8.6 C
New York
Sunday, April 5, 2026
spot_img
Home Blog Page 91

Ole Romeny Resmi Jadi WNI, Siap Perkuat Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

0
Keterangan Foto : Bomber Oxford United, Ole Romeny, resmi menjadi WNI setelah menjalani prosesi sumpah di London Inggris(PSSI)

Jakarta – batamtimes co – Bomber Oxford United, Ole Romeny, resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) setelah menjalani prosesi sumpah di London, Inggris, pada Sabtu (8/2/2025).

Setelah mendapatkan status sebagai WNI, Romeny masih harus melewati tahap perpindahan federasi dari KNVB (Belanda) ke PSSI (Indonesia). Proses ini menjadi langkah terakhir sebelum dirinya memenuhi syarat membela Timnas Indonesia secara resmi.

Apabila tidak ada kendala, Romeny diprediksi akan menjalani debutnya bersama Timnas Indonesia pada Maret mendatang. Ia berpeluang tampil dalam laga lanjutan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Australia.

Kehadiran Romeny di Timnas Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kekuatan lini serang Skuad Garuda, yang selama ini dianggap sebagai titik lemah.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, optimistis bahwa kehadiran pemain berusia 24 tahun ini akan memberikan dampak positif bagi Timnas.

“Semoga dengan kehadiran Ole Romeny di Timnas Indonesia, daya gedor Skuad Garuda semakin tajam dan bisa memberikan dampak yang positif bagi Timnas Indonesia,” ujar Erick.

Salah Satu Pemain Termahal di Asia Tenggara

Romeny kini menjadi salah satu pemain termahal di Asia Tenggara setelah resmi berstatus WNI. Mantan pemain FC Utrecht ini memiliki nilai pasar sebesar 1,3 juta euro (sekitar Rp 22,1 miliar), menempatkannya sebagai pemain termahal ketujuh di Timnas Indonesia.

Ia berada di bawah beberapa pemain naturalisasi lainnya, seperti:

  1. Mees Hilgers
  2. Kevin Diks
  3. Jay Idzes
  4. Calvin Verdonk
  5. Maarten Paes
  6. Thom Haye

Selain itu, Romeny juga menempati posisi ketujuh dalam daftar pemain termahal di Asia Tenggara, tepat di atas dua bintang Timnas Thailand, Supachai Chaided dan Chanathip Songkrasin.

Hadirnya Romeny juga menjadi kabar buruk bagi Nguyen Xuan Son, bomber naturalisasi Timnas Vietnam. Sebelumnya, harga pasar Xuan Son melonjak drastis setelah tampil impresif di ASEAN Cup 2024.

Dalam rilis terbaru Transfermarkt, nilai pasar Xuan Son kini mencapai 700 ribu euro (Rp 11,7 miliar), naik 200 ribu euro dari sebelumnya 500 ribu euro. Peningkatan ini menjadikannya pemain termahal dalam sejarah Timnas Vietnam dan menempatkannya di peringkat ke-15 dalam daftar pemain termahal Asia Tenggara.

Namun, dengan nilai pasar 1,3 juta euro, Romeny langsung melewati Xuan Son dan memperkuat dominasi pemain Timnas Indonesia di jajaran pemain termahal ASEAN.

Dengan bergabungnya Romeny, Timnas Indonesia semakin kompetitif dan berpeluang memberikan kejutan di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Semua mata kini tertuju pada debut sang striker dalam balutan Merah Putih.

 

Penulis : Hendra

Editor : Pohan

YAICI dan Aisyiyah Bogor Luncurkan Rumah Gizi untuk Cegah Stunting

0
Keterangan Foto : Pengguntingan pita Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bersama Majelis Kesehatan Aisyiyah Kabupaten Bogor resmi meluncurkan Rumah Gizi.(Paul)

Bogor– batamtimes.co –  Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bersama Majelis Kesehatan Aisyiyah Kabupaten Bogor resmi meluncurkan Rumah Gizi sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan mencegah stunting. Acara peluncuran ini berlangsung di Alun-Alun Desa Cibitung Wetan, Pamijahan, pada Sabtu (1/2/2025) dan diresmikan secara simbolis oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, H. Zamzam Erawan, didampingi kader Aisyiyah dan perwakilan YAICI.

Peluncuran Rumah Gizi ini menjadi bagian dari rangkaian Pengajian Daerah Muhammadiyah serta peresmian Alun-Alun Desa Cibitung Wetan. Rumah Gizi diharapkan menjadi pusat edukasi dan pendampingan bagi masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat serta mengurangi angka stunting di Kabupaten Bogor.

Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Bogor, Hermawati, dan Pimpinan Cabang Aisyiyah Pamijahan, Ade Herni, menegaskan bahwa Rumah Gizi adalah bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan seperti Cibitung Wetan.

Salah satu fokus utama edukasi di Rumah Gizi adalah pola makan anak-anak, terutama dalam menghindari jajanan tidak sehat seperti makanan pedas serta penggunaan kental manis (SKM) sebagai pengganti susu. Meski sudah mulai berkurang, masih ada sebagian masyarakat yang mengonsumsi SKM karena faktor harga dan kemudahan.

“Melalui pengajian dan posyandu, kami terus mengedukasi masyarakat bahwa kental manis bukanlah susu dan tidak baik untuk kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia,” ujar Hermawati.

Sebagai solusi, masyarakat didorong untuk mengonsumsi makanan tradisional seperti bubur kacang hijau dan cemilan sehat berbasis hasil pertanian lokal.

Koordinator Rumah Gizi Majelis Kesehatan Aisyiyah Kabupaten Bogor, Lina Marlina, menjelaskan bahwa program ini berfokus pada lima kelompok utama:

  1. Remaja
  2. Calon pengantin
  3. Ibu hamil
  4. Ibu menyusui dan ibu dengan balita
  5. Lansia

“Kelima kelompok ini menjadi perhatian utama karena pola asuh dan kebiasaan makan berawal dari mereka. Edukasi sedini mungkin kepada remaja sangat penting agar nantinya bisa mencegah stunting di masa depan,” jelas Lina.

Sejak 2017, Aisyiyah telah melakukan pendampingan kesehatan di berbagai desa di Kabupaten Bogor, termasuk Leuwiliang, Cibeber 4, Barengkok, dan kini Pamijahan. Meski masih menghadapi tantangan seperti kurangnya antusiasme dari remaja dan calon pengantin, banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari edukasi ini dan meminta agar program terus berlanjut.

Dukungan dari Pemerintah dan Tokoh Masyarakat

Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, Nugroho Setijo Nagoro, menyambut baik inisiatif ini dan berharap adanya kolaborasi dengan koperasi, BumDes, serta kelompok masyarakat untuk mengelola program secara berkelanjutan.

“Dana Desa Stunting bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan Rumah Gizi, asalkan data dan sasarannya tepat,” ujarnya.

Nugroho juga menawarkan dukungan untuk mereplikasi program ini ke desa-desa lain. “Jika model Rumah Gizi ini berhasil, kami siap membantu agar bisa diterapkan di desa lain,” tambahnya.

Sementara itu, anggota DPD RI Jawa Barat, Jihan Fahira, mengapresiasi program ini dan berharap bisa memberi manfaat luas bagi masyarakat.

“Dengan adanya Rumah Gizi, kita berharap anak-anak dapat tumbuh sehat dan menjadi generasi unggul untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kata Jihan.

Hermawati dan Ade Herni menegaskan bahwa mereka akan terus berupaya meningkatkan edukasi bagi masyarakat, terutama orang tua dan generasi muda, agar lebih peduli terhadap pola makan anak-anak.

“Kami ingin masyarakat lebih sadar akan pentingnya pola makan sehat. Dengan semakin banyaknya jajanan tidak sehat di sekitar, edukasi seperti ini sangat penting,” tutup Hermawati.

Melalui Rumah Gizi, diharapkan angka stunting di Kabupaten Bogor dapat ditekan dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya konsumsi makanan sehat untuk masa depan yang lebih baik.

 

Penulis : Paul

Editor : Pohan

Bobby Nasution dan H. Surya Resmi Ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2025-2030

0
Keterangan Foto : Bobby Nasution usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Sumut Pengumuman Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Terpilih Periode 2025-2030, Jumat (7/2/2025), di Gedung DPRD Sumut.(Tim)

Sumatera Utara – batamtimes.co – Wali Kota Medan, Bobby Nasution, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara atas kepercayaan yang diberikan kepadanya dan H. Surya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara periode 2025-2030.

“Insya Allah amanah yang diberikan ini kami jalankan sebaik-baiknya,” ujar Bobby Nasution usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Sumut tentang Pengumuman Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Terpilih Periode 2025-2030, Jumat (7/2/2025), di Gedung DPRD Sumut.

Didampingi Wakil Gubernur Sumut terpilih, H. Surya, Bobby juga menyampaikan apresiasi kepada KPU, Bawaslu, serta TNI dan Polri atas kelancaran proses Pilkada di Sumatera Utara.

“Terima kasih juga kepada DPRD Sumut yang telah menyelenggarakan paripurna hari ini,” tambahnya.

Menjelang pelantikannya sebagai Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution menegaskan bahwa dirinya bersama H. Surya akan tetap fokus menyelesaikan tugas dan tanggung jawab di daerah masing-masing.

“Kami akan merampungkan pekerjaan yang belum selesai di wilayah kami sebelum resmi dilantik,” katanya.

Rapat Paripurna DPRD Sumut yang mengumumkan penetapan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut terpilih dipimpin oleh Ketua DPRD Sumut, Erni Ariyanto Sitorus. Selain anggota dewan, hadir pula Pj Gubernur Sumut A. Fatoni, unsur Forkopimda Sumut, serta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemprov Sumut.

Dalam rapat tersebut, Erni Ariyanto Sitorus menyampaikan bahwa KPU Sumut telah menetapkan pasangan Bobby Nasution dan H. Surya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut terpilih dengan perolehan 3.645.611 suara atau 64,46 persen dari total suara sah.

Dengan hasil tersebut, Bobby Nasution dan H. Surya resmi ditetapkan sebagai pemimpin Sumatera Utara untuk lima tahun ke depan. Pelantikan keduanya dijadwalkan akan berlangsung dalam waktu dekat.

 

Penulis: Tim

Editor : Pohan

Rico Waas dan Zakiyuddin Harahap Hadiri Paripurna Penetapan Wali Kota Medan Terpilih 2025-2030

0
Keterangan Foto : DPRD Kota Medan yang mengumumkan penetapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan terpilih periode 2025-2030, Senin (10/2/2025).(Tim)

Medan – batamtimes.co –  Rico Waas dan Zakiyuddin Harahap kompak menghadiri sidang paripurna DPRD Kota Medan yang mengumumkan penetapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan terpilih periode 2025-2030, Senin (10/2/2025). Sidang tersebut juga sekaligus mengusulkan pemberhentian Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan periode 2021-2025 yang segera berakhir.

Dalam rapat yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Medan itu, Rico Waas tampil mengenakan batik berwarna kuning keemasan, sementara Zakiyuddin Harahap mengenakan batik berlambang Partai Gerindra. Turut hadir dalam sidang paripurna tersebut, Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution, Pj Sekda Kota Medan Topan Ginting, Ketua KPU Kota Medan Mutia Atiqah, Komisioner Bawaslu Kota Medan, serta jajaran anggota DPRD Kota Medan dan unsur Forkopimda.

Sidang paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Zulkarnaen, Hadi Suhendra, dan Rajudin Sagala.

Usulan Pemberhentian Wali Kota dan Wakil Wali Kota 2021-2025

Dalam pembukaan sidang, Wong Chun Sen menyampaikan bahwa rapat paripurna kali ini memiliki dua agenda utama, yakni pengumuman usulan pemberhentian Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan periode 2021-2025 serta pengumuman penetapan pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih hasil Pilkada 2024.

“Dengan berpedoman pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pemberhentian kepala daerah diumumkan oleh pimpinan DPRD dalam rapat paripurna dan diusulkan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur untuk mendapatkan penetapan pemberhentian,” ujar Wong Chun Sen.

Ia menjelaskan bahwa masa jabatan Wali Kota Bobby Nasution dan Wakil Wali Kota Aulia Rachman akan berakhir pada saat pelantikan dan pengucapan sumpah Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih hasil Pilkada Serentak 2024.

“Dengan ini kami umumkan usulan pemberhentian M. Bobby Nasution dan Aulia Rachman sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, seiring dengan telah ditetapkannya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan terpilih hasil Pilkada 2024,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wong Chun Sen menyampaikan apresiasi kepada Bobby Nasution dan Aulia Rachman atas kinerja mereka selama menjabat.

“DPRD Medan mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada M. Bobby Nasution dan Aulia Rachman yang telah memimpin dengan baik serta berkolaborasi dengan DPRD dalam mensinergikan kinerja pemerintahan,” ujarnya.

Ia berharap berbagai capaian dan prestasi yang telah diraih selama kepemimpinan Bobby Nasution dapat menjadi motivasi bagi Kota Medan untuk semakin maju dan sejahtera di masa depan.

Wong Chun Sen juga menjelaskan bahwa sesuai dengan Keputusan KPU Kota Medan Nomor 8 Tahun 2025 tanggal 5 Februari 2025, DPRD Kota Medan secara resmi mengumumkan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih.

“Maka, berdasarkan surat KPU Kota Medan kepada Ketua DPRD Kota Medan tanggal 6 Februari 2025 tentang Penyampaian Usulan Pengesahan dan Pengangkatan Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih pada Pilkada Serentak 2024, dalam rapat paripurna ini dilaksanakan penandatanganan berita acara pengumuman usulan pemberhentian Wali Kota dan Wakil Wali Kota 2021-2025 serta berita acara pengusulan hasil penetapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan terpilih masa jabatan 2025-2030,” pungkasnya.

 

Penulis : Tim

Editor : Pohan

700 Tenaga Honorer di Lingga Terancam Dirumahkan, Pemkab Cari Solusi

0
Keterangan Foto : Sekda Kabupaten Lingga Armia (Humas)

Lingga – batamtimes.co –  Sebanyak 700 tenaga honorer di Kabupaten Lingga dengan masa kerja kurang dari dua tahun menghadapi ancaman pemutusan kerja. Hal ini merupakan dampak dari kebijakan pemerintah pusat terkait penghapusan tenaga honorer di berbagai sektor, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri).

Mayoritas tenaga honorer yang terancam berasal dari bidang kebersihan (DLH), kesehatan, dan pendidikan (guru). Namun, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lingga, Armia, menegaskan bahwa hingga saat ini tenaga honorer tersebut masih bekerja.

“Untuk di Kabupaten Lingga, sebanyak 700 tenaga honorer dengan masa kerja di bawah dua tahun saat ini masih masuk bekerja dan belum dirumahkan,” ujar Armia, Jumat (7/2/2205).

Armia menjelaskan bahwa Pemkab Lingga masih berusaha mencari jalan keluar agar para tenaga honorer ini tidak kehilangan pekerjaan. Salah satu langkah yang diambil adalah melakukan observasi melalui pihak ketiga.

“Saat ini kami masih mencari solusi agar 700 tenaga honorer ini tidak dirumahkan. Kami akan melakukan observasi melalui pihak ketiga untuk menyelamatkan mereka,” katanya.

Bahkan, Pemkab Lingga telah menjajaki kerja sama dengan pihak ketiga di Kota Batam guna menyelamatkan posisi tenaga honorer ini.

“Kemarin kami sudah melakukan penjajakan dengan pihak ketiga di Batam, yang nantinya akan bekerjasama dengan Pemkab Lingga,” tutur Armia.

Rencananya, pihak ketiga dari Batam akan datang ke Kabupaten Lingga pada Senin mendatang untuk melakukan survei lebih lanjut.

“Senin nanti, pihak ketiga dari Batam akan datang ke Kabupaten Lingga untuk melakukan survei,” ungkapnya.

Tak Ada Kaitannya dengan Pilkada Lingga 2024

Armia menegaskan bahwa kebijakan pemutusan hubungan kerja ini sepenuhnya merupakan keputusan pemerintah pusat dan tidak ada kaitannya dengan Pilkada Lingga 2024.

“Jika ada tenaga honorer yang dirumahkan, itu adalah keputusan pemerintah pusat yang harus kami laksanakan, dan tidak ada hubungannya dengan Pilkada Lingga 2024,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh tenaga honorer yang terdampak untuk bersabar, sembari Pemkab Lingga terus berupaya mencari solusi terbaik agar mereka tetap dapat bekerja dengan dasar hukum yang jelas.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk merealisasikan kerja sama dengan pihak ketiga agar seluruh tenaga honorer tidak dirumahkan,” pungkasnya.

 

Penulis : Asma

Penertiban Bangunan Ilegal di Batam Berjalan Alot, Ombudsman Kepri Turun Tangan

0
Keterangan Foto : Penertiban bangunan ilegal di Bengkong Palapa Atas .(Ombudsman Kepri)

Batam- batamtimes.co – Penertiban bangunan ilegal di Bengkong Palapa Atas sempat diwarnai ketegangan ketika keluarga pemilik bangunan berusaha menghalangi tim terpadu yang datang dengan alat berat. Mereka bahkan mencoba memprovokasi warga sekitar agar turut bersimpati. Namun, setelah petugas berhasil mengeluarkan seluruh barang dari dalam rumah, bangunan permanen tersebut akhirnya dibongkar paksa.

Sengketa ini bermula dari klaim kepemilikan tanah antara Ruslina Limbong, pemegang Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), dengan Rispa Lambok Nababan yang mengaku sebagai pemilik lahan berdasarkan pengelolaan dan aktivitas berkebun. Ruslina membeli tanah kavling tersebut pada tahun 2015 dan mendapatkan SHGB dari BPN Batam pada 2018. Namun, pada 2017, Rispa mendirikan bangunan di lokasi yang sama, meskipun telah mendapat teguran,Seperi yang dikutip media ini dari ombudsman kepri.

Upaya penyelesaian di tingkat RT dan RW sejak 2017 tidak membuahkan hasil. Ruslina kemudian melaporkan kasus ini ke BP Batam pada 2021 untuk menertibkan bangunan yang berdiri di atas lahannya. Namun, permohonan ini tak kunjung ditindaklanjuti, bahkan seorang oknum pejabat Ditpam BP Batam sempat meminta biaya penertiban sebesar Rp80 juta. Karena hanya mampu membayar Rp30 juta, permintaan Ruslina ditolak dan penertiban tidak dilakukan.

Merasa diperlakukan tidak adil, Ruslina mengadu ke Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau. Ombudsman kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pejabat Direktorat Pertanahan BP Batam, Kepala BPN Batam, serta Kepala Ditpam BP Batam, dan menemukan adanya maladministrasi berupa tidak memberikan pelayanan terhadap permohonan penertiban.

Ombudsman juga memfasilitasi mediasi antara kedua pihak, melibatkan RT, RW, Kelurahan, dan Kecamatan. Namun, Rispa tetap bersikeras mengklaim tanah tersebut meski tidak memiliki dokumen legalitas. Tawaran ganti rugi bangunan dari Ruslina pun ditolak.

Setelah melalui berbagai tahapan, Ombudsman Kepri merekomendasikan agar Ditpam BP Batam segera melakukan penertiban. Dengan melibatkan tim terpadu dari Satpol PP, Kepolisian, dan TNI, penertiban akhirnya terlaksana pada 23 Oktober 2024.

Ruslina Limbong mengaku bersyukur atas keputusan tersebut dan mengapresiasi kerja Ombudsman Kepri yang telah menuntaskan sengketa lahan yang ia hadapi selama bertahun-tahun. Ia juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang turut serta dalam pelaksanaan eksekusi ini.

Penulis : Adi

Editor : Pohan

Polresta Sleman Dalami Kasus Keracunan Massal di Tempel, 148 Korban Terdata

0
Keterangan Foto : Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setianto Erning Wibowo.(Tanto)

Yogyakarta – Polresta Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memastikan proses hukum terkait kasus keracunan makanan di Kapanewon Tempel terus berjalan. Sejumlah saksi, termasuk penyelenggara hajatan dan penyedia makanan, telah diperiksa guna mengungkap penyebab kejadian yang menelan ratusan korban tersebut.

Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setianto Erning Wibowo, mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat 148 korban yang mengalami keracunan setelah menyantap makanan dalam acara pernikahan di Padukuhan Krasakan, Lumbungrejo, Kapanewon Tempel pada Sabtu, 8 Februari 2025.

“Kemarin kami telah melakukan pemeriksaan serta mengevakuasi korban keracunan makanan. Pendataan juga dilakukan bersama instansi terkait di rumah sakit,” ujar Edy pada Senin, 10 Februari 2025.

Saat ini, polisi masih menunggu hasil tes laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal.

“Sampel makanan sudah dikirim ke laboratorium, dan kami masih menunggu hasilnya untuk memastikan penyebab pasti kejadian ini,” jelas Edy.

Ia juga menegaskan bahwa kasus ini tetap akan diproses secara hukum, terutama jika ditemukan unsur kelalaian atau kesengajaan dalam penyajian makanan.

“Jika ditemukan unsur kesengajaan atau kelalaian dalam pengolahan makanan, kami akan menindaklanjuti dengan proses hukum,” tegasnya.

Sebagian Korban Masih Dirawat

Dari 148 korban yang mengalami gejala mual, muntah, dan diare, sebagian masih menjalani perawatan di berbagai rumah sakit di Kabupaten Sleman dan Magelang, Jawa Tengah, sementara yang lain telah diperbolehkan pulang.

Sebelumnya, pada Minggu pagi (9 Februari 2025), ratusan warga mulai merasakan gejala keracunan setelah menghadiri acara pernikahan sehari sebelumnya. Pihak berwenang kini berupaya memastikan kejadian serupa tidak terulang serta menegakkan aturan terkait keamanan pangan dalam acara besar.

 

Penulis : Tanto

Editor : Pohan

Tegakkan Etika Advokat Tanpa Stigma terhadap Latar Belakang Pendidikan

0
Keterangan Foto : M. Ishom el-Saha Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Banten.

Kisruh antara dua pengacara terkenal, HP versus RAN, hingga nyaris adu jotos di persidangan memberi dampak citra negatif pada profesi pengacara/advokat. Kasus yang berawal dari pelaporan pencemaran nama baik berubah menjadi kisruh antar-advokat di dalam majelis persidangan.

Kita sangat menyayangkan kejadian buruk yang mencoreng citra profesi advokat pada khususnya. Oleh sebab itu kita berharap ada sanksi tegas untuk para pengacara yang tidak mengindahkan kode etik profesi advokat.

Supaya kejadian seperti itu tidak berulang maka tindak tegas pengacara yang melanggar kode etik profesi sangat penting dilakukan. Apalagi akibat perilaku negatif pengacara yang berpraktik itu ditengarai membawa-bawa lembaga pendidikan yang pernah ditempuh pengacara itu.

Dalam konteks ini adalah komentar pengacara tenar lain yakni FA yang viral, bahwa peristiwa yang memalukan yang dilakukan pengacara RAN dan asistennya adalah akibat yang bersangkutan berasal dari sarjana agama.

Semestinya jangan dikait-kaitkan perilaku negatif RAN dengan keberadaan Sarjana Agama (S.Ag). Sebab S.Ag yang umum disandang semua lulusan perguruan tinggi agama tahun 1990-an, ada yang dijamin secara perundang-undangan sehingga sah menjadi Pengacara.

Sarjana Agama angkatan 1990-an asalkan lulusan fakultas Syariah menurut Undang-undang No. 18 tahun 2003 tentang profesi advokat dapat menjadi Pengacara setelah lulus pendidikan khusus profesi advokat (PKPA).

Sarjana Agama lulusan fakultas Syariah untuk mendapatkan perlakuan adil secara konstitusional awalnya membutuhkan perjuangan yang berat. Dalam catatan yang terdokumentasikan di koran harian Bernas Yogyakarta (1996), kami para aktivis mahasiswa fakultas Syariah berjuang mati-matian untuk mendapatkan hak tersebut. Walaupun baru direalisasikan sejak tahun 2003.

Atas dasar itu, pernyataan pengacara FA yang viral, “itulah kalau sarjana agama menjadi pengacara” harus diluruskan! Apalagi kalau yang dimaksud itu adalah pengacara RAN dan asistennya yang naik meja persidangan. Mereka bukan lulusan fakultas syariah.

 

Oleh : M. Ishom el-Saha

(Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Banten)

 

Sumber : Kemenag

Wali Kota Terpilih Amsakar Achmad Ajak Pejabat Pemko Batam Kompak Bangun Kota

0
Keterangan Foto :walikota Batam terpilih, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam terpilih, Li Claudia Chandra, menghadiri acara silaturahmi dengan pejabat dan pegawai Pemko Batam di Kantor Wali Kota Batam.(Adi)

Batam – batamtimes.co –  Wali Kota Batam terpilih, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam terpilih, Li Claudia Chandra, menghadiri acara silaturahmi dengan pejabat dan pegawai Pemerintah Kota (Pemko) Batam di Kantor Wali Kota Batam.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah, kepala dinas, kepala badan, serta sejumlah pejabat lainnya, Amsakar menegaskan pentingnya kerja sama dan kesolidan dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia mengajak seluruh jajaran untuk bekerja lebih kompak dan terarah demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Tujuan utama kami adalah untuk terus membangun Batam dengan menitikberatkan pada program-program yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Amsakar.

Ia juga menekankan agar tidak ada lagi perpecahan di antara pejabat Pemko Batam. Menurutnya, segala dinamika politik yang terjadi saat Pemilu harus ditinggalkan demi kepentingan bersama.

“Jangan ada faksi-faksi lagi. Narasi-narasi yang berkembang saat Pemilu kemarin harus kita tinggalkan. Saatnya kita bersatu untuk membangun Batam bersama-sama,” tegasnya.

Selain itu, Amsakar mengingatkan agar pejabat tidak terjebak dalam spekulasi terkait jabatan dan lebih berfokus pada tugas serta pelayanan kepada masyarakat.

“Yang lebih penting adalah fokus pada pekerjaan dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Amsakar menyampaikan bahwa dirinya dan Li Claudia Chandra telah berkomitmen untuk bekerja maksimal demi kemajuan Batam.

“Kami sudah mewakafkan diri untuk bekerja sebaik-baiknya. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk terus membangun Batam, terutama yang langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Dalam agenda pembangunan, Amsakar memastikan program infrastruktur akan terus berjalan dengan penekanan pada proyek-proyek yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, seperti penyelesaian masalah banjir.

“Kita akan segera menyelesaikan masalah ini agar masyarakat dapat merasakan perubahan yang nyata,” katanya.

Terkait dengan perombakan struktur pejabat, Amsakar menegaskan bahwa langkah ini diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan. Ia menyebut bahwa akan ada perombakan, terutama pada posisi camat dan lurah, agar mereka lebih responsif dalam menangani permasalahan warga.

“Kami akan merombak struktur pejabat, terutama camat dan lurah yang siap untuk langsung turun tangan mengatasi permasalahan masyarakat,” jelasnya.

Amsakar dan Li Claudia Chandra berharap, dengan kekompakan dan kebersamaan seluruh jajaran Pemko Batam, mereka dapat mengatasi berbagai tantangan serta mewujudkan Batam yang lebih maju dan sejahtera.

“Mari kita bekerja bersama untuk Batam yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.

 

Penulis : Adi

Editor : Pohan

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat : Pers aktif meningkatkan literasi masyarakat di berbagai bidang guna mempercepat proses pembangunan

0
Keterangan Foto : Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya peran insan pers yang berintegritas .(Facebook)

Jakarta – Dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari 2025, Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya peran insan pers yang berintegritas dalam mewujudkan kemandirian bangsa. Beliau menyatakan bahwa pers harus aktif meningkatkan literasi masyarakat di berbagai bidang untuk mempercepat proses pembangunan.

“Insan pers harus mampu berperan aktif dalam meningkatkan literasi masyarakat di berbagai bidang. Ini untuk menciptakan akselerasi dalam proses pembangunan demi mewujudkan kemandirian bangsa,” ujar Lestari dalam keterangannya, Minggu (9/2/2025).

Lestari menambahkan bahwa rendahnya tingkat literasi masyarakat dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti kemiskinan hingga perpecahan antarmasyarakat. Dengan fungsi kontrol, pendidikan, dan sebagai media informasi, insan pers berperan penting dalam mengatasi kondisi literasi yang masih rendah di sejumlah sektor.

“Peran aktif insan pers yang berintegritas merupakan salah satu langkah strategis dalam mewujudkan kemandirian bangsa,” tegasnya.

Anggota Komisi X DPR RI itu juga berharap agar insan pers dan para pemangku kepentingan di Indonesia dapat berkolaborasi dengan baik untuk mewujudkan kehidupan berbangsa yang sehat, guna menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Dalam rangkaian perayaan HPN 2025 di Provinsi Riau, salah satu agenda yang diselenggarakan adalah Sarasehan Nasional Media Massa dengan tema “Preservasi Jurnalisme sebagai Pilar Demokrasi Digital”.

Acara ini membahas tantangan dan peluang jurnalisme dalam menghadapi disrupsi digital yang semakin pesat. Sejumlah tokoh jurnalis dari berbagai media menekankan pentingnya mengisi era digital dengan informasi yang berkualitas. Media konvensional dinilai masih sangat dibutuhkan untuk mendistribusikan informasi berkualitas di tengah maraknya informasi dari media sosial.

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga