulis kepada media (27/11/2021).
Seluruh rencana kebijakan yang ditopang oleh regulasi yang memberi karpet merah pada asing untuk menguasai laut Indonesia. Maka bertentangan dengan UUD 1945 dan asas pancasila.
Faktanya, WPPNRI dan pelabuhan untuk perusahaan perikanan berskala menengah dan besar dengan harus memiliki modal usaha 200 miliyar, sebagai syarat mendapat kuota tangkap ikan dan membayar PNBP sistem pasca bayar. Maka hal demikian, termasuk menjajah dan mencekik pengusaha dalam negeri.
“Apalagi kebijakan tersebut, harus memiliki modal usaha sebanyak itu. Tentu, nelayan – nelayan yang memiliki kapal – kapal 30 gross ton ke bawah tidak akan bisa memenuhi syarat tersebut. Secara otomatis juga mematikan usaha – usaha koperasi masyarakat pesisir. Karena isi laut habis dikeruk. Sementara nelayan pribumi tak dapat apa – apa.” Lanjut Rusdianto
Artinya rencana kebijakan lelang kuota tangkap ikan itu tidak sesuai dengan Pasal 33 ayat 1, 2 dan 3 UUD 1945. Kementerian Kelautan dan Perikanan harus batalkan rencana lelang kuota ikan.
“Jangan alasan, pemerintah membutuhkan investasi dan peningkatan kerjasama dengan berbagai negara lain. Lalu perikanan tangkap, budidaya, pengolahan produk dan pemasaran serta di ijinkan beroperasinya kapal-kapal asing. Hal inilah yang dianggap liberalisasi terhadap sektor-sektor kelautan dan perikanan. Ya tentu tak sesuai UUD 1945. Maka harus dibatalkan rencana kebijakan tersebut.”
Sangat khawatir kedepan, modus kebijakan tersebut, mengarah pada illegal fishing dan monopoli perusahaan perikanan skala besar dalam melakukan kegiatan tangkap ikan di laut Indonesia.
“Belum lagi, soal perizinan yang masih marak terjadi penyalahgunaan perijinan penangkapan ikan. Salah satunya adalah terkait rencana kebijakan yang medahulukan status perusahaan perikanan berskala besar dari luar negeri.” Kata Rusdianto
Kalau baca dan analisis Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen) 97 tahun 2021 dan Kepmen 98 tahun 2021, itu bukan karena pihak perusahaan asing yang datang sendiri ikut tender. Tetapi tim counter beauty yang dibentuk KKP sendiri yang mengumpulkan, memanggil, mencari dan menetapkan perusahaan mana yang mendapat kuota lelang tangkap ikan.
“Berarti ada mobilisasi kapal asing secara luas, bahkan prediksi capai ribuan kapal asing tangkap ikan di Indonesia.” Kata Rusdianto
Sebaiknya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berbenah dengan strategi lain. Tanpa harus menyakitkan perasaan masyarakat pesisir Indonesia.
Editor : Budi
Oleh: Sismono La Ode
Ketua Relawan Bala Anies
Lima tahun silam, sepucuk surat menggemparkan sejagat raya guru di penjuru negeri. Pesan yang ia tulis jelas bahwa sepanjang bertugas di Kemdikbud dan berkeliling ke penjuru Indonesia, ia selalu menemukan Mutiara berkilau di sudut-sudut tersulit Republik. Dinding kelas bisa reyot, tapi semangat guru, siswa dan orangtua tegak kokoh.
Sepucuk surat itu ditulis seorang diri di atas meja kerjanya, tepat setelah dicukupkan tugasnya sebagai Mendikbud. Lalu Lalang orang di ruang itu, tidak membuyarkan fokusnya mengirim pesan bagi guru-guru, pahlawan penuh jasa. Tak ada raut penyesalan, tekadnya hanya satu dan ditulis diakhir surat itu, berupa ajakan kepada seluruh insan pendidikan untuk meneruskan ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa ini.
Banyak yang mengira bahwa hari itu adalah akhir segala bagi Anies Baswedan. Namun tidak untuk kami yang paham sosok yang dilahirkan dari pasangan guru ini.
Memang tidak semua orang tahu, kalau pria kelahiran Kuningan, 7 Mei 1969 adalah anak dari pasangan guru. Ayahnya bernama Awad Rasyid Baswedan, yang semasa hidupnya mengajar di kampus Universitas Islam Indonesia (UII) dan Ibunya adalah Aliyah Al Ganis mengajar di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), kampus pencetak guru, hingga akhirnya menjadi profesor/guru besar.
Sebelum memilih menjadi guru, Rasyid pernah ditawari menjadi pegawai bulog dengan gaji yang lebih tinggi, namun rejeki itu justru dia berikan pada sobatnya. Rasyid memilih mengajar di UII. Aliyah sendiri sejak awal memang sudah mantap memilih profesi pendidik. Sebelum mengajar di UNY, ia lebih dulu mengajar di IKIP Bandung (kini Universitas Pendidikan Indonesia, UPI). Panggilan hati menjadi pendidik sudah begitu kuat dalam diri mereka. Mereka yakin profesi guru adalah jalan mereka untuk mengabdikan diri pada bangsa.
Tak heran, selepas mengajar baik Rasyid ataupun Aliyah, tetap membuka pintu rumahnya bagi murid-muridnya. Dari rumah yang sederhana itulah murid-muridnya justru menemukan hakikat guru dalam diri kedua orangtua Anies. Kebijaksanaan, kesabaran, keramahan, kelembutan, kedisiplinan, kenyamanan, motivasi, dan keteladanan dalam diri mereka telah menginspirasi dan menggerakan murid-muridnya untuk bangkit dan menjadi orang berguna bagi agama, diri sendiri, keluarga, orang lain, bangsa dan negeri. Catatan-catatan inspirasi dari murid-murid kedua orangtua Anies dirangkum dalam Buku “Anak Guru: Potret Anies Baswedan Memetik Pelajaran Hidup dari Kedua Orangtuanya yang Pendidik” (2021).
Anies Baswedan memiliki tiga saudara kandung. Mereka adalah Ridwan Baswedan (alm), Eva Haiva Baswedan (almh), dan Abdillah Baswedan. Mereka tumbuh dan besar di Yogyakarta, di sebuah rumah sederhana gang Grompol, Sleman. Pada 11 Mei 1996, Anies Baswedan menikah dengan Fery Farhati Ganis. Kini pasangan ini dikarunia empat buah hati, diantaranya Mutiara Annisa, Mikail Azizi, Kaisar Hakam, dan Ismail Hakim.
Sejak kecil Anies dan saudara-saudaranya sudah terbiasa dengan dunia guru. Mereka tidak sekadar akrab dengan aktivitas mengajar orang tuanya, namun mereka menyaksikan sendiri bagaimana nilai-nilai digugu lan ditiru diterapkan kedua orangtuanya pada murid-muridnya, orang-orang dekatnya, dan anak-anaknya. Anies dan saudaranya pun telah terbiasa membaur dengan murid-murid orang tuanya. Tidak ada jarak bagi mereka.
Keluarga Rasyid Baswedan memiliki kebiasaan mendidik anak-anaknya di meja makan. Jika waktu makan tiba, berkumpullah mereka. Di awali doa lalu mengunyah makan sambil berkisah. Pak Rasyid tidak lupa mengisahkan kisah-kisah menarik ataupun pengalaman pada anak-anaknya. Pun Ibu Aliyah. Jika anak-anaknya bertanya, pastilah dijawab dengan baik, tertata, dan inspiratif. Sesekali anak-anaknya diminta bercerita. Apa saja. Pak Rasyid dan Ibu Aliyah berusaha menjadi pendengar yang baik. Keluarga Rasyid benar-benar menjadikan makan bersama sebagai ruang keluarga yang penuh kasih sayang dan demokratis.
Bahkan keluarga Rasyid juga membebaskan anak-anaknya untuk bermain sebagaimana anak kecil lainnya. Mulai bermain kelereng, bermain boi, hingga bermain air di selokan mataram utara fakultas kehutanan UGM. Keduanya hanya berpesan hati-hati, silakan bermain, jangan pilih-pilih teman, dan ingat waktu ibadah. Jika azan telah memanggil tidak ada alasan untuk tidak mensegerakan shalat.
Meskipun mereka adalah Pendidik, mereka tidak terlalu mewajibkan anak-anak memiliki nilai yang bagus, tapi anak-anak dengan kesadaran sendiri didorong untuk belajar dan Alhamdulillah, mereka terbukti memiliki nilai yang baik di sekolah.
*
Adalah Anies Rasyid Baswedan. Ia meniti jalan dan karirnya seperti kedua orang tua dan kakeknya A.R. Baswedan. Ia mencapai momen penting saat berusia 38 tahun, dengan ditetapkan menjadi Rektor Universitas Paramadina pada 15 Mei 2007. Ia membuat terobosan penting di sana. Mata kuliah Anti Korupsi menjadi mata kuliah wajib bagi mahasiswa.
Anies Baswedan juga menggagas Gerakan Indonesia Mengajar. Dari buku Jejak Para Pemimpin (2014) yang disusun Hanta Yuda AR dan tim, dituliskan bahwa Anies Baswedan telah menggoreskan catatan penting dalam menumbuhkan semangat kesukarelawanan, utamanya di ranah pendidikan nasional. Indonesia Mengajar tak berambisi hadir sebagai solusi yang menyelesaikan seluruh persoalan pendidikan di Indonesia. Namun begitu, Indonesia Mengajar meyakini bahwa kehadiran putra-putri terbaik Indonesia sebagai guru akan ikut mendorong peningkatan kualitas pendidikan Indonesia.
Sejak tahun 2011, Anies Baswedan juga menginisiasi program Indonesia Menyala, gerakan buku dan perpustakaan yang menjadi bagian dari program Indonesia Mengajar. “Anak-anak desa yang menyala akal dan budinya karena membaca buku yang baik bersama para Pengajar Muda, bagaikan ribuan dan jutaan lampu yang menyalakan Indonesia,” kata Anies Baswedan.
Kelas Inspirasi yang diluncurkan pada 2013 menjadi gebrakan Anies Baswedan. Ide awalnya adalah melibatkan para profesional atau pekerja dalam aktivitas mengajar di sekolah dasar untuk memberikan inspirasi kepada para peserta didik.
“Di kelas itu Anda akan menyaksikan mata berbinar, senyum lebar, dan wajah ceria anak-anak itu. Mereka adalah wajah masa depan bangsa ini. Di ruang kelas itu Anda mulai mencicipi suasana Indonesia di masa depan. Potret masa depan Indonesia ada di ruang-ruang kelas,” papar Anies Baswedan.
Sumbangsih dan terobosan yang digerakkan Anies Baswedan melalui serangkaian gerakan yang mencerahkan membuat ia dipercaya untuk mengemban amanah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI sejak 27 Oktober 2014.
Selama berkiprah sebagai Mendikbud, Anies Baswedan membangkitkan konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara untuk membuat sekolah menjadi tempat yang menyenangkan, menginisiasi gerakan memuliakan guru, mendorong minat baca, serta meningkatkan ikatan emosional antara orang tua, siswa, juga sekolah, merancang platform informasi potret Pendidikan daerah melalui Neraca Pendidikan Daerah (NPD), Belajar Bersama Maestro (BBM), dan masih banyak lagi terobosan yang dijalankan demi mendorong pendidikan nasional menjadi lebih baik.
Soal kebijakan terkait guru, Anies Baswedan juga melakukan terobosan penting yang membuka peta jalan kompetensi dan kesejahteraan guru, mulai dari Ujian Kompetensi Guru (UKG), program Guru Pembelajar, program Guru Garis Depan (GGD), hingga program Guru Keahlian Ganda. Terobosan ini mampu menghadirkan solusi penting atas masalah-masalah guru yang belum tuntas saat itu.
Kini Anies Baswedan diamanahkan menjadi gubernur DKI Jakarta. Gagasan mengubah guru tetap ia lakukan. Gubernur Ibukota ini mencetuskan konsep sekolah kolaborasi, sebagai bagian dari citra Jakarta Kota Kolaborasi. Sekolah Kolaborasi merupakan wadah bagi harmonisasi sekolah negeri dan swasta dalam mewujudkan pendidikan tuntas dan berkualitas, sekaligus mengecilkan jarak antara kualitas sekolah negeri dan swasta, termasuk halnya jarak kualitas guru-gurunya melalui kolaborasi dengan beberapa unsur yang disebut kolaborator.
Bagi Anies Baswedan, guru adalah ujung tombak dalam pembangunan pendidikan. Guru memiliki segala daya untuk mengatur dan mendesain model pembelajaran, namun guru tidak bisa jalan sendiri. Para Guru membutuhkan para kolaborator yang terkadang memiliki gagasan dan inovasi lebih.
Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru di Jakarta menjadi suatu keharusan melalui kolaborasi dengan beberapa pihak.
Para kolaborator diajak bersama-sama menelorkan ide terkait desain sistem pengembangan profesionalise guru melalui cakupan program, mekanisme pelatihan, dan penyedia pelatihan.
Sementara para guru di Jakarta, juga diberi kebebasan untuk memiliki program dan pelatihan mana yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Para Kolaborator telah siap mendampingi mereka melalui UPT P2KPTK2 (Pusat Pengembangan Kompetensi Pendidik, Tenaga Kependidikan, dan Kejuruan) yang tersebar di lima wilayah di DKI Jakarta.
Soal kesejahteraan guru di Jakarta, jangan ditanya, setiap bulannya Guru PNS memperoleh TKD (Tunjangan Kinerja Daerah) berdasarkan golongan berkisar antara 6-9 Juta.
Sementara itu guru-guru-guru dibawah kementerian Agama memperoleh Tunjangan Penambahan Penghasilan (TPP) bagi Guru dan Tenaga Pendidikan PNS sebesar Rp. 1 juta setiap bulan; Honorarium Bagi GTK Non PNS pada Madrasah Negeri sebesar Rp. 3.900.000 setiap bulan; Tunjangan Penambahan Penghasilan (TPP) Bagi Guru Non PNS pada Madrasah Swasta sebesar Rp. 550.000 setiap bulan; dan Tunjangan Penambahan Penghasilan (TPP) Bagi Tenaga Kependidikan Non PNS pada Madrasah Swasta sebesar Rp. 550.000.
Sementara itu, guru-guru yang bernaung di Himpaudi memperoleh bantuan dana pendidik dan tenaga kependidikan sebesar Rp. 500.000. Begitu pula guru-guru swasta memperoleh bantuan Rp. 500.000 setiap bulannya dan disalurkan melalui organisasi PGRI DKI Jakarta.
Bagi Anies, pemberian tunjangan kesejahteraan guru swasta ataupun guru di kementerian agama didasarkan bahwa mereka adalah guru-guru yang mendidik generasi Jakarta. Oleh karenanya pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk mensejahterahkan mereka sesuai dengan kemampuan.
Memang mengubah guru bukanlah jalan singkat, butuh proses dan kemauan besar. Terlebih Indonesia sebagai ladang tumbuh semainya guru-guru hebat dan inspiratif, memiliki kedekatan sejarah dengan guru. Para pendiri bangsa, seperti Soekarno, Hatta, Sjahrir, Tan Malaka, Agus Salim, KH Hasyim Asyari, KH Ahmad Dahlan, Jenderal Soedirman, Ki Hadjar Dewantara, Roehana Koedoes, Maria Walanda Maramis, adalah guru juga. Mereka tidak sekadar menjadi guru yang mendidik rakyat Indonesia, namun juga guru yang mengajar di kelas-kelas.
Anies menyadari bahwa tokoh-tokoh pendiri bangsa yang ia kagumi adalah guru. Ia sendiri tumbuh dari pasangan yang memilih jalan guru. Dan para guru telah mengukir sejarah mencerdaskan kehidupan bangsa.
Maka sudah sepantasnya sosok guru dimuliakan dan diteladani. Itulah mengapa saat dipinjamkan amanah untuk memimpin (termasuk menjadi Gubernur DKI Jakarta), tidak ada alasan untuk tidak memuliakan guru.
Bagi Anies Baswedan: guru adalah pewaris nilai yang sudah menghibahkan dirinya untuk bangsa Indonesia. Selamat Hari Guru 2021. Guru Berdaulat, Bermartabat, dan Sejahtera! Tabik!
Tanjungpinang – Kasus aktif covid-19 di Tanjungpinang terhitung Selasa (23/11) dinyatakan habis atau tidak ada yang sedang menjalani karantina, baik di rumah sakit, karantina terpadu maupun isolasi mandiri (isoman).
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kota Tanjungpinang, Elfiani Sandri menjelaskan saat ini semua pasien covid-19 di Tanjungpinang sudah selesai menjalani karantina.
“Alhamdulillah semuanya sudah sembuh, tidak ada lagi yang sedang dirawat,” kata Sandri, Selasa (23/11).
Dijelaskan Sandri, sebelumnya ada satu pasien yang menjalani perawatan cukup lama hingga tiga pekan, semula dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (RAT) dengan status covid-19, kemudian karena membutuhkan tindakan medis yang lebih lanjut untuk penyakit lainnya akhirnya dirujuk ke Batam.
“Cukup lama, sekitar tiga minggu. Sementara satu pasien yang isoman juga sudah sembuh,” paparnya.
Sandri mengingatkan walaupun sudah nol kasus, akan tetapi harus tetap waspada terhadap penularan karena virusnya belum hilang dan potensi terpapar tetap ada. Penggunaan masker memang sangat membantu melindungi dari penularan karena antara orang sehat dan orang tanpa gejala (OTG) tidak bisa dibedakan.
“Makanya kita tetap harus jaga protokol kesehatan,” pesannya.
Meskipun sudah menerima vaksin dosis kedua dan kekebalan tubuh sudah terbentuk, lanjut Sandri setiap orang tidaklah sama. Sehingga tetap harus dijaga secara fisik dengan disiplin penerapan protokol kesehatan.
“Terlebih saat ini proses belajar sudah dimulai, mobilitas tinggi juga berpotensi penularan kembali,” ucapnya.
Sumber : Kominfo
Batam- Batam Second Floor Festival Tahun 2021 di Bukit Gendang, Sembulang Pulau Rempang, Batam, berlangsung meriah
, Jumat (26/11/2021). Event ini mampu mengangkat pariwisata Batam.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata, mengatakan, Pemerintah Kota Batam sangat mendukung event yang digelar TNI Angkatan Udara tersebut.
“Event dirgantara, Pelangi Nusantara, pertama di Batam. Event ini mampu menikmati pesona Batam melalui udara melalui paralayang dan olahraga dirgantara lainnya , Dibudpar, Batam buat Expo di Bukit ini, mengelar dan menjual produk wisata Batam juga mengandeng Asosiasi Pariwisata Batam ” ujarnya.
Pihaknya yakin Pelangi Nusantara dan olahraga dirgantara ini mampu menjadi hiburan dan jadi tujuan wisata baru di Batam.
“Mudah-mudahan kita harapkan setelag Covid-19 sudah reda, wisatawan mancanegara bisa masuk ke Batam,” ujarnya.
Dalam Batam Second Floor Festival Tahun 2021, digelar event TROI, Lomba Layang-layang Photografhy, Bakti Sosial TNI AU Penghijauan Pelepasan Burung, Drone Exhibition, Stan Bazar UMKM, Peresmian Aerosport Centre, Fungame, Band Cafe, DJ Performance, Drumband Tidar Perkasa, dan Marchingband Bahana Barelang.
Sebelumnya, Waaspotdirga Kasau, Marsma TNI Tyas Nur Adi, mengatakan Pelangi Nusantara merupakan kegiatan perdana dan langkah awal untuk mengembangkan potensi pariwisata udara.
Letak Batam yang sangat dengan Singapura dan Malaysia tentunya merupakan potensi yang menarik untuk dikembangkan. Sehingga nantinya destinasi pariwisata Batam tidak hanya laut dan darat saja, tapi juga udara.
“Jangka pendek kita akan menyelenggarakan Pelangi Nusantara ini. Sedangkan jangka panjang kita sudah membuat perencanaan untuk pengembangan olahraga paralayang di Galang,” kata Tyas.
Batam- Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menggelar penandatanganan nota kesepahaman dengan Bank Mandiri tentang “Pemanfaatan Produk dan Layanan Perbankan”, Jumat (26/11/2021) pagi, bertempat di Balairung Sari BP Batam.
Penandatanganan ini memuat beberapa ruang lingkup perjanjian meliputi pemanfaatan produk dan jasa layanan perbankan serta jaringan, pengembangan teknologi informasi, perbankan dan keuangan serta sistem transaksi host to host sesuai prosedur yang berlaku.
Nota kesepahaman ini ditandatangani langsung oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi dan Direktur Utama PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk, Darmawan Junaidi.
Dalam sambutannya, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan, keterkaitan pelayanan perbankan antara BP Batam dengan Bank Mandiri sangat erat.
“Jika kerja sama ini berjalan dengan baik, maka proses transformasi Kota Batam menjadi kota yang modern, melalui teknologi perbankan di Bank Mandiri, bisa diwujudkan,” ujar Muhammad Rudi optimis.
Sejumlah rencana investasi asing di Kota Batam juga telah mendapat “lampu hijau” dari Presiden RI dan harus dimanfaatkan secara maksimal, dengan penyiapan seluruh infrastruktur, termasuk pengelolaan keuangan bagi kegiatan berusaha melalui jaringan perbankan.
“Transaksi non tunai harus kita tingkatkan. Mudah-mudahan melalui kerja sama ini transaksi keuangan di Kota Batam semakin lancar,” harap Muhammad Rudi.
Direktur Utama PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk, Darmawan Junaidi menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan atas aktivitas bisnis dalam rangka memajukan perekonomian di Kota Batam.
“Bank Mandiri akan memanfaatkan teknologi yang dibangun secara digital untuk memberikan manfaat dalam kegiatan perekonomian di BP Batam,” ujar Darmawan.
Melalui super app terbaru bernama Livin’ by Mandiri serta platform korporasi dan institusi bernama Kopra by Mandiri merupakan produk layanan perbankan yang disiapkan oleh Bank Mandiri, yang telah disesuaikan dengan pengembangan aktivitas bisnis BP Batam.
Teknologi ini memudahkan pengguna untuk melakukan transaksi kapan pun dan dimana pun, dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengguna jasa atau pemasok yang merupakan mitra BP Batam.
“Ini adalah upaya Bank Mandiri untuk menjadikan Batam kota yang modern dan menjadi kebanggaan Indonesia dengan keberadaan proses perbankan digital,” ujar Darmawan.
Bank Mandiri juga telah melakukan kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terkait National Logistics Ecosystem (NLE) dari hulu ke hilir, dimana NLE merupakan induk dari Batam Logistics Ecosystem (BLE) yang penerapannya terdapat di BP Batam.
“Kami yakin, kolaborasi dan sinergi yang baik antara BP Batam dan Bank Mandiri akan melahirkan nilai yang maksimal bagi perekonomian nasional,” pungkas Darmawan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Bank Mandiri kepada BP Batam berupa 1 unit kendaraan sebagai sarana penunjang aktivitas pekerja di kawasan Pelabuhan Batu Ampar, bantuan operasional Taman Kolam Sekupang dan bantuan pembangunan mushola di Taman Kolam Sekupang.
Turut hadir dalam kegiatan, Anggota Bidang Kebijakan Strategis BP Batam, Enoh Suharto Pranoto; Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri, Rohan Hafas; Group Head Government & Institutional 1 Bank Mandiri, Dadang Ramadhan; Regional CEO Reg.1 Bank Mandiri, Lourentius Aris; serta jajaran Eselon 2 di lingkungan BP Batam.
Sumber : BP Batam

Batamtimes.co,- Natuna – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ranai, Kepulauan Riau memusnahkan sejumlah barang bukti hasil tangkapan dari 45 perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum tetap (Incraht) selama kurun waktu tahun 2019.
Pemusnahan tersebut dilakukan di Halaman kantor Kejari Ranai, Jumat (26/11/2021) pagi.
Lingga- Sebagai pembina Ikatan Sahabat INSAN di Kabupaten Lingga,Erwan Bachrani adalah salah satu figur muda yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Lingga terutama bagi pengusaha dan Aktifis Kepri.
Tokoh muda ini sangat inspiratif, berasal dari Bunda Tanah Melayu. Erwan Bachrani pernah menjabat ketua KNPI Kabupaten Lingga.
Dan kini aktif dibeberapa organisasi di Provinsi Kepri seperti, Wakil Ketua OKK HKTI Kepri dan Sekretaris ASPRINDO Kepri (Asosiasi Pengusaha Pribumi Nusantara Indonesia) serta memimpin komunitas Rachmat Gobel Peduli Wilayah Kepri.
Setelah melakukan diskusi panjang bersama para tokoh di Kepri bahkan mendapatkan dukungan dari rekan dan sahabat yang selama ini bersama dalam kegiatan politik, Erwan Bachrani menyatakan siap bergabung dengan partai Nasdem.
“Tepat hari ini 25 November 2021, di momentum Hari Guru Nasional, saya mendeklarasikan diri bergabung dan bekerja bersama Partai NasDem Kepri dalam jalan Restorasi Indonesia yg dipimpin oleh Ketua Umum Surya Paloh,” kata Erwan Kepada BatamTimes.co, Kamis, (25/11/2021).
Dikatakan Erwan Bachrani, tertarik masuk NasDem karena semangat perubahan yang diusung partai ini.
Menurutnya, visi dan misi partai NasDem sejalan dengan tujuan dan cita-cita bangsa, mantan bakal calon kepala daerah Lingga ini juga menyatakan siap menerima perintah Ketua DPW Partai NasDem Kepri, H.M Rudi dalam menjalankan tugas partai.
“NasDem mengusung perubahan, saya telah pelajari lama, akhirnya saya menjatuhkan pilihan mengabdikan diri untuk Negeri ini melalui Partai Nasdem,” ujarnya.
Dalam dunia politik, Erwan Bachrani sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat Kepri, mantan pengurus Golkar Lingga ini dikenal sangat SMART dan mudah bergaul dengan siapapun, aktivitas Erwan yang padat serta intens memiliki jaringan luas dengan beberapa tokoh bangsa.
“Mohon doa dan dukungan segenap sahabat untuk bersama sama berikan sesuatu terbaik untuk Kepri yang kita cintai, Insya Allah kesiapan ini akan dijalankan dalam program-program kerja dari partai Nasdem Kepri,” pungkas Erwan mengakhiri perbincangan.
Kedekatan Erwan Bachrani dengan H.Rachmat Gobel, saat ini menjabat Wakil Ketua DPR RI, mendapat penilaian hebat dari kalangan masyarakat Kepri, Erwan dikenal anak muda yang energik dan potensial.
Penulis : Misli