Ekspor Batam Awal 2026 Turun 3,67 Persen, Tekanan Terpusat di Sektor Kapal dan Kakao

0
68

Batam – batamtimes.co –  Nilai ekspor Batam pada periode Januari–Februari 2026 tercatat sebesar US$3,107 miliar atau mengalami penurunan 3,67 persen secara tahunan (year-on-year). Meski demikian, penurunan tersebut tidak terjadi secara merata, melainkan terkonsentrasi pada dua sektor utama, yakni industri kapal serta komoditas kokoa/coklat.

Penurunan paling signifikan berasal dari ekspor kapal yang merosot sekitar US$433,65 juta. Selain itu, ekspor kokoa/coklat juga mengalami penurunan sebesar US$91,23 juta. Kondisi ini menunjukkan bahwa pelemahan ekspor Batam lebih disebabkan oleh koreksi pada sektor tertentu, bukan penurunan menyeluruh di seluruh basis industri.

Untuk memastikan akar permasalahan, Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, melakukan peninjauan langsung serta berdialog dengan pelaku usaha di kedua sektor tersebut. Dari hasil kunjungan itu, diketahui bahwa tekanan yang terjadi saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal.

Di sektor industri kapal, penurunan dipicu oleh melemahnya permintaan global serta berakhirnya siklus pesanan besar pada periode sebelumnya. Selain itu, sektor ini juga sensitif terhadap fluktuasi harga energi dan dinamika geopolitik global.

Sementara itu, pada sektor kokoa/coklat, aktivitas produksi masih berjalan normal. Namun, realisasi ekspor mengalami perlambatan akibat kenaikan biaya bahan baku, biaya logistik, serta meningkatnya kehati-hatian pasar global.

“Data menunjukkan bahwa koreksi ekspor Batam tidak bersifat menyeluruh, tetapi spesifik pada sektor tertentu. Karena itu, respons yang kami siapkan juga harus presisi, dengan memahami sumber tekanan secara langsung di lapangan,” ujar Fary.

BP Batam menegaskan akan mengambil langkah intervensi yang lebih terarah.

Upaya tersebut meliputi penguatan komunikasi dengan pelaku usaha, percepatan penanganan hambatan logistik dan biaya, serta koordinasi lintas instansi guna merespons berbagai faktor eksternal yang memengaruhi kinerja ekspor.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya tahan sektor yang tengah mengalami tekanan, sekaligus memperkuat sektor lain yang masih menunjukkan pertumbuhan sebagai penopang utama ekspor Batam.

Di sisi lain, sejumlah komoditas utama justru mencatatkan kinerja positif. Sektor minyak, bahan kimia, serta mesin dan peralatan listrik mengalami peningkatan. Kontribusi terbesar berasal dari sektor mesin dan peralatan listrik yang naik sekitar US$309 juta.

Secara keseluruhan, kinerja ekspor Batam dinilai masih solid, adaptif, dan memiliki daya tahan yang baik di tengah berbagai tantangan global. Struktur ekspor yang tetap kuat menjadi indikasi bahwa sektor industri di Batam masih mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here