Natuna (BT) Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Nàtuna, Mexianus Bekabel, S.Sos menyampaikan rasa terima kasih dan bangga kepada peserta pelatihan FKP3 di permukaan air (Water Rescue) bagi potensi SAR Kantor Pencairan dan Pertolongan telah mengikuti pelatihan dengan seksama.
Pilkada Natuna 2020 Terancam Tanpa Pengawasan
Natuna (BT) Pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Kabupaten Natuna terancam tanpa pengawasan karena belum memiliki payung hukum.
Bupati Natuna Dukung FKP3 SAR Natuna Atasi Tanggap Darurat Cepat
Natuna (BT) Pemerintah Kabupaten Natuna mendukung sepenuhnya kegiatan pelatihan Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan (FKP3) SAR Natuna atasi tanggap darurat dengan cepat tingkat daerah, melalui pelatihan pertolongan dan Pencarian di permukaan air (Water Rescue) bagi potensi SAR Kantor Pencairan dan Pertolongan Nàtuna
diwilayah perbatasan NKRI.
DPRD Syahkan APBD 2020, Eksekutif Absen Ada Apa ?
Natuna (BT) Kali pertama terjadi, rapat paripurna DPRD Natuna agenda penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2020.
Pemko Batam akan mengundang Wakil Presiden RI Jusuf Kalla saat meresmikan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di Tanjung Uncang
Batam- Pembangunan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di Tanjung Uncang Kecamatan Batu Aji nyaris rampung. Waktu peresmiannya pun kurang lebih sekitar satu bulan lagi.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi selalu meluangkan waktunya untuk mengecek kemajuan pembangunan fisik masjid. Menurut rencana masjid berkapasitas 25 ribu jamaah ini akan diresmikan pada Jumat (20/09) 2019.
Masjid ini akan menjadi salah satu tujuan wisata religi di Kota Batam. Ke depan diharapkan keberadaan masjid ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Batam khususnya di Kecamatan Batuaji dan Sagulung.
Dalam setiap kesempatan, Rudi mengundang masyarakat Batam untuk hadir dalam acara peresmian masjid ini. Warga diminta datang mengenakan pakaian putih-putih pada pukul 08.00 wib di hari Jumat itu. Bahkan Rudi telah menyiapkan sapi untuk menu makan siang warga di tiap-tiap kecamatan. Ia menargetkan peresmian masjid ini dihadiri 50 ribu orang.
Pemko Batam akan mengundang Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia pada saat peresmian masjid itu.
Ceramah agama akan disampaikan oleh tiga ustazd ternama dalam dan luar negeri, Yakni Ustaz Abdul Somad dan Habib Syech Abdul Qodir Assegaf dari Indonesia. Dan Datuk Kazim Ilyas dari Malaysia.
Jika kini berkunjung ke lokasi masjid ornamen-ornamen mulai terpasang. Seperti tulisan Sultan Mahmud Riayat Syah yang dipasang menyerupai penulisan dalam bahasa Arab. Tulisan nama masjid ini ditempel pada dinding bermotif corak melayu. Bagian bawahnya terdapat kolam yang menampung aliran air dari atas tulisan.
Di lokasi itu bisa menjadi tempat ber swa foto bagi pengunjung yang datang. Keramik masjid pun sudah selesai dipasang, hanya perlu penghalusan. Pekerjaan lain yang sedang dilakukan yaitu pemasangan plafon ruang salat utama, dan speaker atau sound system.
Pekerjaan besar yang tersisa menara, GRC, kaca, dan menara pandang. Qubah utama masjid berukuran 46,42 meter ini sudah dilukis dengan ornament melayu. Selain itu ornamen melayu berbentuk bunga khas Melayu juga sudah mulai terpasang.
Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah dibangun di atas lahan seluas 41.422 M2 dengan luas bangunan 57,144 M2. Masjid Sultan Mahmud Riayatsyah memiliki kubah utama terbesar di Indonesia, bentangannya mencapai 63 meter. Kubah ini menutupi ruang salat utama.
Bagian utama masjid dibangun tanpa kolom, dengan konstruksi space frame.
Ruang shalat utama masjid berukuran 3.969 M2 dengan kapasitas jamaah 5.555 orang. Tinggi qubah 41 meter dan tinggi makara 12 meter. Masjid Sultan memiliki 3 qubah, qubah utama, qubah gendong dan qubah kecil.
Qubah utama 1 unit dengan ukuran 46,42 meter, qubah gendong 4 unit berukuran 13,5 meter dan qubah kecil 4 unit berukuran 10,64 meter.
Untuk area payung membrane memiliki luas 5.832 M2 dengan kapasitas jamaah 8.100 orang. Membrane berukuran 25×25 meter dengan tinggi 17 meter dan terpasang 8 unit.
Menara utama setinggi 99 meter yang mengambil makna filosofis Asmaul Husna atau nama-nama baik Allah. Menara ini memiliki 21 lantai dan menara pandang dengan tinggi 64,5 meter.
Akan disediakan satu titik pandang untuk melihat sekeliling Batam, yang berada di lantai 16. Nantinya akan disiapkan lift untuk naik ke atas.
Untuk koridor lantai dasar bagian depan memiliki luasan 2.087 M2, lantai dasar bagian belakang 3.051 M2. Area wudhu pria dan wanita masing-masing 30 unit yang terletak di lantai dasar. Untuk WC di lantai dasar pria dan wanita masing-masing lima unit. Di bagian basement (sisi kiri) wudhu pria dan wanita masing-masing 89 unit. Untuk kapasitas parkir di basement mampu menampung 308 unit mobil dan 331 unit motor.
Di halaman masjid area parkir tersedia untuk 10 unit bus, 105 mobil dan 107 unit motor.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, Suhar mengatakan pekerjaan yang sedang berlangsung saat ini sudah masuk tahap finalisasi. Seperti pengecatan dinding, pemasangan marmer lantai, GRC, ornamen-ornamen lainnya.
GRC, glassfibre reinforced concrete, atau material komposit campuran beton dan serat kaca. Material ini dibentuk dengan motif melayu. Untuk cat dinding dan GRC dibuat berwarna putih, marmernya dari batu warna krem. Balok-balok di atas yang bermotif lebah bergayut juga putih. Dipilih warna putih karena putih itu suci, bersih.
Yang berwarna hanya di bagian dalam kubah. Bagian dalam kubah dicat juga dengan motif melayu. Tapi diberi warna yang khas dengan nuansa melayu, yakni kuning, hijau, biru. Selain itu pada kubah juga akan dituliskan kaligrafi. Masjid juga dilengkapi tangki berkapasitas 170 meter kubik atau kiloliter (KL). Terdiri dari tangki rubanah 100 meter kubik, dan tangki luar 70 meter kubik.
(red/Humas)
Turuni Tebing Terjal Tepi Laut, Satgas Yonif 713 Temukan Patok Batas Peninggalan Hindia Belanda di Skouw

Jakarta – Setelah menempuh perjalanan yang cukup terjal dan menuruni tebing yang curam, selain melaksanakan patroli Patok Perbatasan Negara MM.1, Satgas Pamtas Yonif 713/ST menemukan patok batas peninggalan Belanda dengan Australia yang berada di sektor Utara Perbatasan RI-PNG.
Hal itu dikatakan Dansatgas Yonif 713/ST Mayor Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han.M.I.Pol. dalam rilisnya, Skouw, Jayapura, Selasa (27/8/2019).
Dikatakan Dansatgas, patroli Patok Perbatasan Negara RI-PNG yang dilaksanakan pada Rabu (22/08/2019) itu dipimpin langsung dirinya bersama dengan para perwira Satgas.
“Pengenalan medan bagi kami sangatlah penting, sehingga sebagai Satgas yang baru bertugas menggantikan Yonif PR 328, saat patroli Patok Perbatasan MM-1, selain anggota diajak juga beberapa perwira,” ucapnya.
Dikatakan Dony lebih lanjut, patroli patok perbatasan merupakan salah satu tugas pokok yang mereka terima, untuk memastikan apakah terdapat perubahan baik posisi maupun kondisinya.
“Ini penting, selayaknya rumah kita, jika tidak pernah dibersihkan maka akan rusak atau hilang,” tegasnya.
Untuk diketahui selain Patok Perbatasan MM1 yang berada di Sektor Utara Perbatasan RI-PNG, Satgas Pamtas Yonif 713 bertanggungjawab untuk mengawasi lima (5) patok lainnya.
“Keseluruhannya ada enam, yaitu patok MM.1, MM.2, MM.2.1, MM.2.2, MM.2.3 dan MM.3A”tegasnya
” Patok MM atau Monument Meridian, yaitu tugu veton bertuliskan nomor titik koordinat pada plat yang distempel sekitar 165 cm,”terang Dony.
Meski berjarak relatif dekat, lanjut Dony, karena perjalanan yang cukup terjal dan sulit, mereka tiba di lokasi setelah menempuh waktu sekitar 3 jam 45 menit).
“Saat menuju patok di pinggir laut, karena terjal dan curam, kami menuruni tebing dengan tali yang dilengkapi tali jiwa, selayaknya panjat tebing,” jelas Doni.
“Turun tebing dengan tali merupakan salah satu keterampilan prajurit, meski tebing cukup curam, alhamdulillah, seluruh Tim berhasil tiba di lokasi patok dengan aman,”tambahnya.
Setelah tiba di lokasi, lanjut Dony, sambil istirahat mereka melaksanakan pembersihan disekitar Patok Perbatasan MM.1.
“Kami tiba sekitar pukul 11:45 WIT , sehingga sambil menunggu tiba waktu shalat dzuhur, melaksanakan pembersihan sekitar patok,” tuturnya.
Menurut Dony, keindahan alam di sekitar Patok Perbatasan yang berada di tepi laut itu, mampu mengobati rasa letih dan lelah yang mereka rasakan.
“Saat perjalanan untuk kembali ke Kotis, sekitar 300 meter kami menemukan patok perbatasan peninggalan Belanda dan Australia yang berada di lereng tebing yang curam yang berhadapan dengan laut Pasifik,” kata Dony.
Dikarenakan patok itu tidak menjadi tanggungjawab dan tidak terdata dalam data Satgas, maka temuan tersebut segera di laporkan ke pimpinan mereka yaitu Kodam XVII/Cen dan Korem 172/PWY.
“Patok tersebut dibuat oleh negara Belanda dan Australia pada tahun 1930, yang digunakan sebagai batas wilayah pendudukan dua negara tersebut. Saat ditemukan, Patok yang diukur dengan metode astronomis itu, meski ditemukan dalam kondisi baik, namun brastablet-nya telah hilang”tutur Dony.
“Untuk itu, kita plot dan diperoleh menggunakan koordinat UTM 499919.866 – 9712092.920. Selanjutnya, sebagai kelengkapan data telah kami dokumentasikan juga foto maupun video sebagai bahan laporkan ke Komando Atas,” pungkasnya.
(red/Dispenad)
Permudah Pengurusan IPH dan UWT, Program BLINK Kembali Digelar
Batam- Untuk mempermudah pengurusan perizinan lahan, Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) bekerjasama dengan Kantor Pengelolaan Lahan, kembali menggelar sosialisasi dan layanan perizinan lahan dengan program BLINK, yang kali ini dilakukan di Perumahan Sukajadi Kecamatan Batam Kota, Senin (26/8/2019).
Program BLINK (BP Batam Layanan Keliling) merupakan sebuah inovasi baru BP Batam sebagai wujud dukungan BP Batam kepada masyarakat dalam kepengurusan lahan. Inovasi dengan slogan “Semakin Dekat, Semakin Cepat” yang diluncurkan sejak bulan Agustus 2018 lalu.
Direktur PTSP BP Batam, Endry Abzan mengatakan, BLINK hadir di tengah-tengah masyarakat untuk mempermudah pengurusan Izin Peralihan Hak (IPH) dan Uang Wajib Tahunan (UWT).
Dalam program BLINK ini, BP Batam menyediakan dua layanan mobil keliling untuk melayani masyarakat dalam pengurusan IPH dan UWT.
Tidak hanya itu, dengan adanya BLINK ini dapat mengedukasi masyarakat bahwa mekanisme pembayaran IPH dan UWT mudah dan cepat. “Kami berharap dengan hadirnya BLINK ini, dapat memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam pengurusan IPH dan UWT,” kata Endri Abzan.
Kasubbag Pelayanan Umum Lahan, Yani Alkindi mengemukakan, Layanan BLINK bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan dalam kepengurusan lahan. “Dengan BLINK, masyarakat akan lebih mudah menjangkau dan dapat bertanya langsung. Petugas kami akan menverifikasi dan memberikan penjelasan langsung kepada pemohon terkait kepengurusan IPH dan UWT,” kata Yani Alkindi.
Dia juga menambahkan, operasional BLINK di Perumahan Sukajadi akan dilaksanakan tiga kali dalam seminggu dan akan berlangsung selama tiga minggu terhitung mulai tanggal 26 Agustus 2019, yaitu pada setiap Senin, Rabu dan Kamis pukul 09.00 – 14.00 WIB, dengan jumlah petugas pelayanan sebanyak 15 orang.
Selain program BLINK, saat ini BP Batam sudah mempunyai aplikasi berbasis online melalui Land Management System (LMS) dengan alamat website https://lms.bpbatam.go.id yang dapat mempermudah kepengurusan lahan.
Sekretaris Kelurahan Sukajadi Sulaiman, menyambut baik upaya BP Batam dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat dalam pengurusan lahan. Ia menilai program BLINK yang digelar BP Batam ini sangat positif, dapat mempermudah masyarakat dalam pengurusan IPH dan UWT, sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke PTSP.
“Dengan adanya BLINK ini, masyarakat akan mudah menjangkau pembayaran. Disini juga tidak perlu antri dan jika ada kendala mengenai lahan bisa langsung bertanya kepada petugas. Petugas BLINK ini istilahnya menjemput bola bukan menunggu bola,” tuturnya.
(red/BP/GM)
Dua pabrik elektronik tutup di Batam, ribuan pekerja penganguran
Batam- Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal tengah mendera para pekerja di Batam, Kepulauan Riau. Ribuan pekerja bakal kehilangan pekerjaan.
Seperti yang dikutip dari CNBC Indonesia, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan gelombang PHK tersebut terjadi akibat penutupan dua pabrik di sana, PT Foster Electronic Indonesia dan PT Unisem Batam.
“Foster sudah merencanakan penutupan perusahaan setahun lalu. Di sana ada sekitar 1.000 karyawan. Yang banyak adalah karyawan kontrak, yang permanennya tidak sampai 800 orang,” kata Rudi Selasa (27/8/2019).
Dengan rencana penutupan tersebut, maka manajemen perusahaan tidak memperpanjang kontrak para karyawan.
Sementara PT Unisem, kata Rudy, mengatakan jumlah karyawan sebanyak 1.505 karyawan dengan rincian 1.127 merupakan karyawan permanen dan 358 karyawan kontrak. Perusahaan ini, kata Rudi, sudah merencanakan untuk menutup perusahaannya pada akhir September 2019.
“Namun demikian customer tidak mau (PT Unisem tutup) karena ada orderan yang harus diselesaikan. Mereka menemui saya, lalu kemarin di perusahaan disepakati bahwa akhir September nanti akan ada PHK 700 orang, jadi tinggal 800 orang untuk menyelesaikan semua orderan,” ucap Rudi.
Menurutnya, pengerjaan orderan akan diselesaikan selama 6 bulan. Setelah itu, PT Unisem akan menutup total perusahaannya. Berbeda dengan PT Foster Electronic Indonesia yang menurut Rudi akan merelokasi perusahaan ke Myanmar.
“Setahu saya, PT Foster relokasi ke Myanmar, kalau Unisem, dia tutup,” ucap Rudi.
Rudi mengatakan bahwa tenaga kerja yang terkena PHK telah diserap untuk bekerja ke perusahaan baru, di antaranya Pegatron Technology dan Simatelex Manufactory.
“Yang Pegatron, mereka ditargetkan bisa menerima 800 orang dari 1600 orang sambil menunggu gedung-gedungnya selesai,” kata Rudi.
Isdianto, Resmikan Pelayanan Listrik Sembilan Desa Di Natuna
Natuna (BT) Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto dan rombongan melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Kepulauan Natuna, wilayah perbatasan NKRI Diujung Utara. Dalam rangka peresmian penyalaan Listrik sembilan desa di Kabupaten Natuna, dilaksanakan di Taman Rekreasi Jelita Sejuba Sepempang, Ranai, Natuna, Selasa (27/08/2019) Siang.
FKDB Ikuti Acara Bergengsi Bersama 54 Negara di Amerika
Jakarta – Ketua Bidang Ekonomi Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) Cucup Ruhiyat mewakili lembaganya dalam acara internasional U.S Soy Global Trade Exchange 2019 & Specialty Grain Conferece di Chicago, Amerika Serikat pada tanggal 20-22 Agustus 2019.
Acara tersebut diselenggarakan oleh USSEC (U.S Soybean Export Council), SSGA (Speciality Soya and Grains Alliance) bersama dengan para petani dan asosiasi pengusaha berbasis kedelai, kacang-kacangan Amerika Serikat.
Dalam kesempatan tersebut, Cucup Ruhiyat mewakili FKDB dan Ketua Bussiness Development Aulia Mumtahana terpilih sebagai salah satu perwakilan produsen tempe terbesar di Indonesia dengan volume produksi per bulan mencapai 750 MT.
Acara itu merupakan agenda tahunan yang diadakan untuk menjalin hubungan bisnis dan sharing knowledge terkait industri kedelai dan kacang-kacangan antara international buyers dengan seluruh perusahan eksportir dan petani Amerika.
Peserta yang hadir dalan acara ini berasal dari 54 negara dari seluruh dunia terdiri dari 300 perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan pakan dan makanan dari kedelai dan kacang-kacangan lainnya seperti jagung dan gandum.
Terpisah, Ketua umum FKDB mengatakan, banyak pekerjaan yang harus ditindaklanjuti oleh timnya dalam menangkap peluang yang sudah semakin terbuka.
“Kita harus bekerja secara optimal agar semuanya tercapai,” ujarnya Selasa (28/8/2019).
(red/Tanto)

























