Titip pesan Moral, Bupati Lingga Awe Lantik 140 orang pejabat di Embung Bukit Tumang

0
401

Lingga – Bupati Lingga  H.Alias Wello .S.IP, melantik seratus empat puluh(140) orang  pajabat eselon II.III dan IV ,pimpinan tinggi pratama,administrator dan jabatan pengawas di Lingkungan Pemerintah kabupaten Lingga,provinsi Kepri di Embung Bukit Tumang Selasa, (4/8/2020).

Dari pantauan Batamtimes. co lokasi pelantikan pejabat tersebut  di ruang terbuka  sangat langka dan sedikit unik,nyaris tidak pernah di lakukan oleh Bupati di daerah yang lain.

Karena Lazimnya pelantikan seorang pejabat Eselon itu identik dengan suasana yang stril dan higienis ,artinya pelantikan pejabat itu minimal salah satunya adalah gedung pemerintahan,atau di Aula Kantor Bupati.

Bahkan” Awe “begitu sapaan akrabnya ,bukan kali Pertama  melantik sejumlah pejabat di ruang terbuka, di mana sang Bupati juga pernah melantik sejumlah pejabat sebelumnya seperti,di Komplek Makam Merah kelurahan Daik kecamtan Lingga  dan di Pantai Nafau singkep.

Prosesi pelantikan tak wajar Itupun akhirnya mendapat tanggapan  Bupati, ia menjawab teka teki  publik terkait dirinya kerab melantik para  pejabat di ruang terbuka atau Makam  yang  terkesan “penuh misteri ” tersebut.

Awe menjelaskan prihal yang menjadi tanda tanya banyak orang menganggap dirinya “Aneh”,Unik dan Langka, bahkan nyaris tak pernah terdengar diruang  publik, mana ada seorang kepala daerah melantik pejabatnya  di makam.

Menurut Awe  atau yang kerab di juluki ” Sang Fenomenal Lingga” pelantikan pejabat di ruang terbuka atau di Alam terbuka bukanlah sesuatu ya berlebihan.

“itu hal lumrah di negara-negara yang selangkah lebih maju jelas ungkap Awe.”ungkapnya

Memang,katanya,  bagi seseorang yang mampu untuk menghidupkan fisiknya,  sudah tentu akan  berimajinasi sejenak untuk melihat aura positif ketika dirinya melantik para  pejabat di alam terbuka atau yang lebih misteri lagi di makam merah.

“Seandainya saya melantik para pejabat di makam ,itu artinya sebenarnya saya sedang memberi nasehat  atau mengingatkan bahwa, Jabatan itu nanti  akan di minta  pertanggung jawabannya ,tidak hanya di dunia ini akan tetapi ketika sudah kembali kepada sang pencipta nanti jabatan itu  yang menjadi saksi ahli ketika   ajal sudah menjemput,itulah makam tempat manusia  yang “Abadi ” papar Awe

Sama Halnya ketika Awe melantik para pejabat dan memilih lokasi Embung Bukit Tumang sekarang, sesungguh nya ia sedang menitipkan pesan moral.

Kenapa saya memilih areal Embung Bukit Tumang?

Saya ingin membangkitkan ingatan kita semua, bahwa dulu di lokasi ini pernah terjadi eksploitasi pertambangan timah secara berlebihan. Tanpa memperhatikan dampak dan keseimbangan lingkungan.

Sehingga menimbulkan malapetaka baru bagi anak cucu kita. Lahan menjadi tandus dan sulit untuk dikembalikan seperti sediakala.

Dimana, katanya,  pelantikan ditempat itu hanya ingin menunjukan salah satu sudut di Lingga yang telah porak poranda akibat ulah manusia yang tamak dan menunjukan akibat dari ketamakan itu.

Para pejabat  yang dilantik diminta untuk menghening cipta sejenak,  bahwa sesungguhnya  jabatan itu  bukan media untuk membuat kerusakan di muka Bumi

“Cukup Embung Bukit Tumang  di  kecamatan Dabo Singkep yang di porak poranda akibat keserakahan manusia.” katanya.

Pada kesempatan yang sama Awe mengingatkan bahwa ketika Tuhan menitipkan  jabatan kepada hambanya ,jangan di salah gunakan,apa lagi jabatan di gunakan untuk  membuat kerusakan di bumi

“Sekali lagi saya mengingat jabatan itu amanah bukan untuk  memporak poranda Bumi Bunda Tanah Melayu, jangan umbar nafsu serakah ketika mendapatkan jabatan  demi segepok rupiah.”pungkas Alias Wello.

(red/Taufik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here