Pemerintah Pusat Akan Bangun Pusat BLK di Pulau Setokok Batam

0
188
Istimewa,TKI Ilegal dii Bandara Hang Nadim Batam

batamtimes.co , Batam – Pemerintah Pusat akan membangun Balai Latihan Kerja khusus untuk mempersiapkan Tenaga Kerja Indonesia yang akan berangkat ke luar negeri di Pulau Setokok, Kota Batam, Kepulauan Riau.

“Akan dibangun BLK baru dengan konsep terpadu, sesuai kebutuhan buruh migran yang akan diberangkatkan ke luar negeri, termasuk mengisi kebutuhan bursa kerja tenaga kerja terampil di Batam,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam Riky Indrakari di Batam, Kamis.

Kesepakatan untuk membangun BLK baru itu beradasarkan hasil pertemuan DPRD Batam dengan Direktorat Bina Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja di Jakarta, awal pekan.

Pelatihan kerja yang diberikan di BLK Pulau Setokok nantinya untuk memberikan persiapan dasar TKI formal dan nonformal agar siap hidup mandiri di Negeri Jiran.

“Khususnya untuk TKI yang tertangkap keluar secara ilegal melalui Kota Batam,” kata Riky.

Badan Pengusahaan Kawasan sudah menyiapkan lahan seluas 10 hektare di Pulau Setokok guna pembangunan BLK yang akah dihibahkan kepada Kementerian ketenagakerjaan.

Selanjutnya, kata dia, tim Komisi IV DPRD akan mengeluarkan rekomendasi dan catatan strategis yang dilaporkan kepada Ketua DPRD Batam dan tembusan kepada Wali Kota Batam, untuk menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Kemenaker.

“Dalam waktu dekat kami Komisi IV akan beraudiensi ke BP Batam untuk mendorong percepatan proses terwujudnya BLK yang akan menjadi kelola pemerintahan di daerah,” kata dia.

Selain mendorong pendirian BLK TKI di Pulau Setokok, DPRD juga mendorong pemberian pelatihan spesifik kepada calon tenaga kerja, sesuai amanat Perda No.4 Tahun 2015.

“Kami akan terus mendorong penumbuhan BLK di masing-masing kawasan industri dengan pola tiga dalam satu, yaitu Latih, Sertifikasi dan Penempatan kerja,” ujar Riky.

Pemkot Batam dapat menggunakan hasil retribusi Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) untuk membiayai latih uji kompetensi dan sertifikasi (SKKNI) di lokasi kawasan industri.

Kemudian penempatan kerja dapat dilakukan oleh pengelola kawasan industri, sesuai kriteria rekruitmen. (ter/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here