Rosano : Pengusaha Sudah Tidak Bisa Bayar Gaji dan Membayar THR

0
205

batamtimes.co,Batam-Sejumlah pengusaha gelanggang permainan (gelper) yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Game Anak-anak dan Keluarga (APGEMA) resah dengan datangnya lebaran,gaji karyawan tidak dapat dibayar sementara karyawan terus mendesak kapan gaji dibayar,termasuk THR.

Keluhan dari pengusaha tersebutpun menjadi perhatian dari APGEMA Kepri dan anggota Komisi I DPRD Batam.

Ketua Apgema Kepri Akhmad Rosano mengatakan kepada batamtimes.co di Nagoya Hill Kamis (16-6-2016),Pemerintah melalui BPM-PTSP sudah memverifikasi,hasilnya beberapa pengusaha permainan anak tidak ditemukan indikasi judi.

Jika memang ada ditemukan pasca penutupan yang lalu,dipastikan pengusaha tersebut bukan dari APGEMA,”Standar Oprasional Prosedur (SOP) di Apgema itu ada, yang masuk menjadi anggota Apgema sudah harus memiliki ijin serta usaha permainan yang dibuka tidak diijinkan berbau judi,” terang Rosano

Dan pasca penutupan  seluruh arena Gelper beberapa waktu lalu oleh kepolisian, para pengusaha dibawah Apgema merasa dirugikan, sebab tidak ada lagi pemasukan untuk membayar listrik, air maupun gaji karyawan.

“Kami semuanya menjerit,pengusaha tidak bisa bayar gaji dan membayar THR” katanya.

Kata dia, para pengusaha gelper yang dibawah naungan Apgema bersedia ditindak maupun ditutup usahanya apabil terdapat indikasi judi. “Kalau ada unsur judi silakan tutup dan cabut izinnya,” bebernya

Sebelumnya,Anggota Komisi I DPRD Batam Harmidi Umar Husein politisi Gerindra beberapa waktu lalu mengatakan,akibat penutupan Gelanggan permainan diseluruh Kota Batam beberapa waktu lalu sudah banyak pengusaha melapor dan mengeluhkan nasib mereka, bagaimana nantinya mau bayar gaji karyawan padahal lebaran sudah semangkin mendekati.

“Kalau digantung seperti ini karyawannya mau makan apa. Darimana perusahaan mau gaji, jika usahanya tak beroperasi,” katanya

Harmidi mengatakan,pengusaha gelper tidak berani memecat karyawannya. Sekarang ini lanjutnya, seluruh karyawan gelper menuntut hak-hak mereka seperti Tunjangan Hari Raya (THR). “Pengusaha gelper merasa bimbang karena tidak ada lagi pemasukan mereka,” ucapnya.

Lebih jauh dikatakanya, walaupun sudah dinyatakan tidak memiliki unsur judi seluruh gelper tidak bisa beroperasi. Garis polisi (police line) hingga kini belum dicabut. “Kalau tidak ada unsur judi, polisi harus legowo mau membuka police line nya,” ungkapnya.(red/lan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here