8.6 C
New York
Monday, April 20, 2026
spot_img
Home Blog Page 891

Kepala BKMG Dwikorita Karnawati mengakui potensi terjadinya megathrust di Indonesia

0

Jakarta – Sebagai negeri cincin api dan sabuk gunung api yang berada di atas lempeng-lempeng tektonik yang aktif, Kepala Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisikan (BKMG) Dwikorita Karnawati mengakui adanya potensi terjadinya megathrust di Indonesia yang berdasarkan hasil kajian, riset, ada potensi untuk mengalami gempa dengan kekuatan lebih dari 7 bahkan sampai 8 lebih.

“Itu harus kita ketahui bukan untuk ketakutan karena itu namanya potensi. Potensi itu beda dengan prediksi, kalau prediksi itu kepastiannya lebih tinggi,” kata Dwikorita menjawab wartawan usai mengikuti acara Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMGK), di Istana Negara, Jakarta, Selasa (23/7/2019) siang.

Potensi itu, lanjut Kepala BMKG, ada kemungkinan. Tetapi ia mengingatkan, ilmu pengetahuan sampai saat ini belum bisa menjawab seberapa besarkah kemungkinannya kapan terjadinya.

Karena itu, dari pada kita ketakutan mengandai-andai kejadiannya kapan, Kepala BMKG menyarankan, selama kita berada di Indonesia mestinya kita bersiap.

“Mau tinggal di Lombok, mau tinggal di Jogja, mau tinggal di Jakarta, mau tinggal di manapun di Indonesia itu kalau dengan gempa kita akan mengalami ya, entah kapan,” tegas Dwikorita.

Oleh karena itu, menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, yang penting adalah mitigasi dan persiapan untuk menghadapi. Mitigasi, antisipasi, dan adaptasi. Selain itu, kita juga harus siapkan jalur evakuasi.

Jadi, lanjut Dwikorita, sekarang adalah era untuk persiapan, baik jalur evakuasi, tempat berkumpul, tempat berlindung, dan yang paling penting persiapan itu akan lebih ringan kalau tata ruangnya sejak awal sudah mengikuti zona yang aman dari bahaya.

“Jadi yang penting itu, bukan cemas kapan ya kalau nanti ada gempa, tsunami. Jadi lebih baik seperti itu, kita mengedukasi diri kita bersama-sama masyarakat, pemerintah daerah bekerja sama,” tutur Dwikorita.

Ia menegaskan, BMKG hadir di daerah juga dan salah satu tugasnya  adalah bagian dari sistem edukasi, bagian dari sistem mitigasi, dan juga bagian dari sistem peringatan dini.

 

 

(red/seskab)

Rusia Serius Datang Lagi, BP Batam Harapkan Kerjasama Teknologi Pembuatan Kapal

0

Batam- Kementerian Industri dan Perdagangan Rusia (Ministry of Industry and Trade of The Russian Federation) melakukan kunjungan ke BP Batam pada hari Selasa, (23/7/2019), bertempat di Ruang Presentasi Marketing Center.

Melalui Director of the Shipbuilding and Marine Technique Department Mr. Boris Kabakov, delegasi Rusia mengungkapkan keinginan mereka untuk mencari tahu perkembangan industry shipyard di Batam saat ini dan berdiskusi untuk kerjasama baru bersama.

“kenapa Batam, karena Batam adalah primadona industri shipyard Indonesia, kami ingin tahu perkembangan industri ini (shipyard) saat ini dan berdiskusi untuk melihat kerjasama baru bersama”, ungkap Mr. Boriz.

Mr Boriz Kabakov hadir membawa 10 kolega dari Rusia mulai dari delegasi Kedutaan Besar Rusia, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia, Asosiasi United Shipbuilder Corporation Rusia hingga Wakil Rektor the Maritime State University.

Dirinya mengungkapkan bahwa industri maritim dan pembuatan kapal saat ini tengah menjadi industry prioritas dan perpektif masa depan Rusia. Rusia konsen mengembangkan teknologi hight tech untuk industry shipbuilder sesuai dengan perkembangan teknologi terbarukan. Secara keilmuan juga Rusia unggul dengan memiliki pusat laboratorium ilmiah, pusat pengembangan teknik dan pusat pembuatan kapal untuk mendukung skill SDM.

Kenggulan teknologi yang mumpuni dan dimiliki oleh Rusia ini juga menjadi ketertarikan tersendiri bagi Dwianto Eko Winaryo, Anggota 3 / Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha yang menerima kunjungan tersebut.

Dwi (saapan akrab) mengharapkan Batam mampu mengambil kesempatan besar ini untuk menjalin kerjasama kemitraan dengan Rusia dalam sisi teknologi pembuatan kapal.

“Dua hal penting yang harus ditangkap adalah PERTAMA Kita tawarkan mereka untuk pesanan kapal dari Middle East dan Africa bisa dibuat di Batam dengan memadukan teknologi advance yang mereka miliki, DUA transfer teknologi itu untuk kita aplikasikan dalam mengembangkan kembali industri shipyard di Batam”. ungkap Dwi.

Ia menawarkan bentuk kerjasama pembuatan kapal yang mana pembuatan kapal pesanan Middle East (Timur tengah) dan Afrika yang secara jalur transportasi lebih efisien dikirim dari Batam ketimpang dari Rusia, dapat dibuat di Batam dengan memanfaatkan SDM lokal dan showroom yang sudah ada, dan dikalaborasikan pembuatannya dengan menggunakan teknologi mutakhir yang dimiliki oleh Rusia. Selanjutnya, teknologi tersebut ia harapkan dapat dipelajari, dilihat dan diaplikasikan oleh shipbuilder Batam untuk mengembangkan industri marine and shipyard Batam.

“Membawa Teknologi Advance milik Rusia ke Batam, dapat menjadi momentum untuk mengembangkan industri marine and shipyard Batam”. pungkas Anggota 3 / Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha, Dwianto Eko Winaryo

Niat Rusia untuk bekerja sama dengan Batam ini diharapkan dapat membuka kembali geliat kejayaan industry shipyard Batam, mengingat saat ini terdapat 250 shipyard terdaftar 132 pelabuhan tersebar dan 97 perusahaan aktif dengan aktivitas repair dan pembuatan kapal baru, yang mana kuantity ini merupakan jumlah terbesar di Indonesia.

Kunjungan Federasi Rusia ini merupakan hasil dari kegiatan Diplomatic Trip yang dihadiri Duta Besar Rusia untuk Indonesia dan lanjutan dari Kunjungan Wakil Deputi Perdagangan Kementerian Pengembangan Ekonomi Rusia untuk Indonesia, Chesnokov Alexander saat bertemu dengan dirinya beberapa waktu lalu.

Dalam acara ini, Dwianto Eko Winaryo didampingi oleh Direktur Badan Pengelola Pelabuhan Batam Nasrul Amri Latief, Direktur Promosi dan Humas Dendi Gustinandar, Direktur Lalu Lintas Barang Tri Novianta Putra beserta tim. Hadir pula Asosiasi BSOA (Batam Shipyard and Offsore Asosiation) yang selanjutnya melakukan diskusi lebih dalam B to B (Business to Business Meeting) untuk melihat peluang bisnis yang dapat dikerjasamakan dengan Rusian United Shipbuilding Corporation.

 

 

(red/Humas Badan Pengusahaan Batam)

KPK geledah Kantor Dishub Kepri, dokumen terkait perizinan pemanfaatan ruang laut di Kepri diamankan

0

Tanjungpinang – Kantor Dishub Kepri yang beralamat jalan kilometer 5, Kota Tanjungpinang, Selasa (23/7/2019), di geledah  petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) .

KPK  masuk sekitar pukul 09.00 WIB pagi. Terlihat aparat Polisi bersenjata lengkap terlihat berjaga di depan kantor.

Penggeledahan tersebut dibenarkan Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis, Selasa.

Menurutnya,  penggeledahan itu terkait penanganan kasus dugaan suap izin prinsip reklamasi dan penerimaan gratifikasi yang melibatkan Gubernur Kepri nonaktif Nurdin Basirun.

“Di kantor Dishub Pemprov Kepri, tim mengamankan sejumlah dokumen-dokumen terkait perizinan pemanfaatan ruang laut di Kepri,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis, Selasa, seperti yang dikutip dari laman Kompas.

Febri mengatakan, tim KPK juga sedang bergerak ke lokasi lainnya di Kepri. Kendati demikian, ia belum bisa menjelaskan secara spesifik lokasi dan hasil penggeledahan di lokasi lainnya.

“Untuk lokasi lain, akan kami sampaikan lagi perkembangannya nanti,” kata dia.

Dalam kasus suap izin reklamasi, Nurdin diduga menerima 11.000 dollar Singapura dan Rp 45 juta dari pihak swasta, Abu Bakar. Uang itu diberikan lewat Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Edy Sofyan dan Kepala Bidang Perikanan Tangkap Budi Hartono.

 

 

(red/GM)

Buka Rakornas BMKG, Presiden Berikan Tiga Arahan Terkait Kerawanan Bencana di Tanah Air

0

Jakarta – Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tahun 2019. Acara pembukaan tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, Selasa, (23/7/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo memberikan tiga arahan terkait kerawanan bencana di Indonesia. Pertama, Presiden ingin agar semua pihak sensitif dan antisipatif terhadap bencana, terutama mengingat Indonesia negara yang paling rawan bencana karena berada dalam kawasan cincin api atau _ring of fire_.

“Dalam rangka mengurangi risiko-risiko yang ada, kebijakan nasional dan daerah ini harus bersambungan, harus sensitif semuanya, harus antisipatif semuanya, terhadap kerawanan bencana yang kita miliki. Kita tahu semuanya kita berada di _ring of fire_, dalam kawasan cincin api. Kita tahu semuanya kita memiliki gunung-gunung api yang aktif. Banjir dan longsor juga selalu setiap tahun ada,” ujar Presiden.

Presiden pun mengapresiasi peran BMKG dalam memberikan pemahaman potensi bencana kepada masyarakat untuk mengurangi risiko-risiko bencana. Secara khusus, Presiden memberikan contoh berupa peringatan dini tsunami setiap kali terjadi gempa bumi.

“Saya melihat sekarang kalau ada gempa misalnya 5,5 skala richter atau di atasnya langsung di TV keluar ada tidaknya potensi tsunami, yang dulu-dulunya enggak pernah. Ini saya kira sebuah lompatan kemajuan yang sangat baik dari BMKG,” jelasnya.

Kedua, Presiden mengingatkan hubungan pemerintah pusat dan daerah harus terjalin dengan baik. Hal ini mengacu pada pembangunan infrastruktur di kawasan-kawasan yang rawan bencana. Presiden ingin BMKG bersikap tegas kepada pemerintah daerah terkait zonasi daerah rawan bencana.

“Tolong beritahukan apa adanya supaya setiap pembangunan juga mengacu, kalau daerah-daerah yang rawan bencana ya beritahukan, sampaikan kepada daerah ini rawan gempa. Lokasi ini rawan banjir. Jangan dibangun bandara, jangan dibangun bendungan, jangan dibangun perumahan. Tegas-tegas harus disampaikan. Jangan sampai kita mengulang-ulang sebuah kesalahan yang di situ jelas garisnya lempengan tektonik kok dibangun perumahan besar-besaran,” tegasnya.

Ketiga, Kepala Negara ingin agar pendidikan kebencanaan disampaikan secara masif kepada masyarakat. Secara khusus, Kepala Negara menginginkan pendidikan kebencanaan disampaikan secara intensif di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

“Sampaikan juga apa adanya. Seperti kemarin agak ramai mengenai potensi _megathrust_, ya sampaikan apa adanya. Memang ada potensi kok. Bukan meresahkan, tapi sampaikan kemudian tindakan apa yang harus kita lakukan. _Step-step_-nya seperti apa. Itu mengedukasi, memberikan pelajaran kepada masyarakat,” tuturnya.

Di penghujung sambutannya, Presiden ingin agar ke depannya peralatan-peralatan BMKG diperbarui. Namun, ia juga mengingatkan agar BMKG bisa merawat peralatan-peralatan tersebut sehingga bisa terus digunakan untuk memantau kerawanan bencana.

“Dititipkan saja lah kepada aparat keamanan setempat bahwa ini adalah barang yang sangat penting sekali untuk memantau kerawanan bencana baik itu longsor, tsunami, gempa bumi sehingga semuanya ikut menjaga, rakyat ikut menjaga, masyarakat ikut menjaga, aparat kita juga ikut menjaganya. Karena banyak juga yang enggak tahu barang apa itu enggak ngerti. Tulisi yang gede-gede saja, sangat penting untuk dijaga bareng-bareng,” tandasnya.

Dalam acara tersebut, Presiden tampak didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, dan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

 

 

(red/Plt. Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden/Chandra A. Kurniawan=

Agar bisa berkembang, Seskab Pramono anung : mata pelajaran tidak perlu terlalu banyak

0

Jakarta – Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengingatkan, bahwa anak adalah masa depan bangsa, dan pendidikan dan juga keluarga menjadi hal yang utama di dalam tubuh seorang anak. Untuk itu, selain memberikan pendidikan dan juga perlu mengenalkan anak kepada lingkungannya, keluarga dan pemerintah wajib memberikan ruang kreasi yang seluas-luasnya bagi anak.

“Agar anak tumbuh dengan kegembiraan, keceriaan, keriangan, tetapi tidak kalah penting adalah dia juga mempersiapkan diri untuk menjadi seseorang di kemudian hari,” kata Seskab dalam wawancara menyambut Hari Anak Nasional (HAN) 2019 yang jatuh pada 23 Juli, di ruang kerjanya Gedung III Kemensetneg, Jakarta, kemarin.

Seskab juga menyarankan, agar mata pelajaran tidak lagi perlu terlalu overload terlalu banyak. Pemerintah harus memikirkan bahwa anak paling utama adalah bisa berkembang sesuai dengan kebutuhannya.

“Seharusnya kita semua belajar bahwa mata pelajaran yang berlebihan tidak membuat anak menjadi semakin pandai, tetapi menjadi beban akhirnya menjadi stress. Sehingga dengan demikian, pemerintah harus merubah pola pendidikan, kemudian juga keluarga harus menyesuaikan,” tutur Seskab.

Yang tidak kalah penting adalah, menurut Seskab Pramono Anung, anak harus betul-betul diberikan ruang untuk berkreasi sebanyak mungkin, karena sekarang ini eranya sudah berubah, tantangan zaman sudah berubah, anak juga harus dipersiapkan untuk beradaptasi terhadap perubahan tersebut.

Diakui Seskab, setiap keluarga tentunya mempunyai cara pendekatan yang berbeda-beda. Tetapi, menurut Seskab, secara umum harus ada persamaan bahwa Indonesia sekarang ini sebagai negara yang akan menjadi negara menengah dan mudah-mudahan suatu hari akan menjadi negara besar. Karena itu, lanjut Seskab, anak-anak harus dipersiapkan untuk itu, sehingga dengan demikian pendidikan menjadi penting, agama juga hal yang penting.

“Mengenal lingkungan bahwa Indonesia yang multietnik, multikultur, dan berbeda agama, berbeda bahasa, yang kita diikat dalam ideologi Pancasila itu juga menjadi penting. Tetapi dari semua itu, maka anak harus betul-betul diberikan ruang yang cukup untuk mengenal keluarganya, agamanya, pendidikannya, dan yang tidak kalah penting adalah teknologi itu jangan kemudian menjadi persoalan bagi anak tersebut,” terang Seskab.

Seskab setuju, jangan diberikan kebebasan yang berlebihan terhadap anak. Tetapi ia mengingatkan, juga jangan diberikan hambatan yang berlebihan. Bahwa anak itu perlu mengenal sosial media, mengenal dunia luar itu diakui Seskab, tetapi harus dalam batasan dan harus didampingi oleh orang tua.

“Tetapi juga jangan berikan anak kebebasan untuk semaunya sendiri mengenal sosial media, pasti banyak anak Indonesia yang tidak siap untuk itu. Sehingga dengan demikian, pendampingan oleh keluarga, pendampingan oleh guru, pendampingan oleh lingkungannya terhadap teknologi menjadi hal yang sangat penting sekali,” tutur Pramono.

Cita-Cita Anak

Mengenai cita-cita seorang anak, Seskab Pramono Anung mengatakan, anak sejak kecil harus diberikan kesadaran akan pilihan hidupnya. Apakah dia menjadi chef, ataukah dia menjadi olahragawan, ataukah dia menjadi perenang, dia menjadi insiyur, dia menjadi apapun.

“Itu pilihan itu sudah ada dan ada dalam cita-cita anak tersebut sejak kecil. Anak perlu diberikan kesadaran terhadap dunia usaha seperti misalnya, sehingga dengan demikian pilihan-pilihan itu ada dan sejak dari kecil anak mempunyai pilihan nanti kalau besar dia menjadi apa,” terang Seskab seraya menambahkan, menjadi fotografi, menjadi aktor, menjadi budayawan, menjadi apapun pilihan itu sekarang menjadi sangat mudah, sangat gampang, bahwa profesi yang utama tidak harus katakanlah menjadi dokter, menjadi insiyur, tetapi bisa menjadi apa saja.

Sekarang, lanjut Seskab, bahkan menjadi chef sebuah pilihan yang sangat terhormat, dan orang sekarang menggandrungi terhadap pilihan itu. Maka pilihan yang semakin luas, akan menjadikan anak Indonesia mempunyai cita-cita ke depan semakin luas, dan tentunya pilihannya juga semakin banyak.

Mengenai peran pemerintah, Seskab Pramono Anung menjelaskan, yang paling utama adalah memberikan regulasi, memberikan aturan, memberikan perlindungan terhadap anak tersebut.

Tetapi yang tidak kalah penting, menurut Seskab, adalah wajib belajar juga menjadi hal yang diperlukan dan diatur oleh pemerintah, apakah itu pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat. Ada yang sudah mengatur sampai dengan SLTA, ada yang baru sampai dengan SLTP.  Tetapi pengaturan ini menjadi sangat penting bagi anak tersebut. Sehingga dengan demikian, seperti diketahui bahwa lapangan kerja di Indonesia pada hari ini 58% itu adalah SD dan SMP.

“Mudah-mudahan dengan pengaturan yang lebih baik, lapangan kerja kita dengan bonus demografi mereka adalah lulusan SLTA, SMK/Kejuruan dan sebagainya. Dengan demikian, menatap masa depan Indonesia harus menatap bagaimana memulai dari anak-anak itu melangkah mulai dari hari ini ke depan,” pungkas Seskab seraya mendoakan, mudah-mudahan anak Indonesia selalu mendapatkan perlindungan, mendapatkan arah yang benar, dan juga tidak kalah penting adalah jangan lupa anak Indonesia diberikan ruang untuk selalu ceria dan bahagia.

 

 

(red/seskab) 

Peringati Hari Bhakti TNI-AU Ke-72 Gelar Bhakti Sosial

0

Natuna (BT) Pangkalan Angkatan Udara Raden Sadjad Ranai dalam rangka peringati Hari Bhakti TNI-AU Ke-72 menggelar kegiatan bakti sosial pengobatan massal, donor darah dan sunatan massal bersama masyarakat warga Penagi Ranai, Natuna, Selasa (23/07/2019) pagi.

Plt Gubernur Kepri Isdianto : Sampaikan jika ada ide brilian

0

Batam – Plt Gubernur Kepri H Isdianto meminta kepada seluruh jajaran Pegawai di lingkungan Pemprov Kepri agar terus menyalurkan berbagai ide-ide brilian. Apalagi ini untuk memastikan pembangunan Kepri dapat terus berlangsung dengan semakin baik dan meningkat.

“Sampaikan jika ada ide yang brilian yang dapat digunakan, jangan minder jika hanya level staf karna setiap masukan dari semua jenjang sangat berguna bagi kelangsungan pembangunan di Kepri,” ajak Isdianto saat memimpin Apel Pagi di lapangan kantor Gubernur, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Senin (22/7).

Isdianto tidak lagi membahas terkait kedisiplinan yang menurut dirinya hal itu telah dilakukan dengan baik oleh seluruh pegawai. Apalagi seiring berjalannya waktu kedisiplinan, loyalitas dan kebersamaan yang terjalin dalam lingkup Pemprov Kepri telah berjalan dengan maksimal.

Ketiga hal tersebut dikatakan Isdianto terbukti dalam berbagai penghargaan yang diraih dan yang baru-baru ini didapat Kepri adalah terkait pelayanan prima yang diberikan kepada Kepri oleh Menpan RB minggu lalu.

“Untuk itu, pertahankanlah yang telah dicapai ini, tingkatkan setiap pencapaian kebaikan yang dilakukan demi semakin baiknya kualitas pelayanan di Kepri,” lanjut Isdianto.

Dalam amanatnya tersebut, Isdianto juga menyampaikan tiga sektor vital yang akan bertahan yang dimiliki Kepri kedepan yakni Pariwisata, Perikanan dan Pertanian. Meskipun banyak sektor lain yang penting namun menurutnya tiga hal tersebut akan terus bertahan.

“Sektor lain misalnya pertambangan lambat laun akan habis namun yang tiga tadi sepanjang kita mampu menggali potensi nya maka tidak ada habisnya bagi kelangsungan kemakmuran di Kepri,” kata Isdianto.

Adalah pariwisata, sektor ini menjadi primadona di Kepri terlebih dengan 96 persen wilayah laut. Maka Isdianto mengajak seluruh pegawai agar ikut mempromosikan pariwisata di Kepri terlebih di era teknologi dan infromasi yang semakin melesat cepat. Penggunaan handphone misalnya dapat ikut menunjang promosi dari wisata di Kepri.

“Mari kita promosikan segala potensi yang ada di Kepri, bapak ibu jangan hanya menjadikan handphone sebagai sarana komunikasi saja namun manfaatkan untuk mempromosikan wisata yang dimiliki Kepri, jadikan Kepri terkenal hingga mendunia,” tutup Isdianto.

Pulau Bintan potensial alami krisis air

0

Bintan – Pulau Bintan (Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang) potensi mengalami krisis air, kata Ketua LSM Air, Lingkungan dan Manusia Kepulauan Riau (ALIM Kepri), Kherjuli.

“Manajemen pengelolaan air jangka pendek perlu dibenahi untuk mencegah krisis air,” katanya di Tanjungpinang, Jumat (19/7).

Untuk sektor domestik, menurut dia krisis air bersih akan terus berlarut, dan dirasakan penduduk di Pulau Bintan selama beberapa bulan dalam setiap tahun jika potensi sumber daya air tidak dikelola secara maksimal, dan cepat.

“Pada saat intensitas curah hujan tinggi, maupun di musim kemarau, kondisi Pulau Bintan tetap potensial krisis air karena wadah penampung air (waduk) ‘existing’ belum mampu menampung air larian dalam jumlah besar,” katanya.

Kondisi itu diperburuk dengan Water Treatment Proses (WTP) yang terbangun, namun jumlahnya masih dibawah jumlah kebutuhan saat ini, yang diperkirakan 350 l/Det – 400 l/det. “Existing saat ini baru 250 l/det,” katanya.

Untuk menutupi neraca air di Pulau Bintan yang defisit, akibat ketersediaan berada dibawah kebutuhan. Baik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun non domestik lainnya.

Untuk jangka pendek, kata dia pemerintah melalui BWS Kementerian PU telah menyiapkan waduk kawal.

“Kami apresiasi itu. Walau masih jauh dan terkesan lambat. Karena masalah yang kita hadapi saat ini, bukan lagi persoalan air baku saja, tetapi lebih pada air bersih yang dapat dikonsumsi,” ucapnya.

Ia mengemukakan permasalahan yang dihadapi sekarang bagaimana percepatan penyediaan air minum perkotaan, dapat terwujud sehingga PDAM mampu memberikan pelayanan dengan cakupan dan kualitas yang baik.

Seperti Batam mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat. Hal itu disebabkan manajemen pengelolaan sumber air bersih cukup baik.

Kapasitas air selalu lebih awal ditingkatkan sebelum terjadi penambahan penduduk.

“Jumlah penduduk tentunya mempengaruhi berapa banyak kebutuhan air. Batam sadar akan itu,” tuturnya.

Saat ini, kata dia untuk sektor domestik, khususnya air PDAM, diperkirakan 17 m3/KK/bulan. Sampai sekarang belum tahu jumlah penduduk yang belum terlayani.

Namun PDAM Tirta Kepri mengklaim sebanyak 59 persen rumah tangga  di Pulau Bintan belum terlayani.

“Data PDAM Tirta Kepri menunjukkan bahwa baru 41 persen jumlah penduduk terlayani. Dengan pemakaian rata-rata masih dibawah 17m3/KK/bulan,” katanya.

Ia mengemukakan kajian potensi sumber daya air di Pulau Bintan telah dilakukan berbagai pihak sejak tahun 80-an. Dari hasil kajiannya, menyimpulkan bahwa potensi Sumber Daya Air di Pulau Bintan, khususnya air permukaan, sangat potensial dan berlimpah.

Selain faktor curah hujan, dibeberapa daerah di Pulau Bintan terdapat teluk yang bisa dibendung menjadi DAM Estuari, di antaranya di Busung dan Dompak.

Khusus Busung, pernah direncanakan untuk sumber air baku yang akan dipasok ke Singapura, sebagai wujud kerja sama Indonesia dan Singapura.

Klausal kerja sama Indonesia dan Singapura di Bintan, selain Pariwisata di Lagoi, kemudian Industri di Lobam dan Kawasan Pengembangan Sumber Daya Air di sekitaran Busung.

Kawasan Lagoi dan Lobam telah terwujud. Sedangkan KPSDA tidak terwujud. Karena Singapura masih bertahan import air dari Johor Malaysia.

Perkembangan terakhir, KPSDA tidak lagi diperuntuk untuk memasok air ke Singapura, melainkan untuk memenuhi kebutuhan warga di Pulau Bintan dan Batam.

Progresnya sudah terlihat, yang ditandai dengan Kajian Lahan, AMDAL, penyusunan DED. Meskipun terkesan lambat, tidak dapat dipungkiri, sudah terlihat progresnya.

 

 

(red/Diskominfo kepri)

KNRP Kepri Ajak Warga Berpartisipasi dalam Program Qurban for Palestine

0

TANJUNGPINANG – Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Kepulauan Riau kembali mengutus relawannya dalam program penyaluran bantuan Qurban for Palestina nanti.

Ketua KNRP Kepri Bakhtiar M Rum melalui Sekretaris Umumnya Raja Dachroni, Jumat (19/7/2019) menjelaskan, tahun 2019 ini KNRP  mengutus relawan dalam program Ramadan Project, dan kembali akan mengutus relawan untuk Program Qurban for Palestina.

Terkait program ini, KNRP Kepri mengajak warga untuk dapat ikut berpartisipasi dalam program tersebut dengan cara menjadi peserta qurban di Palestina.

Menurut Roni, KNRP Kepri  menawarkan harga sapi Rp 38 Juta, domba atau kambing Rp 5,5 Juta dan kita juga membuka peluang donasi bingkisan lebaran idul adha senilai Rp 350 ribu.

“Bingkisan diperlukan karena Idul Adha di Palestina lebih meriah di sana,” kata Raja Dachroni.

Informasi lebih lanjut masyarakat bisa menghubungi No WA admin KNRP Kepri +62 877-6378-3086.

 

 

(red/diskominfo kepri)

Empat Jaksa Terima Penghargaan Satya Lencana Karya Satya, Di Hari Bhakti Adiyaksa

0

Natuna (BT) Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke 59, Kejari Ranai, Natuna menggelar apel dan syukuran sederhana di Kantor Kejari Jalan Pramuka Ranai, Senin (22/7/2019).

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga